[Drabble] Kissing Under The Rain

Title : [Drabble] Kissing Under The Rain
Author : Kusumaningpark99
Leght : Drabble
Genre : Romance, Fluff  and Sad.
Rating : PG 17
Main Cast : – Park Chanyeol (EXO)
Byun Ji Hye (OC)

Other Cast : – Byun Baekhyun
Disclaimer : drabble ini murni milik saya, tidak ada plagiat. Ide cerita berasal dari pemikiran saya.
Baca Drabble aku yang lainnya dengan cast selain Chanyeol di blog pribadiku:

https://Kusumaningpark99.wordpress.com

Warning!!
Don’t Be A Plagiator
Don’t Be A Silent Readers
Happy Reading~~
–Kissing Under The Rain—

ALL JIHYE POv
Line… ringtone Line ku berbunyi menandakan ada sebuah pesan dari seseorang, aku mengacuhkan apapun isi dari pesan yang dikirim oleh pengirim yang sama dari 50 pesan atau malah lebih sebelumnya yang telah dia kirim. Malas, itulah satu kata saat mendengar puluhan kali ringtone tersebut berbunyi. Rasanya aku ingin mengubur diriku hidup-hidup sekarang juga, berbagai masalah muncul setiap detiknya.

Mungkin ucapanku memang mengatakan aku sangat malas membaca pesan-pesan tersebut, tapi hatiku berkata lain. di lubuk hatiku yang paling dalam, ada rasa rindu yang membuncah setiap detiknya masalah itu menerpaku, semakin aku berupaya untuk acuh tetapi hatiku semakin merasakan rindu yang teramat dalam.

Oke, aku tidak akan menghardiknya lagi. Aku memang sangat-sangat merindukan lelaki jahat yang sedari tadi mengirimiku pesan permintaan maaf tanpa henti. Tapi mau bagaimana lagi, logikaku berpikir bahwa ia telah dengan jahatnya memperlakukanku. Dan itu membuat hatiku terasa tercekik dan sesak. Tak kupedulikan lagi, aku semakin menenggelamkan wajahku pada bantal dan guling dengan jengkel.
Mungkin setelah ini aku akan stress dan depresi hingga memebakar rumahku sendiri. Enak saja, setelah membuatku cemburu sampai ke ubun-ubun hingga mau meledak, ia meminta maaf dengan mudahnya. Memang aku apa, seenaknya saja dia. Hidungku rasanya sudah kesulitan bernafas karena sedari tadi menangis dengan gilanya, toh dengan bodohpun aku menangis dia juga tidak akan tahu sama sekali. Lalu kenapa air mata sialan ini terus menerus keluar seperti air terjun dalam mataku.
Tokk..tokk..tokk..
Suara pintu kamarku terketuk, seseorang dari luar membukanya dan menampakan wajah prihatin seorang pria yang begitu ku kenal. Byun baekhyun, kakak laki-lakiku satu-satunya sedang berjalan sembari membuang nafas kasar. Ia menduudkkan diri pada ranjangku tanpa aku respon sedikitpun. Kenapa aku tahu apa yang ia lakukan sekarang, itu karena sudah puluhan kali juga ia membujukku untuk memaafkan sahabatnya dan mendengar penjelasannya supaya aku tidak lagi salah paham.
‘kau keras kepala sekali sih, sedari tadi kotak pesanku penuh gara-gara Yoda itu. Ia terus memintaku untuk membujukmu, apa kau tidak kasihan sama sekali padanya? Lebih baik kau mendengarkan penjelasanya terlebih dahulu, kau sedang salah paham, Ji Hye-ya.’

‘kenapa harus aku, kau tidak mengerti oppa. Aku terlanjur sakit hati, sudahlah jangan urusi aku, kepalaku serasa mau pecah sekarang.’ Tidak peduli apapun, suaraku serak dan sedikit tidak jelas. Aku bosan dan aku lelah dengan semua ini, aku masih menangis sesenggukan di dalam bantal.
‘terserah padamu, terakhir ia mengirimiku pesan. Ia ingin bertemu denganmu di taman, dia akan tetap menunggumu sampai kau datang.Dan sekarang mendung, mungkin akan segera turun hujan, jika kau masih memiliki hati nurani kau pasti akan menemuinya sekarang juga. Ia benar-benar merasa bersalah padamu, kurasa ia benar-benar bersungguh-sungguh.’ Suara derap kaki berjalan menuju pintu kamarku dan sesaat kemudian terdengar pintu kamarku tertutup.
Oh Tuhan, aku harus bagaimana sekarang? Mendengar ucapan terakhir Baekhyun oppa sedikit membuat hatiku tersentuh. Apa aku harus menemuinya? Aku membuka guling dan bantal yang menutupi wajah sembabku sedari 2 jam yang lalu. Sedikit sesak dalam dadaku akibat terlalu lama menangis, dengan sedikit pening pada kepalaku aku berjalan menuju jendela kamarku dengan tirai yang menyibak. Benar kata Baekhyun oppa, awan tampak gelap dan mungkin akan segera turun hujan. Pikiranku beradu, antara hati dan logika yang saling bersaing merebutkan kebenaran yang harus kupilih.

Kenapa rasanya kepalaku mau terbelah menjadi dua begini memikirkan itu semua, ingatan-ingatan yang beberapa jam lalu menjadi beban dan masalah yang membuatku tanpa henti menangis seperti orang gila mencuat.
Dia lelaki jahat yang dengan tanpa rasa bersalah menggandeng mantan pacarnya dan dengan mata kepalaku sendiri aku melihatnya dengan jelas. Hingga membuat rasa cemburuku naik dari ujung kaki hingga ujung kepala seperti mau meledak. Apa dia juga memikirkan rasa sakitnya aku kala melihat kejadian itu, sungguh sesak dalam dadaku dan merasa oksigen dalam paru-paruku hilang ditelan rasa cemburu yang semakin memuncak.

Air mata demi air mata lolos menembus pertahananku yang kubangun untuk meredam emosi cemburu yang membuat badanku panas seketika. Aku bukanlah gadis kuat seperti yang orang lain bayangkan, emosiku belum stabil. Benar kata Baekhyun oppa, bahwa aku masih anak kecil ingusan yang belum bisa berpikir secara dewasa.
Tapi, maklum saja. Aku masih kelas 2 SMA yang memang masa dimana emosi remaja dalam usia tersebut masih sangat labil, berbeda dengan mereka yang sudah menginjak bangku kuliah yang memungkinkan mereka lebih dewasa dari pada aku. Dan seharusnya lelaki jahat bernama Park Chanyeol itu mengerti dan bukan malah membuat emosiku yang masih labil ini meledak gara-gara ulahnya.

Atau mungkin Chanyeol oppa lebih memilih mantan kekasihnya yang lebih dewasa dariku dari segi manapun itu, karena lelah menanggapi sifatku yang terlalu kekanak-kanakan ini. Apa aku harus les kedewasaan dari Hyura eonni, yeojachingu Baekhyun oppa yang seumuran dengan Chanyeol maupun Baekhyun oppa itu? Aku pusing.
Tikk…tikkk…tikk…

Lamunaku buyar seketika, rintik-rintik air dari atas langit berjatuhan membentuk sebuah fenomena bernama hujan. Aku tersadar, hujan benar-benar turun sesuai prediksiku. Dengan air mata yang belum mengering dan baju seragam sekolahku yang masih melekat tanpa sedikitpun terlepas aku berlari menuruni tangga rumahku dan mengambil sebuah payung dari tempat payung dan bergegas berlari menerjang hujan yang turun dengan deras. Air mataku berjatuhan sesuai irama dengan air hujan yang berjatuhan membasahi apapun yang ada di bumi. Kakiku terseok-seok sedikit keram karena terlalu keras aku berlari, tak kupedulikan tatapan orang-orang yang mentapku heran, aku tetap berlari menembus ribuan mil air yang berjatuhan.
Taman, aku telah menginjakkan kakiku diatas tanah taman yang selalu kami, aku dan lelaki jahat itu datangi setiap saat. Kakiku lemas tak berdaya kala melihat punggung seorang lelaki yang aku ingat dengan jelas siapa nama pemiliknya, Park Chanyeol. Dia duduk dengan wajah menunduk dibawah hujan yang mengguyurnya tanpa henti dan tanpa ada sesuatu apapun yang menghalanginya.
Hikks…hikss.
Tangisku pecah seketika, tak mau membuatnya menungguku terlalu lama aku berlari kearahnya yang belum menyadari kehadiranku sama sekali. Setelah tiba, tanganku tanpa komando memeluknya dari belakang masih dengan payung berada pada genggaman tangan kananku yang juga ikut memeluknya.

Tubuhnya terasa menegang karena terkejut atas perlakuan tiba-tibaku. Aku menangis sejadi-jadinya, maafkan aku membuatmu seperti ini oppa. Ia melepaskan tanganku, berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadapku. Wajahnya memerah karena menangis, dan aku tahu itu. Ia menatapku lega dan tersenyum, aku memeluknya dengan erat setelah ia berada tepat di depanku. Tubuhku ikut basah kuyup akibat memeluknya, aku menyalurkan rasa rindu yang sudah seharian ini aku pendam.
Beberapa saat setelah memeluknya aku memukul dadanya menyalurkan rasa sakit yang kuderita akibat cemburu buta. Ia menahan tanganku yang masih berusaha memukulnya tanpa henti dan menatap mataku dalam. Seolah terhanyut akan tatapannya, tanganku otomatis berhenti dan mataku ikut menatapnya. Ada rasa bersalah yang amat dalam disana, dan aku semakin terhanyut hingga rasa lelah menghinggapiku. Tatapannya seolah hipnotis untuk membuatku jauh lebih tenang dan merasa nyaman akan tatapan itu. Dengan lembut ia menangkup wajahku dan menatapku lekat.

‘maafkan aku, dan dengarkan penjelasanku kali ini saja.’ Ia memohon dengan tatapannya dan aku luluh seketika. Aku mengangguk secara otomatis, mengiyakan.
‘aku tidak ada hubungan apapun dengan Saena, kami hanya sebatas mantan kekasih. Memang ia menemuiku untuk menmintaku kembali padanya, tapi perlu kau ketahui, aku tidak menyetujuinya karena perasaanku padanya sudah tidak ada sama sekali. Dan perasaanku sepenuhnya telah kuberikan kepada sesosok gadis yang sangat sering merajuk tetapi selau membuatku ingin selalu berada disampingnya apapun yang terjadi. Dan itu kau, Ji-ya.’
Air mataku kembali lolos dengan deras seiring air hujan yang turun dengan semakin deras juga. Dibawah hujan, kami berpelukan menyalurkan kehangatan meredam dinginnya air hujan yang telah membasahi tubuh kami. Aku menangis sesenggukan dalam dekapannya, aku memang egois tidak pernah berpikir secara dewasa. Pelukan itu semakin melonggar, chanyeol oppa menatapku sembari tersenyum lalu menangkup wajahku dengan kedua tangannya. Dan disinilah kami, dibawah hujan yang masih dengan senantiasanya mengguyur tubuh kami, kurasakan sesuatu yang lembut menyapu bibirku dengan lumatan-lumatan halus. Satu tangannya memeluk pinggangku dan tangan yang lain menarik tengukku lebih memperdalam ciuman kami.

Mataku terpejam merasakan sensasi-sensasi aneh yang menjalar diseluruh tubuhku yang meredakan hawa dingin yang hampir membekukan tubuh. Kakiku lemas tak berdaya, tapi Chanyeol oppa menopang tubuhku dengan mengeratkan pelukannya pada pinggangku. Hujan menjadi saksi bisu yang terjadi karena ke egoisan seseorang yaitu aku. Maafkan aku oppa, aku mencintaimu….
–FIN–
Hai aku balik lagi membawa drabble abalku lagi nih, mungkin readers udah bosan sama drabble aku yang itu-itu aja. Maafkan saya ya, aku Cuma mau cari pengalaman menulis , menyalurkan bakat abal aku dengan menulis drabble kayak gini. Sekali lagi terima kasih buat readers yang mau baca. Dan harap memberikan komen atau kritikan tentang drabble aku kali ini.
See You Later~~

Advertisements

7 thoughts on “[Drabble] Kissing Under The Rain

  1. Bagus
    :”) Ceritanya sedih, cemburu buta karena mantan kekasih, ga pernah rasain tapi lebih cemburu liat Chanyeol gandeng cowok :””v

    Nice lah XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s