El Dorado


Tittle: El Dorado

Author : Kusumaningpark99

Blog Pribadi : https://Kusumaningpark99.wordpress.com

Main Cast :

– Park Chanyeol (EXO)

– Han Jihye (OC)

Genre : Mysteri, Married Life, Dark, Comedy, Adventure, Fantasy etc.

Rating : PG – 17

Leght : Oneshoot

Summary : Bagaimana menurut kalian jika kalian tersesat disuatu tempat yang tidak kalian ketahui apa namanya dengan orang yang menurutmu paling konyol di dunia ini. Meninggalkan sejuta memori yang tak akan terlupakan selama hidup. Mungkinkah itu nyata ataukah hanya sebuah mimpi?.

Author POV
“Ji, Lihatlah! Bagaimana kalau kita berlibur di suatu tempat yang tidak berpenghuni supaya kita bisa bermesraan disana, hanya kita berdua loh!” Chanyeol berbicara pada seorang wanita yang ia panggil ‘Ji’. Entah dimana wanita itu berada, kini Chanyeol berada di atas ranjang, menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang sembari tangannya memegang benda elektronik berbentuk kotak yang biasa disebut Smartphone dan mengotak-atiknya.

“apa barusan kau bilang? Coba ulangi!” wanita yang dipanggil Chanyeol ‘Ji’ merupakan istrinya yang bernama lengkap Han Jihye, ‘Ji’ adalah panggilan sayang dari Chanyeol untuk Jihye. Ia keluar dari kamar mandi lalu berjalan malas menuju Chanyeol berada.

“kita harus kesana untuk liburan kita kali ini.” Chanyeol makin bersemangat dan masih menjelajahi dunianya dengan Smartphone ditangannya.

“terserah kaulah! Tapi kita mau kemana?” Jihye yang sudah mengikuti Chanyeol untuk bersandar pada kepala ranjang mendelik kearah Smartphone yang Chanyeol pegang.

“kita harus kesini ya? Ke El Dorado.” Chanyeol emnyodorkan Smartphonenya kearah Jihye. Wanita itu bengoong seketika. Bukannya El Dorado merupakan kota emas hilang yang banyak dibicarakan masyarakat saat ini?, batinnya setengah terkejut.

“heh, kau tak salah. Untuk apa kita jauh-jauh kesana?” dengan wajah tak bersahabat Jihye memalingkan wajah. Memangnya kita mau ngapain kesana?, mau menggali emas?, Jihye masih tidak percaya dengan ide Chanyeol yang menurutnya ide paling konyol yang pernah Chanyeol berikan.

“ya untuk menggali emaslah. Biar kita cepet kaya gitu, siapa tahu kita dapat rejeki disana.” Mata Chanyeol berbinar-binar membayangkan ia pulang drai El Dorado membawa emas asli satu pesawat penuh.

“kau gila? Aku nggak mau. Aku mau tidur.” Jihye kesal dan mengubur dirinya di dalam selimut. Tidak peduli dengan keinginan besar Chanyeol untuk pergi ke kota itu. Masa bodoh dengan ide konyol Chanyeol, makinya dalam hati.

“ya sudah kalau nggak mau. Kita buang jauh-jauh ideku tadi, ya walaupun kita nggak pergi kesana beneran. Moga aja kita bisa pergi kesana lewat mimpi.” Chanyeol menyusul Jihye tdiur dan memeluk pnggang Jihye.
Beberapa menit kemudian pasangan ini menjelajah kealam mimpi mereka.

“Ji akihrnya kita sampai juga dengan selamat di kota ini. Hehe…” Chanyeol terkekeh bangga dengan apa yang terjadi saat ini. Ia dan Jihye telah sampai di kota yang sangat ia idam-idamkan untuk berlibur kesini.

“hem, aku juga tak menyangka ide konyolmu itu akan benar-benar terwujud. Tapi kok hanya kita berdua yang ada disini sih? Dan suasana disini sungguh membuatku merinding.” Entah dengan tiba-tiba Jihye merasakan hawa aneh yang menyelimuti tempat disekitarnya. Ia menepis pikiran-pikiran aneh yang mulai menggerayangi otaknya. Mungkin hanya kebetulan, pikirnya positif.

“iya aku juga merasakannya.” Chanyeol menyetujui ucapan Jihye. Mereka berdua sampai di gerbang emas bertuliskan ‘El Dorado’. Dan dengan sekejap gerbang itu membuka dengan sendirinya tanpa ada yang menyentuhnya.

“astaga!” teriak Chnayeol dan Jihye kaget. Dengan langkah pelan dan hati-hati mereka memasuki gerbang itu. Saat mereka sudah berada di dalam gerbang dengan otomatis gerbang itu kembali tertutup dnegan sendirinya. Tidak bersuara, namun kedua orang itu terlonjak.

“yeol, kok aku jadi takut ya?” Jihye memegang baju yang digunakan Chanyeol. Padahal Jihye itu masuk dalam kategori ‘wanita pemberani yang tidak takut apapun kecuali ayah dan ibunya’.

Setapak-demi setapak kedua orang itu berjalan menjauhi gerbang emas mendekati isi dari kota ‘El Dorado’ itu. Bebatuan berwarna-warni mereka lewati, tidak ada cahaya matahari yang menyinari kota itu. Namun, tak membuat kota itu gelap gulita, hanya saja suasananya semakin mencekam ditambah lagi pohon-pohon besar yang menjulang membuat kota itu semakin gelap saat Chanyeol dan Jihye berjalan memasuki kota itu. Setelah sepersekian menit mereka berjalan sampailah mereka di sebuah goa yang besar. Kedua orang itu berhenti, ragu-ragu untuk memasuki goa itu.

Mereka berdua berpandangan seolah menanyakan persetujuan masing-masing untuk memasuki goa itu. Keduanya mengangguk tanda setuju untuk masuk ke goa. Tanpa basa-basi mereka melanjutkan perjalanan dalam diam. Mereka berjalan dan berjalan mengikuti lorong goa yang gelap gulita. Suasana mencekam disekitar mereka semakin menjadi ketika salah satu dari mereka mencium bau anyir, seperti ‘Darah’.

“Ji, aku kok mencium bau nayir kayak darah ya?” Chanyeol menengok belakang kearah Jihye yang mulai mengendus bau.

“setelah kucium-cium aku juga mencium bau anyir, yeol.” Semakin getakutan keduanya gemetar hebat.

‘tes…tes..’ sesuatu yang menetes mengenai kepala Chnayeol. Dengan cepat Chanyeol mengusap kepalanya yang terkena tetesan lalu menciumnya.

“huwekkk….sumpah Ji, ini beneran darah. Baunya nggak enak banget, coba cium deh!” ia memberikan tangannya pada Jihye.

“huwekkk…beneran darah nih?”

‘tes….tes…tes….tes…tes….’ tetesan itu semakin merajalela dan membuat pasanagn itu berteriak.

‘aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’ mereka lari menjauh dan semakin jauh. Tak mempedulikan kegelapan yang mungkin kan membuat mereka menabrak sesuatu di depan sana.

‘hosh…hosh…’ mereka berhenti setelah hampir satu jam berlari.

“aduh capek banget, yeol. Istirahat dulu kek.” Jihye menekuk kedua lututnya dengan gontai. Ia merasa kakinya sudah mau putus menjadi beberapa bagian setelah hampir satu jam berlari. Napasnya terengah-engah, mungkin jika ia disuruh lari lagi ia akan pingsan detik itu juga. Chanyeol ikut duduk disamping Jihye dan mencoba mengatur napasnya yang sudah tak beraturan.

“aku juga sudah capek banget. Kita tadi sudah lari kaya dikejar monster deh.” Chanyeol menggaruk-garuk kuping lebarnya yang terasa gatal. Pikirannya melayang entah kemana.

‘kok aku dan Jihye bisa sampai disini dengan cara yang tidak wajar ya?’ batinnya seolah menggerogoti pikirannya saat ini. Dia tidak bisa berpikir jernih untuk sekedar mengingat awal mulanya ia datang kesini.

“yeol aku haus banget. Pengen minum!” Jihye mulai merengek pada Chanyeol saat merasakan tenggorokannya sangat kering.

“aish, kau ini. Ayo kita jalan lagi dan cari jalan keluar dari sini. Kita harus pulang ke Korea lagi.” Chanyeol menarik tangan Jihye untuk megikutinya. Jihye yang sudah lemas tak berdaya pasrah saja mengikuti langkah Chanyeol.

Mereka berjalan kembali menelusuri goa yang tidak ada ujungnya itu. Sudah berjam-jam mereka berjalan namun tidak menemukan ujung dari goa itu sama sekali. Pikiran liar berkecamuk dikepala mereka, akankah mereka bisa keluar dari goa ini dan pulang ke Korea dengan selamat bagaimanapun caranya.

Lama kelamaan mereka melihat sekelebat cahaya yang mencuat dari ujung entah itu ujung yang mana. Kaki lelah mereka mengikuti dengan sendirinya, mungkin itu jalan keluar yang di berikan Tuhan untuk mereka. Semakin lama dan lama cahaya itu semakin jelas dan membuat kedua orang itu bisa melihat dengan jelas apa yang ada disana.

“waw!!!!!!!!!!!!!!!” seru mereka melihat apa yang ada di depan mereka saat ini.

“inikah yang dinamakan ‘El Dorado’ itu Ji?” mata Chanyeol berbinar menatap kilauan cahaya emas yang ada di depannya. Tak sadar kakinya melangkah mendekati tumpukan emas yang tingginya menjulang. Di atas sana langit tampak memutih bersih, menghilangkan suasana mencekam yang sebelumnya mengerubungi.

“yeol aku tidak menyangkan ini ada dan nyata.” Jihye mengikuti Chanyeol dari belakang, ekspresinya sama dengan Chanyeol, berbinar-binar.

Mereka telah sampai di depan emas-emas itu. Tangan Chanyeol terulur untuk menyentuhnya. Dan benar saja itu memang emas asli bukan rekayasa atau ilusi. Keajaiban macam apa ini? Apakah ini pemberian Tuhan untuk mereka?.

“yeol jangan sembarangan! Kita tidaak tahu apakah emas itu tidak berbahaya untuk kita. Lebih baik kita pergi dari sini, kita cari jalan keluar dan tinggalkan tempat ini. Aku mau pulang yeol!” Jihye menarik baju Chanyeol, melarang Chanyeol untuk berbuat macam-macam pada emas-emas itu. Ia takut jika emas-emas itu malah membuat mereka dalam bahaya jika mereka menyentuhnya.

“berbahaya apanya? Ini semua harta dari Tuhan untuk kita, kita harus berterima kasih dan membawa emas-emas ini pulang. Kita akan menjadi kaya raya setelah ini Ji.” Chanyeol tidak menggubris nasehat Jihye. Ia malah mencoba untuk mengambil emas itu.

Usaha Chanyeol tidak sia-sia, ia berhasil mengambil bongkah emas itu sedikit demi sedikit. Jihye berada di belakang Chanyeol, ia hanya diam memperhatikan perbuatan Chanyeol. Ia tidak mau mendapatkan bahaya, tapi percuma saja Chanyeol tidak mengindahkan ucapannya sama sekali.

‘tes…’ air mata Jihye mengalir, ia takut. Takut, jika semua ini akan membuat mereka mendapatkan bahaya. Namun apalah kata, nasi sudah menjadi bubur. Chanyeol sudah teralanjur dibutakan oleh nafsunya, lelaki itu semakin gencar mengambil bongkahan emas yang makin lama makin menggunung di bawah kaki Chanyeol.

Tak sadar, awan diatas berubah warna menjadi gelap dan gelap seiring bongkahan yang telah dipecahkan Chanyeol semakin banyak. Entah Chanyeol menyadari perubahan itu atau tidak, ia tak peduli akan itu semua. Dipikirannya, ia harus mendapatkan emas sebanyak-banyaknya.

“yeol berhentilah! Kita dalam bahaya yeol, dengarkan aku!” Jihye berteriak miris, miris dengan semua ini. Ini tidak nyata, ini hanya ilusi yang akan membuat mereka menghadapi bahaya. Tak digubrisnya teriakan Jihye yang lama kelamaan menjadi lirih dan lirih. Tubuh Jihye merosot kebawah, ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk meneriaki Chanyeol. Tangisnya pecah dan semakin membuatnya sesak di dalam. Suaranya sudah tidak mau keluar lagi, ia lelah.

‘huruggggg…………..huruhhggggg….’ suara gemuruh terdengar. Bumi terasa bergoyang dengan hebat, gempa bumi. Dengan susah payah jihye bangun, ia harus menyelamatkan Chanyeol sebelum bencana yang lebih besar datang.

‘huruggggg…………..huruhhggggg….’ suara gemuruh kembali terdengar. Kaki Jihye tergelincir dan membuat tubuhnya terjatuh dengan keras. Jaraknya dengan Chanyeol semakin lama semakin menjauh. Ada apa ini?, ia mencoba berdiri lagi. Namun, kakinya terasa sakit dan mengeluarkan darah.

‘ada apa ini? Apa yang terjadi?’ Chanyeol menghentikan aktifitasnya memandang langit yang menggelap. Jihye, dimana Jihye?. Ia menoleh kebelakang dan melihat Jihye terduduk jauh di belakangnya.

“Jihyeeeeeeeee………….” ia berteriak memanggil nama istrinya.

Jihye mendengar Chanyeol meneriakkan namanya. Ia harus menarik Chanyeol dari sana bagaimanapun caranya. Dengan sekuat tenaga dan usaha yang menggebu untuk menyelamatkan Chanyeol ia kebali bangun dan berlari pincang menuju Chanyeol yang entah mengapa tidak bisa bergerak sama sekali dari tempatnya. Ia harus menyelamatkan Chanyeol, harus. Dengan langkah kaki terseok-seok ia hampir mencapai tempat Chanyeol berdiri menatapnya tanpa bisa bergerak. Apakah ini resiko yang ia dapatkan setelah semua yang ia lakukan? Tanpa sadar airmatanya turun membasahi pipi. Andai ia mendengarkan ucapan Jihye, ya andai saja.

‘hap…’ Jihye mendapatkan tangan Chanyeol, ia mencoba menarik tangan Chanyeol untuk menajuh dari sana. Naasnya Chanyeol tidak dapat digerakkan sama sekali. Tangisnya semakin keras, apa  yang harus ia lakukan? Tuhan selamatkan kami, ampunilah dosa kami Tuhan. Jihye berdoa dan berdoa dalam hatinya.

‘hap….’ Tuhan mengirimkan keajaiban setelah Jihye berdoa dengan bersungguh-sungguh meminta ampun memohon pertolongan. Ia menarik tangan Chanyeol, dan berhasil membawa Chanyeol menjauh dari sana sebelum bencana yang lebih besar akan datang.

‘huruggggg…………..huruhhggggg….’ emas-emas itu runtuh bersama gempa yang kembali hadir. Emas-emas itu berjatuhan dan menuju kearah Chanyeol dan Jihye.

‘aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’
‘hosh…hosh……..’ suara terengah terdengar dari salah satu kamar. Dua orang yang mulanya tertidur, kini terbangun dengan kondisi mengenaskan. Tubuh yang penuh keringan, napas tersenggal dan wajah ketakutan.

“Chanyeol…….” wanita itu langsung memeluk suaminya erat. Itu hanya mimpi, namun terasa begitu nyata. Dan mana mungkin mereka mendapatkan mimpi yang sama persis dan seperti mereka benar-benar mengalami mimpi itu dalam kehidupan nyata.

“Ji…….. aku bermimpi bururk tentang ‘El Dorado’.” Ucap Chanyeol sesenggukan.

“aku juga yeol, aku sangat-sangat merasa jika mimpi itu nyata.” Jihye menangis keras dipelukan Chanyeol. Lalu ia melepaskan pelukannya dan menatap Chanyeol sendu, apakah arti dari mimpi ini?. Pasti ini semua ada arti tersembunyi. Tangan Jihye terulur mengambil Smartphone milik Chanyeol diatas nakas. Ia kembali menelusuri sejarah tentang ‘El Dorado’ hingga menemukan sebuah artikel bertulis ‘Sepasang suami istri ditemukan tewas di dalam goa tambang emas El Dorado oleh para penambang’. Seketika napas jihye tercekat, sepasang suami istri tewas di goa tambang El Dorado?. Tanpa pikir panjang ia langsung meng-klik artikel tersebut untuk melanjutkan membaca.

Setelah membaca artikel itu Jihye benar-benar shock tidak percaya dan akhirnnya pingsan. Melihat itu Chanyeol langsung memeriksa keadaan jihye, dan ternyata Jihye pingsan. Diambilnya Smartphone dari tangan jihye, tanpa pikir panjang ia membacanya dengan seksama. Dan……………………………………………………………………………………………………………..
‘Pingsan’

‘Sepasang suami istri yang berasal dari Korea Selatan tewas mengenaskan tertimpa bongkahan emas di tambangan emas El Dorado. Mayat suami istri itu ditemukan oleh penambang emas yang sedang bertugas. Identitas kedua mayat tersebut diketahui saat penemu mayat mendapatkan kartu identitas di masing-masing pakaian yang dipakai mayat. Diketahui mayat laki-laki bernama Park Chanyeol dan mayat perempuan bernama Han Jihye. Untuk keterangan lebih lanjut masih dalam proses penyelidikan.’

END

Please Coment for me!

Thank You For Reading!

–See You Later–

Advertisements

2 thoughts on “El Dorado

  1. Wah aku lgsg tertartik baca setelah liat judulnya. Aku juga nulis ff series dengan judul yang sama namun berbeda genrenya.

    Yg paling utama aku suka idenya, kayak mimpi di dalam mimpi yaa. Tapi penulisannya masih banyak yg perlu diperbaiki.

    Nice story 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s