Attracted To You #3

collage (9)

Attracted to You #3

EXO’ Chanyeol | Oh My Girl’ YooA | Red Velvet’ Wendy

Romance,School Life

General

Chaptered

Claralaluchaipark aka TianiEXO

Ketika kau menyadarinya,

Kau baru sadar bahwa

Kau ingin menarik perhatian

Dari dia…

Attracted to You

Yoo merasa dadanya sesak, sangat sesak. Ia bahkan sulit bernafas.
Ini sangat aneh, bahkan dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bahkan Ia tidak punya satupun riwayat sakit yang seperti ini. Atau mungkin Ia kelelahan? Itu sangat tidak mungkin. Ia hanya mengurung diri saja di kamar. Bagaimana mungkin bisa?.

“Hei, kau ada didalam sana?”
Sebuah suara berat mengagetkan Yoo yang sedang bergelut dengan rasa sakit di tubuhnya. Dengan sekuat tenaga, Yoo berusaha membuka pintu kamarnya.

Mata Yoo terbuka lebar, bisa Ia lihat. Chanyeol berada di hadapannya sekarang.

“Dari tadi kau dipanggil,apa kau tuli? Atau kau pura-pura tidak mendengar?” ucap Chanyeol dengan kesal, Yoo bisa tahu dari suaranya.

“Maafkan aku” Yoo menundukkan kepalanya.

“Kenapa rasa sakitnya tidak mau berhenti?” batin Yoo.

“Cepatlah, turun ke bawah” Chanyeol langsung berbalik meninggalkan Yoo.
Langsung saja Yoo terjatuh ketika Chanyeol beranjak pergi, Ia memegang dadanya. Nafasnya terengah-engah.

“Ibu, tolong aku” Yoo berusaha berdiri, apapaun yang terjadi Ia harus turun ke bawah untuk makan malam. Ia merasa tidak baik kalau sudah dipanggil tapi tidak mau turun juga.

Saat menuruni tangga, dadanya main terasa sesak. Bahkan penglihatannya sudah mulai buram. Sejenak Yoo berhenti berjalan, Ia memegang gagang tangga dengan erat.

“Makan malamnya sudah siap Yoo. Ayo kita ma-“
Yoo terjatuh dari tangga, badannya terguling hingga dasar tangga. Chanyeol hanya bisa melihat, tangannya bergetar.

“Yoo!”

“Yeon Ju!!” tanpa sadar Chanyeol mengucapkan nama seseorang yang sudah lama mengisi hatinya. Ia segera berlari kemudian mengangkat Yoo.

“Bagaimana bisa ini terjadi?” Chanyeol tidak tahu ekspresi apa yang Ia tunjukkan saat ini. Ia kemudian membawa Yoo ke dalam kamar Yoo sendiri diikuti oleh ibunya yang terlihat sangat cemas.

“Ibu akan menghubungi dokter Kim dulu” ucap ibu Chanyeol sambil berlalu. Kini hanya Chanyeol dan Yoo saja yang berada dalam kamar.

“Kenapa?”
Chanyeol menggenggam tangan Yoo erat.

“Kenapa?”

“Kenapa?”

“Kau sangat mirip dengan Yeon Ju”

“Bahkan Yeon Ju pun, juga pernah sakit seperti ini”

Entah rasa apa yang membuat Chanyeol seperti ini. Tidak pernah sekalipun ada dalam pemikirannya untuk menggendong Yoo dan memegang tangannya.

Ini bukan dirinya yang biasanya bersikap dingin pada Yoo. Yoo sudah tinggal selama 3 bulan, tapi tidak pernah sekalipun Ia menjadi aneh seperti ini.

Salahkan saja, hati Chanyeol yang sangat tidak karuan. Saat Ia melihat Yoo dalam keadaan seperti ini, Ia tidak punya pikiran lagi. Yang Ia mau hanyalah tetap bersama dengan Yoo.

Itu saja.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Haaah” Yoo membuka matanya perlahan, meskipun kepalanya masih pusing. Ia dapat melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya. Ibu Chanyeol bersama Chanyeol sedang berbicara dengan seorang paman yang memakai jas putih.

Dokter?

“Jadi mereka memanggil dokter. Itu baik sekali” gumam Yoo, Ia sedikit tersenyum. Namun rasa sesak kembali menggerogotinya.

“Yoo!” ibu Chanyeol mengampirinya begitupun dengan dokter.

“Ini sangat berbahaya, kemungkinan akan adanya kambuh mendadak” ucap sang dokter, kemudian langsung menyuntikan obat. Yoo merasa dadanya sedikit membaik, tapi Ia melihat semuanya gelap kembali.

“Chanyeol?”

“Ia namanya Chanyeol!”

“Apa kakak menyukainya?”

“Ia, aku sangat menyukainya!”

“Pasti dia manis seperti Maru”

“Dia bahkan lebih manis dari Maru! Tapi, jangan samakan Chanyeol dengan kucing!”

“Baiklah!”

“Aku ingin kau bertemu dengannya!”

“Dengan Chanyeol? Apa dia bisa membedakan kita?”

“Pasti! Karena Chanyeol juga menyukaiku”

“Aku ingin bertemu dengan Chanyeol!”

“Chan… Yeol?” Yoo membuka matanya perlahan, Ia merasa badannya kesakitan.

“Aku kenapa?” Tanya Yoo pada dirinya sendiri.

“Hausnya” Yoo segera bangkit perlahan dari tempat tidurnya, Ia melangkah dengan

sangat pelan,. Sebab, kakinya terasa lemas.

Tepat saat Yoo membuka pintu, kakinya sudah tidak dapat menopang tubuhnya lagi. Ia hampir saja terjatuh, namun seseorang menahannya.

“Terima kasih” Yoo menjauhkan dirinya, namun Ia langsung kaget dan terjatuh kembali. Chanyeol berada di hadapannya sekarang.

“Kau masih lemas? Sebaiknya kau istirahat saja” ucap Chanyeol, Yoo hanya bisa menganga. Orang yang mengjengkelkan ini ternyata baru saja bicara dengannya. Dan dari raut wajahnya bisa dibilang Ia khawatir.

Khawatir?

Jangan bercanda. Mana mungkin orang itu khawatir? Bisa-bisa taman di sekolah jadi terbelah kalau memang seorang Park Chanyeol yang bersikap dingin itu bisa khawatir kepada orang yang tidak disukainya.

“Aku harus ke dapur” ucap Yoo, Chanyeol terlihat bingung.

“Makan malam sudah selesai, ini sudah jam satu malam”

“Aku merasa haus” Yoo dengan sekua tenaga, memaksa dirinya berdiri. Keringat mulai keluar dari kulitnya.

“Biar ku bantu” Chanyeol langsung berjongkok membelakangi dirinya.

“Aku gendong”

Demi semua tugas matematika yang belum Ia kerjakan, Yoo sangat tidak percaya.

Apa benar ini Chanyeol?

Atau orang lain yang menyamar?

Atau apa?!

“Aku bisa sendiri, tidak apa-apa” Yoo berusaha berdiri lagi.

“Kau ini keras kepala sekali”

“Tidak, aku bisa jalan sen-“

“Cukup naik saja, apa itu sangat susah?”
Entah darimana angin datang, Ia sudah berada di atas punggung Chanyeol.

“Kau belum bisa berjalan untuk malam ini”

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Apa kau ada waktu malam ini?” Wendy dengan senyum cerianya langsung merangkul lengan Chanyeol. Chanyeol yang baru dari ruangan guru pun hanya bisa terkejut.

“Kalau ada memangnya kenapa?” jawab Chanyeol dengan sedikit menghela nafasnya, Wendy memang pandai membuatnya terkejut.

“Aku punya dua tiket Lotte World. Aku ingin kita ke sana!” Wendy tersenyum sangat lebar, Chanyeol hanya bisa tersenyum tipis saja.

Sebenarnya ada yang mengganggu pikirannya sejak tadi malam.

Tentang penyakit yang diderita oleh Yoo.

Saat mendengarnya, Chanyeol tidak dapat berkata-kata lagi.

Penyakit yang diderita Yoo, sama persis dengan apa yang diderita Yeon Ju.

Bagaimana mungkin, dua orang yang mirip juga mempunyai penyakit yang sama juga?

“Chanyeol?”

“Ah, baiklah. Aku akan menjemputmu nanti”

“Baiklah! Sepertinya aku harus segera mempersiapkannya!” Wendy dengan semangatnya berlari menuju kelas.

Sementara Chanyeol hanya menatap Wendy dari kejauhan dengan tatapan kosong.

“Maafkan aku Wendy”

“Aku masih belum bisa menempatkanmu di hatiku”

^^^^^^^^^^^^^^^

“Bosannya!” kesal Yoo. Sedari tadi Ia hanya berdiam di kamar, dan sesekali ke kamar mandi. Ia ingin sekali ke sekolah dan bertemu dengan Jine.

“Astaga, kenapa aku bisa sesial ini?!” Yoo sedikit memukul kakinya, yang lemas dan terus bergetar semenjak tadi malam.

“Sakit” Yoo meneteskan air matanya, Ia memegang dadanya.

“Rasanya sakit sekali eonmma”

“Aku kenapa?”

Teeet

Suara pintu dibuka membuat Yoo dengan cepat-epat menghapus air matanya dan pura-pura sedang tertidur.

“Dia sudah tidur rupanya”

DEG.

Yoo merasa sangat kaget, demi badai apa hari ini. Ternyata Chanyeol yang datang.

Tapi buat apa?!

“Kau mirip sekali dengan Yeon Ju. Tidak tapi sangat sama”

“Yeon Ju?! Siapa itu?” batin Yoo penuh tanda Tanya.

“Semenjak aku datang, nama Yeon Ju sering kali aku dengar darinya. Memang sih itu namaku, tapi kenapa?”

“Kenapa dia menyebutnya dengan kesedihan?” Yoo hanya bisa bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

“Bahkan sekarang pun, kau mempunyai penyakit yang sama sepertinya”

DEG.

“Penyakit yang sama?”

“Aku harus pergi sekarang. Semoga kau baik-baik saja” Chanyeol berlalu meinggalkan Yoo.

Yoo segera membuka matanya ketika mendengar pintu kamarnya telah tertutup. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya. Memaksa kakinya berjalan.

“Aku harus menemui bibi!” tanpa sadar Yoo kembali meneteskan air matanya.

“Siapa itu Yeon Ju?! Dan apa maksud tentang penyakit yang sama?!” Yoo mempercepat langkahnya dengan berlari kecil. Namun Ia terjatuh, di depan pintu.

“Pasti bibi mengetahuinya!” Tidak peduli dengan keadaannya Yoo berusaha untuk berdiri dan melangkah lagi.

^^^^^^^^^^^^^^^

“Kau lama sekali!” dengan sigap, Wendy langsung merangkul Chanyeol dengan mesranya.

Banyak orang yang menatap mereka dengan kekaguman.
Mungkin karena ketampanan dan kecantikan yang dimiliki oleh Chanyeol dan Wendy itu sendiri.

“Hari ini, akan aku buat kau bahagia!” seru Wendy sambil tersenyum.

“Bahagia?” Chanyeol menunjukkan wajah herannya.

“Belakangan ini, kau terlihat seperti banyak pikiran. Jadi aku ingin membuatmu tersenyum setidaknya untuk hari ini”

Chanyeol membulatkan matanya, Ia Nampak sangat terkejut.

Kenapa?

Kenapa sampai sebegitunya Wendy memperhatikannya?

Padahal Ia sendiri masih memikirkan orang lain.

“Maafkan aku Wendy” Wendy yang tengah berjalan mendahului Chanyeol pun menghentikan langkahnya.

“Chanyeol?”

“Maafkan aku”

“Kenapa? Kau tidak berbuat salah sama sekal-“ perkataan Wendy terputus ketika melihat Chanyeol meneteskan air matanya.

“Chanyeol?” suara Wendy sedikit melemah, Ia tidak tahu harus berbuat apa ketika melihat Chanyeol seperti ini untuk pertama kalinya.

“Aku masih mencintai orang lain”

^^^^^^^^^^^^^^^

“Bibi, aku harus menemuimu” Yoo terus bergumam sambil berjalan dengan langkah tercepat yang Ia bisa.

Ia tidak tahu harus naik bus yang mana agar bisa cepat sampai di tempat tinggal bibinya. Ditambah lagi, Ia tidak membawa uang sama sekali ketika keluar rumah. Ponselnya pun dilupakannya.

“Aku harus menemui bibi” Yoo jatuh tersungkur, tangannya sedikit tergores pada permukaan tanah yang kasar.
Tidak ada yang datang menolongnya, sebab Ia hanya sendirian di taman yang dilewatinya.

“Bibi, aku harus menemuinya” Yoo bangkit kembali.

“Aku harus menemui bi-“ Yoo langsung tejatuh, kakinya sudah tidak sanggup lagi. Bahkan matanya mulai memburam.

“Gelap”

^^^^^^^^^^^^^^^

“Chanyeol!” seru ibu Chanyeol yang langsung menghampiri Chanyeol yang baru memasuki rmah.

“Ada apa eonmma?” Tanya Chanyeol dengan bingung.

“Yoo!”

“Ada apa dengan dia?”

“Dia menghilang! Bibinya tidak bisa menemukannya dimana-mana! Bagaimana ini Chanyeol?!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Kau sudah sadar?” sebuah suara menyadarkan Yoo, Ia segera membuka matanya dengan cepat.

“Aku?”

“Kau jatuh pingsan di taman tadi”

“Kau siapa?”

“Aku Kim Jongin. Panggil saja Kai”

“Kai?”

“Namamu?”

“Yoo”

“Yoo?”

“Iya”
Mata Kai melebar, Ia segera memegang kedua bahu Yoo dengan erat.

“Yoo Yeon Ju?”

^^^^^^^^^^^^^^

collage (11)

Wahhhaaaaaaaaaaa saya kembali. sudah terlalu lama kah ff ini? Yaaa, saya punya beberapa alasan mengenai hiatus saya yang berkepanjangan.

Dan sedikit informasi, bahwa….

Terima kasih sudah mau membaca,

Mohon maaf bila ada kesalahan

Dan

Jangan lupa tinggalkan komentar!

Advertisements

4 thoughts on “Attracted To You #3

  1. cie… kai ada disini 🙂
    jadi kesimpulan aku kayaknya ini emng kembaran tapi penyakitnya sama , bisa dibilang penyakit turunan, tapi kok yoo gak kenal kembarannya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s