Comeback to me [chapter 8]

Featured image

Tittle : comeback to me

Author : Erlina Park (@erlinabatari)

Length : Chapter

Main cast  : Park Chanyeol (EXO) || Kim Minjung (OC)

Add cast : Kim JoonMyeon (EXO) || Byun Baekhyun (EXO) || Oh Sehun aka Kim Sehun (EXO) || Park Chorong (A-pink) || Byun Mari (OC)

Genre : Romance, Sad, Hurt/Comfort, Married-life, Family

Rating : PG 15+

Disclaimer : EXO milik orang tua nya, saya hanya meminjam Nama nya saja. Kim Minjung itu juga bukan punya saya, saya hanya memakainya dalam ff yang saya buat. Maaf jika ada kesamaan tokoh yang saya buat. Maaf juga banyak typo yang saya tebar.
Credit >> arin yessy @ Poster Channe

—-

Dentingan musik klasik menggema diseluruh ruangan bernuansa putih suci itu. Seorang lelaki berjas rapi juga seorang wanita berbalut dress cantik mereka masing masing. Rangkaian bunga cantik dengan warna yang beragam menghiasa ruangan itu. Siapa yang melihatnya pasti akan menatap kagum.

Rungan itu lumayan besar, menampung 700 undangan. Tidak banyak yang diundang disana, mungkin. Kerabat juga para sahabat. Tidak berlebihan. Pemilik dari pernikahan ini tidak ingin memperlihatkan hari paling bahagianya itu pada orang banyak.

Joonmyeon, Chorong juga Sehun sudah sampai pada tempat dimana akan terjadinya pernikahan itu. Setelan pakaian yang mereka pakai sungguh cantik juga tampan. Tidak ada kesan berlebihan dari mereka. Tapi, seorang Sehun tetap lah seorang anak muda yang tidak bertumbuh. Pakaiannya hanya berupa baju polos putih dengan setelan denim juga yang terpenting jeans yang ia kenakan tidak robek.

Mereka bertiga memasuki ruangan bernuansa putih suci itu. Joonmyeon didepan dan Chorong juga Sehun berjalan bersamaan, membiarkan Joonmyeon berada didepan.

“Noona, bagaimana kalau kita ketempat Minjung noona. Aku ingin melihat kecantikannya” ucap Sehun pada Chorong dengan suara yang tidak begitu keras, berbisik.

Chorong sempat berfikir dan menjawab. “Bukan usul yang buruk. Ayo kita cari tempatnya” Chorong menerima permintaan Sehun dan mengajaknya mencari dimana ruangan Minjung.

“Tapi tunggu dulu. Bagaimana dengan Joonmyeon hyung, kita tidak mengajaknya?” tanya Sehun.

“Mengajak orang sepertinya? Cih, aku tak mau” jawab Chorong sinis.

“Kau selalu saja bertengkar dengannya. Berbaikanlah. Segera menyusul seperti Chanyeol hyung. Muka mu tak muda lagi”

“Ya! Kau mengataiku tua!” pekik Chorong ditengah keramaian itu. Jelas objek fokus mereka semua berada di Chorong. Dengan malu pun Chorong meminta maaf dengan sedikit menundukkan kepalanya.

“Kau sendiri yang berkata jika kau tua. Bukan aku” jawab Sehun acuh. Masih asik melirik dan mencati dimana ruangan Minjung. “Oh..aku menemukan ruangannya”

“Dimana?” Chorong seolah lupa pada masalah perkataan tua itu.

“Ayo ikut aku” ajak Sehun.

Mereka berdua berhasil menghilang dari Joonmyeon. Melarikan diri untuk melihat kecantikan Minjung ketika berpakaian pengantin putih. Jelas saja membuat Joonmyeon berekspresi datar. Kehilangan keduanya cukup membuat Joonmyeon bingung. Tidak mungkin mereka tersesat disini kan, pikir Joonmyeon dalam otaknya.

Joonmyeon melihat keseluruh ruangan itu mencari keberadaan dari keduanya. Tapi tetap saja tidak ditemukan. Ukuran tubuh Joonmyeon yang pendek kalah dengan yang lebih tinggi darinya. Membuat Joonmyeon sedikit meringis masalah hilangnya Chorong dan Sehun yang entah dimana.

“Mencari seseorang?” suara yang berhasil mengubah titik fokus Joonmyeon.

Joonmyeon pun menoleh pada suara itu. Suaranya agak berat. Tapi saat mengetahui siapa orang itu. Joonmyeon tersenyum penuh gembira. Seorang yang sudah lama tidak dilihatnya dan Joonmyeon sangat menyukai orang itu seperti dia adalah orang tua kandungnya.

Annyeonghaseyo paman. Sejak kapan paman pulang? Tidak mengabariku?” Joonmyeon membungkuk kan badannya hormat. Dengan menuntut jawaban dari pamannya itu.

Kim Jisoo.

Joonmyeon sudah tidak bertemu dengan Jisoo. Beberapa tahun Joonmyeon kehilangan sosok paman yanh begitu ia sukai.

“Pelan pelan saja” jawab Jisoo penuh canda.

“Bolehkan aku memeluk paman? Aku sungguh merindukan paman ku” Joonmyeon terlihat manja dihadapan Jisoo saat ini.

“Peluk lah sesuka mu anak muda”

Sedetik kemudian. Joonmyeon sudah memeluk tubuh Jisoo penuh antusis. Menyalurkan rasa rindunya. “Aku sungguh merindukan mu paman. Lihat aku bahkan sudah jadi seperti yang kau ucapkan kala aku masih menjadi mahasiswa nakal kala itu” kata Joonmyeon dalam pelukan hangat itu.

“Aku ingat. Kala itu kau masih menjadi mahasiswa pemalas dan aku memperingatimu. Tidak sia sia aku memberikanmu nasehat seperti itu sepertinya” jawab Jisoo dengan mengelus pungung Joonmyeon.

Tapi setelahnya Jisoo melepas pelukan itu. Memegang pundak Joonmyeon dengan mantap. “Tapi, mengapa kau bisa berada disini? Aku tidak mengundangmu” tanya Jisoo bingung dan terdapat gurauan didalamnya.

“Ah..aku bekerja disuatu perusahaan cabang dan kebetulan aku menjadi direktur. Park Chanyeol. Dia adalah pemilik dari perusahaan cabang yang aku pegang. Dan dia adalah menantumu” jawab Joonmyen dengan nada yang datar.

“Kau tau Chanyeol?”

“Mereka berdua sudah menceritakan semuanya padaku. Aku begitu kasian pada mereka. Tapi, jika takdir berkata mereka akan bersama. Mau bagaimana lagi paman. Tuhan memiliki rencana meskipun itu dengan jangka waktu yang lama” sebenarnya Joonmyeon sedang membicarakam tentang Jisoo yang sudah memisahkan Chanyeol dan Minjung.

Jisoo terdiam mendengar penuturan dari Joonmyeon tentang anaknya itu. “Bagaimana kau bisa tau tentang mereka berdua?”

“Awalnya aku hanya berfikir jika menjadikan Minjung sebagai sekertaris ku. Aku dapat nyaman bersamanya. Saat pertama kali ia menjadi sekertarisku aku langsung membawanya ke Seoul. Tempat pusat dari perusahaanku. Aku tidak tau apa yang terjadi saat Chanyeol tiba tiba memeluk Minjung kala Minjung masuk dalam ruang rapat itu. Sampai akhirnya sekertaris dari Chanyeol menceritakan semuanya padaku. Baru aku sadar jika keduanya pernah bersama. Aku juga bahkan sudah melihat anak dari keduanya. Tampan. sama seperti Chanyeol tapi sayang sifatnya mewarisi sifat dari Minjung” tutur Joonmyeon dengan pelan tapi pasti saat menceritakan semuanya pada Pamannya itu.

Untuk kedua kalinya Jisoo tercengan dengan penuturan Joonmyeon, ponakannya itu. Apakah sifat Jisoo terlalu jahat pada Minjung?

“Terimakasih sudah mempertemukan mereka berdua kembali Joonmyeon-a. Terimakasih dengan besar. Berkat kau keduanya bisa bersama kembali. Sifat ku telah membuat mereka terpisah” Jisoo berkata dengan sedikit lirih pada ponakannya itu.

“Tak apa. Asal keduanya saat ini akan berbahagia bersama paman. Aku senang” jawab Joonmyeon. “Aku kehilangan Sehun juga sekertarisku. Aku tak tau kemana perginya mereka” ujar Joonmyeon pada Jisoo.

Jisoo pun tersenyum senang mendengar penuturan Joonmyeon. “Aku tau dimana bocah nakal itu. Ikut aku”

**

Pintu berwarna coklat terbuka dengan pelan. Diiringi dengan suara decitan pintunya. Kedua orang pria masuk keruangan itu.

Tapi didalam ruangan itu tampaknya sedang ada keributan yang terjadi. Seorang wanita dengan riasan cantik dan gaun yang melekat pada tubuhnya sedang beradu argumen bersama seorang pria yang disebut adik itu.

“Lihat! Apa yang sekarang kau gunakan?! Aigoo..kau masih belum bisa membedakan pakaian folmal dan nonforman Sehunnie!” ucapnya dengan meninggikan suaranya.

Jengkel pada adiknya itu. Pakaiannya sungguh tidak seperti datang pada acara resmi. Pakaiannya terlihat seperti seorang datang untuk pergi ketaman bermain.

“Wea? Aku memang suka berpakaian seperti ini. Apa itu salah?” bantah Sehun dengan membuat suaranya sedikit lucu.

“Lihat terlebih dahulu situasi Sehunnie. Ini acara formal dan aku yang memiliki acara ini, tak mungkin adik ku berpakaian seperti ini. Ayolah, mengerti aku untuk saat ini. Ganti pakaian seperti yang Appa pakai saat ini” ujar Minjung lagi lebih bersabar menghadapi sikap sang adik yang begitu keras kepala.

Minjung berkata ‘seperti Appa’ karena Minjung sudah melihat Appa nya masuk kedalam ruangannya bersama dengan Kim Joonmyeon. Minjung melihat mereka berdua yang sudah tertawa dengan sikap Minjung dan Sehun. Menggelikan, ucap Joonmyeon dalam hatinya dengan tersenyum.

“Apa? Aku tidak mau membuang uangku dengan pakaian seperti itu. Aku tidak ingin pakaian seperti itu noona. Membosankan. Cukup saat aku bekerja saja aku memakainya” balas Sehun melihat Appa nya. Sebab Minjung melihat Appa nya dengan menggunakan dagu. Membuat Sehun membuntuti pergerakan Minjung.

“Kali ini saja. Aku berjanji akan menuruti semua perintahmu Sehunnie” akhirnya Minjung memohon dengan sangat pada adiknya itu.

“Biarkan saja pemuda keras kepala itu. Apa karenanya acara pernihan ini jadi batal? Jika batal. Kau salahkan lah adik mu itu yang tidak berperasaan dan mementingkan dirinya sendiri” saut Chorong membela Minjung. Sontak Sehun menoleh learah Chorong yang sudah menatapnya dengan tajam. Begitu juga Sehun, menatap Chorong dengan tajam.

“Baik..baik aku akan ganti pakaian ini. Tapi noona janji akan menuruti perintahku?” Sehun akhirnya meng’iya’kan suruhan dari kakaknya itu. Dengan maksud tertentu juga.

Minjung mengangguk. “Semuanya akan aku turuti”

“Aku pegang janji itu. Dimana aku harus perganti?”

“Disana” Minjung menunjukan sebuah deretan jas pria lengkap dengan celananya. Dengan ruangan ganti juga.

Sehun berjalan setelah melihat apa yang sudah Minjung tunjuk. Kakinya yang menjulang sudah sampai pada deratan jas itu. Sehun memilihnya teliti. Butuh waktu lama jika seorang Sehun memilih pakaian seperti itu.

“Terimakasih sudah membantuku membujuk manusia keras kepala itu, eonni” kata Minjung tersenyum senang pada Chorong.

Chorong dengan perlahan membelai pungung tangan Minjung dan berucap, “Tak masalah. Bocah nakal itu selalu keras kepala. Aku sudah biasa menghadapi manusia keras kepala saat ini” Chorong akhirnya tersenyum malu pada Minjung.

“Kim Joonmyeon, kah?” tanya Minjung ambigu.

Chorong mengerti dan mengangkat wajahnya menatap wajah Minjung yang sudah rapi dengan riasan wajah yang begitu pas diwajahnya. “Pria itu lebih parah dari adikmu. Percayalah” ujar Chorong membenarkan.

“Tapi..aku tau kalian sangat cocok” gurau Minjung pada Chorong. Membuat Chorong tersenyum malu lagi. Menundukkan wajahnya.

“Apa ini pas?!” teriak Sehun dari ruang ganti.

Pakaiannya sangat pas ditubuh jangkuknya. Minjung suka melihat adiknya tampil rapi dihari bahagianya itu.

“Kau sangat tampan melebihi Appa!” saut Minjung keras.

Minjung melirik ayah nya yang juga melihat kearah Sehun.

Sehun menjawab. “Tentu. Aku tentu lebih tampan dari pada Appa” candaan Sehun mampu membuat Jisoo tertawa.

“Kemarilah” ujar Jisoo melambaikan tangannya pada Sehun. Mengintrupsi agar Sehun mendekat pada nya dan Minjung juga yang lainnya.

Sehun pun berlari menuju ayah nya. Sesudah sampai pada ayah nya. Sehun lantas duduk disebelah kiri ayah nya juga Joonmyeon disebelah kanannya.

“Dengar. Kalian tidak akan lagi bisa berguarau seperti ini lagi” ujar Jisoo hangat. Membuat semuanya mengkerutkan dahinya heran. Termasuk Minjung dan Sehun. Jisoo juga menambahkan. “Minjung dan Sehun tidak lagi akan bisa bersama”

“Wae? Mengapa aku tidak bisa bersama noona ku? Aku adik nya dan aku jelas akan selalu bisa bersamanya” saut Sehun tidak terima dengan ucapan ayah nya itu. Minjung pun juga setuju dengan ucapan Sehun. Minjung menganggukan kepalanya.

“Minjung sudah memiliki kehidupan yang lain bersama suaminya beberapa saat lagi. Tidak mungkin Minjung akan bersama terus dengan kita Sehunnie”

“Kau begitu aku akan tinggal bersama Noona nantinya”

“Ya! Kau ingin mengganggu ketentraman hidup noona mu. Eoh?” saut Joonmyeon. Kesal dengan apa yang diucapkan Sehun.

“Aku tidak pernah mengganggu kalian berdua. Chorong noona bahkan memperbolehkan ku makan bersama kalian diapartermenmu. Aku tidak merusak ketentraman kalian bukan?” jawab Sehun peniuh dengan kepolosan.

Membuat keduanya, Joonmyeon dan Chorong, menunduk malu dengan semua ucapan Sehun. Perkataan Sehun benar. Sehun tidak pernah mengganggu ketentraman orang. Tetapi orang itu yang mengundang Sehun. Jadi apa salah Sehun disini?

“Sudahlah hentikan” Jisoo membuat keduanya pasangan itu kembali fokus padanya. Termasuk juga Sehun. “Minjung-ah. Ingat pesan ibu mu. Hidup lah dengan baik bersama dengan Chanyeol itu. Buatlah dia bahagia bersama denganmu. Jangan kecewakan dia. Jangan seperti ku yang tidak tau diri membuat ibu mu meninggal karena ulah ku sendiri. Bodohnya aku” Jisoo tersenyum kecut setelahnya, menundukkan wajahnya. Malu pada anaknya sendiri.

Minjung mencoba untuk mengkuatkan hatinya untuk tidak menangis. Kalimat yang dilontarkan ayah nya sunggug membuat Minjung terkejut. Minjung berlahan meraih tangan ayah nya yang sudah sedikit berkeriput.

“Appa? Eomma mungkin sangat penting untuk ku saat ini. Tapi Appa tidak boleh menyalahlan diri Appa sebagai sebab dari kematian Eomma. Tuhan memang telah memanggilnya lebih cepat dari kita. Karena Tuhan memiliki rencana yang lebih indah. Aku tau itu. Eomma pasti sedih melihat Appa seperti ini. Tersenyumlah. Buat aku bahagia saat ini. Antar aku pada Chanyeol dengan beralaskan karpet merah Appa” Minjung mencoba untuk tersenyum. Seolah melupakan semua ucapan yang terucap dari mulut Jisoo.

“Kalian! Keluarlah, acara akan segera dimulai. Jangan membuat tata rias diwajah ku menjadi rusak” lanjut Minjung dengan melihat mereka bertiga.

Menurut. Akhirnya ketiganya pun keluar bersamaan. Keluar dari ruangan Minjung dan meninggalkan dirinya dengan sang ayah yang akan mengantarkan nya pada Chanyeol.

“Tak apa. Aku akan sesekali mengunjungi dirimu juga nenek Hwang di Busan. Jangan buat dirimu merasa sedih. Hari ini hari bahagiaku. Appa tak boleh merusaknya” tutut Minjung saat melihat mimik wajah ayah nya yang mulai tidak ceria dari sebelumnya.

Baekhyun bersama seorang wanita dengan setelan dress silver tampak cantik ditubuhnya S linenya. Baekhyun menuntun tangan wanita muda itu untuk tetap memegang lengannya. Takut saja jika wanita itu hilang nantinya.

Keduanya sudah berada diacara pernikahan antara Chanyeol dan Minjung yang akan diselenggarakan beberapa menit lagi. Keduanya telat atau mungkin tepat waktu seperti waktu undangan yang sudah Chanyeol dan Minjung sebar? Mungkin iya.

Baekhyun tampak terlihat bingung. Tidak dapat melihat tubuh jangkung sabahatnya itu. Salahkan saja tubuh pendeknya dan tidak dapat menemukan Chanyeol.

“Mencari Chanyeol oppa?” kata Mari pada kakak nya saat melihat ekspresi bingung milik Baekhyun.

Baekhyun mengangguk dan masih melihat sekitarnya. Sapa tau dirinya akan menemukan Chanyeol menggunakan matanya sendiri. Tanpa bantuan dari adik kandungnya itu.

[Flasback]

Mari terdiam kala netranya sudah melihat Sehun. Diam dengan mata yang sesikit tekejut. Bagaimana bisa lelaki ini disini? Batin Mari berbicara.

“Kalian saling kenal?” tanya Chanyeol curiga.

Keduanya mengangguk bersamaan. Membuat yang berada dimeja itu terkekeh bersamaan.

“Dia adik ku. Kalau kalian sudah saling mengenal maka aku tak akan mengenalkannya padamu” tutur Baekhyun bersuara.

“Maafkan aku jika aku telat” ujar Mari perlahan pada Chanyeol. Seraya membungkukkan badannya sopan.

Mari sempat melirik kearah Sehun yang masih terdiam membeku. Sampai Chanyeol menyuruh Mari untuk duduk. Tak jauh dari Sehun duduk saat ini.

“Entah lah. Saat itu, Oppa ku menderita penyakit selaput otak dan aku berfikir jika aku menjadi dokter yang hebat aku bisa menyembuhkan Oppa ku dan membuatnya sehat kembali”

Seketika pemikiran itu tiba diotak Sehun. Selaput otak, dokter, Oppa nya yang sakit. Sehun mengerti saat ini. Jadi Mari ingin menjadi dokter untuk Baekhyun karena Baekhyun menderita selaput otak.

Bagaimana ini? Tak mungkin aku berbicara disini. Bagaimana jika Chanyeol hyung belum tau semua ini. Mungkin semuanya akan rumit kebelakangnya. Hati Sehun berbicara dengan gelisah. Pemikiran otak dan logikanya haruslah berjalan selaras.

Sedikit kikuk Sehun bangkit dari kursinya. Membuat semuanya menoleh pada Sehun tak terkecuali Mari yang sedang menyantap makanannya.

“Byun Mari. Bisa ikut aku sekarang?” Sehun memberikan penekanan diakhir kalimatnya.

Sungguh ini harus diluruskan. Meski Chanyeol akan marah diakhirnya.

Mari mengerti dan mengelap mulutnya dan meneguk minumannya. Selanjutnya ia bangkit dari kursi. Begitu juga dengan Sehun yang sudah berjalan terlebih dahulu dari Mari.

Sampai disebuah tempat yang tidak terlalu ramai. Sehun menghentikan langkahnya. Menolehkan kepala juga tubuhnya kearah belakang. Tepat pada Mari.

“Aku ingin bertanya. Jadi yang kau maksud Oppa yang sedang sakit adalah Baekhyun hyung?” tanya Sehun to the poin pada Mari.

Menunduk dalam diam Mari takut untuk mengatakan semuanya pada Sehun. Bagaimana jika Sehun membuka rahasia ini pada Chanyeol. Bisa gawat persahabatan yang terjalin antara Chanyeol dan Baekhyun, karena mulut Mari yang asal bicara. Tapi, hei..itu wajar jika pekerjaan dokter untuk menyembuhkan semua orang termasuk juga pada kakak nya itu.

“Byun Mari?” panggil Sehun saat tidak mendapat respon dari Mari. “Angkat kepalamu dan jawab pertanyaanku?”

“Iya. Baekhyun oppa memiliki selaput otak. Stadium 2 belum pada akut. Aku memberitahumu tapi aku sangat mohon padamu Sehun. Tolong jangan biarkan Chanyeol oppa tau apa yang diderita oleh Baekhyun oppa. Ku mohon bantu aku merahasiakan ini semua dari Chanyeol oppa” jawab Mari lemah. Mari sangat takut jika seseorang sudah tau masalah dari sang kakak. Apalagi ini masalah sampai pada telingan Chanyeol. “Ku mohon jangan beritahu penyakit ini pada Chanyeol oppa. Kau tidak sadar? Wajah Baekhyun oppa tadi sudah mucat kerena lelah. Tapi dirinya menyempatkan diri untuk datang. Untuk sahabatnya juga tentunya. Jadi ku mohon”

[END]

“Tepat berada didepan altar dengan tampannya” Mari tersenyum melihat keberadaan Chanyeol didepan sana. Sekaligus memberitahukan kepada kakak nya keberadaan Chanyeol.

Baekhyun pun melirik kearah depan, tepatnya altar. Baekhyun tersenyum penuh arti kepada Chanyeol. Chanyeol pun demikian setelah dirinya melihat Mari juga Baekhyun. Chanyeol juga ikut tersenyum didepan sana.

“Betapa beruntungnya dirinya” kata Baekhyun pada adiknya. Mari mengerti maksud pembicaraan dari Baekhyun.

Mari menepuk bahu Baekhyun dan membelainya pelan. “Oppa. Kau lebih beruntung dari Chanyeol oppa. Percayalah” jawab Mari. Membuat supaya Baekhyun tetap tenanf.

“Contohnya?”

“Kau memiliki adik tercantik dan pengertian padamu. Kau harusnya beruntung” gurau Mari pada Baekhyun.

Baekhyun terkekeh mendengar penuturan dari Mari. Ya, Baekhyun beruntung memiliki adik yang sangat pengertian terhadapnya. Mari juga selalu memperhatikan bagaimana perkembangan yang terjadi dalam tubuh Baekhyun. Mari tidak ingin kakaknya itu bertambah parah akibat penyakitnya.

“Arraseo! Mari-a, kau jangan sampai memberitahu tentang kondisi ku pada Chanyeol”

“Tidak akan” senyum Mari melebar sempurna.

Tak seharusnya dirinys berbohong dan tidak memberitahu kondisi yang sebenarnya dari kakaknya pada Chanyeol. Tapi Mari juga tak ingin membuat kakaknya kecewa dengan memberitahukan kondisinya pada Chanyeol.

Mari takut jika dirinya memberitahukan Chanyeol. Oppa nya sudah berada bersama sang pencipta. Mari sangat takut itu.

“Baiklah, acara akan segera dimulai. Bagi pada hadirin untuk duduk pada kursi yang sudah disediakan~” pekik MC kepada semua orang termasuk pada Baekhyun dan Mari yang masih berdiri ditempatnya.

“Kajja!”

Balutan gaun indah berwarna putih cukup membuat Minjung cantik. Semua pasang mata tertuju padanya. Penampilan Minjung cukup membuat orang terhipnotis. Gaun yang hanya selutut dan lengan yang 3/4. Bagian punggung yang sedikit terbuka memperlihatkan putih badan Minjung. Oh..jangan lupakan bunga lili putih yang sudah berada dikedua tangannya.

Berjalan diatas karpet berwarna merah dengan melingkarkan tangannya pada lengan milik Jisoo, sang ayah.

Minjung gugup, itu yang dirasakannya saat ini. Tujuan mata menuju padanya. Pusat perhatian tertuju padanya. Apa ini yang orang lain rasakan kala menikah, ucap Minjung dalam hatinya.

Jangan lupakan seorang lelaki kecil yang sedang menaburkan kelopak bunga berwarna merah dengan riangnya. Yun bembawa banyak kelopak bunga dalam keranjang yang terbuat dari rotan itu.

Minjung juga sempat kaget saat diberitahu jika anaknya lah yang akan menebar kepolak bunga itu. Senyum tak pernah pudar kala Minjung melihat senyum senang yang ketara dari anaknya itu.

Sudahlah Minjunh tidak tau harus berekpresi seperti apa lagi. Semua perasaannya bercampur aduk saat ini. Minjung bahkan bingung ingin rasanya tersenyum tapi juga ingin sedih. Melihat dirinya sebentar lagi akan lepas dari orang tuanya.

“Tolong jaga anak ku” ujar Jisoo iklas.

Saat ini Minjung sudah sampai dihadapan Chanyeol.

Chanyeol mengangguk dan menggapai uluran tangan Minjung dengan lembut.

“Sekarang kau miliknya” lanjut Jisoo saat tangan Minjung sudah berada dalam genggaman Chanyeol.

Setelahnya Jisoo berjalan ketempat duduknya dengan mengggendong Yun. Mendudukkan cucunya disebelahnya. Nyonya Park juga berada disebelah Yun. Melihat betapa senangnya saat ini. Chanyeol baru saja menikah. Tapi Chanyeol sudah memiliki anak. Sungguh, ini bukan lelucon. Tapi ini sangat konyol.

**

Acara pernihakan pun berjalan dengan meriah dan sakral. Para tamu pun sudah pulang kerumah mereka masing masing. Terkecuali Joonmyeon, Sehun, Chorong juga Baekhyun dan Mari masih berada dalam gedung. Mereka berlima tidak ingin pulang melihat Chanyeol dan Minjung yang barusaja menikah.

“Huh..kau membuatku iri Chan” gemas Chorong pada Chanyeol itu.

Chanyeol bahkan sudah menikah sedangkan dirinya belum juga menikah. Padahal usianya sudah akan memasuki kepala tiga.

“Minta saja Joonmyeon hyung untuk menikahimu. Mengapa kau harus iri” tanggapan Chanyeol sungguh membuat Chorong terkekeh geli.

“Dengannya. Kepala dingin juga keras kepala?” Chorong bahkan menunjuk Joonmyeom dengan telunjuknya. “Aku tidak tau akan jadi apa nantinya jika aku menihak dengannya” lanjut Chorong merendahkan Joonmyeon.

“Lalu kau ingin menjadi perawan tua, noona?” Baekhyun ikut menaggapinya.

Kekehan pun mulai terdengar dari semuanya.

“Bukan pilihan yang susah. Yang ter penting tidak dengan Nya!” jawab Chorong dengan sengit. Menunjuk Joonmyeon menggunakan dagunya. “Kalau bisa. Aku ingin menikah dengan Sehun yang masih memiliki hati juga perasaan pada wanita”

Skak. Joonmyeon saat ini merasa dirinya terpojokkan oleh ucapan Chorong. Mulutnya bungkam dan tak berani menatap manik mata milik Chorong.

“Sudahlah. Tidak usah ribut seperti ini” tutur Minjung lembut mengusaikan acara pertikaian ini. “Joonmyeon oppa. Kau tidak merasa jika kau disudutkan? Aku tau perasaanmu, jadi jangan bohong masalah perasaanmu. Bagaimana jika Chorong eonni diambil ah..tidak langsung dilamar oleh lelaki lain yang lebih mapan dan lebih tampan darimu? Kau pasti akan mengamuk seperti singa setelahnya” lanjut Minjung lebih menantang dari pertanyaan yang lainnya. Minjung ingin menyudahinya tapi masih saja ingin beradu argumen.

“Dia tidak akan menerimanya” jawab Joonmyeon singkat.

“Bagaimana kau tau jika Chorong noona tidak akan menerimanya?” Chanyeol ikut bertanya.

“Karena dia tidak akan menyukainya”

“Bagaimana jika Chorong noona menyukainya dan meninggalkanmu?” tanya Chanyeol lagi.

“Tidak akan. Aku berani bersumpah”

“Ohoi..kau begitu percaya diri hyung. Apa benar jika kau menyukai Chorong noona saat ini” Sehun tidak mau kalah dari yang lain.

“Ayo berkata jujur hyung”

Joonmyeon masih terdiam dengan kalimat yang diucapkan oleh Sehun. Begitu juga Chorong yang ikut terdiam dengan mengalihkan pandangannya kesegala arah.

“Aku tidak ta-” kalimat Joonmyeon tiba tiba terputus dengan suara tiba tiba milik Minjung.

“Aku lelah. Usai adu argumennya saat ini”

Chanyeol dan Minjung sudah berada dirumah. Rasa lelah sudah berada dalam keduanya. Acara pernikahan bukanlah hal mudah. Menahan rasa lelah itu tidak enak. Menjadi pusat penglihatan dari semua orang. Minjung tidak suka itu.

Bibi Jung yang merasakan kedatangan majikannya lantas langsung berjalan menuju kearah Chanyeol dan Minjung yang baru saja datang.

“Perlu aku siapkan air hangat?” tanya bibi Jung pada keduanya.

“Ah..tidak usah. Aku sudah sangat lelah saat ini” tutur Minjung. “Dan dimana Yun? Apa dia sudah tertidur?”

“Baiklah. Yun susah tertidur dari tadi. Sebenarnya tadi dia ingin menunggu kalian berdua. Mungkin karena lelah Yun memilih untuk tidur” jawab bibi Jung.

“Terimakasih. Sekarang bibi pergi beristirahat lah” titah Minjung pada bibi Jung. Sedikit membungkuk. Bibi Jung pergi meninggalkan Chanyeol dan Minjung yang masih berdiri ditempatnya.

“Aku lelah. Ayo kita juga beristirahat” saut Minjung saat Chanyeol masih diam ditempatnya dengan wajah datarnya. “Ada apa?” tanya Minjung kemudian.

Chanyeol masih tidak menyauti omongan dari mulut Minjung dan memilih untuk tetap menatapnya tajam.

“Aku tidak salah bicarakan? Mengapa kau menatapku seperti itu?”

Tidak menjawab.

“Oppa? Ayolah gaun ini begitu tidak nyaman jika dikenakan berjam jam. Badanku juga banyak mengeluarkan keringat” pekik Minjung kesal.

“Lalu?”

“Beristirahat dikasur yang empuk” jawab Minjung penuh kepolosan.

Hah. Chanyeol menghembuskan nafasnya berat. Jadi Minjung tidak tau maksud dari tindakan yang Chanyeol lakukan saat ini? Ayolah Minjung kau tidak bisa melakukan ramalan dari mimik muka, atau apalah itu.

“Kau tidak ingin melakukan rutinitas sebagai suami istri saat selesai menikah?” kata Chanyeol masih dengan wajah polos tak berekpresi itu.

Minjung terlihat bingung setelah Chanyeol mengatakannya. Tentu saja Minjung tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Chanyeol. Rutinitas? Suami istri? Apa maksudnya itu. Pikir Minjung.

“Apa maksudmu?”

“Hal biasa yang seseorang lakukan kala sudah melakukan pernihakan. Kau tidak tau?” tanya Chanyeol sedikit geram.

Berfikir cukup lama. Akhirnya Minjung mengerti ucapan yang Chanyeol lontarkan. “Ya, bahkan saat ini kita sudah memiliki seorang putra yang tampan tanpa menikah. Untuk apa melakukannya” jawab Minjung dengan melangkahkan kakinya menaiki tangga.

Begitu juga dengan Chanyeol yang mengikuti Minjung. Mengikutinya dari belakang. Hah. Chanyeol membuang nafas tenang. “Kau benar. Tapi tidak ingin menambahnya?”

Sungguh Minjung geram mengetahui aksi mesum suaminya itu. Bagaimana pikirannya hanya terfokuskan pada hal itu.

“Kita tunggu sampai Yun ingin memiliki adik” jawab Minjung enteng dan mulai memutar knop pintunya.

Saat ini keduanya sudah berada dalam kamar mereka. Ingin rasanya Minjung menyentuh kasur empuk, tubuhnya sudah sangat lelah saat ini.

“Tapi kalau tidak?”

“Aku tidak tau”

“Oh ayolah aku sangat ingin”

“Tapi aku lelah Oppa. Aku tau nafsumu sangat besar kali ini. Tapi aku mohon tahan nafsumu saat ini. Kau ingin aku kelelahan dua kali lipat saat melakukannya?”

Chanyeol menggeleng pelan. Tentu saja dia tidak ingin membuat Minjung kelelahan dengan hari pernikahannya dan memuaskan nafsunya itu. “Maafkan aku. Aku terlalu menuntut” ucap Chanyeol pelan.

Minjung sudah tau akan berubahan mimik muka suaminya itu lantas berjalan mendekati Chanyeol. Membawa tubuh Chanyeol yang jangkung dalam dekapannya. Walau Minjung tau bahwa tubuh Chanyeol lebih tunggi darinya. Minjung juga berusaha untuk menjinjitkan kakinya.

“Tidak. Kau tidak salah. Seharusnya aku yang meleyanimu dan aku menolak itu. Maafkan aku” tutur Minjung menyesal. Minjung tau semua itu tugas dari seorang istri. Mengelus punggung Chanyeol dengan pelan dan penuh kasih sayang. “Maafkan aku”

Chanyeol lantas menerima pelukan Minjung. Menarik tubuh itu lebih rapat lagi. “Hmm, aku paham itu. Sekarang ayo kita beristirahat”

Ayolah. Siapa pun itu tolong berikan nafas buatan untuk siapa pun yang membaca ini. Itu sungguh begitu dramatis.

Chanyeol pun lantas langsung melepaskan pelukan itu dan beralih menatap manik mata milik Minjung dengan sayang. Begitu pun dengan Minjung.

Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu dalam keheningan yang menyelimuti mereka berdua. Saling menatap tanpa saling berucap kalimat barang satu pun.

Sampai akhirnya suara deheman Minjung memecahkan semuanya dan mulai berucap. “Baju ini begitu berat. Bisa kau membukakan resleting nya?” sungguh kali ini Minjung terlihat sangat polos dimata Chanyeol.

Tapi. Hei. Apa yang dia katakan membuka resleting gaunnya? Berarti itu sama saja Minjung membangunkan kembali nafsu yang sudah Chanyeol tahan akibat egonya itu.

Seakan berfikir tentang ucapannya berusan Minjung memegangi mulutnya dengan cepat dengan mata yang sudah melebar, sedikit.

“Kau membangunkan singa Park Minjung”

TBC

NOTE :

maaf sebelumnya. maaf banget kerena lama nungguin ff gak jelas ini. aku punya penyakit males ngetik jadi sedikit lama. juga komputer ku yang rusak dan belom dibenerin sama orang tua ku. jadi gini deh. terus sebenernya itu foto gaunya juga ada tapi ada dikomputer jadi maaf gk aku kasih tau detailnya. tolong berikan kritik dan saran buat saya sebagai author dari ff gak jelas ini. maaf ya.
aku juga punya rencana kalau chapter akhir aku bagi dua dan bagian dua akan aku pw. kalo masih ada yang gak setuju boleh komen. kerena aku hanya ingin melihat kesetiaan dan dari para membacaku.

TERIMA KASIH. MAAF KALO MASIH ADA KEKURANGAN.

Advertisements

6 thoughts on “Comeback to me [chapter 8]

  1. yey yey!!!! akhirnya ni ff muncul juga setelah lama dari peradaban/? \apaan seh/ huwaa!!!! unnie >< minjungnya polos bgt yaelah T.T channie berbahaya bgt ni… next ditunggu unnie ^^ \pukpuk jauh/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s