Attracted to You #2

collage (9)

Attracted to You #2

EXO’ Chanyeol | Oh My Girl’ YooA | Red Velvet’ Wendy

Romance,School Life

General

Chaptered

Claralaluchaipark aka TianiEXO

Ketika kau menyadarinya,

Kau baru sadar bahwa

Kau ingin menarik perhatian

Dari dia…

Attracted to You

 

 

Chanyeol

menghela nafasnya berat, kenyataan yang sangat sulit harus dihadapinya mulai saat ini juga.
Saat seorang yeoja dari desa, bernama Yoo itu datang.

 

Apa yang diceritakan oleh bibi membuatnya sadar,
Sadar bahwa Yeon Ju sudah tidak ada lagi.

Dengan langkah berat, Chanyeol menghempaskan tubuhnya di kasur tempat tidurnya.

Disaat Ia masih tidak bisa melupakan Yeon Ju, dan saat Ia masih terus menyesal atas perginya Yeon Ju.

Datanglah Yoo, nama seorang yeoja yang tidak bisa dibilang mirip tapi sama persis dengan Yeon Ju.

Bahkan nama mereka pun sama, Yoo Yeon Ju.

“Apa yang harus kulakukan?” Chanyeol menutup kedua matanya,
Chanyeol bingung, bagaimana Ia bisa menjalani hidup yang normal jika seorang yeoja yang sama persis seprti Yeon Ju serumah dengannya.

Kenangan indah dan penyesalan selalu datang, ketika Chanyeol melihat yeoja itu.

“Apa aku harus membencinya?”

 

“Chanyeol, kau tahu kan Yeon Ju sudah meninggal?”

“Bibi?”

“Dia adalah kembarannya Yeon Ju”

“Kembaran?”

“Karena ibu Yeon Ju belum rela melepaskan Yeon Ju yang meninggal di usianya yang masih sangat kecil itu, Ia menamakan Yoo seperti Yeon Ju”

“Tapi, mengapa bisa?”

“Soal kembarannya, Yeon Ju tidak pernah menceritakannya kepadamu kan, Chanyeol?”

“Kenapa?”

“Yeon Ju punya sebuah alasan sendiri. Kau bisa kan, berteman dengan Yoo?”

Chanyeol hanya terdiam bingung, melihat Yoo yang berada di depan pintu café.

 

“Aku tidak tahu”

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

Yoo merenggangkan tangan dan kakinya yang sudah sangat pegal-pegal sedari tadi, untung saja setelah sampai Ia bisa langsung mandi. Yoo tidak bisa tahan kalau berkeringat, apalagi bau badannya sangat menyengat. Bisa-bisa Ia pingsan karena bau badannya sendiri.

Setelah merasa tangan dan kakinya sedikit baikan, Yoo segera mengambil kopernya dan membukanya. Waktunya membereskan perlengkapan yang ia bawa.

Gerakan tangan Yoo terhenti ketika di pikirannya kembali muncul kejadian di café tadi.

Namja bertubuh tinggi yang ternyata bernama Chanyeol itu memeluknya secara tiba-tiba.

Dan Yoo bahkan sempat terheran, mengapa Chanyeol bisa mengetahui namanya. Padahal Ia tidak pernah tahu bahkan ingat pernah bertemu Chanyeol sedikitpun.

Juga yang membuat Yoo terus bertanya-tanya, apakah ada orang lain yang bernama sama dengannya? Menurutnya namanya adalah satu-satunya nama yang ada di Korea bukan dunia.

Apakah orang itu , yang bernama sama dengannya mempunyai hubungan dengan dirinya?

“Yoo, jangan melamun” ucapan sang bibi yang baru masuk kamar menyadarkan Yoo.

“Ah, bibi” Yoo sedikit tersenyum kemudian melanjutkan kegiatan yang sempat dihentikannya.

“Kita akan tinggal disini selama 3 bulan, Yoo” Yoo segera terbatuk mendengar apa yang bibinya ucapkan.

“3 bulan? Lama sekali. Apa tidak apa-apa, kita menumpang selama itu?”

“Tidak apa-apa, lagipula yang menumpang adalah kau. Bukan bibi” Yoo kembali terbatuk sambil bersin.

“Aku?! Lalu bibi?” Yoo sangat terkejut, bibinya hanya menghela nafas.

“Bibi harus tinggal di flat kecil dekat kantor bibi, kalau rumah ini sangatlah jauh dari kantor bibi. Setelah bibi menemukan rumah sewa yang dekat dengan kantor bibi ataupun dengan sekolahmu, baru kita keluar dari rumah ini” terang bibi Yoo panjang lebar, yooa hanya bisa menganga mendengarkan bibinya.

“Aku tidak bisa bi, aku tidak mau tinggal dengan orang asing” protes Yoo, wajahnya kelihatan kesal.

“Chanyeol itu bukan orang asing Yoo, ibunya dan ibumu itu berteman dari SMA”

“Terserah dari SMA atau apalah itu, aku tidak pernah mengenal Chanyeol dan keluarganya. Aku takut bibi” Yoo terdengar memelas kepada bibinya. Bibinya memegang kepalanya sebentar, pusing mengetahui Yoo akan protes terhadap apa yang Ia ucapkan ini.

“Kau mau mengubah kehidupan ibu dan nenekmu di Chaewon kan? Kau harus berusaha dari sekarang”

“Tapi, Bi”

“Tidak ada protes apapaun, kau tahu peribahasa ‘berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian?’”

“Aku tahu Bi, itu peribahasa semenjak aku TK”

“Lalu apa artinya?”

“Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”

“Kalau begitu kau harus seperti apa yang dikatakan peribahasa tersebut”

“Bibi”

“Mulai besok, kau sudah bisa masuk sekolah. Kau satu sekolah dengan Chanyeol. Perlengkapan sekolahmu termasuk seragam sudah ada di kardus tepi pintu. Mulai besok juga bibi sudah tinggal di luar” tanpa memedulikan perkataan yang akan diucapkan Yoo, bibi Yoo langsung keluar kamar.

“Susahnya” Yoo menghela nafasnya, Ia kira hidupnya akan seperti di drama. Tinggal di sebuah flat kecil bersama bibinya dan membangun kehidupan.

Tapi apa yang Ia hadapi sekarang sangatlah berbeda.

Harus tinggal sendirian di rumah orang yang sama sekali Ia tidak kenal.

“Bagaimana jika mereka membenciku?” Yoo etrlihat gelisah, Ia memeluk kedua lututnya.

 

“Apakah namja yang bernama Chanyeol itu mau berteman denganku?”

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

Pagi sekali Yoo sudah selesai bersiap, seragam yang dipakainya ternyata pas dengan ukuran badannya yang agak kurus dan sedikit tinggi.

Yoo lebih memlih mengikat rambutnya.
Saat melihat dirinya di cermin, Yoo kembali menghela nafasnya.

“Apa yang harus aku lakukan saat keluar nanti?”

Yoo melihat jam di ponselnya, sudah menunjukan pukul enam pagi. Yoo segera mengangkat tasnya dan berjalan ke luar kamarnya.

“Mungkin aku harus lebih pagi, biar tidak bertemu dengan orang-orang disini” Yoo sedikit mengendap-endap menuju pintu keluar rumah.

Rumah kelihatan sepi, mungkin karena masih jam 6 pagi.

“Tidak bisa terbuka?” Yoo sudah menarik gagang pintu keluar rumah berulang kali, tapi tetap tidak mau terbuka.

“Haduh, matilah aku” Yoo meratapi dirinya sendiri. Bibinya sudah tidak ada di rumah ini lagi.

“Pintunya di dorong bukan di tarik” suara berat seorang namja di belakangnya mengagetkan Yoo yang sedang meratapi dirinya.

“Ah, terima kasih” ucap Yoo gugup sambil mendorong gagang pintu dan berhasil keluar.

“Lain kali, jangan terlalu bodoh” ucap Chanyeol sambil melangkah mendahului Yoo.

“Iya” gerutu Yoo sedikit kesal, Ia bisa dibilang bodoh oleh orang yang baru Ia kenal.

“Benar juga, aku harus mengikutinya dari belakang agar bisa tahu jalan ke sekolah” Yoo sedikit berlari kecil mengekori Chanyeol dari jauh.

“Langkahnya sangat cepat, apa dia takut terlambat? Ini baru jam 6 pagi” ucap Yoo sendiri, tanpa Ia sadari Chanyeol telah hilang dari pandangan.

“Dimana dia?” Yoo terlihat bingung sambil melihat ke sluruh arah. Mencari keberadaan Chanyeol yang menghilang tanpa jejak.

Suara mobil mengagetkan Yoo, sebuah mobil mewah berlalu dari hadapannya dan di dalam mobil itu ada Chanyeol.

Yoo hanya bisa mengangakan mulutnya, ketika Ia melihat ke depan ternyata ada pagar dimana mobil Chanyeol sudah keluar.

Yoo segera menepuk keningnya berulangkali, Ia membulatkan matanya tidak percaya.

“Aku kira ini sudah jalan umum, ternyata ini masih halaman rumahnya”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yoo terlihat kehabisan nafas saat memasuki kelas barunya. Untung belum ada satupun guru yang datang,meskipun di dalam kelas sudah banyak murid yang ada.

Tanpa menunggu lagi, Yoo segera mengambil tempat duduk yang kosong, kebetulan tempat duduk itu berada di dekat jendela barisan ke tiga dari depan.

“Syukur aku mendapat tempat di depan” Yoo tersenyum kecil, namun senyumannya segera pudar ketika melihat

Chanyeol bersama seorang yeoja yang sangat cantik dan berambut pirang memasuki kelas.

Begitupun dengan Chanyeol, raut wajahnya langsung berubah ketika tanpa sengaja melihat Yoo yang ternyata sekelas dengannya.

“Aku sekelas dengannya” Yoo menampakan wajah datar kemudian sedikit menunduk.
Chanyeol tidak terlalu peduli, kemudian Ia segera melangkah ke tempat duduknya begutupun dengan Wendy yang tempat duduknya berada di belakang Chanyeol.

“Apa itu kekasihnya?” Tanya Yoo pada dirinya sendiri, hingga seorang yeoja yang berada di depannya segera berbalik.

“Ia memang benar. Yeoja itu kekasihnya Chanyeol” Yoo hanya terheran dengan yeoja yang berbicara di depannya ini.

“Namaku Jine, aku adalah penggemar beratnya Chanyeol” Jine mengulurkan tangannya pada Yoo, Yoo segera menyambut tangan jine.

“Namaku Yoo Yeon Ju, panggil saja Yoo. Aku baru pindah ke sini hari ini” Yoo tersenyum sama seperti Jine yang juga tersenyum.

“Yoo, kau harus hati-hati” ucapan Jine membuat Yoo sedikit serius.

“Di sekolah ini, murid yeoja sangat menyukai Chanyeol. Jika satu perkataan tidak baik kau sengaja atau tidak sengaja mengucapkannya pada Chanyeol, maka kau akan dibully habis-habisan” Yoo bergidik ngeri mendengar penuturan dari Jine.

“Apa separah itu?”

“Ia, aku memberitahumu agar kau berjaga-jaga. Lebih baik kau hindari Chanyeol sebisa mungkin”

“Baiklah” Yoo mengangguk mengerti.

“Dan yeoja berambut pirang itu adalah kekasihnya Chanyeol, tidak tahu kapan pastinya mereka jadian itu masih misteri. Yeoja berambut pirang itu beranma Wendy, Ia kelahiran Kanada-Korea” Yoo mengangguk-angguk mendengar penuturan dari Jine.

“Ia dan chanyeol selalu bersama, hampir setiap waktu. Itu sedikit membuat para penggemar Chanyeol kesal, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah. Hati Chanyeol sudah menjadi milik Wendy. Lagipula Wendy juga cantik, Ia sangat pintar dalam vokalisasi dan menari apalagi kemampuan bahasa Inggrisnya itu, tingkat professional” tutur Jine panjang lebar kepada Yoo yang mulai bosan.

“Terima kasih atas informasi yang kau berikan, Jine” ucap Yoo sambil berusaha tersenyum meskipun Ia merasa malas untuk tersenyum sedikit pun.

“Tidak usah berterima kasih, aku sangat senang bisa memberikanmu informasi” Jine membalas senyuman Yoo.

“Oh, Jine kau bisa mengajakku keliling sekolah? Aku baru pindah jadi…”

“Baiklah! Saat jam Istirahat ya!” Jine langsung memotong ucapan Yoo yang belum terselesaikan dengan semangat.

 

“Terima kasih”

 

Tidak beberapa lama kemudian, guru pun masuk ke dalam kelas.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

“Astaga, tanganku sangat pegal menulis di papan tadi” Jine merenggangkan kedua tangannya.

“Tulisanmu bagus sekali” puji Yoo, Ia sedang merapikan bukunya dan memasukannya ke dalam tas. Sekarang sudah jam istirahat, yang berarti Ia dan Jine akan berkeliling sekolah.

“Seharusnya kan bisa pakai LCD, fasilitas sekolah ini lengkap loh. Tapi hanya gurunya saja yang masih mau secara tradisional. Ujung-ujungnya aku yang ditunjuk untuk menulis di papan” gerutu Jine, Yoo hanya sedikit tertawa.

“Kau sudah selesai , Yoo? Mari kita mengelilingi sekolah ini” ajak Jine sambil memegang tangan Yoo.

“Ah, jangan memegang pergelanganku” Yoo melepaskan tangannya dari pegangan Jine.

“Oh maafkan aku, tapi kenapa aku tidak boleh memegangnya?” Tanya Jine membuat raut wajah Yoo sedikit berubah.

“Pergelanganku agak sakit jika dipegang” jawab Yoo seadanya, berharap bahwa Jine tidak bertanya lebih jauh lagi.

“Aku mengerti, kalau begitu kita berjalan berdampingan saja” Jine segera mundur dan menyamakan langkahnya dengan Yoo.

Dalam hati, Jine berharap bahwa Yoo bisa menjadi sahabatnya. Semenjak, Ia kelas satu, Jine bahkan tidak mempunyai satupun teman.

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

Wendy terus mengetukkan jarinya di meja, Ia sebenarnay tipikal orang yang tidak suka menunggu. Tapi, karena orang yang Ia tunggu adalah Chanyeol. Itu tidak apa-apa, seberapa lama pun Ia akan tetap menunggu.

Suara pintu ruang guru pun terdengr, Wendy segera berdiri dan menghampiri Chanyeol yang baru keluar dari ruang guru.

“Apa sudah selesai?” Tanya Wendy yang dibalas anggukan dari Chanyeol.

“Tapi aku sangat penasaran, sebenarnya ada apa sehingga kau ingin bertemu seosangnim?” Tanya Wendy lagi, Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman.

“YA! Park Chanyeol, aku bertanya padamu” Wendy terlihat kesal, Ia mengembungkan kedua pipinya. Chanyeol segera mengelus kepalanya, “Aku ada urusan sedikit dengan seosangnim tadi. Tidak terlalu penting”

Wendy menganggukan kepalanya tanda Ia mengerti. Namun sesuatu mengganjal di dalam benaknya, selama Ia menjalin kasih dengan Chanyeol, Chanyeol tidak pernah terbuka padanya.

 

Dan itu membuat Wendy resah, apakah Chanyeol tidak mempercayainya?

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Pikiran Chanyeol tidak tenang saat ini, Ia bahkan tidak meminum American coffe yang Wendy bawa untuknya.

“Kenapa yeoja itu tidak bisa dipindahkan?” Chanyeol mengacak rambutnya kesal.

Padahal Ia sudah mengajukan permohonan pindah kelas Yoo Yeon Ju pada wali kelas mereka, tapi tetap tidak bisa.

Harus menunggu sekitar 3 bulan, baru Yoo bisa dipindahkan kelas.

Chanyeol tidak pernah mau lagi melihat wajah yeoja itu.

Meskipun wajah Yoo sama persis dengan wajah Yeon Ju, Chanyeol tetap tidak mau melihat wajah Yoo.
Ia tidak suka, Ia tidak suka seseorang mempunyai wajah seperti Yeon Ju.

 

“Yeon Ju, apakah ini yang kau mau?” Chanyeol menutup keuda matanya, “Kau membuatku frustasi Yeon Ju”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Ohhhh lalallalallalala, updatenya kelamaan ya? Mohon maaf Karena saya sangat sibuk belakangan ini, tidap hari diisi sama ulangan mana PR yang menumpuk lagi. Ditambah kesehatan saya yang tidak mendukung, saya sempat masuk rumah sakit hehehhe karena kekurangan darah.

Jadi mohon dimaklumi ya teman ^_^ update ffnya kelamaan…

Di chapter ini nggak terlalu kelihatan yaaaa, tapi ini kan baru chapter permulaan hehehheh~

Berita tentang Baekhyun sama Taeyeon putus membuatku senang karena kesempatan untuk Baekhyun sama Bomi jadi terbuka. Tapi, kalau memang benar Baekhyun serius sama Taeyeon bagaimana?

Haduhhhh lama-lama saya ke Korea saja yaaa~ ( khayalan yang tidak pernah terwujud -_- )

Mohon maaf jika ada kesalahan,

Terima kasih telah membaca ^_^

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment!

Advertisements

2 thoughts on “Attracted to You #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s