Edginess

10349771_408474262669096_841551380_n

Arisa Storyline | Drabble | T | Romance

Hilang sudah wibawanya sebagai lelaki.


Chanyeol tergugu. Mendadak saja panca indranya membeku total. Sorot matanya melirik tak tentu arah.  Tungkainya melemas. Dan juga telapak tangannya berkeringat. ‘Chanyeol positif gugup.

“Kau ingin mengatakan apa, Chanyeol?”

Sebuah suara melewati gendang telinganya. Dan Chanyeol hanya diam dengan pelipis yang sudah dibanjiri air keringat. Sial, padahal dia sendiri yang menyeret Nami keluar kelas, dengan alibi ada-yang-ingin-dibicarakan-dan-ini-penting. Lalu, kenapa disaat genting seperti ini dia malah diterpa kegugupan tiada tara?

“Chaneyol? Kau tidak kehilangan kemampuan bicara, kan?” lagi, gadis itu bertanya. Membuat Chanyeol merasa terdesak. Tak ayal, hal itu membuatnya semakin gagap. Gadis bersapakan Nami itu sedikit memiringkan wajahnya, kemudian menilik ekspresi Chanyeol lekat-lekat. Shit!, kegugupan Chanyeol merambat ke tingkatan paling tinggi saat ditatap seperti itu oleh Nami. Oke, sepertinya Chanyeol harus menyiapkan diri, kalau-kalau dirinya siup karna kehabisan energi.

Chanyeol menghela napas singkat, guna mengumpulkan adrenalin lebih banyak lagi. Dalam hati ia berbisik, menyemangati diri sendiri. ‘Sekarang atau tidak sama sekali’.

Chanyeol menelan ludah, berdeham agar suaranya tidak terdengar sumbang. Atau setidaknya tidak terbata-bata. “A-aku…” mendapati nada suaranya terdengar abnormal, Chanyeol sengaja menjeda kalimatnya. Bodoh! Kenapa ia malah terlihat seperti gadis yang akan menyatakan cinta? Hilang sudah wibawanya sebagai lelaki. Chanyeol kembali merutuki sikapnya yang gelagapan. ‘Sesulit inikah seorang pria menyatakan cinta?’ Chanyeol membatin.

“Chanyeol? Kau kenapa?” Nami mengernyit heran.

Chanyeol melirik ke arah lain sebelum menimpali. “A-ah. Tidak papa.” ucap Chanyeol, disusul dengan cengiran bodoh sebagai pelengkap, membuatnya terlihat semakin bodoh di hadapan Nami.

“Jadi? Kau ingin mengatakan apa?”

Kali ini Chanyeol membulatkan tekad. Persetan dengan sikap gugupnya yang tidak bisa disingkirkan, yang penting ia bisa menunaikan niatnya dengan baik dan benar.

Lagi, Chanyeol menghela napas. Kemudian ditatapnya Nami dengan roman keseriusan yang melebihi batas normal.

Dengan susah payah Chanyeol berbicara. “Aku me–“

Kalimat itu belum mengalun sempurna. Tiba-tiba suaranya dipotong oleh Baekhyun dengan semena-mena.

“Chanyeol-a. Sepertinya bajuku tertinggal di kamarmu tadi malam.” Pekik Baekhyun yang entah sejak kapan sudah berdiri beberapa meter di sampingnya –tepat di depan pintu kelas. Chanyeol dan Nami menoleh ke arah datangnya suara, sebagai gerak reflex akan teriakan barusan.

Pada detik berikutnya, Chanyeol cepat-cepat menoleh lagi, lalu menjatuhkan fokus matanya ke arah Nami. Chanyeol harus menjelaskan kalimat ambigu yang Baekhyun lontarkan. Karna jika tidak, Nami pasti akan salah paham. Namun, apa yang dilihatnya benar-benar membuat pundaknya serasa dihujam berton-ton batu bata; Nami memandangnya dengan tatapan tidak percaya. Kemudian, tanpa mengucapkan sepatah katapun, Nami melengos pergi begitu saja. Mungkin gadis itu ilfeel pada Chanyeol.

Nyali Chanyeol menciut. Kepalanya terkulai ke bawah, hingga tertunduk sempurna. Chanyeol mendapati semua harapannya telah pupus tiada bersisa.

“Chanyeol. Kau kenapa?” tanya Baekhyun seolah tanpa dosa.

Chanyeol mengangkat wajah kemudian menoleh dengan mata yang menyalang. “Aku sedang meratapi nasib! Kenapa harus kau yang menjadi sahabatku?” jawabnya sadis.

-fin-

I really appreciate your comment.

Advertisements

11 thoughts on “Edginess

  1. Bekyon-_-
    Musuhin aja itu. Hahahaha aku kok dapet banget ya kak feel yang pas chanyeol bilang kenapa harus kamu yang jadi sahabatku? Rrr ak- aku- aku gregeeeeet!!!!

  2. hahahhahahahhahaha baekhyun kamvret bangeeeeettttt mana chanyeol udah persiapan, udah pakek gugup segala omaygat hahaha tendang aja tuh si baek hahaha ‘bajuku tertinggal di kamarmu’ hahaha jelas lah nami mikirnya yang enggak enggak wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s