Attracted to You

collage (9)

Attracted to You

EXO’ Chanyeol | Oh My Girl’ YooA | Red Velvet’ Wendy

Romance,School Life

General

Chaptered

Claralaluchaipark aka TianiEXO

Ketika kau menyadarinya,

Kau baru sadar bahwa

Kau ingin menarik perhatian

Dari dia…

Attracted to You


Chanyeol. Park Chanyeol.
Seorang namja yang bisa dikatakan sempurna seperti pada drama atau cerita seperti biasanya.

Tampan, itu sudah pasti.

Kaya, itu lebih pasti lagi.

Pintar, tidak diragukan lagi.

Baik hati, semua orang sudah tahu itu.

Jadi Idaman semua yeoja, jangan Tanya lagi ketika kau melihat banyak yeoja yang rela membolos pelajaran demi mengintipnya dari pintu luar kelas.

Apalagi yang kurang dari dirinya?

Entah apa,

Tapi Chanyeol sendiri juga tidak menyadari itu.

 

Hingga saat itu…

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Chanyeol oppa, kau sepertinya kehausan. Aku punya isotonic untukmu”

“Chanyeol oppa, aku bisa menghapus keringatmu”

“Chanyeol oppa, aku bisa membawakan barang-barangmu”

“Chanyeol oppa, aku bisa membersihkan sepatumu”

“Chanyeol oppa…”

“Chanyeol oppa…”

“Chanyeol oppa…”

“Chanyeol oppa…”

 

Chanyeol merasa kepalanya mau meledak, sungguh.

Kerumunan yeoja yang ada di hadapannya ini terlalu banyak yang berbicara kepadanya.

Entah sampai kapan kehidupannya terus seperti ini.

Ia tidak tahu.

“Permisi, Chanyeol akan bingung kalau kalian mendesaknya seperti itu” seorang yeoja berwajah blasteran dan berambut pirang muncul dari dalam ruangan guru.

“Jangan ribut di depan ruangan guru. Kalian mengerti?” ucapan yeoja itu sukses membuat kerumunan yeoja yang bersama Chanyeol itu bubar dengan bersungut-sungut.

“Syukurlah kau datang, Wendy” Chanyeol sedikit tersenyum kepada Wendy yang langsung tersipu.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin melakukan apa yang ku bisa sebagai pacarmu” Wendy sedikit menunduk.

“Tidak perlu berkata seperti itu, bukan berarti kau yang harus terus membantuku”

“Aku ingin semakin mengenalmu” ucap Wendy sedikit malu.

“Kita ke kelas bersama?” ajakan Chanyeol langsung disetujui Wendy dengan sebuah anggukan.

Mereka berdua pun berjalan menuju kelas sambil berpegangan tangan.

 

^^^^^^^^^^^^^

 

“Yoo, kau harus ikut bibimu ke Seoul mulai besok” ucap seorang wanita parubaya yang sedang memotong kubis , apa yang diucapkan wanita itu membuat seorang gadis yang berusia sekitar 17 tahun terbaruk.

“Ibu?!” yeoja yang bernama Yoo itu Nampak tidak percaya dengan apa yang dikatakan ibunya sendiri.

“Kau harus mengubah nasib keluarga kita dengan bersekolah di Seoul. Jika kau bersekolah di kampung seperti ini, mau kapan kau bisa maju?”

“Tapi, ibu…”

“Tidak ada protes atau semacamnya, bibimu juga sangat kesepian di Seoul sendirian”

“Lalu ibu? Apa ibu juga mau sendirian disini? Lalu siapa yang akan menangkap gurita dan cumi-cumi bersama ibu?” Yoo berdiri dan melipat kedua tangannya di dada.

“Ibu sendiri, bersama dengan nenekmu”

“Nenek? Nenek sudah tidak kuat untuk menyelam ke dasar laut. Palingan juga nenek bisanya menangkap ikan kecil saat laut surut”

“Kau tetap harus pergi Yoo, ini keinginan ayahmu sebelum dia pergi” nada bicara ibu Yoo melemah.
Yoo hanya bisa terpaku mendengar apa yang barusan ibunya katakan.

“Baiklah, tapi ibu harus janji” Yoo langsung duduk di samping ibunya.

“Janji?”

“Ibu akan baik-baik saja disini bersama nenek”

“Ibu janji”

“Sungguh?” Yoo memegang jari kelingking ibunya kemudian ditautkan dengan jari kelingkingnya.

“Tetap pegang janji ini ibu, sampai aku sukses di Seoul”

 

“Iya”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Jam menunjukan pukul 11 malam.

Chanyeol masih berkutat dengan berkas-berkas perusahaan yang ada dihadapannya. Menjadi pewaris tunggal di usia mudanya ini memang sangat berat.

Tapi mau bagaimana lagi?

Inilah impian ayahnya.

Dan Chanyeol sangat menyayangi ayahnya.

Perhatian Chanyeol terhenti kepada berkas-berkas yang sedang dikerjakannya, matanya menatap sendu sebuah bingkai duduk yang ada sebuah foto, seorang anak laki-laki bersama anak perempuan yang berumur sama dengannya.

Mereka berdua tersenyum manis.

Semua pasti sudah tahu kalau anak laki-laki itu adalah Chanyeol.

Tapi, yang membuat Chanyeol menatap sendu foto itu adalah yeoja yang bersama dirnya itu.
Senyum yang diperlihatkan yeoja itu sangatlah manis.

Chanyeol menghentikan kegiatannya, fokusnya teralihkan ke yeoja yang ada dalam foto itu.

“Entah kenapa kau selalu saja bisa menarik perhatianku”

“Tapi mengapa kau pergi begitu cepat?”

“Apa salahku padamu, sehingga kau meninggalkanku begitu saja?”

“Yeon Ju, sampai saat ini aku masih mencintaimu”

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

Yoo merasa tubuhnya lemas seketika, suhu di Seoul ternyata lebih dingin daripada kampung halamannya di Chaewon.

Dan itu membuat Yoo ingin segera mendapatkan cokelat panas di café yang berada tidak jauh dari halte bus.

“Hei, Yoo kau mau kemana? Kita harus cepat sampai rumah, banyak pekerjaan yang harus bibi selesaikan sepulang rumah nanti” apa yang diucapkan oleh bibinya menghentikan langkah cepat Yoo ke café itu.

“Bibi, hanya sebentar saja. Aku ingin meminum segelas cokelat panas” mohon Yoo sedangkan bibinya hanya menggelengkan kepala.

“Baiklah, beli juga untuk bibi” Yoo mengangguk mengerti, kemudian segera berlari cepat menuju café tersebut.

“Hangatnya” kata itu keluar saja dari mulut Yoo saat memasuki café tersebut.

“Aku mau dua cup cokelat panas, di kemas ya” ucap Yoo ramah kepada sang pelayan.

“Baik nona, silahkan menunggu dulu” Yoo segera berbalik kemudian duduk di di tempat tunggu yang ada di sebelah pintu café itu.

“Café ini sepi sekali, apa karena lokasinya kurang strategis ya?” ucap Yoo pada dirinya sendiri, sambil melihat ke sekeliling café tanpa sadar seorang namja telah masuk ke dalam café tersebut.

“Aku pesan mocca late satu” suara berat dari namja itu menyadarkan Yoo sehingga Ia segera melihat ke sumber suara tersebut.

“Ada juga orang yang datang” gumam Yoo sambil melihat namja itu. Yoo tidak dapat melihat wajahnya karena namja itu membelakangi dirinya.

“Dua cup cokelat panas, sudah selesai” ucap sang pelayan kasir sambil menaruh sebuah kantong karton berisi dua cup cokelat panas di dalamnya di atas meja.

“Ah, terima kasih” Yoo segera bangun dan menuju ke meja tersebut dan mengambil kantong tersebut dan dengan segera berjalan keluar café.

“Tunggu nona, anda belum membayar” suara dari sang pelayan menghentikan langkah Yoo. Yoo segera menundukan kepalanya malu.

Bagaimana Ia bisa lupa untuk membayar?

“Berapa semuanya?” Tanya Yoo kepada sang pelayan tersebut.

“8000 won, nona” Yoo segera membuka tas selempang kecil miliknya.

“Ini, terima kasih” Yoo menunduk hormat kemudian segera berbalik jalan ke luar café.

Namun sebelum itu, suara seorang namja menghentikannya.

 

“Yeon Ju?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Aku mau es loli ibu, aku mau es loli” rengek seorang anak kecil lelaki sambil menarik-narik sweater ibunya.

“Tidak bisa Chanyeol, ini masih musim dingin” sang ibu hanya mendesah berat.

Kalau anaknya ini menginginkan sesuatu berarti sudalah, tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata lagi.

“Tapi aku mau makan es loli” rengekan Chanyeol kecil mulai menjadi-jadi.

“Nanti kau bisa kena flu”

“Aku mau es loli, aku tidak akan kena flu i…”

“KALAU KAU KENA FLU BAGAIMANA?!”

Tangan Chanyeol kecil yang memegang bawahan sweater ibunya itu pun perlahan terlepas, Chanyeol kecil menunduk diam.

“Padahal aku hanya mau es loli” suara Chanyeol kecil terdengar serak, Ia segera berlari meninggalkan ibunya yang memanggil namanya.

“Padahal aku hanya mau es loli, kenapa ibu sampai berteriak seperti itu?”

“Apakah salah jika aku ingin makan es loli di musim dingin?”

“Kenapa turun salju, sih?!” Chanyeol kecil terlihat kesal ketika butiran-butiran salju mulai turun, hujan salju sudah datang.

Dan

Yang paling membuat Chanyeol kecil menyesal adalah,

Ia lupa membawa payung.

“Dinginnya” Chanyeol kecil menggigil kedinginan sambil memeluk badannya sendiri, Ia berlari menuju emperan toko terdekat.

“Aku harus cepat pulang” Chanyeol kecil makin menggigil, hujan salju main tambah lebat.

“Dingin sekali, aku butuh sebuah mantel penghangat”

 

BUGGG

 

Chanyeol merasakan sesuatu menimpa bahunya, segera saja Ia melihat benda apakah yang mengenainya itu.

Sebuah mantel penghangat.

Tapi darimana?

“Pakailah” sebuah suara membuat Chanyeol segera mencari sumber suara tersebut,

“Disini” Chanyeol berhasil menemukan sumber suara tersebut, seorang gadis kecil tersenyum kepadanya.

Dan Chanyeol tahu, bahwa toko kecil disebelah toko tempat Ia bertedu itu terbuka dan lampunya menyala, rupanya gadis itu berasal dari sana.

“Masuklah, kau butuh segelas coklat panas” gadis itu menggerakan tangannya memanggil Chanyeol untuk masuk ke dalam.

Chanyeol kecil hanya mengangakan mulutnya, dalam pikirannya hanya satu.

Gadis itu sangat baik.

“Kenapa kau masih seperti itu, bisa-bisa kau jadi patung es nanti” tanpa disadari Chanyeol gadis itu sudah menggenggam tangannya dan menuntunnya untuk masuk di dalam toko yang merupakan rumah bagi gadis itu.
Chanyeol merasakan kehangatan sama seperti kehangatan saat Ia menggenggam tangan ibunya.

Tangan gadis ini sangat hangat.

“Oh iya, namamu siapa?” Tanya gadis itu kepada Chanyeol namun pandangannya masih ke depan.
“Chanyeol”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Yeon Ju?”

Langkah Yoo terhenti seketika ketika hampir memegang gagang pintu café.

“Bagaimana mungkin orang itu tahu namaku?” Yoo sedikit menggelengkan kepalanya karena heran. Ia segera berbalik untuk melihat siapa namja yang memanggilnya ini.

“Yeon Ju?” dengan jelas Yoo dapat melihat namja yang tengah menatapnya ini, wajahnya menggambarkan kerinduan yang sangat luar biasa.

“Iya?” Yoo yang tidak tahu apa-apa dikagetkan dengan pelukan erat dari namja itu.

“Hei! Kenapa kau memelukku?!” Yoo langsung kaget dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepas pelukan namja tersebut.

“Kau siapa?” Tanya Yoo ketika Ia berhasil melepaskan pelukan namja tersebut.

“Yeon Ju, kau Yeon Ju kan?” Tanya namja itu, Yoo hanya mentautkan kedua alisnya bingung.

“Iya, memangnya kenapa?” Yoo tampak sedikit kesal, namja ini tidak pernah dikenalnya tapi langsung saja berlagak mengenalnya.

“Kau tidak mengetahuiku? Aku Chanyeol!” Yoo mengangakan mulutnya sendiri.

“Siapa?” Yoo tampak bingung.

“Aku Park Chanyeol, Chanyeol teman masa kecilmu” Chanyeol langsung memegang kedua bahu Yoo.

“Aku tidak mengenalmu, maafkan aku” Yoo segera menepis tangan Chanyeol dan berniat berjalan keluar café.

“Aku Chanyeol , apa kau tidak menge-“ belum sempat selesai berkata,seorang wanita parubaya masuk dengan cepat ke dalam café.

“Chanyeol kau sudah besar” ucap wanita parubaya tersebut sambil memeluk Chanyeol dengan segera.

“Bibi? Apa bibi mengenalnya?” Tanya Yoo heran kepada wanita parubaya yang ternyata adalah bibinya.

“Kita akan tinggal dirumahnya selama 6 bulan, Yoo” Yoo hanya membulatkan matanya sambil menganga melihat Chanyeol yang menatapnyadengan tatapan yang sangat sulit diartikan oleh Yoo.

“Bibi, apa dia Yeon Ju?” Tanya Chanyeol kepada bibi Yoo yang berada di hadapannya.

“Kau akan tahu ceritanya nanti Chanyeol”

“Apa dia Yeon Ju?” Tanya Chanyeol lagi,

Bibi Yoo hanya menunduk, “Yeon Ju sudah meninggal, kau sudah tahu kan?”

“Dia bukan Yeon Ju”

Sementara Yoo tambah kebingungan melihat Chanyeol dan bibinya sendiri.

“Apa yang mereka maksud?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

JJJJAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH!!!!!!!!!! Akhirnya selesai juga ff bercast Chanyeol yang paling pertama kali aku buat, kalau oneshoot sih udah dua yang castnya Chanyeol kalau yang chaptered seperti ini baru pertama kali.

Yaa maklumlah, di EXO kan aku nggak terlalu suka Chanyeol. Tapi ya begitulah, aku jadi kepengen buat ffnya setelah dengar lagu Apink yang judulnya sama dengan ff ini lohhhh ^_^

Siapa yang senang sama ChanJi? Hayooo yang penggemar couple Chanyeol Eunji itu sama dengan aku looohhhh ^_^

(SIh authorlagi bingung mau ngomong apa -_- )

Terima kasih telah membaca,

Mohon maaf Jika ada kesalahan,

Advertisements

8 thoughts on “Attracted to You

  1. sempet ngira yoo itu yeo ju beneran, ternyata bukan ya? terus kenapa chanyeol ngira yeo ju itu yoo? emng mukanya mirip?
    aku ijin baca ya 🙂
    oh iya kenalin sebut saja saya neechan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s