Her Tone

her tone by 18hee

-Her Tone-

OC’s Lucia / Park Chanyeol

Drabble / AU / Childood / Comedy / Family / G

a present by l18hee (@l18hee)

I own the plot and OC

Chanyeol yang marah, kenapa Lucia yang membentak?

 

“Kakak punya uang berapa?”

Chanyeol menolehkan kepala, memandang si pemilik suara. Matanya tiba-tiba memincing curiga, “Memangnya kenapa?” Tepat saat ia mengantupkan bibir, maniknya tertumbuk pada dompet yang tergeletak di samping adiknya.

“Kamu lihat dompetku ya?!” suara bocah yang bahkan belum genap berumur sembilan tahun itu mendadak tinggi. Tentu saja Lucia langsung bungkam. Tidak berani menjawab dengan nada mengejek seperti yang telah ia rencanakan.

“Sudah aku bilang jangan pernah senuh dompetku!” Chanyeol mengerucutkan bibir kesal. Dia benar-benar kesal karena kelancangan gadis berumur dua tahun di bawahnya itu. Dompet berisi tabungan yang akan ia tukar dengan topi baru dibuka begitu saja.  Pokoknya isi dompet itu rahasia menurut Chanyeol!

“Aku cuma liat kok. Ada beberapa won yang kakak sembunyikan di-”

“Sudah diam!” bentakan Chanyeol membuat Lucia sedikit berjingkat. Lucia tahu, kakaknya benar-benar marah kali ini. Kakaknya yang biasa berkata: ‘Tidak apa-apa, jangan dipikirkan’, sedang berubah seram. Dengan mata memerah ia menunduk dan meringkukan tubuh di kasur sang kakak. Semnatar Chanyeol sendiri memilih diam dengan wajah merah karena marah seraya menekuni kembali buku pelajarannya.

Kesunyian menyapa beberapa saat sampai akhirnya Chanyeol menggoyang-goyangkan tubuh si adik cepat, “Hei, bangun! Jangan tidur di sini!”

Lucia diam, sepertinya tertidur.

“Hei! Bangun, cepat! Tidur di kasurmu sana!” berkat goyangan lebih cepat yang Chanyeol lakukan pada bahu Lucia, gadis ini berangsur membuka mata.

“Sana! Tidur di kasurmu sendiri!”

Lucia terduduk dan menatap Chanyeol marah, “Iya! Aku memang mau tidur di kasurku sendiri!” Dengan bibir mengerucut dan mata merah, Lucia beranjak dan melemparkan bantal milik Chanyeol ke lantai, “Kakak jelek!”

“Kamu yang jelek!”

Setelah mengembus napas kasar, Chanyeol beralih ke bukunya. Besok ada tes sejarah, Chanyeol tidak mau mendapat nilai merah lagi seperti minggu lalu saat tes matematika. Dia menyalin beberapa hal penting dari buku catatan dengan mata yang lama kelamaan mulai sayu.

“Kakak!”

Panggilan itu berhasil menarik Chanyeol sepenuhnya sadar kembali, “Apa sih? Kamu nggak lihat aku sedang belajar?” Bukannya menjawab, Lucia justru mengulurkan tangan, menunjukkan gestur meminta sesuatu, “Pinjam pensil!” Nadanya seperti memerintah.

“Aku cuma punya satu. Sedang kupakai,” Chanyeol masih membutuhkan pensil untuk mencatat beberapa hal penting yang bisa ia baca lagi sebelum tes dimulai.

“Ya sudah!” dengan nada yang sama seperti sebelumnya, Lucia berbalik pergi. Enthlah, mungkin kembali menekuni gambar peta setengah jadi miliknya. Chanyeol tak habis pikir, kenapa Lucia baru mengerjakannya sekarang sedang tugas menggambar peta sederhana dikumpulkan esok hari.

Untuk beberapa saat Chnayeol memilih kembali membuat catatan kecil. Tapi ada yang mengganjal di hatinya. Dia merasa resah tiba-tiba. Berdampak pada beberapa kata yang harus ia hapus karena kesalahan eja.

“Benar-benar deh,” dia bangkit. Berjalan pelan dengan raut wajah kesal. Menghampiri Lucia yang sedang meratapi gambar peta tak sempurna.

“Nih, pakai saja,” dan pensil yang Chanyeol bawa kini berpindah ke hadapan sang adik yang menengadah heran. Hanya beberapa saat Lucia memasang tampang heran, karena sekon selanjutnya ia memasang tampang kesal dan meraih pensil, “Terima kasih!”

Tanpa memedulikan nada yang bahkan tak cocok digunakan pada kata ‘Terima kasih’, Chanyeol berbalik pergi. Kembali ke meja belajarnya.

Hah. Dia akan membaca ulang buku catatan kali ini. Tidak apa dia tak menulis ringkasan, dari pada Lucia mendapat peringatan di sekolah.

Chanyeol hanya bisa berdoa, semoga nilainya tidak merah untuk tes besok.

.

.

.

fin!

Hai, Nida di sini :3

Akhirnya adek-kakak Park balik juga. Yah… walau dalam bentuk drabble gaje wkwk Sadar nggak sadar, kalian, kakak-kakak sekalian sering loh kek Chanyeol :3

Advertisements

10 thoughts on “Her Tone

  1. kereeeen, marah tapi diem2 peduli jugaaa :p emang dasarnya kamu baik ya yeoliee ^^
    di tunggu lanjutanya authooor!!
    tetap semangat menulis ya kak! 😀

  2. Si lucia ngeselin. kalo aku jadi kakaknya mungkin aku bakalan beranten terus ama dia. beruntunglah punya kakak chanyeol…. ( plak.. )

    Yah… Gaje deh… ok thor ini bagus kok… ditunggu karya selanjutnya ya… Keep Writing

    1. hahaha namanya juga anak-anak kebanyakan ngeselin haha
      iya chan soalnya sayang banget sih ya sama lucia wkwk
      makasih yaa btw panggil nida aja (aku garis 97) kalok thor berasa cowok keker yang biasa bawa palu -__-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s