Come Into U

25 poster nean

.

Come Into U

ficlet // general // hurt-life // Park Chanyeol (EXO), Park Jinah (OC)

→ thanks for this cute poster, Kimiham ←

.

anneandreas

.

.

Disclaimer:

FF ini dibuat hanya untuk kesenangan pembaca,

tidak digunakan untuk mengambil keuntungan pribadi.

Cast idol milik agensi bukan milik author.

Selamat membaca.

…………..

…………..

Sudah satu minggu berlalu namun belum ada yang berubah.

Aku, atau tepatnya jiwaku, tetap mengawang ditempat ini.

Di antara hidup dan mati.

…………..

Hanya dapat memperhatikan tubuhku yang terbaring koma di atas bangsal rumah sakit dengan semua selang  yang menghubungkan ragaku pada mesin-mesin penunjang kehidupan di sekelilingku.

Bukannya aku belum rela untuk meninggalkan dunia ini, bukan.

Namun bagaimana aku bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang bila laki-laki itu, Park Chanyeol, terus duduk di sana, menggenggam jemariku dan menatap ragaku dengan begitu nanar?

…………..

Aku mengalihkan pandanganku pada jam dinding di kamar tempat ragaku dirawat. Jarum jam dinding itu terus berdetik, seirama dengan bunyi mesin elektrokardiogram yang menggambarkan keadaan detak jantungku. Bila sesungguhnya dapat kukatakan, itu bukan benar-benar detak jantungku. Hey, bila itu benar-benar detak jantungku maka mengapa aku sekarang mengawang di sini tanpa raga?

…………..

Lamunanku terhenti dan aku tersentak ketika sesosok malaikat tiba-tiba sudah berdiri di hadapanku.

Waktuku sudah habis.

Sudah waktunya aku untuk pergi.

Aku patuh, tentu saja.

Namun sebelum meninggalkan dunia ini, untuk terakhir kalinya aku menatap Park Chanyeol, berharap laki-laki itu akan melanjutkan hidupnya dengan baik karena aku selalu menyayanginya.

…………..

Selanjutnya tanpa menoleh lagi kebelakang, aku mengikuti malaikat itu pergi, diiringi dengan bunyi monoton panjang  yang  keluar dari mesin elektrokardiogram yang terhubung ke ragaku.

…………..

***

…………..

Lagi.

Akhirnya aku kembali ke tempat ini lagi.

Sebuah rumah sederhana, tempat yang dapat menceritakan begitu banyak kenangan antara diriku dan Park Chanyeol.

…………..

Sebelumnya terimakasih pada malaikat baik hati yang telah mengijinkan aku kembali ke dunia ini, bukan kembali sebagai manusia tentu saja. Dan jika kau bertanya kepadaku apakah aku menyesal datang kembali, aku akan menjawab jelas aku menyesal karena ternyata aku kembali ke sini hanya untuk melihat laki-laki ini semakin terpuruk dalam kesedihannya.

…………..

Lihat saja baju merah yang ia kenakan, begitu lusuh.

Seperti tidak mandi selama satu windu rasanya.

Apakah ia sudah makan?

Apakah ia dapat tidur dengan baik?

…………..

Ia hanya duduk bersandar di dinding  yang dingin dengan tatapan kosong.

Ayolah, Park Chanyeol, sudah empat hari sejak hari pemakamanku.

Sudah waktunya kau untuk bangun dan melanjutkan hidupmu.

Tidak ada gunanya kau terus seperti itu.

…………..

Ingin rasanya aku menghampirinya dan memukul kepalanya keras-keras.

Menyadarkannya bahwa ia harus melanjutkan hidupnya walau tanpa aku di sampingnya.

Namun tentu saja hal itu tidak dapat kulakukan.

Aku tidak dapat menyentuh benda-benda di dunia.

…………..

Namun pikiranku tidak menyerah begitu saja, aku harus mencari cara. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, melihat sesuatu yang kiranya bisa kupakai untuk menyampaikan pesanku padanya. Mungkin bila aku bisa melemparkan vas bunga besar itu kelantai, ia akan sadar bahwa aku ada di sini, melihat dirinya yang tampak lebih mengerikan dari mayat hidup.

…………..

Oh. Oh. Dia bergerak. Lihat! Dia bergerak.

…………..

Dia bergerak ke meja di sudut ruangan, tangannya menggapai sebuah frame yang membingkai kenangan indah kami dalam bentuk foto, lalu mendekap frame itu di dadanya.

“Jin Ah ~ya, Park Jin Ah..”

…………..

Mengapa laki-laki bodoh itu bahkan harus menyebut namaku dengan begitu lirih?

Demi apapun juga!

Aku merasa tidak sanggup meninggalkannya, meninggalkan dunia ini tepatnya, jika ia terus seperti itu.

…………..

Oh. Dia bergerak lagi.

Kali ini ia mengarah ke pintu.

Ia membuka pintu itu dan berjalan keluar.

Baiklah.

Itu bagus baginya untuk menghirup udara luar.

Tapi sepertinya kau butuh alas kaki jika kau ingin keluar di tengah malam seperti ini, Park Chanyeol!

…………..

Aku berjalan di belakangnya, namun pandanganku tidak pernah lepas dari laki-laki yang terus berjalan dengan menunduk sambil mendekap erat frame foto kami di dadanya.

Kemana sebenarnya tujuannya?

Ia tidak akan pergi ke makamku saat ini, bukan?

Aku akan menobatkanmu menjadi laki-laki terbodoh di dunia jika kau melakukan hal itu Park Chanyeol!

…………..

Aku berkutat dengan omelanku sendiri sampai akhirnya aku melihat sebuah cahaya menyilaukan datang dari balik tikungan.  Sebuah mobil truk yang melaju dengan kecepatan tinggi tepat ke arah Chanyeol yang masih berjalan dalam lamunan.

…………..

“Park Chanyeol! Chanyeol oppa!”

Tentu saja sia-sia aku menjerit seperti itu, manusia tidak mungkin bisa mendengar suaraku.

…………..

Aku menoleh ke segala arah berharap bisa menemukan pertolongan untuk Chanyeol dan hanya mampu berteriak dalam kebisuan saat mobil truk itu menghantam kuat tubuh Chanyeol.

…………..

Waktu terasa berhenti ketika sudut mataku melihatnya tergeletak penuh darah di atas aspal yang dingin. Tangannya tak lagi mendekap frame foto kami, melainkan sudah terkulai lemah di sisi tubuhnya. Kemudian manusia banyak berdatangan mengerubungi mobil truk dan juga Chanyeol. Sebagian dari mereka menutup mulutnya karena tidak kuat melihat tubuh Chanyeol yang mungkin tampak mengenaskan. Sebagian lagi mengambil handphonenya dan melakukan panggilan telepon, entah untuk ambulance ataupun kantor polisi. Namun, untuk siapa pun panggilan telepon itu dituju, mungkin sudah terlambat.

…………..

Aku mundur beberapa langkah dan menangis.

Jika saja kau percaya hantu bisa menangis.

Aku menangkupkan kedua tangan menutupi wajahku, guna menahan isakanku.

Namun tiba-tiba sebuah kehangatan menyelimuti tubuhku, dan menepuk-nepuk bahuku.

…………..

Aku melihat Park Chanyeol dengan baju serba putih ada di depanku, tepat di hadapanku, memeluk dan menepuk-nepuk bahuku.

Ia tersenyum hangat sambil menatap mataku.

Ia terlihat begitu nyata walaupun tanpa raga.

…………..

“Babo ~ya..” ucapku lirih

Park Chanyeol hanya tersenyum sambil mengusap puncak kepalaku.

…………..

“Mengapa kau hanya membiarkan truk itu menabrakmu,  eoh?” tanyaku sedih bercampur kesal

Chanyeol mengangkat kedua bahunya.

“Bodoh. Kau sungguh bodoh. Kau seharusnya melanjutkan hidupmu.” lanjutku

…………..

“Bagaimana caraku bisa hidup tanpa melihatmu di sekitarku, Park Jin Ah?”

Chanyeol akhirnya mengeluarkan suaranya.

…………..

“Seharusnya kaubisa..” jawabku sambil tertunduk

“Jin Ah ~ya. Aku oppamu, dan hanya kau satu-satunya keluarga yang kumiliki di dunia ini. Jika kau sudah meninggalkan dunia ini seperti kedua orang tua kita, untuk apa lagi aku hidup?” tutur Chanyeol

…………..

Aku terdiam mendengar penjelasannya.

“Lebih baik seperti ini Jin Ah ~ya. Aku lebih senang bisa terus ada di dekatmu. Seperti ini.” lanjutnya

…………..

Aku mengangkat wajahku dan menatapnya.

Menangkap ketulusan dari suara dan sorot matanya.

Mungkin akan terdengar menyedihkan bagi manusia ketika seorang laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk setelah seminggu sebelumnya sang adik meninggal dunia karena mengalami hal yang serupa. Namun kupikir Chanyeol tak akan peduli dengan pikiran manusia.

…………..

Aku tersenyum dan menahan tawa saat Park Chanyeol  tersentak ketika sesosok malaikat tiba-tiba ada di depannya. Menjemputnya. Dan juga menjemputku lagi, mungkin.

…………..

Ia menggenggam tanganku dan kami mengikuti malaikat yang akan membawa kami ke dunia yang masih menjadi misteri bagi kami dan manusia di bumi ini.

…………..

~~ The End ~~………….

Advertisements

5 thoughts on “Come Into U

  1. keren thor. agak merinding gitu bacanyaa.
    maklum aja thor, aku penakut. jadi baca cerita arwah gitu takuut. wkwkwk
    cerita asik, iya sedih jugaa, ringan dan alur nya ngikut banget deh ^^ sukses terus buat nulis nya ya thor. Hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s