[Drabble] Promise

[Drabble] Promise

Title : [Drabble] Promise

Author : kusumaningpark

Genre :sad, hurt

Rating : PG 15

Cast :

 Park Chanyeol

 Oh Ji Han

 Oh Sehun

 Other

Leght : Drabble

Disclaimer : Drabble ini murni khayalan dan imajinasi otak saya. Tak ada unsur plagiat.

A/N : saya mencoba mengembangkan imajinasi saya lewat drabble ini setelah menonton video Chanyeol oppa yang nangis haru di Exo’luxion saat lagu promise jadi drabble ini terinspirasi dari lagu tersebut. Jika ada terjemah dari lirik Promise disini itu memang saya ambil dari lirik lagu promise. Saya ucapkan terima kasih untuk readers yang udah baca Drabble saya, saya ucapkan terima kasih.

Visit my blog : https://kusumaningpark99.wordpress.com

Don’t be a plagiator

~happy reading

#flashback

Chanyeol POV

“oppa aku pasti akan kembali, jadi oppa jangan terus bersedih seperti itu dong. Oppa jadi semakin jelek.” ia mencoba menyemangatiku. Aku menjadi lelaki yang cengeng di dunia.aku menangis saat ia bilang ia akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya. Tapi bukan itu yang aku tangisi, aku malah mendukung keputusannya untuk melanjutkan kuliahnya disana. Tapi ada perasaan yang sedikit mengganjal di hatiku. Entah aku tak tahu sebenarnya apa yang akan terjadi.intinya hatiku tak rela saat ia meminta izinku untuk pergi kesana.

“kau masih bisa menghiburku disaat seperti ini. Apa kau disana tak akan merindukan lelaki tampan ini?” ucapku dengan kata-kata gurauan sambil sedikit memaksakan senyum.

“Pd-sekali kau oppa. Kenapa aku harus merindukan lelaki yang ngakunya tampan padahal jelek dan cengeng ini.” ia bersedekap dada.kami sedang duduk di sebuah taman saat ia mengajakku untuk bertemu disini. Untuk mengatakan bahwa ia akan meninggalkan Korea untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika.

“baiklah aku tidak akan sedih lagi. tapi kau harus janji kalau kau akan kembali ke Korea saat sudah lulus nanti. Janji..!” aku mengacungkan jari kelingkingku padanya. Ia memandang jariku lalu mengaitkan jariku dengan jarinya.

“yaksohalgae…” ucapnya meyakinkan. Aku tersenyum melihatnya. Kurengkuh tubuhnya kedalam pelukanku lalu kucium keningnya dengan sayang.

Aku begitu menyayanginya. ia adalah orang yang paling berharga dalam hidupku. Kami adalah sepasang kekasih yang baru saja lulus dari SMA.aku mengizinkan dia untuk pergi kesana, tapi hatiku menahannya.

Kurengkuh wajahnya dan saat itu aku melihat hidungnya mengeluarkan darah. Aku panik di buatnya. wajahnyapun terlihat lebih pucat dari biasanya.

“chagiya hidungmu berdarah. Kau kenapa?” tanyaku khawatir. Ia mengusap darah pada hidungnya. Tak ada raut panik dari wajahnya. Apa yang sebenarnya terjadi?.

“nan gwenchana oppa. Aku hanya kelelahan mempersiapkan keberangkatanku. oppakan tahu kalau aku kelelahan selalu begini.” dia meyakinkanku dengan ucapannya dan wajahnya. Tapi seperti ada yang mengganjal dari ini semua.

“baiklah aku percaya padamu. tapi kau harus ke rumah sakit sekarang juga.” aku menarik lengannya untuk mengantarnya ke rumah sakit. Aku takut terjadi apa-apa pada Ji Han.

“nan gwenchana oppa. Aku benar-benar baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir seperti itu. Lebih baik kau antar aku pulang saja.” ia masih mengelak dengan itu semua. Aku hanya menurutinya. aku benar-benar merasa khawatir pada Ji Han. Ia tidak seperti biasanya yang selau menampakkan wajah ceria dan senyum cerianya. Yang terjadi sekarang adalah wajahnya pucat dan terasa dingin saat aku menyentuh wajahnya.

“baiklah..ayo kuantar kau pulang. Tapi kau harus janji langsung beristirahat saat tiba dirumah.” aku menasehatinya. Aku tak mau terjadi hal yang serius pada Ji Han.

Skip rumah Ji Han –>

Aku dan Ji Han sudah sampai di rumahnya. Aku membukakan pintu untuknya dan membantunya berjalan. Ia terlihat sangat pucat dan lemas.

Kutekan bell pada pintu Ji Han dan tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan wajah Sehun, adik Ji Han.

“Hyung, Noona wae geurae?” tnya Sehun saat melihat keadaan JiHan. aku melihat wajah khawatir Sehun, ia memang sangat menyayangi noonanya.

“tadi saat di taman ia mimisan dan pucat. Tapi ia tak mau ku antar ke rumah sakit.” ucapku dengan nada khawatir. Lalu Sehun membantuku memapah Ji Han ke kamarnya.

“Chanyeol-a wae gaurae?” tanya seorang dari dalam dan ku yakini itu adalah ibu Ji Han. Ia nampak khawatir dengan keadaan Ji Han sekarang ini.

“noona mimisan eomma.” jawab Sehun.

“oppa pulanglah aku mau istirahat.” lalu Ji Han berjalan kearah eommanya dan meninggalkanku tanpa memandangku.

“sudahlah Chanyeol-ah Ji Han pasti akan baik-baik saja. Mungkin ia kelelahan, biarkan dia istirahat dulu.” ucap ibu Ji Han. Aku mengangguk dan berjalan keluar dari rumah Ji Han saat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s