Comeback to me (chapter 6)

Featured image

Tittle : comeback to me

Author : Erlina Park (@erlinabatari)

Length : Chapter

Main cast  : Park Chanyeol (EXO) || Kim Minjung (OC)

Add cast : Kim JoonMyeon (EXO) || Byun Baekhyun (EXO) || Oh Sehun aka Kim Sehun (EXO) || Park Chorong (A-pink)

Genre : Romance, Sad, Hurt/Comfort, Married-life, Family

Rating : PG 15+

Disclaimer : EXO milik orang tua nya, saya hanya meminjam Nama nya saja. Kim Minjung itu juga bukan punya saya, saya hanya memakainya dalam ff yang saya buat. Maaf jika ada kesamaan tokoh yang saya buat. Maaf juga banyak typo yang saya tebar.

Credit >> PosterBySifixo@PosterChanel

2009#

Seorang wanita setengah abad sedang berjuang dari masa kritisnya. Penyakit jantung stadium akhir yang dideritanya sudah tidak dapat ditahan karena sakit yang begitu dalam dibagian jantungnya.

Oh Jueun. Ibu dari Kim Minjung dan Kim Sehun. Tengah berjuang dengan selang yang ada dibagian dadanya juga dokter yang ada didalam ruangan operasi yang begitu tegang. Tuan Kim yang melihatnya dari atas hanya berharap lebih dari operasi yang sedang berlangsung sekarang. Kim Jisoo terus menggigit bagian kukunya, karena khawatir terhadap wanita yang begitu, ia cintai itu. Jisoo juga berdoa kepada penciptanya supaya isteri nya tetap hidup walau hanya 0,01% kemungkinan isterinya akan kembali bernafas.

Setelah cukup lama oprasi berlangsung. Suara dentingan elektrokardiogram membangunkan tidur Tuan Kim yang terlelap akibat lelah karena menunggu oprasi dari isterinya.

Tes.

Air mara Jisoo sudah tidak dapat dibendung lagi. Jisoo lantas menunduk tak percaya dengan suara yang ia dengar. Suara yang begitu ditakutinya berbunyi dan menandakan bahwa, isterinya tidak lagi memilki nyawa.

Padahal Jisoo ingin mengajak Jueun untuk melihat cucu pertama mereka. Dengan seperkian detik tangis Jisoo sudah berubah menjadi isakan yang cukup keras.

Merasa kecewa pada dirinya sendiri yang lebih memilih bekerja dari pada harus mengetahui penyakit istri nya sendiri.

Mungkin benar Bahwa penyesalan akan datang diakhir. Jisoo sangat menyesal dengan tingkah nya.

**

Ditempat lain.

Minjung tampak tengah berjuang dengan sekuat tenaga. Minjung berteriak dengan sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit yang berada dibawah tubuhnya. Untuk pertama kalinya Minjung melahirkan seorang anak. Yang ternyata begitu sakit. Pasalnya Minjung tidak ingin melahirkan dengan car oprasi sesar seperti orang kebanyakan. Kerana ia akan melahirkan anak pertama nya dengan cara manual.

Chanyeol yang berada disebelah, Minjung tidak luput dengan aksi kekasih nya itu. Minjung begitu kuat mencengkram baju dilengan kanan Chanyeol. Minjung juga sempat menggigit telapak tangan, Chanyeol. Ingin rasanya Chanyeol melepaskan tanganya dari cengkraman, Minjung. Tapi Chanyeol sadar bahwa rasa sakitnya tidak begitu parah dengan rasa sakit yang sedang Minjung rasakan. Akhirnya Chanyeol pasrah kepada tangan nya yang akan memar sesaat lagi.

Sekitar 45 menit akhir nya Minjung melahirkan seorang anak dengan jenis kelamin Lelaki. Membuat Chanyeol senang bukan main. Sungguh saat ini senyum, Chanyeol sangat mengembang dan juga sangat lega. Bayi nya selamat dan tidak ada cacat sedikit pun.

Nyonya Park yang menunggu diluar. Tidak kalah senang dengan Chanyeol. Nyonya Park sangat mengenunggu kehadiran cucu nya, walau diri nya tau bahwa anak yang dikandung Minjung adalah anak haram. Nyonya Park masuk kedalam ruangan persalinan, Minjung dengan senyum yang mengembang.

“Akhirnya aku memilikli cucu, terima kasih, Minjung-a” kata Nyonya Park dan mengecup puncak tubuh Minjung dengan senang.

Darr.

Pintu ruang persalinan terbuka dengan kasar. Yang memunculkan seorang pria setengah abad dengan wajah yang sangat merah. Jisoo berjalan kearah Minjung, menatap anak nya yang begitu cantik.

“Ayo kita pergi!” kata Jisoo.

Membuat semua orang yang ada diruangan itu cukup kaget. Termasuk dengan Minjung.

“Nyonya ini harus butu perawatan setelah melahirkan, Tuan” salah satu suster berkata dengan sangat sopan.

“Dia anak ku. Kau jangan ikut campur” Minjung yang melihat perubahan mimic wajah ayah nya. Hanya menurut dengan kata ayah nya.

“Tidak bisa, kami kharus melakukan perawatan terhadap anak, tuan paska melahirkan” sambung dokter yang menangani Minjung oprasi itu.

“Persetan! Kau bahkan bukan orang tua nya” pekik Jisoo tidak suka.

Sedangkan Chanyeol dan nyonya Park hanya melihat nya kaget. Bagaimana bisa seorang ayah menyuruh anak nya pergi saat baru saja melahirkan seorang anak.

“Jisoo, kau tidak boleh berbuat seperti itu! Anak mu masih merasakan sakit dibagian bawah tubuh nya!” akhir nya nyonya Park ikut bersuara dengan nada yang sedikit bergetar.

“Kau tidak perlu ikut campur nyonya. Aku tidak ingin membuat malu dengan melahirkan anak haram!”

Chanyeol tampak membelak kan mata nya, hampir saja ingin keluar. “Tapi maaf, kalau aku lancing. Tapi aku telah berjanji akan menikahi Munjung, disaat sakit nya sudah hilang, Tuan!” ucap Chanyeol tidak terima dengan tingkah yang dilakukan ayah Minjung itu.

Minjung yang melihat pun, ingin rasa nya menangis sambil memeluk tubuh kekar, kekasih nya. Tapi apa daya, ayah nya telah melarang nya.

“Kau tidak perlu mengharap kan sesuatu lebih dari ini! Karena aku tidak mungkin memberikan anak ku pada mu!” pekik Jisoo.

Chanyeol yang melihat nya pun tidak tega dan ingin mengejar Minjung dan membawa nya pergi bersama dengan anak nya, untuk hidup bahagia.

“Tolong rawat anak kita” Kata Minjung untuk terakhir kali dihadapan Chanyeol.

Jisoo sudah mendorong tempat tidur Minjung untuk keluar dari kamar persalinan dan membawa Minjung didalam mobil nya.

Chanyeol yang melihat itu hanya menatp punggung ayah Minjung yang semakin menjauh.

“Aku akan merawatnya” kata Chanyeol dan mengecup pipi seorang anak yang baru saja dilahirkan oleh kekasih nya.

End#

.

.

Minjung berjalan dimana ayah nya mendudukkan dirinya. Minjung akhirnya sampai disebelah ayah nya.

“Aku sungguh merindukan mu, Appa” kata Minjung dengan memeluk ayah nya dengan kasih sayang.

“Appa, juga merindukan mu sayang!” jawab Jisoo dengan sangat bergembira.

Minjung akhirnya melepaskan pelukan nya dan berbicara pada ayah nya “Appa?”

“Wae?”

“Untuk apa, Appa pulang begitu mendadak?” tanya Minjung memastikan.

“Ada yang harus, Appa urus. Dan, Appa ingin memberi mu sesuatu” seru Jisoo dan mengeluarkan selembar kertas yang sedikit terlihat lusuh.

Minjung menerima kertas itu dan membacanya dengan seksama.

“Jisoo? Apa kau bisa mengenali tulisan ini? Aku membuatnya sebelum aku benar-benar dijemput oleh Tuhan. Apa saat ini kau bahagia? Aku harap kau bahagia bersama dengan anak kita. Aku hanya ingin mengatakan jangan lah bekerja yang selalu kau pikirkan. Pikirkan lah istri juga anak mu. Jangan sampai kau mengabaikan anak kita. Jangan!

Aku mohon jagalah anak kita. Kim Minjung dan Kim Sehun, tapi aku lebih suka memanggilnya dengan marga ku Oh Sehun. Tolong rawat lah mereka berdua. Jangan sampai kau mengabaikan mereka seperti kau mengabaikan diriku.

Kim Minjung. Aku tau wanita muda itu terlalu rapuh. Tolong rawat dia, jangan buat kebahagian nya luntur. Karena dia akan menjadi seorang ibu bagi anak nya. Jangan buat nya putus harapan akibat anak yang dikandung adalah anak haram. Aku ingin melihatnya bahagia bersama Chanyeol, aku senang mereka ditakdirkan bersama. Aku harap mereka segera menikah, walau aku tahu aku tidak akan melihat cucu pertama ku. Mohon jaga dia, Jisoo.

Oh Sehun. Lelaki itu persis sekali dengan mu yang selalu membanggakan dirinya kepada semua orang. Tapi jangan sampai Sehun memilki sifat dan perilaku seperti mu. Ingat itu!

Jadi rawat lah mereka! Jangan buat kebahagian mereka hilang karena sifat keras kepala mu

Aku sayang pada mu Kim Jisoo.

Oh Jueun”

Tes.

Air mata nya seketika menetes dari awal ia membaca surat peninggalan mendiang ibu nya itu. Minjung sudah tidak dapat membohongi dirinya sendiri. Karena ia juga merindukan sosok ibu.

Isak tangis itu seketika keluar keras dari mulut Minjung. Minjung menyesali tidak dapat melihat penguburan ibu nya. Karena hanya berbeda jam ketika ibu nya meninggal ia juga melahirkan seseorang didunia.

“Maafkan, Appa baru sekarang memberitahu mu masalah ini. Maaf kan Appa, Minjung-a” Bodoh. Ya Jisoo menunjuk dirinya sendiri yang begitu bodoh. Membuat dua orang wanita yang ia cintai menderita kibat salah nya.

“Tak apa, aku bisa mengerti Appa” Minjung sedikit menghapus air mata yang mengalir deras membasahi pipi nya. “Aku saat ini telah menemukan seorang pengganti, eomma” senyum cerah terdapat dibibir kecil Minjung.

Jisoo mengkerutkan dahinya. “Maksud mu?”

“Seseorang yang telah meninggal pasti akan ada penggantinya. Seperti, eomma yang meinggalkan dunia ini dan Yun yang telah terlahir didunia menggantikan posisi, eomma” Minjung tersenyum kecut setelah berbicara seperti itu disebelah ayah nya.

“Appa, mengerti maksud ucapan mu, sayang” jawab Jisoo membelai rambut Minjung “Aku harap setelah ini kau akan mendapat kebahagian yang telah disampaikan oleh, eomma mu sayang”  Minjung tersenyum senang sekarang.

Minjung sangat tahu maksud dari ayah nya itu.

“Terima kasih Appa!” untuk kedua kali nya Minjung memeluk ayah nya dengan penuh kehangatan.

Tidak peduli dengan kedua orang yang sedang rebut bahkan sedang bercanda dihalaman depan nenek Hwang.

“Ya! Chinyul kau tidak boleh curang!” pekik nenek Hwang saat kalah bermain kartu bersama dengan Chanyeol.

“Astaga, sudah berapa kali aku memberitahu mu nama ku, nenek. Nama ku Park Chanyeol!” jawab Chanyeol dengan memajukan bibirnya.

“Tidak. Tidak, nama itu tidak bagus lebih bagus sekali jiga Chinyul. Hehehe” nenek Hwang terkekeh dengan ucapan nya sendiri. “Sekarang aku ingin menganti permainan ini. Kau selalu curang” lanjut nenek Hwang dengan memikirkan sesuatu diotaknya.

“Baiklah. Nenek ingin main apa lagi?” tanya Chanyeol.

“Kau menggendong ku sampai dapur. Saat ini aku sangat haus. Kajja” permintaan nenek Hwang membuat Chanyeol membuka mulutnya lebar. “Cepatlah Chin-“ nenek Hwang menghentikan ucapan nya saat mendengar suara masuk ke dalam telinga nya.

“Sedang apa kau kemari. Aku sudah menyuruh mun untuk pulang, Oppa!” marah Minjung pada Chanyeol.

“Tidak akan. Setelah itu kau kembali ke Seoul bersama dengan siapa? Lelaki lain? Tidak akan ku biarkan!” jawab Chanyeol tidak mau kalah.

“Kalau lelaki itu aku? Apa kau mengizinkan nya?” suara Jisoo tampak terdengar ditelinga Chanyeol. Yang membuat nya membungkuk hormat.

“Ahh..kalau Anda sungguh tidak apa” Chanyeol menjawab nya dengan gugup.

“Kembalilah nanti, setelah makan malam. Arra!” perintah Tuan Kim itu membuat Chanyeol tersenyum senang.

“Aku pulang!” saut seseorang dari balik pintu.

Membuat semua orang didalam nya tekejut bukan main. Sehun mengeluarkan suaranya dari luar yang begitu melengking ditelinga. Membuat nenek Hwang sebal karena nya.

“ya! Apa orang itu tidak memberitahu mu cara sopan santun, oh!” nenek Hwang berkata dengan menunjuk Jisoo yang berekpresi datar. “Aigoo..anak nakal” pekik nenek Hwang berjalan dengan sebal kearah dapur.

“Kenapa dengan, wanita tua itu?” kata Sehun datar. Seperti seorang yang tidak memiliki salah sedikit pun.

“Suara merdumu itu membuat nenek marah, Sehunnie” jawab Minjung dan pergi menyusul nenek Hwang didapur, untuk menyiapkan makan malam.

“Apa aku salah” gugam Sehun pada dirinya sendiri.

“Kau sangat salah!” jawab Chanyeol dengan ekspresi datar nya.

Sehun yang melihat, Chanyeol tidak percaya. “Bagaimana kau bisa disini? Dan sejak kapan berada disini? Untuk apa kau berada disini?” tanya Sehun bertubi-tubi pada Chanyeol.

“Setidak nya panggil aku hyung. Bodoh!” Jawab Chanyeol sebal. “Pertama. Aku kemari dengan mobilku. Kedua, sejak tadi siang. Ketiga, untuk mememani noona mu. Apa kau puas!” Chanyeol menjawab dengan menghitung dengan jarinya.

“Baiklah” ujar Sehun dan berjalan menuju kamarnya.

Sungguh tidak berperilaku dengan baik kepada kakak ipar nya sendiri. Mengakibatkan, Chanyeol mendengus sebal.

“Maafkan bocah itu, dia sering sekali seperti itu” kata Tuan Kim kepada Chanyeol. Dan melangkahkan kaki nya menuju kamar nya. Meninggalkan, Chanyeol sendiri.

**

Saat makan malam. Mereka berlima terdiam dan menikmati makanan nya masing-masing. Chanyeol duduk disebelah kiri Minjung. Dan Sehun tepat berada disebelah kanan nenek nya. Sehun yang begitu cerewet tentang hyung nya yang memiliki skertaris baru yang begitu menyebalkan Chorong noona selalu terlihat kesal ketika berada disebal, Joonmyeon hyung ujar Sehun, membuat Chanyeol tertawa. Sebab Chorong sendiri adalah kakak sepupu nya begitu mengenal Chanyeol.

Setelah makan malam. Chanyeol dan Minjung berpamitan untuk kembali ke Seoul.

“Aku pergi dulu, Appa, halmoni, Sehun. Annyeong” kata Minjung dengan melangkahkan kaki nya ke arah mobil Chanyeol. “Annyeong” Chanyeol melambaikan tangan nya dengan senyum yang ada dibibirnya.

“Hati-hati dijalan Chinyul!” pekik nenek Hwang yang begitu keras ditelinga mereka berempat.

**

Seoul 9.45 PM

Mereka telah tiba dipekarang rumah klasik Chanyeol. Minjung turun dari mobil Chanyeol, melangkahkan kaki nya kearah pintu utama. Tempat tujuan pertamnya adalah kamar tidur Yun.

Minjung begitu merindukan anak nya itu. Meskipun belum genap sehari Minjung dan Chanyeol meninggalkan anak nya. Tetapi rasa nya seperti beberapa hari.

Memasuki kamar anak nya yang sudah gelap. Minjung melangkahkan kaki nya ketempat tidur Yun. Membelai surai rambut anak nya dengan penuh kasih sayang.

Jangan buat nya putus harapan akibat anak yang dikandung adalah anak haram-

ucapan itu seketika melintasi pikiran Minjung yang kosong. Seketika Minjung mengeluarkan air dari matanya. Menangis ketika mengingat tulisan dari mendiam ibu nya. Rasa sedih yang begitu mendalam di dalam dirinya. Melihat seorang malaikat yang ternyata adalah anak haram yang dibuatnya oleh Chanyeol. Tanpa ada nya tali pernikahan.

“Mengapa aku terlalu bodoh!” suara Minjung yang dibarengi dengan isakan yang begitu pelan dan tidak dapat didengar oleh seseorang. “Seharusnya aku bisa melihatmu setelah aku menikah. Mengapa kau terlalu bodoh Kim Minjung” Seru Minjung dengan memukul kepalnya sendiri.

Merasa menjadi wanita bodoh diseluruh dunia ini. Marah. Sedih. Menyesal. Itu yang sedang Minjung rasakan. Tapi untuk apa? semuanya bahkan sudah terjadi dan tidak akan terulang seperti sedia kala.

Chanyeol yang melihat Minjung menangis dikamar Yun seorang diri. Merara iba dengan Minjung. Menghampiri nya dan ngejak nya untuk membicarakan nya diluar kamar tidur Yun.

“Ada apa?” Chanyeol mempelan kan suaranya.

Sedangkan Minjung masih berusaha untuk menenangkan pikiran nya. “Apa aku begitu bodoh?” tanya Minjung dengan pelan. “Seharus aku bisa membuat nya terlahir dengan baik”

Ambigu Minjung sukses membuat Chnayeol menyipitkan matanya. “Apa maksud mu!?”

“Seharus nya dia terlahir tanpa ada kata anak haram. Aku menyesal sangat menyesal Oppa!” MInjung memukul pelan dada Chanyeol. Chanyeol hanya membiarkan saja dada nya itu mejadi pelampiasan dari kekasih nya.

“Sudah lah. Biarkan semua berlalu” ucap Chanyeol pelan.

“Tidak. Aku tidak ingin anak ku dijadikan bahan ejekan saat sudah beranjak remaja nantinya. Aku tidak mau Oppa! Aku tidak mau!” balas Minjung dengan suara isakan nya.

“Baiklah. Saat ini apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku ingin segera menikah”

“Tapi tetap saja semua orang akan tau jika kita telah memiliki anak. Jadi untuk apa?!”

Seketika isakan Minjung berhenti. Saat mendengarkan perkataan Chanyeol. “Kau benar! Setidak nya kita menikah dan tidak membuat anak kita menjadi anak haram. Aku mohon!!” Minjung mengecilkan suarnya saat mengatakan hal tidak pantas itu didepan pintu kamar tidur Yun.

Bahkan saat ini kondiri Minjung sungguh memprihatinkan. Membuat Chanyeol merasa bersalah. “Baik. Kita kan menikah” Jawab Chanyeol. Membuat senyum Minjung terlihat dibibir kecilnya.

Merasa senang. Akhir nya Chanyeol mengendong Minjung ala bridal style. “Kau puas menangis?” tanya Chnayeol.

Minjung mendongakkan kepalanya “Sangat. Aku tidak perlu memendam nya sendiri lagi

“Baguslah. Sekarang layani aku sayang” bisik Chanyeol tepat ditelingan kiri Minjung. Dan tersenyum layak nya setan yang membisikkan sesuatu ditelinga pengikutnya.

Benar saja, Minjung menurut dengan ucapan Chanyeol. Yang berakhir diatas ranjang size king milik Chanyeol. Tidak ada yang bisa Minjung lakukan, saat kekuasaan nya dimiliki oleh lelaki bermarga Park itu. Hanya mendesah dan meremas lengan Chanyeol yang berakhir dengan luka akibat kuku Minjung. Bahkan Minjung tidak dapat berkuasa saat permainan itu berlangsung. Seolah-olah hanya Chanyeol lah yang berkuasa.

.

.

Disalah satu didalam apartemen yang begitu terlihat mewah tampak seorang lelaki dan wanita menikmati makan malam nya bersama. Tetapi tidak ada yang berbicara. Hanya sebuah dentingan antara sumpit dan mangkok. Mereka masih bertahan dengan kebisuan yang diciptakan oleh diri mereka sendiri.

Selesai makan malam. Joonymeon pergi kedalam kamarnya. Sedangkan Chorong melakukan sesuatu yang bukan seharusnya diri nya lakukan. Mencuci piring setelah makan. Itu sungguh bukan kegiatan yang pernah Chorong lakukan saat berada dirumah nya.

Hahh. Chorong menghela nafas nya setelah selesai dengan piring dan wajan kotor. Chorong berjalan diarah lemari es untuk menyegarkan tenggorokan nya. Sesekali melirik jam yang berada didepat dapur.

“Jam Sembilan malam? Cepat sekali” gumam Chorong pada dirinya sendiri. “Baiklah, aku akan tidur saja” lanjut Chorong dan berjalan kearah kamar nya.

Sekilas, Chorong teringat dengan Joonmyeon saat melewati kamar nya “Apa orang itu sudah tidur?”

Saat Chorong akan memasuki kamar nya. Indra pendengaran nya itu mendengar suara pintu yang dimuka. Chorong memperhatikan Joonyeon dengan setelah baju santai dan mantel yang melebihi lutut “Mau kemana orang itu. Malam-malam seperti ini?” ucap nya sendiri.

Tanpa perfikir panjang. Chorong mengambil mantel nya dan berjalan mengikuti Joonmyeon yang tidak jauh dari menglihatan Chorong.

“Sebenarnya apa yang akan pria itu lakukan?” ucap Chorong saat melihat Joonmyeon memasuki salah satu club di kota Busan itu “Apa ia bertemu dengan kekasihnya? Yang benar saja, ini sungguh tidak elit” Chorong tetap saja mengikuti langkah Joonmyeon. Meski saat ini banyak mata pria yang sedang meilhat kearahnya.

Chorong terhenti sesaat. Saat melihat Joonmyeon duduk dengan salah satu pria yang belum sama sekali ia kenal. Akhirnya Chorong duduk didekat meja Joonmyeon tanpa memperhatikan wajah Joonmyeon, agar aksi menguttitnya tidak ketara.

“Untuk apa kau mengajak ku kemari?” tanya Joonmyeon pada pria perperawan China-Kanada yang ada dihadapan nya.

“Santailah Suho-ssi. Aku hanya berlibur di Korea dan aku mengingat dirimu. Aku sangat merindukan sahabat lama ku saja” kata nya dan meminum segelas alcohol ditangan nya.

“Apakah pekerjaan mu tidak terlalu melarat? Bahkan kau saat ini baru saja menggantikan posisi ayah mu Yi Fan” Lelaki bernama langkap Wu Yi Fan itu hanya tersenyum dengan penuturan sahabat lelaki nya.

“Tidak. Bahkan aku ingin kabur dari perusahaan itu, aku sama sekali tidak berminat. Aku hanya ingin menjadi aktris dan dikenal oleh semua orang di dunia” dengan wajah tersenyum kecut. Memperhatikan segelas alcohol yang ada ditangan nya.

“Terus saja kau bermimpi Kris! Akan ku pastikan bahwa Mr.Wu tidak akan setuju dengan keinginan gila mu itu” ucap Joonmyeon merendahkan teman nya itu.

“Apakah saat ini kau meremehkan seorang lelaki bernama Wu Yi Fan?!” pekik Kris cukup membuat Joonmyeon tersenyum senang.

Benama lengkap Wu Yi Fan yang kerap dipanggil dengan Kris. Keturunan China-Kanada. Menetap di Korea untuk menuntun ilmu Bisnis bersama dengan Joonmyeon, Kris lebih senang memanggilnya dengan Suho karena Kris lebih pantas memanggilnya seperti itu sejak duduk dibangku kuliah.

Kris ingin sekali menjadi aktris terkenal. tapi paksaan dari orang tua nya membuat Kris terpaksa menuruti kemauan dari kedua orang tua nya.

“Aku harap kau bisa mewujudkan mim-“ ucapan Joonmyeon terhenti akibat teriakan dari seorang wanita yang begitu ia kenal.

“Jangan sentuh tubuh ku bodoh!!” Chorong berteriak keras saat seorang pria yang akan menyentuh bagian tubuh Chorong.

“Wah, kau berani mementak ku noona!”

Wae? Apa perlu aku menelpon polisi dangan ucapan pelecehan seksual! Oh” Ancam Chorong pada lelaki berambut hitam.

Lelaki itu lantas menarik tangan Chorong untuk lebih dekat dengan nya. “Lakukan saja noona. Dan kau akan berakhir dengan ku diatas ranjang!” pria itu berucap dengan enteng dihadapan Chorong saat ini.

“Lakukan saja bodoh! Kau kira aku akan takut dengan ancaman mu itu? Dasar ahjussi tidak tau diri!” jawab Chorong dengan frekuansi yang begitu tinggi. Membuat perhatian seluruh club itu terarah padanya.

“Baiklah. Sekarang ikut aku noona!!” saat ini mungkin Chorong sangat terkejut dengan ucapan lelaki yang sedang menarik tangan nya saat ini.

“Bisa lepaskan tangan mu Tuan!” kata seseorang yang masih betah mempertahan kan posisi duduknya menghadap kearah depan.

“Siapa kau? Berani memerintah ku oh!” sau pria yang masih belum diketahui nama nya itu.

“Meskipun aku memberitahu nama dan biodata tentang diri ku kau tidak akan mengerti Tuan. Jadi lepaskan tangan mu dari lengan wanita ku!”

Kali ini Chorong dapat mengenali memilik suara itu. “Apa kau tidak mendengar ucapan ku? Apa memang kau tuli bodoh?!” Oke kali ini amarah Joonmyeon tampak memuncak.

Dengan tampak ketakutan pria itu melepaskan lengan Chorong dengan kasar. Meninggalkan Chorong yang sedang membeku ditempatnya. Melihat tatap tajam Joonmyeon sungguh membuat Chorong mati rasa.

“Terima kasih” Gugup. Saat ini Chorong sangat gugup untuk pertama kalinya dihadapan seorang pria “Aku akan segera pulang” lanjut Chorong.

Tetapi sebelum kaki nya melangkah. Tangan Joonmyeon meraih ujung mantel Chorong. Chorong yang saat ini gugup bertambah dengan rasa takut. Takut jika saja Joonmyeon akan menceramahinya.

“Kau berutang penjelasan pada ku, Park Chorong-ssi” Kata Joonmyeon dengan menolehkan wajah nya tepat dibelakang punggung Chorong.

Chorong yang saat itu masih menunduk hanya menganggukan kepalanya dan berkata “Bolehkan aku pergi?”

“Silahkan” Chorong langsung melangkah kan kaki nya.

Kris yang melihat keanehan dari sahabatnya. Hanya menatap heran kearah, Suho.

“Kau mengenalnya? Mengapa kau berkata wanita ku?” Tanya Kris dengan mengakat gelas wine nya.

“Tidak, aku hanya menyelamatkan gadis jalang saja!” Joonmyeon tersenyum miring diakhir ucapan nya dan meminum kembali wine yang ada digelasnya.

“Brengsek!” Chorong mengumpat didalam mulut nya.

Sejujur nya Chorong belum keluar dari dalam club itu. Ia memberhatikan Joonmyeon dari balik dinding yang ada didekat Joonmyeon.

Dengan kesal, Chorong melangkah kan kaki nya. Sungguh hati Chorong saat ini sangat panas melebihi mendidih nya air panas. Ingin rasa nya Chorong menyiram wajah Joonmyeon dengan air keras. Berani nya lelaki itu mengatainya seperti itu.

“Mengapa lelaki di dunia ini tidak bisa dipercaya. Eomma, aku sungguh merindukan mu. Lelaki itu berani mengatai ku jalang! Pantas kah lelaki brengsek seperti itu mengatai, anak mu dengan sebutan jseperti itu? Aku sungguh membencinya, eomma. Tapi aku harus mencari uang dan aku tidak bisa bergantung pada, Appa!” Chorong berucap sendiri ditrotoar pinggir jalan yang sepi. Jelas saja ini sudah menunjukkan waktu tengah malam.

“Chan, bawa aku pulang!”

**

Chorong sudah sampai di apartemen Joonmyeon. Ingin rasa nya ia membakar apartemen milik lelaki yang sudah mengatakan lajang saat telinga nya masih berfungsi.

Chorong terduduk didepan televisi. Saat ini ia tidak bisa tidur saat pulang membuntuti Joonmyeon di club.

“Ternyata dia sama halnya dengan ahjushi tukang mabuk. Sulit dipercaya!” Chorong melipat tangan nya didepan dada nya.

“Bagaimana bisa, Chanyeol mempercayai nya sebagai direktur? sungguh mustahil”

“Apa ia juga akan mengambil alih semua perusahaan Park Company seperti di drama-drama? Sebaik nya aku memberi tahu Chanyeol segera” Chorong mengambil ponsel nya yang ada di depan meja.

“Tapi ini sudah tengah malam. Mana mungkin aku membangun kan nya hanya untuk berita konyol yang aku buat” Chorong mempas bingung dengan tindakan nya iu.

Crekk

Pintu apartemen Joonmyeon terbuka dan memunculkan sosok Joonmyeon disana. Chorong sempat selihat sekilas Joonmyeon dan beralih kembali melihat tv dihadapan nya.

“Mengapa kau ada di dalam club itu?” Jonnmyeon bertanya dengan sangat datar.

“Tidak ada!”

“Kata kan sejujur nya!”

“Untuk apa aku memberitahu mu! apa itu penting?!”

Joonmyeon menganggukan kepala nya pelan.

“Menjadi wanita jalang seperti ucapan mu!”

DEG

Joonmyeon membulatkan mata nya tak percaya. Mendengar ucapan dari Chorong. Apa wanita itu mendengar nya, ucap Joonmyeon dalam hati.

“Wae!!” Suara Chorong seperti menantang Joonmyeon untuk bertarung di area tinju.

“Kau mendengarnya?”

“Bahkan telinga ku masih berfungsi dengan jelas saat kau mengucapkan nya! Permisi” Chorong berlalu dari hadapan Joonmyeon dan berjalan memasuki kamar nya.

Joonmyeon yang saat itu masih mematung. Tidak percaya dengan ucapan Chorong. Bagaimana wanita itu bisa mengetahui ucapan nya bersama sahabat nya. Joonmyeong megacak rambut nya frustasi.

“Arghhh!” Joonmyeon menjambak rambut nya sendiri

“Mianhae”

TBC

maaf kan aku kalau ini terlalu lama. maafkan aku. bagi reader yang sudah baca di blog pribadi ku. aku mohon maaf atas keterlambatan nya.
ohiya. aku mohon jangan jadi sider dong. aku lelah hadapi kalian semua. mau kalian semua itu apa? karena aku visitor di ff ku ini lumayan banyak tiap hari nya.
hargai author nya dong. plis..
aku juga pengan ngasih tau. kalu 3 chapter lagi ini bakal selesai atau END.
Advertisements

6 thoughts on “Comeback to me (chapter 6)

  1. Aku ska bnget ama sfat chorong kren n brani mlawan suho
    Chanyeol n minjung akhir.a bsa jga brsama
    Ternyta chanyeol mesum bnget

  2. haha chanyeol dsar pervert…..sehun nggak sopan bnget sih ma chanyeol…nenek hwang manggil chanyeol chinyul…lucu banget…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s