[Freelance] Playing with shadows (Chapter 1 : The Meeting Part 1)

pwsc1 (1)

Title : Playing with shadows (Chapter 1 : The Meeting Part 1)

Author : The One You Mustn’t Know

Rating : PG-13

Genre : Criminal,Thriller,Action,Sherlock Holmes AU,more.

Casts : Wu YiFan,Park Chanyeol,Park Yoora,Choi Siwon,revealing soon.

Length : Semi-Novel-Length

 

“Tak pernah kulihat sebuah kejahatan seperti sebuah mahakarya.”

***

Seoul,KorSel,1975 17:35  KST

Chanyeol adalah mahasiswa yang periang & cukup pendiam untuk ukurannya. Dia juga seorang jurnalis koran di kampusnya, Korea Advanced Institute of Science & Technology atau disingkat menjadi KAIST. Dia berumur 21 dan telah menjalani hidup sebagai mahasiswa S1 jurusan kimia selama 2 tahun. Sudah setahun menjadi wartawan koran kampus & freelancer di koran umum dan menghasilkan penghasilannya untuk makan. Ia tinggal menumpang di rumah saudara perempuannya,Park Yoora yang sudah bertunangan dan akan menikah dalam 2 bulan lagi. Dan hal ini,yang akan mempengaruhinya untuk bertemu seseorang yang hebat kelak. Chanyeol bukan orang yang gampang cemburu,marah ataupun sedih untuk berlama-lama. Dia tahu dia tidak bisa hidup menumpang pada kakaknya lebih lama,apalagi dia akan memiliki anak secepatnya dan Chanyeol bukan tipe orang yang ingin tahu & menjadi beban.

Chanyeol menatap kosong tangga-tangga gerbang depan kampus bersama kakaknya. “Kau tahu Chanyeol,kau tak perlu bersedih hanya karena kau tidak bisa tinggal bersamaku lagi. Aku akan membeli rumah kecil di sekitar sini jika kau mau” kata Yoora. Chanyeol tersenyum kecil. “Bukan itu yang kumaksud,kakakku. Aku khawatir aku akan rindu dengan daging-danging sapimu yang gosong itu”candanya. Yoora tertawa. “Ya ampun,kalau itu aku akan mengirimmu Ramyeon gosongku untuk setiap makan siangmu” canda Yoora. “Kamu boleh memilih rumahnya,kok. Asalkan aku bisa menjangkaumu.” Kata Yoora lagi. “Tidak,terima kasih kakakku. Aku akan mencari dan membayari tempat tinggalku sendiri. Lagi pula,aku yakin Ibu & Ayah akan lebih senang kalau mereka bertamu ke rumah hasil jerih payahku.” Sahut Chanyeol. “Baiklah,keras kepala. Dan rumah hasil jerih payahmu yang kamu maksud ini apa?” tanya Yoora. Chanyeol termenung. “Aku akan mencari teman seapartemen. Aku akan tinggal di apartemen.” Gumamnya.

 

“Kau tahu,kau orang kedua yang berkata begitu kepadaku.” Kata Yoora sambil menatap Chanyeol. Chanyeol mengerut dahi. “Betulkah? Dan siapa orang yang kakak maksud ini?” tanya Chanyeol. “Dia adalah kenalanku di labotarium kimia di rumah sakit terdekat dari sini,tadi siang dia mengeluh tidak bisa menemukan orang yang bersedia berbagi kamar dengannya. Dia menemukan apartemen yang bagus,tapi terlalu mahal untuk ditanggung sendiri.” Jelas Yoora. “Wah,kesempatan yang hebat sekali! Jika orang yang kau bicarakan ini mencari teman sekamar maka itu pasti aku!” kata Chanyeol berseri-seri.  Yoora mengerut dahinya “Kau belum kenal Kris. Dia sangat tidak jelas.” Jelas Yoora. “Memangnya kenapa?  Apa maksudmu?” tanya Chanyeol.  “Oh,bukan apa-apa. Dia orang yang baik walaupun kurang ajar terkadang-kadang. Dia hanya tak jelas dan secara acak meneliti beberapa cabang sains.” Jelas Yoora. “Mahasiswa kedokteran,mungkin?” tebak Chanyeol. Yoora meenggeleng. “Bukan,dia bahkan tidak tertarik sama sekali untuk mengikuti kuliah. Tapi dia mendalami anatomi,kimia & medis walaupun dia tidak menjadi mahasiswa ke sekolah apapun. ”Cerita Yoora. Chanyeol tertawa. “Wah wah,sebagai Mahasiswa aku tersinggung sekaligus tertarik. Bolehkah kakak mengantarkanku kesana? Aku ingin berkenalan dengannya. Lagipula aku lebih memilih kutu buku pendiam daripada orang yang membuat suara bising & keributan yang tidak jelas.  Keduanya membuatku mengingat masa kecilku yang tidak bahagia sehingga sepertinya aku bisa gila menghadapinya. Dimana aku bisa menemukannya?” Tanya Chanyeol. “Di sarang keduanya tentunya,yakni laboratorium. Kita berjalan saja,rumah sakitnya tak jauh.” Kata Yoora.

***

Labotariumnya sesak dipenuhi botol-botol yang berserakan,meja-meja rendah & lebar. Berbagai macam alat-alat percobaan ‘bertebaran’ diatas satu meja putih yang sudah diwarnai berbagai macam cairan,entah itu darah atau cairan berwarna. “Bahkan Labotarium kelas ternakal pun jauh lebih bersih.” Canda Chanyeol. Seorang pria jangkung tinggi keluar dari ruangan penyimpanan barang dan tersenyum kepada Yoora “Halo Yoora,lama tak bertemu. Ingin sekali berjabat tangan tapi yah bisa kau lihat aku sedang bermain kotor.” Katanya sambil menunjukkan kedua telapak tangannya penuh dengan bercak merah marun & coklat tua. “Kamu masih senang bereksperimen? Kali ini apa yang kamu mainkan?” Tanya Yoora. “Oh aku menang,Yoora! Aku berhasil mempraktik isolasi darah.” Kata pemuda itu sambil bertepuk tangan & membungkuk seolah memberi salam kepada penonton.

“Kris,perkenalkan ini adikku Park Chanyeol. Chanyeol,Ini Wu Yifan.”Kata Yoora memperkenalkan kita. “Halo,panggil saja aku Kris.” Sapa Kris. “Halo Kris,senang bertemu denganmu.” Kami membungkuk lalu berdiri tegak lagi. “Jadi,Wartawan kampus & Mahasiswa rupanya? Penghasilanmu pasti lumayan dan Hmm! Jurusan Kimia? Ah! Tinggal bersama Yoora bukan? Kita harap saja Yoora dapat suami yang pantas. Jadi Apartmen,ya? Apa kau tidak keberatan dengan sedikit suara Celo? kamu tidak keberatan dengan tamu-tamu tak terundang dan tak dikenal? Kuharap kau tidak takut kepada polisi,tenang mereka bukan Angkatan Darat.” Katanya panjang lebar. Chanyeol tercengang “Ba-bagimana kau tahu? Apakah Yoora memberitahumu?” Tanya Chanyeol. Yoora mengangkat bahu. “Dia anak ajaib memang.” Kata Yoora. “Sudahlah itu tidak penting,yang penting apakah kau yain ingin berbagi kamar denganku? Ah,sekarang sudah Jam 7. Sebaiknya aku pulang,sudah 2 hari aku mendekam disini.” Kata Kris sambil tertawa. “Nah,Yoora,Chanyeol. Selamat malam. 151A Jalan Bomunno jam 8,Chanyeol.”katanya sambil membungkuk lalu berlalu. Chanyeol tercengang dan Yoora tertawa.

***

“Benar-benar aneh orang itu!” Seru Chanyeol saat mereka berjalan pulang. Yoora tertawa. “Sudah kuperingatkan! Tapi kepalamu lebih keras daripada batu apapun.” Kata Yoora. “Aih,tapi dia menarik sekali. Bagaimana dia tahu hal-hal seperti itu?” tanya Chanyeol.  “Yah,itulah yang membuatnya aneh. Sepertinya dia memiliki ilmu paranormal.” Canda Yoora.  “Kau tetap ingin tinggal bersamanya,kurasa?” Tanya Yoora. Chanyeol termenung. “Akan kucoba.” Gumamnya. Mereka telah sampai di rumah Yoora. Chanyeol menjatuhkn diri ke sofa.  Ada apa dengan orang itu,ya? Batin Chanyeol sambil menatap langit-langit rumah. “Aku akan masak Gyeran jjim untuk makan malam,kamu mau?” Tawar Yoora.  “tentu saja,memikirkan tempat tinggal membuatku lapar.” Canda Chanyeol.

***

Seperti dipastikan,mereka bertemu di Jalan Bomunno No. 151A. Apartemennya cukup sederhana tapi cantik. Apartemennya terdiri dari 2 tempat tidur yang nyaman & cukup besar untuk satu orang. Jika keluar dari kamar tidur akan ada tempat duduk yang cukup luas dan dapur yang dicat hijau muda yang sudah tersedia meja & kursi – kursi makan. Mereka menyetujui dan menandatangankan beberapa surat & uang sewa diserahkan kepada pemilik dan akhirnya apartemennya milik mereka secara sah.

Malam itu juga Chanyeol memindahkan barang-barangnya dari rumah Yoora dan keesokkan harinya Kris menghampiri Chanyeol dan membantu Chanyeol mengangkut koper-koper dan boks-boks tanpa bersuara apapun. Selama dua hari Chanyeol & Kris membongkar barang-barang mereka. Setelah acara membongkar telah selesai mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menurut penilaian Chanyeol,Kris adalah bukan tipe orang yang susah diajak hidup bersama. Dia cukup teratur & tak mengganggu. Namun, Kris jarang ada di apartemen. Dia sering di labotarium dan terkadang di kamar bedah.Terkadang saat pagi-pagi buta  dia sering pergi keluar dan balik jam 10:35 malam dengan bajunya yang basah dan kotor dipenuhi lumpur dan terkadang beberapa memar di mukanya. Ia terlihat seperti baru saja terlibat pertengkaran dengan geng-geng di pojok-pojok kota.

Kalau Kris tidak melakukkan hal-hal seperti diatas, dia biasanya akan duduk di sofanya menatap kosong ke perapian atau berbaring menatap langit-langit tanpa bersuara,bergerak ataupun berkedip dari pagi hingga malam. Awal-awalnya Chanyeol mengira Kris tidak memiliki banyak teman sepertinya. Namun,tak jarang ada beberapa orang mengunjungnya dari derajat yang berbeda-beda. Mulai dari seorang polisi muda bernama Inspektur Choi Siwon yang mengunjunginya 2-3 minggu sekali,Seorang nenek tua yang berpakaian berwarna ungu & biru norak,seorang saudagar yang tinggi berbadan tinggi & berkulit hitam yang berasal dari Korea Utara (dan tentu saja dicurigai oleh Chanyeol),dan lain-lain.

Tak jarang Chanyeol ingin menanyai Kris apa pekerjaannya,tapi sopan santun selalu mengurungi niatnya karena sepertinya Kris penuh dengan rahasia & selalu menjaga pribadinya. Ia bertubuh jangkung,tingginya melebihi 180 cm,sangat kurus hingga urat nadi di tangannya terlihat. Matanya sangat tajam namun kosong dan gelap ketika ia melamun. Hidungnya agak runcing yang menyebabkan ia terlihat serius & misterius. Rambutnya pirang kecoklat-coklatan dan selalu keadaan berantakkan. Telapak tangannya putih dipenuhi bercak-bercak cairan namun sentuhannya halus sebagaimana dia bermain Celo dengan baik. Chanyeol yakin perempuan manapun bisa jatuh cinta kepada Kris. Bukan hanya karena ia menarik & baik terhadap perempuan,penampilannya yang tampan.

Seperti dikatakan Yoora,Kris bukan mahasiswa kedokteran. Ia mengakui saat ditanya Chanyeol. Namun,ada beberapa hal yang Ia tekun belajar, walaupun begitu pengetahuannya sangat eksentrik dan besar & pengamatan terhadap rinci-rincian sangat peka membuat Chanyeol merasa bodoh. Tak ada manusia yang mau mendapat rincian yang berlebihan atau memperoleh informasi sedetil itu untuk sekedar tahu. Jika orang-orang bertanya informasi atau membaca sekedarnya, berbeda dengan Kris yang maunya membebani otaknya sampai hal-hal kecil.

 

Yang membuat Chanyeol heran,pengetahuan Kris  yang sangat luas juga sama dengan ketidaktahuan tentang bidang lain. Kris sama sekali tak tahu tentang kontemporer,filosofi dan politik. Dan betapa terkejutnya bahwa Kris tidak tahu (atau tidak ingin tahu) tentang pelajaran dasar seperti Tata surya & Teori gravitasi. Justru Kris menanyai pencetus teori-teori tersebut dan bertanya kejahatan apa yang mereka lakukan. “Aku tak peduli tentang hal-hal bodoh seperti itu.” Kata Kris ketika Ia ditanya oleh Chanyeol mengapa dia tak tahu pelajaran-pelajaran SD. “Dan jika kau membutuhkannya?” tanya Chanyeol lagi. “lupakan.” Jawab Kris santai.

“Melupakannya!”

“Dengar ya,ini gudangku.” Jelas Kris sambil menunjuk pelipisnya. “Orang bodoh akan mengambil informasi-informasi bodoh sehingga hal-hal yang penting akan tercampur diantara hal-hal yang tak berguna . Berbeda dengan orang-orang seperti aku,akan hati-hati menaruh barang dan menghilangkan barang-barang tak penting agar tak terjepit diantara barang-barang tak berguna. “ Lanjut Kris. “Tapi itu pelajaran SD!” protes Chanyeol. “Aku tak peduli! Kalaupun kita sedang mengelilingi Bulan tak ada bedanya bukan? itu tak ada pengaruhnya untuk pekerjaanku!” Kata Kris tak sabar.  “Memangnya pekerjaanmu apa?” gumam Chanyeol pelan.

“Maaf?”

“Apa pekerjaanmu?” tanya Chanyeol. “Menurutmu?” seru Kris. Chanyeol termenung. Pekerjaan apa yang melupakan segala pelajaran dasar namun membutuhkan cabang-cabang sains? “detektif privat?” tebak Chanyeol. “Kepolisian tak akan pernah mminta bantuan detektif privat,pekerjaanku adalah detektif kosultan.” “Aku tak pernah mendengar pekerjaan itu.” “Karena aku satu-satunya di dunia,akulah yang menciptakannya.” Jawab Kris enteng. “Tapi kepolisian tidak berkonsultasi kepada amatir.” Celetuk Chanyeol. “Kamu tahu bagaimana aku bisa tahu kau seorang mahasiswa yang mengambil jurusan kimia dan seorang wartawan yang penghasilan yang lumayan? Pakaianmu mengatakan kamu seorang mahasiswa di terdapat sedikit goresan pena di saku jaketmu dan telunjukmu yang memungkinkan kau seorang wartawan. Kau bilang ‘labotarium murid paling nakal pun lebih bersih’ berarti kau mengambil jurusan kimia.” “Dan tentang aku tinggal dengan Yoora?” “Kau sangat akrab dengan Yoora yang memungkinkan kau tinggal dengan dia.” “Dan tentang apartmennya?” “Yoora akan menikah dan mukamu menunjukan kamu tak ingin membebaninya jadi kau mencari apartemen.”  “Dan tentang ‘Angkatan Darat’ ?  apa maksudmu dengan itu?” “kamu lahir saat perang,jadi ada kemungkinan jika kamu takut tentara-tentara.” “Lalu?” “Polisi. Tidak. Akan. Konsultasi. Kepada. Amatir.” Kata Kris.

***

Awalnya,Chanyeol tidak percaya karena Kris belum memecahkan kasus apapun dan selama berhari-hari Kris berjalan kesana-kemari di ruang duduk,sementara Chanyeol-yang menganggur karena libur dan (untungnya) tidak ada pekerjaan- duduk di sofa sambil membaca koran pagi dan menyeruput kopi. Kris melempar diri ke sofa dan merebah. “Ah! ada apa dengan penjahat-penjahat berkelas zaman sekarang? Dimana pembunuhan-pembunuhan berantai yang mengguncang dunia? Seandainya aku bisa menjadi pembunuh yang akan membuat kasus yang luar biasa,ah! pasti hasilnya sangat indah. Aku yakin aku akan digantung kalau begitu. Tapi aku harus bersyukur aku memiliki akal sehat.” Katanya. Chanyeol hanya bisa bergidik ngeri.  ‘benar-benar seorang psikopat!’ batinnya.

Chanyeol kembali membaca korannya. “Pembunuhan! 3 orang mati dalam 3 hari. Pembunuh & cara membunuhnya pun belum diketahui! benar-benar mengerikan!” seru Chanyeol saat membaca Berita Utama. Tertarik,Kris pun menengok. “Apa?” “3 orang mati dalam 3 hari. Sampai saat ini belum diungkapkan bagaimana.” Baca Chanyeol. Kris berjalan menuju jendela. “Ada empat,dan satu ini berbeda.” Gumamnya pelan. Lalu terdengar ketukan pintu dan Inspektur Choi Siwon masuk.

“Dimana?” tanya Kris. “Distrik Jung. Dan kali ini ada yang berbeda.” Katanya. “Sebutkan.” “Kamu tahu mereka tidak meninggalkan pesan?” Kris mengangguk. “Kali ini iya. Ikut?” tawar Siwon. Kris mengangkat bahu. “Entahlah,sepertinya tak apa. Siapa yang membantu?” “Minho. Apa kau ingin menaiki mobil polisi juga?” tawar Siwon. “Oh,tidak. Aku selalu tidak suka mobil polisi. Apek dan lembab.” Komentar Kris. “Kamu tak harus. Baiklah aku akan pergi duluan.” Kata Siwon yang lalu berlalu setelah menutup Pintu. “Akhirnya!” teriak Kris. Ia melompati sofa & meja dan menyambar mantel hingga kapstoknya jatuh. “Oh! menyenangkan sekali! 4 pembunuhan dan 1 pesan! mustahil jika hanya berdiam diri di rumah.” Seru Kris. “Tunggu! mau kemana kau?” tanya Chanyeol terheran-heran. “TKP. Ikut?” tawar Kris. “Maksudku,kau sudah melihat banyak orang terluka,parah.” “Iya.” “Dan mungkin mati.” “Betul. Cukup untuk seumur hidup,mungkin lebih.” Kris mengedik. “ Ingin melihat lagi?” tawar Kris. Chanyeol menggigit bibir.

“Oh. Tuhan. Tentu saja.”

*TBC*

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s