HURT (CHAPTER 2)

IMG_1216

Title: Hurt

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

Rated: PG-17

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted on my own blog.

A/N: This story really fresh from the oven (read:my brain). All of cast belong to God. Poster made by me.

Please do not plagiarize.

Previous Chapter:

1st

Sebelumnya di chapter 1:

Dua hari setelah Ariel operasi itu, Ariel masih bernapas. Hanya saja dia tidak bisa bergerak banyak seperti sebelumnya. Malam itu Ariel merasa baik-baik saja tanpa bantuan rumah sakit. Keluarga Choi pun mempergunakan kesempatan itu dengan baik.

“Nak cepatlah sembuh, ibu hanya ingin kamu sembuh, jika ibu bisa menggantikan posisi mu” ucap ibu terisak. “Nak, kau tahu ayah telah memberikan diri mu yang terbaik bukan? Maka dari itu sembuh lah dan kita akan menghabiskan semua musim panas kita di Korea” ucap Ayah masih memeluk ibu yang terisak.

“Ariel, kau janji kau akan baik-baik saja. Tetapi kenapa seperti ini, kau cepat sembuhlah, aku merasa sepi tanpa dirimu” ucap Anna terisak.

“I-ibu, a-ayah dan Anna. A-a-aku mencin-ta-ii kali-a-an se-e-mua” bisik Ariel terpatah-patah. Keluarga Choi pun tidak bisa menghentikan air mata mereka.

“Kau berhentilah membuatku cemas!” ujar Anna masih terisak.

“Ma-aa-f. A-aa-ku ti-i-dak a-aa-kan membuat-muu cema-as la-gii” ucap Ariel masih terpatah. Ariel pun bernapas dengan keras dan menutup mata nya. keluarga Choi pun tahu, bahwa napas itu adalah napas terakhir Ariel.

*end of flashback*

“Aku merindukannya Kris, aku sangat merindukan adik ku Kris” ucap Anna terisak.

“Aku tahu, keluarkan lah semua kesedihan mu Anna, sampai kau lelah menangis, aku akan menemani mu..” ucap Kris memeluk Anna lebih erat lagi.

***

Chapter 2

“Seperti air yang mengalir tak tentu kemana ia akan bermuara, seperti itulah perasaan kita satu sama lain”

Kris hanya bisa bernafas lega saat melihat Anna tertidur. Dia merasa tenang melihat gadis yang menangis tersedu tadi itu bisa mengakhiri kesedihan nya. Saat Anna menangis tidak ada hentinya tangan Kris mengusap rambut Anna dan punggung Anna agar gadis itu tenang. Melihat Anna yang sudah tertidur pulas, Kris pun meninggalkan Anna, membiarkan Anna beristirahat. Kris melanjutkan langkah nya ke meja tadi. Tatapan Kris pun jatuh pada dokumen yang membuat Anna menangis.

“PROYEK MAJALAH NYLON UNTUK VALENTINE DAY: BAGAIMANA DIRIKU MERAYAKAN HARI PENUH CINTA INI DENGAN ORANG-ORANG YANG BERADA DI SEKITAR KU”

Proyek yang sangat menarik pikir Kris. Tetapi…

“Proyek ini memakai Anna Choi –Choi Ji Eun- sebagai model wanita utama dan kemungkinan pasangan nya yaitu grup BTS atau EXO. Kedua belah pihak telah menyetujui kontrak namun belum mencocokan jadwal mereka yang padat karena kegiatan kedua grup yang sama-sama baru comeback.  Tetapi kedua belah pihak akan memastikannya seminggu sebelum pemotretan dilaksanakan”

Tentu saja Anna tidak akan menangis tadi nya jika proyek memang hanya dilakukannya bersama boygroup lainnya. Tetapi ini tidak, jika Anna berpasangan dengan EXO? Kris tidak berani berpikir jauh untuk itu. Melihat nama EXO di dokumen itu pun, otak Kris pun mau tidak mau mengingat masa-masa nya ketika masih bersama boygroupnya itu. Bagaimana megah nya debut mereka. Bagaimana mereka mendapatkan penghargaan disetiap acara musik. Bagaimana musik mereka menduduki posisi pertama di tangga lagu Asia. Bagaimana mereka menjalani proses demi proses hari demi hari dalam menggapai kesuksesan mereka. Tentu saja Kris bahkan tidak akan lupa bagaimana peduli nya penggemar dari mantan boygroup nya tersebut. Tentu saja yang tepenting, bagaimana Kris menjalani susah senang nya bersama member mantan boygroup nya itu. Kris hanya tersenyum getir mengingat semua itu, bagaimana pun itu masa lalu. Masa lalu yang sangat berarti dan tak terlupakan.

Anna yang terbangun melihat sekeliling kamar mencari keberadaan Kris. Melihat tidak ada sosok Kris di kamar, Anna pun melanjutkan langkah nya keluar dari kamar. Anna melihat Kris yang melamun yang mata nya tidak lepas dari dokumen majalah itu. Anna yang penasaran yang melihat Kris melamun pun menghampiri Kris lalu duduk disebelah lelaki itu.

“Kau sudah baikan?” tanya Kris menyadari keberadaan Anna disebelah nya. “Hm.” gumam Anna pelan sebelum menyandarkan kepala nya di bahu Kris. “Hanya saja aku sedikit pusing,” lanjut Anna.

Anna sadar bahwa dirinya bersandar manja dengan Kris. Tetapi dia tidak peduli tentang apa pun. Dia hanya ingin merasa nyaman untuk dirinya sendiri. Bagi Kris pun melihat Anna bermanja seperti sekarang bukanlah beban baginya walaupun Anna tidak memiliki perasaan terhadapnya. Selama Kris bisa berada didekat Anna, itu sudah melibihi cukup baginya.

Suasana pun hening untuk beberapa saat. Tidak satu pun dari mereka yang berbicara.

“Kau lapar?” tanya Kris memecahkan suasana hening tersebut. “Tidak. Dan jangan lah berbasa-basi untuk sekarang ini Kris, aku sedang dalam posisi enak. Kalau aku membutuhkan sesuatu aku akan mengatakan nya kepada mu,” ucap Anna sebelum mengalungkan lengan nya di pinggang Kris. Melihat Anna yang bertambah manja Kris hanya bisa mengeluarkan tawa kecilnya lalu mengalungkan kedua lengannya di pundak Anna.

“Kris, aku lihat kau termenung melihat dokumen proyek ku tadi, ada apa?” tanya Anna.

“Tidak apa-apa, hanya melihat-lihat saja” jawab Kris singkat. Anna pun mengarahkan pandangannya melihat Kris. “Kau berbohong, aku tahu kau melamun saat melihat alaman terakhir yang menampilkan foto EXO dan BTS. Ada apa? Kau merindukan member mantan boygroup mu itu? Atau kau tertarik dengan BTS dan ingin memulai karir mu lagi di Korea dengan mereka? Atau kau melihat Tao lalu kau merindukannya sangat merindukannya. Ya Tuhan Kris! Jadi benar jika kalian berdua berhubungan? Atau jangan kau merindukan sang leader si Suho itu? Ya Tuhan Kris, kau benar-benar—“ ucapan Anna terpotong saat Kris menempel kan bibirnya di bibir Anna. Hanya menempelkan untuk membuat mulut gadis itu terdiam. Kris bisa melihat dari bicara Anna tadi bahwa Anna sudah dalam suasana hati yang membaik.

“Kau benar-benar harus berhenti mencium ku tanpa memberi tahu ku—“ ucapan Anna terpotong saat Kris membungkam mulut Anna dengan tangannya. “Kau benar-benar cerewet kalau sudah baikan ya,” ucap Kris sebelum melepaskan tangannya dari mulut Anna.

“Terus kau mau aku seperti apa? Seperti tadi? Menangis? Baiklah kalau begitu—“

“Hei hei hei. Bukan itu maksud ku nona, tetapi kau mulai berbicara yang tidak-tidak kalau sudah mulai cerewet,” ujar Kris. “Kau memang terlihat cantik saat menangis tadi, tetapi kau terlihat lebih cantik lagi saat tersenyum dan—“

“KRIS AKU LAPAR!” teriak Anna yang tidak tahan mendengar Kris yang mulai merayunya.

“Aku tidak percaya kenapa aku bisa tergila-gila dengan gadis seperti mu” jawab Kris sebelum berlalu meninggalkan Anna untuk memesan makanan hotel. Anna hanya bisa tertawa kecil mendengar jawaban Kris itu.

***

Matahari terbenam di pantai Kuta selalu menarik perhatian Kris dan Anna. Tidak ada satu haripun mereka melewatkan matahari tenggelam di pantai yang paling ramai pengunjung di Bali itu. Kris melihat wajah Anna tenang sembari berjalan. Dengan gaun putih punya, Anna terlihat lebih cantik dan dewasa baginya.

“Aku tidak percaya hari ini adalah hari terakhir kita di Bali,” Anna membuka pembicaraan. “Iya, waktu berlalu begitu cepat ketika kita  begitu menikmatinya,” ujar Kris.

Kris menggenggam tangan Anna tidak tahan melihat tangan Anna yang kosong. Anna hanya memberi Kris senyuman kecil. Terlalu banyak hal yang telah dia lakukan bersama Kris, membuat perasaan Anna tidak karuan. Bagaimana pun Kris, Anna tidak bisa melihat Kris lebih dari seorang sahabat yang baik. Meski dihati nya, Anna menginginkan lebih. Tetap saja Anna tidak bisa memaksa hati nya. Melihat Anna memberi senyum nya, Kris hanya bisa membalas senyum gadis yang dia sayangi itu. Tidak peduli bagaimana dengan perasaan nya atau pun perasaan Anna. Bagi Kris selama dia berada di dekat Anna, dia merasa lengkap. Pernah berpikir untuk egois agar bisa memiliki Anna, tetapi Kris tahu itu bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Seperti air yang mengalir yang tak tentu arahnya, Kris dan Anna membiarkan perasaan mereka seperti itu. Mengacuhkan perasaan mereka yang memaksa. Kedua nya hanya bisa terdiam, melihat matahari tenggelam terakhir mereka di Bali.

***

“Ah aku akan merindukan ini!” teriak Anna tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya saat menyantap makanan laut di salah satu restauran Bali. Kris melihat reaksi Anna seperti itu hanya bisa tertawa. Usai mereka menghabiskan malamnya, Kris dan Anna pun memutuskan untuk berjalan-jalan sebelum kembali ke hotel. Mereka kembali berjalan kaki dibibir pantai. Dengan tangan Kris yang menggenggam tangan Anna.

“Kau ingin tahu kenapa aku melamun melihat halaman terakhir dokumen proyek mu itu?” tanya Kris,

“Kenapa?” Anna kembali bertanya kepada Kris.

Kris menghentikan langkah nya yang diikuti Anna. Kris menghadap Anna lalu memegang kedua bahu Anna dan menatap Anna. “Karena benar, aku merindukan mereka, bagaimana pun mereka dulunya sahabat ku, tetapi yang lebih ku takut kan adalah, perasaan mu yang akan terluka jika kau menemuinya dan juga…” Kris seolah-olah tidak mampu untuk melanjutkan pembicaraanya.

“Juga apa Kris?” tanya Anna.

“Tidak, bukan apa-apa—“

“Aku tanya juga apa Kris? Ada apa?” tanya Anna lebih tegas.

“Kemungkinan kau akan jatuh cinta dengan salah satu diantara mereka. Aku tahu kita berpacar tidak sungguhan saat ini, tetapi bagaimanapun aku juga punya perasaan, aku hanya tidak bisa berpikir jauh lagi jika kau dengan mereka—“

“Berhentilah omong kosong Kris! Kau tahu bagaimana perasaan aku dengan mereka. Bagaimana aku membenci mereka,”  ucap Anna memotong pembicaraan Kris.

“Kau juga tahu bagaimana aku—“

Ucapan Anna terpotong saat Kris menempelkan bibirnya di bibir Anna. Kedua tangan Kris menangkup wajah Anna untuk memperdalam ciumannya. Anna hanya bisa membalas sebisa nya. Tetapi Anna dapat merasakan Kris mulai egois dan mulai memaksa, Anna pun mendorong jauh Kris. Anna tidak siap untuk Kris.

Kris pun sadar bahwa dirinya mulai egois saat Anna menjauhkan diri darinya. Melihat Anna menangkup wajahnya seolah ingin menangis pun Kris mendekati Anna dan mendekap badan Anna yang sama sekali tidak melawan dirinya.

“Maafkan aku Anna, aku tidak bermaksud, sumpah, aku hanya takut,” ucap Kris.

“Tidak apa Kris, aku tahu bagaimana perasaan mu, menyakitkan bagi ku melihat dirimu yang peduli terhadap ku tetapi aku tidak bisa membalas mu, maafkan aku,” ucap Anna terisak.

Kris melepaskan pelukan dari Anna dan menangkup wajah Anna. Punggung tangan Kris mengusap pelan pipi Anna mencoba menghapus air mata Anna.

“Baiklah kalau begitu, jangan menangis Anna, sungguh aku tidak kuat,” ucap Kris. Anna yang mendengar Kris memohon perlahan menenangkan dirinya agar tidak menangis lagi.

“Gadis yang baik. Lebih baik kita balik ke hotel sekarang dan mengemas pakaian kita untuk  berangkat besok,” ucap Kris. “Hm, baiklah,” gumam Anna melepaskan diri dari Kris dan memberikan Kris senyum nya yang tipis, agar Kris tahu bahwa dirinya sudah jauh lebih membaik sekarang.

***

Penerbangan menuju Beijing untuk Kris dan penerbangan menuju Korea untuk Anna pun harus transit di Jakarta terlebih dahulu. Waktu transit 1 jam itu dipergunakan Anna untuk berpamitan dengan orang tua nya. Kris, walaupun hanya sebagai kekasih bohongan Anna pun mengikuti Anna untuk berpamitan.

“Anna, jadi papa sudah berusaha transfer kerja di Jakarta karena ibu rindu akan tinggal disini. Selama kau bekerja di Korea, jangan lupa mengunjung saudara mu disana walaupun kau tinggal di apartemen. Ketika kau ada jadwal di Amerika, cobalah kunjungi New York dan lihat keadaan rumah kita. Dan jika kau merindukan orang tua mu, pulang lah ke Indonesia, kau mengerti?” tanya ibu Anna sebelum melepas anaknya berangkat.

“Jaga dirimu baik-baik nak,” ucap Ayah sebelum melepas Anna. “Dirimu juga baik-baik saja, berteman baiklah dengan Anna,” ucap orang tua Anna kepada Kris. Tentu saja orang tua Anna dengan posisi Kris. Mengingat anak mereka sedang tidak ingin berhubungan serius dengan lelaki manapun.

“Baiklah ibu, bapak, saya pamit dulu, jaga diri kalian” ucap Anna bersama Kris sebelum pamit.

***

“Penerbangan mu lebih cepat 30 menit” ucap Kris saat melihat boarding tiket Anna. “Iya”jawab Anna singkat.

‘Penumpang Korea Airlines dengan kode penerbangan KR-353 dipersilahkan memasuki pesawat melalu gate 3’

“Waktu ku telah tiba,” ujar Anna. Anna pun berdiri yang diikuti Kris. Anna memandang Kris sebentar lalu tersenyum.

“Jika aku tidak sibuk aku akan menghubungi mu, kau pastikan telepon mu aktif, jika kau sedang ada masalah juga—“

“Aku akan memberikan mu berita langsung sebisa ku” ucap Anna memotong pembicaraan Kris.

“Baiklah kalau begitu,” ucap Kris sebelum memeluk Anna. Anna membalas pelukan Kris yang terasa lebih hangat dari sebelum nya.

“Aku pergi dulu ya,” pamit Anna sebelum melanjutkan langkah nya ke terminal untuk masuk pesawat,

Baik dirinya dan Kris sama-sama melambaikan tangan saat pandangan mereka tak bisa terlihat satu sama lain.

TBC

Terima kasih buat kalian yang sudah mau menjadi good reader dengan meninggalkan komentar.

ps: more fanfic from me? please visit my blog anonymouspark.wordpress.com

Advertisements

One thought on “HURT (CHAPTER 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s