HURT (CHAPTER 1)

IMG_1216

Title: Hurt

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God.

Disclaimer: This story just a fiction. Pernah di post diblog lain dengan author yang sama.

Previous chapter:

Prologue

 

Chapter 1

 

“Semua bergerak, kecuali aku dan kamu. Ketika segalanya memisahkan, mengapa kita masih saling berpegangan tangan?”

“Film ‘School Abroad: China, I am coming!’ telah dirilis”

“Melakukan promosi film bersama, aktor Wu Yi Fan dan aktris Anna Choi semakin dekat?”

“Terlihat aktor Wu Yi Fan bergandeng tangan dengan aktris Anna Choi menguatkan berita bahwa mereka memiliki hubungan yang spesial”

“Promosi Film ‘School Abroad: China, I am coming!’ masih berlangsung, Wu Yi Fan dengan Anna Choi cinta lokasi?”

“Anna Choi mengunjungi Indonesia dalam rangka membesuk ibu nya yang sakit, Wu Yi Fan mengunjungi Indonesia untuk menemani sang kekasih?”

“Berikut ini foto makan malam romantis Anna Choi dengan Wu Yi Fan di Bulgari Hotel dan Resort”

Anna Choi yang sedang tidak melakukan apa-apa tidak sengaja menemukan artikel tentang dirinya dengan Wu Yi Fan.

“Mereka sangat akurat, tetapi masih terlalu berlebihan mengenai berita kita berdua. Kris kau harus melihat ini” ucap Anna menghampiri lelaki jangkung yang sedang mempersiapkan sarapan. Anna memanggil nama Wu Yi Fan dengan Kris, karena dirinya malas memanggil lelaki itu dengan nama asli lelaki itu yang menurut nya panjang dan Wu Yi Fan sendiri pun merasa tidak apa-apa dengan Anna memanggil nama nya yang dulu pernah bersinar saat dirinya memulai karir di Korea bersama ex-band nya, EXO.

“Kau begitu peduli dengan artikel-artikel itu? Melebihkan? Bukannya itu berarti kita berhasil sayang?” ujar Kris tersenyum melihat Anna disampingnya. Anna pun melingkarkan lengannya di pinggang Kris “Kau selalu memanggil ku sayang walaupun kita hanya berpura-pura” ucap Anna pelan dan tersenyum licik.

“Bagaimana kalau kita berpacaran sungguhan dan—“ Anna memasukkan roti tawar ke mulut Kris untuk mendiamkan nya. Kris pun memandang heran Anna yang tertawa kecil. Ini bukan pertama kalinya Kris meminta Anna untuk menjadi pacarnya. Kris pun heran dengan gadis disamping nya itu yang selalu memiliki ribuan alasan untuk menolaknya. Tidak tahu bagaimana Kris bisa begitu jatuh kepada gadis itu. Yang pasti saat dia harus mencium Anna disalah satu scene film nya, Kris merasakan hal yang berbeda. Apalagi adegan ranjang mereka yang hanya sebatas Kris membuka 2 kancing atas baju Anna dan menggigit bibir bawah Anna. Kris memimpikan hal itu. Dia tidak ingin hal itu hanya ada didalam film mereka. Dia ingin memiliki gadis itu seutuhnya. Tetapi Kris tidak bisa berbuat apa-apa ketika Anna hanya terus menolaknya.

“Kau ingin kita terus seperti ini, atau kita berpacaran hingga aku bosan dengan hubungan lalu kita putus dan aku menjauhi mu.” Kalimat itu adalah kalimat paling ampuh membuat Kris untuk tidak memaksa Anna. Bagaimana pun Kris hanya bisa menghargai perasaan dan keputusan Anna. Meskipun Kris selalu tidak bosan meminta Anna dan Anna tidak bosan menolaknya. Kris sendiri pun tidak ingin Anna membuat celah diantara mereka berdua. Terserah apa arti diri Kris bagi Anna, seoraang kakak, sahabat,  atau friends with benefit. Selagi Kris bisa dekat dengan Anna, itu sudah melebihi cukup baginya.

Kris pun menggelitik pinggang Anna pelan yang disambut dengan tawa Anna. Memang mereka selalu bertingkah seperti layaknya sepasang kekasih, Anna yang tidak bosan memanjakan Kris ketika Kris meminta Anna memijat pelan kepalanya. Kris yang selalu manja ketika meletakan kepalanya di paha Anna. Kris yang tidak pernah enggan untuk memeluk Anna ketika hal buruk menimpanya. Anna yang tidak pernah enggan mencium pipi Kris ketika hal baik datang kepada Anna. Meskipun bimbang, tetapi Kris tidak pernah bosan dan lelah dengan seorang Anna.

“Kris berhenti menggelitik ku atau aku akan menggit lengan mu seperti kemarin” teriak Anna yang tidak tahan dengan Kris menggelitiknya. Kris pun berhenti dengan kegiatan nya dan menarik Anna ke meja yang berisi makan tadi. “Ayo sarapan” ajak Kris.

Anna dan Kris yang sedang menikmati sarapan mereka diganggu oleh bunyi bel dari kamar mereka. Kris yang membuka kamar melihat Manajer Sybil, yang bukan lain adalah manajer dari Anna Choi. “Maaf mengganggu sarapan kalian, aku hanya ingin memberikan file proyek dari majalah Nylon untuk Anna. Tolong sampaikan ya, aku akan kembali ke kamar ku” ujar Manajer Sybil.

“Oke” jawab Kris sebelum menutup pintu kamar dan melangkah ke Anna. “Apa itu?” tanya Anna. “Tidak tahu. Manajer mu hanya memberikan ini kepada mu” jawab Kris sebelum melanjutkan sarapan nya.

“PROYEK MAJALAH NYLON UNTUK VALENTINE DAY: BAGAIMANA DIRIKU MERAYAKAN HARI PENUH CINTA INI DENGAN ORANG-ORANG YANG BERADA DI SEKITAR KU”

Anna pun membaca proyek yang akan dia lakukan dalam waktu dekat ini. Bagaimana konsep proyek ini berjalan. Dimulai dari bagaimana seorang gadis menjalani hari valentine nya difase yang berbeda. Dimulai saat gadis itu menemukan cinta monyet pada di fase Junior High School. Bagaimana dia gadis itu berkencan dengan seorang  lelaki, bintang sekolah nya saat Senior High School. Melakukan hal gila bersama sahabat lelaki nya, hingga memasuki perkuliahan gadis itu memiliki kencan lain di hari valentine. Dan puncak nya adalah saat gadis mulai bekerja sebagai jurnalis dan jatuh cinta kepada sang direktur yang gagah dan melanjutkan cerita cinta nya ke jenjang pernikahan, memiliki anak dan diakhiri bagaimana anak mereka menunjukan rasa cinta nya kepada orang tua. Seperti yang kita ketahui, hari valentine biasa dirayakan oleh kekasih kepada sang kekasih. Padahal bukan hanya pada kekasih kita harus menunjukan cinta, tetapi kepada setiap orang yang berada disekitar kita.

“Proyek yang bagus, aku menyukai nya” ujar Anna membaca satu persatu halaman. Dia sangat menyukai proyek baru ini. “Aku sangat menyukai nya dan—“ ucapan Anna terpotong karena Anna terbatuk melihat halaman berikut nya.

“Makan lah dengan pelan dan hati-hati” ucap Kris sembari menepuk pelan punggung Anna yang masih terbatuk. Kris memberikan Anna segelas air putih setelah batuk Anna hilang. Anna pun meminum nya dan menurunkan file yang dia baca tadi. Kris bisa melihat air wajah Anna yang berubah. Kris pun mengambil file yang Anna baca tadi.

“Proyek ini memakai Anna Choi –Choi Ji Eun- sebagai model wanita utama dan kemungkinan pasangan nya yaitu grup BTS atau EXO. Kedua belah pihak telah menyetujui kontrak namun belum mencocokan jadwal mereka yang padat karena kegiatan kedua grup yang sama-sama baru comeback.  Tetapi kedua belah pihak akan memastikannya seminggu sebelum pemotretan dilaksanakan”

Kris membaca note terakhir yang dicantumkan dokumen proyek Anna tersebut. Kris sendiri tidak heran dengan ekspresi wajah Anna yang berubah.

“Kau, baik-baik saja?” tanya Kris. Tentu saja dia cemas dengan kondisi emosional Anna. “Tentu saja aku baik-baik saja, tetapi aku tidak pernah menyangka nya” jawab Anna. Anna hanya memberi Kris senyum kecil. Meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja.

“Kau masih mengingatnya? Atau kau masih takut? Jika kau tidak ingin melakukan nya kau bisa mundur dan—“

“Aku akan melakukannya…” jawab Anna. “Masa lalu ku tetap lah akan menjadi masa lalu. Aku telah mencapai satu persatu keinginan ku, keinginan adik ku, tidak ada alasan apa pun bagi ku untuk mundur, hanya saja, kalau mengingat adik ku, aku masih merasa sedih, aku merindukan nya, tetapi apa yang bisa aku lakukan? Aku harus melanjutkan hidup ku, bukan?” ujar Anna. Kris bisa melihat air mata yang tertahan yang memaksa Anna untuk menjatuhkan nya. Kris merengkuh badan Anna, memeluk hangat Anna sebelum Anna menjatuh kan air mata nya. Bukan pertama kali nya Anna menangis dipelukkan Kris. Terlalu sering, tetapi Kris tidak pernah bosan dengan itu. Kris senang ketika Anna mau berbagi dengan dirinya, setidak nya kehadiran Kris ada arti bagi Anna. Bersama dengan pelukan Kris dan air mata Anna yang jatuh, Anna mengingat kenangan bersama adik nya.

*flashback*

“Mereka sangat sangat tampan! Bagaimana bisa kau tidak jatuh dengan pesona mereka” Ariel Choi tidak bisa berhenti berteriak melihat layar komputer nya. Ariel adalah tipe jika menyukai sesuatu dia bisa menjadi fanatik. Ariel memang sangat menyukai hal-hal yang berbau kampung halaman ayah nya, Korea. Dia mengikuti seluruh perkembangan di Korea baik teknologi, politik, bencana mau pun selebriti. Tetapi diantara semua nya yang paling dia ikuti adalah EXO, boy group yang baru saja melakukan debut mereka. Setiap kegiatan mereka dimulai dari teaser, video debut, panggung comeback mereka, apapun kegiatan mereka hampir tidak ada satu pun Ariel melewatkanya.

“Baiklah Ariel, aku tahu mereka tampan tetapi ini tidak berlaku bagiku karena sudah pukul 1 dini hari. Kita harus beristirahat karena besok kita punya kelas pagi. Kalau kau tidak beristirahat, aku istirahat duluan ya. Goodnight!” ucap Anna sebelum tertidur. “Oke Anna, terserah kau saja, goodnight!” jawab Ariel sebelum melanjutkan kegiatannya. Ariel melanjutkan streaming salah satu acara yang dihadiri oleh idolanya EXO. Ariel yang berteriak ditengah malam sudah biasa bagi Anna karena ini bukan pertama kalinya.

***

“Ariel lets your lazy ass move! Sudah siang! Kita harus berangkat sekarang!” teriak Anna mencoba membangunkan Ariel.

“Ya! Berhenti lah berlebihan, aku akan bangun!” teriak Ariel sebelum bangun dari tempat tidurnya.

“Baiklah, aku akan menunggu mu di bawah” jawab Anna sembari tertawa usil. Anna turun ke bawah disambut dengan orang tua mereka yang mulai memakan sarapan. Anna tidak bisa menahan senyumnya ketika tahu bahwa menu sarapan nya kali ini adalah Nasi Goreng. Bagi Anna sendiri, baik makanan barat mau pun maknan timur, dia menyukai semua nya. Tetapi diantara semua nya, Anna sangat menyukai Nasi Goreng buatan ibu nya.

“Ibu sangat tahu bagaimana cara memulai hari pertama ku masuk sekolah” ujar Anna sebelum menyantap nasi goreng nya. “Bagaimana kau bisa sangat menyukai nasi goreng tetapi tidak dengan kimchi?” ujar Ayah nya bercanda. “Bukannya aku tidak menyukai nya ayah, aku menyukai kedua-dua nya, tetapi aku lebih suka nasi goreng daripada kimchi, rasa dari nasi goreng lebih kaya rasa daripada makanan Korea. Bukannya ayah sendiri yang bilang bahwa ayah bisa jatuh cinta kepada ibu karena nasi goreng ibu yang membuat ayah ketagihan” ucap Anna sebelum menyantap lagi nasi goreng nya. Ibu dan ayah nya hanya bisa tertawa kecil mendengar ocehan anaknya.

“Nasi goreng untuk sarapan! Apakah ini nasi goreng kimchi atau nasi goreng Indonesia?” tanya Ariel. Mencoba mencari kimchi di meja makan.

“Kau tidak memiliki pilihan lain, makanlah yang ada, kalian sudah terlambat karena kau kesiangan” ujar Ayah sebelum meminum kopi nya. “Baiklah ayah” jawab Ariel lalu memakan sarapannya.

“Ngomong-ngomong, musim panas ini kalian libur bukan tanggal berapa?” tanya ayah.

“Mungkin pertengahan Juni ini. Kenapa ayah?” Anna bertanya kembali.

“Bagaimana jika kalian menghabiskan musim panas kali ini tidak di New York?”

“Call! Lalu dimana ayah? Di Korea kah? Ayolah ayah, terakhir kali aku berada di Korea saat aku berumur 5 tahun. Benarkah kita akan ke Korea ayah?” Ariel tidak bisa menyembunyikan perasaan gembira nya.

Ayah yang melihat ekspresi anak nya yang memang gila akan kampung halaman nya ini hanya bisa tertawa pelan dan menggeleng pelan.

“Ayah sendiri tidak tahu, haruskah kita pergi ke Korea?” tanya Ayah sekali lagi.

“IYA AYAH! KITA HARUS! AKU MOHON AYAH!” teriak Ariel heboh. Dia tidak bisa menyembunyikan perasaan nya. Dia telah memimpikan bagaimana dia bisa pulang ke kampung halaman ayah nya. Bagaimana dia akan menghabiskan waktu nya jika dia berada di Korea, bertemu dengan idola nya salah satu nya. Apalagi dia selalu memimpikan bagaimana musim panas di Korea. Setiap musim panas akan tiba Ariel selalu membujuk ayah nya untuk kembali Korea. Tetapi Ariel sendiri tidak pernah memaksa, dia mengerti pekerjaan ayah nya. Dan kali ini, Ariel sangat berharap bahwa kali ini mereka benar-benar akan berangkat ke Korea.

“Aku tidak bisa berjanji apa-apa, tapi aku akan berusaha untuk itu, maka dari itu kau jangan pernah absen mendoakan ku dan rajinlah belajar” ujar ayah menyemangati anak nya itu.

“Ayah berhentilah bermain petak umpat. Aku tahu ayah akan membawa kami ke Korea musim panas ini. Soal berdoa dan rajin belajar, ayah tenang saja aku tidak akan melupakan itu. Ayah jangan sampai berpikiran setiap saat aku tergila-gila dengan boygroup itu bukan berarti aku lalai, mereka bahkan menjadi inspirasi bagi ku” ucap Ariel sebelum menyelesai kan sarapan nya.

“Baiklah. Bagus kalau begitu” Ayah hanya bisa tersenyummelihat kedua anak nya.

“Baik lah, sudah waktu nya, kalian berangkatlah ke sekolah” ucap ibu.

“Baik lah ibu kami pergi dulu” pamit Anna dan Ariel sebelum meninggalkan rumah.

“Kau saja yang menyetir, badan ku tidak enak” ucap Ariel menyerahkan kunci mobil. “Kau sakit? Kau yakin tidak ingin beristirahat? Tanya Anna sebelum menyalakan mobil. “Aku baik-baik saja kakak ku, aku akan baik-baik saja nanti nya. Malah jika aku bermalasan aku akan menjadi lebih sakit, ayo kita berangkat” ujar Ariel. Anna pun melajukan SUV nya menuju Juilliard School

 

***

Anna dan Ariel meluangkan waktu istirahat bersama. “Kau siap jam berapa nanti?” tanya Ariel.

“Jam 3, bagaimana dengan mu?”

“Call! Bagaimana setelah kelas kita berbelanja?”

“YEAH! SISTER SHOPPING TIME!!!” teriak Anna dan Ariel. Mereka berdua memang sering melakukan hal gila berdua. Berteriak ditengah jalan, ngebut dijalanan, membuat beberapa video parodi bersama.. Berbelanja bersama, mengincar diskon disegala branded store. Anna yang biasa diam hanya bisa ribut ketika bersama Ariel. Itu lah bagaimana mereka menghabiskan masa hidup nya. saling melengkapi satu sama lain

***

Sekolah usai, Anna dan Ariel melanjutkan tujuan mereka ke Century 21. Anna berpencar dengan Ariel karena dia mencari beberapa jeans sedangkan Ariel mencari beberapa dress musim panas, walau pun musim panas masih 5 bulan lagi tetapi dia merasa dia perlu mempersiapkan dari sekarang.

“Anna, bagaimana menurut mu dengan dress putih ini?” tanya Ariel.

“Terlihat bagus, apa kah kau akan membeli nya sekarang? Musim panas masih 5 bulan lagi” ujar Anna.

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin membeli nya sekarang, aku rasa aku perlu mempersiapkan semua nya” ucap Ariel tersenyum melihat dress pilihannya.

“Terserah kau saja, tetapi kenapa dress putih?” tanya Anna. “Aku sendiri tidak tahu, aku hanya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada dress ini. Sama saat aku jatuh cinta dengan—“

“EXO, bagaimana kau jatuh cinta dengan mereka saat kau melihat teaser mereka di youtube. Iya, aku tahu kau akan berbicara seperti itu” Anna memotong pembicaraan Ariel. “Memang kau yang paling mengerti diri ku, Anna. Ngomong-ngomong soal EXO, aku ingat bahwa mereka akan mengadakan konser pertama mereka musim panas ini di Seoul! Ah aku sangat senang mengetahui nya. Aku berharap bahwa musim panas ini kita akan ke Korea—“ “terserah kau saja, ayo kita cepat berbelanja, baterai hp aku low” ucap Anna memotong pembicaraan Ariel sebelum Ariel berteriak histeris di century21.

***

“Ariel, kau akan begadang lagi untuk streaming? Apa kau tidak merasa lelah? Kita tidak beristirahat tadi siang jadi tidak kah kau sedikit pun mengantuk?” tanya Anna.

“Kakak ku tersayang, berhentilah mencemaskan ku. Aku hanya streaming sebentar saja, aku akan tidur lebih cepat kali ini” jawab Ariel.

“Baiklah, aku tidur duluan ya” ujar Anna berlalu untuk tidur.

***

“Kau saja yang menyetir, aku masih tidak enak badan, kenapa ya aku selalu tidak enak badan belakangan ini” ujar Ariel.

“Bagaimana pun aku telah mengingatkan mu untuk beristirahat—“

“Aku tertidur dan beristirahat lebih cepat malam ini. Aku tidak tahu kenapa aku merasa badan ku lebih tidak enak pagi ini” ucap Ariel sebelum menguap.

“Masih yang sama? Perut mu sakit?”

“Aku tidak tahu apakah ini bagian perut atau bagian apa yang sakit. Yang pasti ini sedikit menyiksa ku”

“Apa kau perlu beristirahat dirumah hari ini?” tanya Anna.

“Tidak, aku ada presentasi sejarah model hari ini dan aku tidak boleh melewatkannya. Ini sangat penting untuk nilai akhir ku nanti” jawab Ariel.

“Baiklah kalau begitu” Anna menyalakan SUV nya dan berlaju ke Juilliard School.

***

Seseorang memasuki kelas Anna. Orang itu adalah teman dekat Ariel di kelas, Julie. Julie mendekati tutor mereka dan membisikan sesuatu ke telinga tutor. Tutor itu mengangguk pelan dan

“Anna Choi, adik mu pingsan di pertengahan kelas sejarah model. Aku izinkan kau pergi ke ruang kesehatan untuk melihat kondisi adik mu” ucap tutor tersebut.

“Terimakasih pak” ucap Anna sebelum berlalu ke ruang kesehatan. Anna berlari ke ruang kesehatan dan sampai disana Anna hanya bisa melihat Ariel berbaring. Wajah nya pucat.

“Sebelum dia tidak sadarkan diri, Ariel sempat muntah banyak di kelas, aku tidak tahu apa saja yang terjadi” ujar Julie. Bisa dilihat dari raut wajah nya Julie begitu cemas.

“Terimakasih atas informasi nya. Karena aku sudah berada disini, kau boleh kembali ke kelas mu” ucap Anna.

“Baiklah” ucap Julie berlalu.

***

Karena dokter sekolah yang tidak bisa menangani apa saja yang terjadi pada Ariel, Ariel akhirnya dilarikan ke Bellevue Hospital Center. Anna mendampingi Ariel yang masih tertidur pulas dan orang tua mereka menunggu di rumah sakit. Selama perjalanan Anna hanya bisa berdoa, agar kondisi Ariel baik-baik saja.

***

Anna dan ibu nya menunggu hasil tes darah Ariel dengan sabar. Anna hanya bisa meliat Ariel yang masih tertidur pulas. Ibu mereka pun sudah berhenti menangis. Ayah Ariel berada di ruang dokter, karena dokter perlu menjelaskan apa penyakit Ariel. Pintu kamar Ariel terbuka dan ayah mereka masuk. Ibu langsung menghampiri ayah dan bertanya. Ayah meminta ibu dan Anna duduk dengan tenang sebelum dia mulai berbicara.

“Ariel, mengidap kanker hati, stadium 3. Kalian pasti cemas, tapi mohon lah mengerti keadaan Ariel. Jangan membuatnya lebih tertekan. Bukan berarti aku menyuruh kalian untuk tidak bersedih, aku sendiri pun bersedih. Tetapi membuatnya senang bukan lah tujuan kita semua? Bukan berarti juga aku menyerah dengan semua nya. Aku telah meminta dokter untuk melakukan hal terbaik untuk Ariel. Kita disini, sama-sama berjuang.” ujar ayah tenang.

Anna hanya bisa terdiam mendengar pernyataan ayah nya. Dia melihat Ariel yang tertidur, dan berdoa dalam hati nya agar Ariel baik-baik saja.

*5 bulan kemudian*

Minggu pagi keluarga Choi terlihat baik-baik saja. Ibu mereka memasak nasi goreng kimchi untuk sarapan mereka pagi ini.

“Jadi, Anna, libur mu telah tiba?” tanya Ayah.

“Iya ayah, Senin besok aku sudah tidak ada kegiatan sekolah lagi” jawab Anna.

“Baiklah, kalau begitu kalian harus berkemas segera, karena…” ayah mengeluarkan 4 lembar tiket NYC-ICN by Korea Airlines. Semua yang ada dimeja makan hanya bisa tertegun melihat tiket pesawat itu.

“AYAH! KITA AKAN KE KOREA?! YEAY!” teriak Ariel penuh gembira. Iya, Ariel sekarang baik-baik saja. Dia telah menjalani pengobatan untuk kanker hati nya. Dia dan keluarga mereka melakukan yang terbaik untuk Ariel. Meskipun tidak sepenuhnya pulih, tetap saja melihat keadaan Ariel yang sehat sudah lebih cukup bagi mereka.

***

Sebelum mengemas pakaian nya, Ariel kembali sibuk dengan laptop nya sebelum jam istirahatnya datang.

“Adik ku, apa kau sudah berkemas?” tanya Anna. “Belum kak, ada beberapa hal penting yang harus aku urus sebelum aku mengemasi barang-barangku, kemari lah kak” panggil Ariel menepuk kursi kosong yang berada disebelah nya.

“Hal penting? Apa?” tanya Anna sebelum menjatuhkan dirinya dikursi. Anna bisa melihat bahwa adik nya sedang membaca forum disalah satu fan web-site nya.

“Kau coba lihat ini kak, seperti aku bilang beberapa waktu lalu jika idola ku ini akan mengadakan konser musim panas ini, jadi…”

“Kau akan memesan tiket konser itu? Kau tidak apa-apa? Apa kau yakin akan baik-baik saja? Dirimu sendiri belum pulih—“ Anna memotong kemana tujuan pembicaraan Ariel.

“Ayah sendiri sudah mengizinkan ku, aku janji kak aku akan baik-baik saja” ucap Ariel. Anna sendiri bisa melihat bagaimana bahagia Ariel yang gembira seperti baru menang undian. Undian bisa libur musim panas dan nonton konser idola nya, EXO.

“Kakak lihat sendiri ini bagaimana konsep dari konser mereka, dan….aw! Mereka terlihat sangat gagah, dan itu kak, Chanyeol adalah yang paling keren diantara mereka, kakak setuju bukan? Jika aku bisa menjadi model terkenal dan menemui cara untuk menemui dia dan, awh! Aku tidak bisa memikirkan nya lagi!” ucap Ariel histeris sendiri melihat video interview EXO di youtube. Anna sendiri melihat adiknya terlihat senang, hanya bisa ikut tersenyum dan merespon adik nya tersebut.

Anna sendiri mengakui lelaki yang disukai adiknya itu sangat lah tampan. Tinggi, lesung pipi nya yang tidak terlalu dalam, suara nya yang berat, hanya gadis bodohlah yang tidak menyukainya. Bukan berarti Anna ikut menyukai idola sang adik, hanya saja dia kagum. Anna yang mendengar Ariel bercerita tentang mimpinya menjadi model setelah lulus dari Juilliard karena mendengar banyak model sukses setelah lulus dari sekolah tersebut. Dalam senyum Anna ia pun berdoa agar mimpi mereka bisa menggapai mimpi mereka satu persatu, tentunya bersama.

“Aku akan sangat senang jika bisa bertemu dengan nya langsung kak. Ini seperti satu persatu mimpi ku mulai terwujud” ucap Ariel dengan senyum sumringah nya.

“Baik lah Ariel, aku mengerti dengan perasaan mu. Tetapi cepat lah berkemas sebelum jam istirahat mu masuk. Kau tidak ingin datang ke Korea dengan keadaan yang kurang sehat, bukan?”

“Baiklah kakak ku!” ucap Ariel sebelum bergegas mengemas pakaiannya.

***

“KOREA! HERE I AM!!!” teriak Ariel yang masih tidak bisa menyembunyikan kesenangannya dari JFK Internationsl Airport sampai mendarat di Incheon International Airport.

“Kak, akhirnya kita menghabiskan musim panas kita di Korea” ucap Ariel sebelum memeluk Anna. “Iya Ariel, akhirnya” ucap Anna sembari memeluk adiknya. Orang tua mereka hanya bisa tersenyum melihat kedua putri nya. Mereka pun bergegas memasuki bandara dan bergegas mengambil bagasi mereka.

***

“We are homyyyyy, it feels so great! Neomu choa! Aku tidak sabar menghabiskan waktu ku disini!!!” ucap Ariel sebelum memasuki kamar nya.

“Baik lah sebelum kalian beristirahat, sebaiknya kalian berkemas barang-barang kalian dulu, membersihkan diri, lalu kita akan pergi makan keluar” Ayah memberi instruksi kepada kedua putri nya sebelum masuk kamar.

***

Malam tiba, keluarga Choi mencari makan malam sekaligus berjalan-jalan di Apgujong. Mereka makan disalah satu restoran Korea. Ariel dan Anna pun memisahkan diri mereka sebentar dari orangtua mereka yang berencana mengunjungi beberapa teman lama ayahnya.

“Kak, ayo temani aku ke SM COEX ARTIUM! Ada beberapa hal yang harus aku beli untuk persiapan konser besok. Ayolah! Selagi kita di Apgujong, yayaya?!” Ariel mencoba memohon agar Anna bersedia menemani nya.

Anna hanya mengangguk mengiyakan permintaan adik satu-satu nya.

“Yeay!” teriak Ariel sebelum mereka berdua menaiki shuttle SM @coexatrium.

***

Konser EXOlu’Xion hari ke-3 pun berlangsung hari itu, dimana giliran untuk Ariel melihat sang idola. Hanya Anna yang yang mengantarAriel ke Seoul’s Olympic Stadium karena orang tua mereka masih ada beberapa pertemuan dengan teman ayah mereka.

“Kau yakin kau akan baik-baik saja? Setelah aku pikir lagi, aku ingin menemani mu karena aku cemas. Tetapi karena tidak ada satu tiket pun jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa” ucap Anna murung.

“Kau benar-benar harus berhenti mencemaskan ku kak, aku akan baik-baik saja, bahkan jika aku tidak, setidak nya aku telah bertemu dengan laki-laki ku” ucap Ariel sembari tersenyum.

“Ya! Kau ini berbicara apa?! Kau ingin aku merobek tiket konser mu itu? Kau malah membuat ku tambah cemas!” Anna tidak bisa menyembunyikan rasa cemas nya mendengar perkataan sang adik.

“Aku hanya bercanda kakak ku sayang. Kau benar-benar harus berhenti mencemaskan ku, sungguh. Maafkan aku kak, aku tidak akan berkata seperti itu lagi. Aku, tidak akan membuat mu cemas lagi” Ariel memberikan kelingking nya ke Anna. Anna pun menautkan kelingking nya dengan adik nya dan memeluk adik satu-satu nya itu.

“Kau hati-hati ya” ucap Anna sebelum melepaskan pelukan nya. “Kau terlihat menawan dengan gaun putih yang kau pilih di century21 itu. Semoga lelaki mu menangkap bagaimana bersinarnya diri mu ya”

“Baik lah kak. Sampai bertemu lagi!” Ariel melambaikan tangan sebelum memasuki arena konser.

Anna melambaikan kembali tangannya. Bersamaan dengan itu, Anna mengirimkan doa agar adik-adiknya kembali dengan utuh.

***

“Insiden terjatuhnya beberapa properti konser EXO melukai beberapa penonton”

“Salah satu penonton yang terluka tak sadarkan diri”

“SM Entertaiment minta maaf dengan insiden yang terjadi dan berjanji akan bertanggung jawab”

“Korban dari konser EXOluXion yang tak sadarkan diri sempat mengeluarkan muntah berdarah sebelum diangkut ke rumah sakit, apa yang terjadi?”

“Penonton yang terluka kecil sudah diobati, bagaimana dengan satu penonton konser EXOluXion yang tak sadarkan diri?”

“SM Entertaiment, beserta EXO akan membesuk langsung keluarga penonton yang masih dirawat inap”

Insiden yang terjadi secara tidak sengaja itu pun langsung beredar di media sosial. Konser EXOluXion yang seharusnya diadakan 5 hari diundur akibat insiden tersebut. Insiden ini pun mengundang perhatian sang idola EXO.

EXO sendiri yang sedang berkumpul di apartemen mereka hanya bisa menunggu berita dari manajer mereka atau pihak SM. Mereka pun merasa gelisah.

“Dua diantara kalian akan ikut kami untuk membesuk keluarga korban. Yaitu, Suho dan Jongin. Kalian berdua, bersiap-siaplah. Kita akan berangkat 30 menit lagi” ucap manajer mereka sebelum meninggalkan apartemen.

“Baiklah Jongin, kita bersiap-siap. Yang lain, kami mohon doa kalian untuk korban” ucap Suho sebelum meninggalkan ruang tengah.

***

Anna hanya bisa diam melihat kondisi adiknya yang terlihat drop. Orang tua mereka juga hanya bisa terdiam. Tidak ada satu pun dari mereka yang saling menyalahkan telah memberi izin Ariel untuk menonton konser. Karena mereka sendiri percaya bahwa Ariel bisa menjaga dirinya sendiri. Orang tua mereka pun tidak menyalahkan pihak agensi dari idola Ariel tersebut, karena muntah darah yang disebab kan Ariel bukan lah karena beberapa properti yang terjatuh tersebut, melainkan kondisi Ariel yang sudah drop.

Berbeda dengan Anna yang pikirkan. Ariel bisa seperti ini karena Ariel menyukai mereka. Ariel begadang karena mereka. Ariel bisa sakit karena mereka. Ini semua karena mereka. Tetapi bagaimana pun Anna tidak bisa menyalahkan grup idola Ariel itu. Disisi lain salah Ariel tidak bisa menjaga kesehatan nya sendiri. Tetapi bagaimana pun, Anna tetapi tidak suka dengan EXO idola Ariel tersebut. Bukan hanya tidak suka, tetapi Anna benci.

Terdengar ketukan dari pintu kamar Ariel dan ayah pun membuka pintu. Ternyata benar beberapa SM Entertaiment staf dan beberapa member EXO datang untuk membesuk Ariel. Anna sendiri semenjak kedatangan mereka hanya terus melihat Ariel dan menangis. Anna yang tidak tahan dengan suasana dikamar Ariel pun berlari keluar kamar Ariel. Bukan hanya karena tidak tahan melihat kondisi Ariel, tetapi disisi lain Anna benci karena kedatangan mereka. Mereka yang menyebabkan Ariel seperti ini.

***

Pihak SM Entertaiment datang untuk membesuk Ariel dan meminta maaf langsung atas insiden yang terjadi dan merundingkan beberapa hal. Ayah Ariel pun berdiskusi tentang kondisi Ariel dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. 

“Kelegaan tersendiri bagi kami mendengarkan penjelasan dari tuan Choi. Bagaimana pun kami mendoakan agar nona Choi Eun Ri lekas sembuh” ucap salah satu staff SM.

“Kami dari seluruh member EXO juga ikut mendoakan Choi Eun Ri bisa lekas sembuh. Sebelum kami tinggal kami ingin memberi buah ini sebagai perminta maaf kami, mohon diterima” ucap Suho sebelum memberi bingkisan kecil berisi buah tersebut. Ayah Ariel hanya bisa tersenyum dan menerima bingkisan.

“Terimakasih atas kebaikan kalian untuk membesuk Choi Eun Ri” ucap tuan Choi sebelum meletakkan bingkisan buah itu.

“Iya, sama-sama tuan Choi, kami juga berterima kasih karena Anda—“ ucapan Suho terpotong saat Anna keluar dari kamar rumah sakit yang meninggalkan ekspresi bingung orang-orang yang berada dikamar.

“Baiklah kalau begitu kami pamit kembali ke pekerjaan kami. Kami semua mendoakan agar Choi Eun Ri lekas sembuh. Kami pergi dulu, kalau ada apa-apa kalian bisa menghubungi salah satu staff kami. Kami pergi dulu” salah satu staf SM Entertaiment memberi kartu nama nya.

“Baiklah, hati-hati dijalan” ucap tuan Choi.

Suho, Jongin, dan staf SM Entertaiment pun keluar dari kamar rumah sakit dan menuju mobil. Jongin dijalan menuju mobil pun melihat gadis yang berlari dari kamar Choi Eun Ri itu masih menangis di kursi luar kamar.

“Hyung* apakah kau tahu siapa gadis yang keluar dari kamar pasien Choi Eun Ri tadi?” tanya Jongin penasaran.

“Mungkin saja kakak nya, aku tidak sempat menanyakan itu” ucap Suho.

***

Tuan Choi pun keluar kamar melihat Anna masih tertunduk menangis. “Ada apa dengan mu Anna? Kenapa kau melarikan diri dari kamar tadi? Apa ada yang salah?” tanya Ayah nya lembut. “Ayah, karena mereka Ariel bisa seperti ini, kenapa kau masih berbaik hati dengan mereka?” tanya Anna masih menangis. “Kau jangan pernah menyalahkan yang tidak bersalah Anna. Kau sendiri tahu kondisi Ariel memang bisa drop dan bisa bangkit lagi. Menyalahkan orang tidak akan menyembuhkan Ariel. Kau mengerti?” tanya Ayah. “Iya ayah” jawab Anna sebelum menganggukan kepala nya.

***

“Ariel, kita check up 1 jam lagi ya. Tuan Choi, ada beberapa hal yang harus sampaikan, bisa kah Anda keruangan saya?” ucap Dokter Kim sebelum meninggalkan kamar Ariel.

Kondisi Ariel sendiri memang telah membaik. Tetapi dia masih lemas. Yang dia lakukan tiap hari nya hanya check up, menulis beberapa hal di note, minum obat, dan tidur. Anna sendiri bergantian dengan ibu dan ayah nya untuk menjaga Ariel.

Tuan Choi sendiri keluar dari ruangan Dokter Kim dengan hasil dan persetujuan operasi untuk hati Ariel. Dengan perasaan Tuan Choi berjalan menuju kamar Ariel dan menjelaskan apa yang dikatakan oleh Dokter Kim.

“Kalian sendiri tahu, ayah hanya ingin melakukan hal yang terbaik untuk Ariel. Ariel hanya butuh doa kita” ucap Ayah menutup pembicaraan hari itu.

***

Hari ini hari operasi yang cukup beresiko, ntah itu resiko baik atau resiko buruk. Keluarga Choi tahu rumah sakit dan dokter disini akan melakukan hal yang terbaik untuk Ariel. Sebelum Ariel operasi transplasi hati hingga operasi selesai, tidak satupun dari mereka yang berhenti untuk mendoakan agar operasi Ariel berjalan lancar.

***

Dua hari setelah Ariel operasi itu, Ariel masih bernapas. Hanya saja dia tidak bisa bergerak banyak seperti sebelumnya. Malam itu Ariel merasa baik-baik saja tanpa bantuan rumah sakit. Keluarga Choi pun mempergunakan kesempatan itu dengan baik.

“Nak cepatlah sembuh, ibu hanya ingin kamu sembuh, jika ibu bisa menggantikan posisi mu” ucap ibu terisak. “Nak, kau tahu ayah telah memberikan diri mu yang terbaik bukan? Maka dari itu sembuh lah dan kita akan menghabiskan semua musim panas kita di Korea” ucap Ayah masih memeluk ibu yang terisak.

“Ariel, kau janji kau akan baik-baik saja. Tetapi kenapa seperti ini, kau cepat sembuhlah, aku merasa sepi tanpa dirimu” ucap Anna terisak.

“I-ibu, a-ayah dan Anna. A-a-aku mencin-ta-ii kali-a-an se-e-mua” bisik Ariel terpatah-patah. Keluarga Choi pun tidak bisa menghentikan air mata mereka.

“Kau berhentilah membuatku cemas!” ujar Anna masih terisak.

“Ma-aa-f. A-aa-ku ti-i-dak a-aa-kan membuat-muu cema-as la-gii” ucap Ariel masih terpatah. Ariel pun bernapas dengan keras dan menutup mata nya. keluarga Choi pun tahu, bahwa napas itu adalah napas terakhir Ariel.

*end of flashback*

“Aku merindukannya Kris, aku sangat merindukan adik ku Kris” ucap Anna terisak.

“Aku tahu, keluarkan lah semua kesedihan mu Anna, sampai kau lelah menangis, aku akan menemani mu..” ucap Kris memeluk Anna lebih erat lagi.

TBC

Hey! Anonymouspark back with new chapter of HURT! Maaf untuk flashback yang panjang (dan mungkin membosankan). 4809 kata untuk 1 chapter jujur ini pertama kalinya (hehe). Jadi menurut kalian bagaimana ff aku ini? Kalau layak untuk dilanjutkan, aku lanjutin tp kalau gak mungkin aku akan sering buat drabble. Bagi kalian yang udah meluangkan waktu kalian untuk membaca ff ini, terimakasih. Untuk yang meninggalkan jejak, TERIMAKASIH BANYAK!!! Karena komentar kalian lah yang bisa menghilangkan lelah nya mengetik 4809 kata ini. EXO nya masih ngumpet ya. See you! Xoxo~~~

Advertisements

2 thoughts on “HURT (CHAPTER 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s