EVERYTHING HAS CHANGES CH-1

cover

-EVERYTHING HAS CHANGES-

Chapter 1

Park Chanyeol | Choi Shina | Jung Hoseok

Jeon Jungkook | Wu Jia Yoon | Kim Taehyung | JungWoori

 

Romance | Teen | Sad | Comedy | Friendship

PG-16

By Wiitha Choi a.k.a Eunmi Choi

WP Pribadi : jujuqtamie.wordpress.com

-0-

Bayangkan saja betapa berisiknya apartemen ketiga gadis ini. mereka tengah sibuk membayangkan apa yang terjadi setelah sepuluh tahun yang lalu mereka harus di tinggal pergi sahabat terbaiknya. Lihat saja raut wajah Yooni, Woori dan Shina. masing-masing dari mereka mempunyai cerita.

Yooni tengah tersenyum lebar sambil terus berhayal. Woori yang sedari tadi menangkup kedua pipinya sambil tersenyum tak jelas. Sedangkan Shina? dia hanya memandang kedua sahabatnya dengan tampang polos. Hanya dia yang tidak sebahagia kedua sahabatnya itu. kenapa? Karena Shina punya kesedihan kelam mengenai perpisahan sepuluh tahun lalu.

Flashback On

Bandara Incheon tengah di padati banyak orang, terlebih lagi enam keluarga juga berada disana. Shina, Yooni dan Woori yang juga ambil andil di bandara itu kini tengah bersama ketiga namja yang tengah berdiri di hadapan mereka masing-masing.

Yooni yang kini tengah memeluk namja yang berada di depannya dengan penuh air mata.

“Yoon. Jangan menangis. Aku berjanji akan kembali, jadi aku mohon, tunggulah aku. dan jangan pernah dekati namja lain. Arra!”. Ucap namja yang bernama lengkap Jeon Jungkook itu.

“Kookie-ya. Kau harus janji padaku ya. Jangan berbohong, atau aku akan menyusulmu ke Sydney”. Ujar Yooni kemudian melepaskan pelukannya.

Jungkook pun mengangguk. “Hm. Aku pasti akan kembali. Kau boleh menjemputku jika aku tidak kembali”. Ujarnya kemudian mendekatkan wajahnya pada Yooni. “Aku berjanji akan kembali untukmu, Yooni-ya. Jadi, aku mohon tunggulah aku”. ujar Jungkook kemudian tersenyum dan menghapus airmata Yooni.

“Hm. Aku akan menunggumu, Kookie-ya. Selalu”.

Berbeda dengan Yooni dan Jungkook. Woori dan Taehyung kini tengah menautkan tangannya satu sama lain.

“Tunggulah aku, Woo-ya. Dan jangan pernah dekati sunbae bermata besar itu. atau aku tidak akan kembali”. Ancam Taehyung.

“Kau mengancamku? Lagipula, aku tidak menyukai Kyungsoo sunbae lagi. Dia itu tidak jelas”. Balas Woori dengan senyuman merekah dibibirnya.

“Benarkah? Baguslah kalau begitu”. Ujar Taehyung senang.

“Berjanjilah untuk kembali, Tae. Aku selalu menunggumu”. Ujar Woori kemudian memeluk Taehyung erat.

Yooni dan Woori kemudian melirik Shina dan Hoseok sekilas. Mereka hanya saling diam dan menunduk. Yooni dan Woori melepaskan pelukannya pada namja itu kemudian mendekati Shina.

“Kalian tidak ingin mengatakan sesuatu?”. Tanya Yooni heran.

“Apa kalian tidak ingin bertemu lagi? Atau kalian tidak bisa berpisah?”. Sambung Woori.

Yooni dan Woori menatap Hoseok yang kini tengah di rangkul oleh Jungkook dan Taehyung.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu, Seok-ah?”. tanya Yooni.

“Ayolah. Kita hampir berangkat”. Tambah Jungkook.

Hoseok menggeleng kemudian menatap kedua sahabatnya itu. “Ayo. Sebentar lagi kita akan check in”. Ujarnya kemudian berjalan lebih dulu.

Yooni dan Woori menatap wajah sendu Shina yang masih menunduk. “Shin. Kau baik-baik saja?”. tanya Yooni dan Woori bersamaan.

Shina mengangguk. “Tidak apa-apa. aku baik-baik saja”. Shina mengadahkan wajahnya. “Ayo kita susul Hoseok”. Ujar Shina kemudian meninggalkan Yooni, Woori, Jungkook dan Taehyung dalam kebingungan.

“Ada apa dengannya?”. Tanya Yooni.

“Entahlah. Mungkin mereka bertengkar”. Sahut Jungkook.

“Kenapa sepupumu jahat sekali, Woo-ya”. Ujar Taehyung.

“Lihat saja dia. Kalau nanti Shina menangis hanya karena namja bodoh itu”. umpat Woori sambil menggerang kesal.

Flashback Off

“Mereka akan pulang’kan?”. Tanya Yooni tak sabar.

Woori mengangguk. “Iya. Aku mendapat pesan dari eomma kalau Hoseok mau kembali ke Seoul dalam minggu ini”. tukas Woori.

Shina yang mendengar nama Hoseok langsung bangkit dari duduknya hingga membuat Yooni dan Woori bungkam.

“Aku ada kuliah siang. Jadi aku akan berangkat dengan Chanyeol oppa”. ujar Shina kemudian beranjak menuju kamarnya.

Yooni dan Woori saling tatap. Entah apa yang membuat mereka berdua begitu khawatir dengan Shina. karena sejak kejadian itu, Shina tak pernah mau tahu tentang urusan namja bermarga Jung itu.

“Habislah riwayat sepupumu, Woo. Aku yakin, Shina pasti membencinya”. Ujar Yooni lirih.

“Tidak separah itu, Yoon. Aku yakin, Shina dan Hoseok bisa kembali seperti dulu”. Bela Woori.

“Dengan sosok Chanyeol oppa di sisi Shina? apa itu mungkin?”. Yooni membenarkan duduknya menghadap Woori. “Kau bahkan tahu sebesar apa cinta Chanyeol oppa pada Shina. dan mungkin, Shina juga mulai mencintai Chanyeol oppa”. tukas Yooni.

“Darimana kau tahu?”. Tanya Woori.

“Kau akan melihatnya jika kau memang serius melihatnya”.

-0-

Shina tengah sibuk membersihkan kamarnya. Kamar utama apartemen mereka sangat luas. Oleh karena itu, mereka membeli tempat tidur kecil yang mereka susun sedemikian rupa agar mereka bisa tidur dalam satu kamar. Shina tengah bersiap untuk tidur sampai suara Yooni dan Woori mengintruksinya untuk menunggu.

“Kau sudah mau tidur, Shin? Bukankah besok kari libur?”. Ujar Yooni kemudian duduk di ranjangnya.

“Hm. Besokkan jadwalku menyiapkan sarapan. Setidaknya aku harus tidur lebih awal agar bangun lebih awal’kan?”. Ujar Shina kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang. “Selamat malam, Yooni. Selamat malam, Woori”. Ujar Shina kemudian menutup matanya.

Woori dan Yooni hanya bisa menggeleng lemah melihat tingkah Shina yang semakin aneh menurutnya.

-0-

Shina yang kini tengah berdiri di depan cermin mulai menyisir dan mengikat tinggi rambut panjangnya. Shina melirik kedua sahabatnya masih sibuk memejamkan matanya dan bergulung di selimut tebalnya.

“Yoon. Ayo bangun. Kita akan menonton drama korea’kan pagi ini”. ujar Shina sambil menggoyang tubuh Yooni.

Salah. Shina salah kalau membangunkan Yooni. Karena gadis itu tidur seperti beruang yang sedang hibernasi. Abaikan, jika Shina harus terus membangunkannya. Shina melirik Woori yang sudah membuka matanya. Shina beranjak ke sisi ranjang Woori dan menarik tangannya untuk mendudukkan tubuh Woori yang masih berat karena baru setengah sadar.

“Kita ada jadwal apa hari ini?”. tanya Woori sambil menguap dan mengucek matanya.

Shina menggeleng. “Kita hanya akan menonton drama seharian penuh. Bukankah banyak drama yang belum kita selesaikan”. Ujar Shina kemudian bangkit. “Bangunkan beruang bermarga Wu itu, aku akan siapkan sarapan”. Ujar Shina kemudian beranjak keluar.

Shina tengah berjalan menuju dapur dan sibuk dengan celemek dan bahan makanan yang akan segera diolah menjadi santapan lezat. Shina tengah sibuk memotong sayur hingga telinganya menangkap sedikit keributan.

Shina mengambil earphonenya dan menempelkan di kedua telinganya dan menyetel music itu agar tidak mendengar suara cempreng Woori dan Yooni yang sedang berteriak di dalam kamar.

Shina mulai memasak udon dan juga kimchi. Entah kenapa hari ini aka nada banyak yang lapar sehingga Shina memasak yang sangat banyak.

Samar-samar Shina mendengar Yooni dan Woori yang sudah keluar dari kamar dan duduk di ruang TV sambil memilih kaset mana yang akan mereka tamatkan dulu.

-0-

Yooni tengah sibuk dengan TV nya hingga bunyi dentingan bel membuatnya berdecak.

“Woo, buka pintunya”. Ujar Yooni yang masih sibuk menyetel DVD nya.

“Tidak. Shina saja”. ujarnya kemudian melirik kebelakang. “SHIN! BUKA PINTU!”. Teriak Woori.

“CK! Kau saja. Shina sedang memasak”. Ujar Yooni kesal. “Dasar pemalas!”. Umpat Yooni.

“Aish! Kau yang pemalas”. Ucap Woori kesal.

Woori bangkit kemudian berjalan ke pintu apartemennya tanpa memandang layar intercom lebih dulu.

“Selamat Pa –YA –Hmmmmpppp”.

“Sssttttt. Jangan berisik”. Seorang namja membekap mulut Woori cepat sebelum teriakan gadis itu menggema ke seluruh alam semesta.

Melihat Woori mengangguk, namja itu membuka bekapannya. “Apa kabar, Woo. Lama tak berjumpa”. Ujar namja itu dengan senyuman manisnya.

“MONGTAE?”. Tebak Woori dan namja itu mengangguk.

Grab

“Aku merindukanmu. Kenapa tidak bilang mau datang?”. Tanya Woori kemudian melepaskan pelukannya.

“Ini kejutan, Woo-ya”. Ujar Taehyung. “Kau sudah besar dan…ehm, cantik”. Ucapnya.

“Kau ini”. ujar Woori kemudian melirik ke samping kanan kiri. “Kau sendirian?”. Tanya Woori heran.

Taehyung menggeleng. “Tidak. Aku bersama Hoseok dan Jungkook. Mereka masih di –Ah! itu mereka”. Ujar Taehyung saat melirik kea rah lift.

“Oh! Woori-ya”. Ujar seorang namja yang sangat Woori kenal.

“Hoseok-ah. kau jahat sekali. Kenapa tidak langsung memberitahuku kalau kau pulang?”. Ujar Woori kemudian melipat kedua tangannya di dada.

“Haha. Mian. Aku sengaja karena Taehyung melarangku”. Ujar Hoseok polos.

“Lalu, dimana yang…”.

“Woo-ya. Kenapa lama seka –Kookie?”. Ujar gadis itu begitu melihat namja dengan wajah tampan yang berdiri tepat di depannya.

“Yooni?”.

Grab

“Huaaa. Aku merindukanmu, Kookie-ya”. Ujar Yooni kemudian melepaskan pelukannya.

“Kenapa tidak bilang kalau kalian akan…”.

“KEJUTAN!”. Ujar ketiga namja itu bersamaan.

Woori dan Yooni hanya bisa menggeleng kemudian tersenyum senang. “Masuklah”. Ujar mereka bersamaan.

Kelima orang ini pun masuk kedalam apartemen yang lumayan besar itu. mereka menyewa apartemen tepat di samping apartemen milik ketiga gadis ini.

“Ehm. Dimana Shina?”. tanya Hoseok saat melihat hanya ada dua orang gadis bersama mereka.

Yooni tersenyum tipis. “Masih ingin bertemu dengannya? Aku fikir kau sudah melupakannya”. Sindir Yooni.

Hoseok tertunduk kemudian menggeleng. “Tidak. Aku sangat merindukannya”. Ujar Hoseok kemudian menegakkan kepalanya dan menatap Yooni.

“Dia ada di dapur. Temuilah”. Ujar Woori membela.

-0-

Shina tengah sibuk dengan ponselnya. Dia tengah menerima panggilan dari Chanyeol –Kekasihnya yang jangkung itu.

“Hm? Maksud oppa?”.

“Tidak. Hanya saja aku ingin mengajakmu berkencan hari ini”.

“Jam berapa? Aku harus selesaikan tontonan dramaku lebih dulu”.

“Sekitar pukul dua belas. Bersiaplah jam sebelas, aku akan menjemputmu pukul dua belas”.

“Arra. Aku akan bersiap pukul sebelas. Jangan terlambat, oppa. aku tidak suka menunggu”.

“Hm. Arraseoyo, Chagiya. Sampai nanti”.

“Ne, sampai nanti”.

“Saranghae, Choishi”.

“Nado saranghae, Parkchan oppa”.

Berikan aku sebuah ciuman”.

“Apa?”.

“Ayolah. Sedikit saja”.

“Tidak”.

“Ayolah”.

“Ah, baiklah. Muuuach. Bye oppa”.

Pip

Shina melepaskan earphonennya kemudian berbalik. “Ah!”. Shina tersentak kebelakang saat melihat sosok namja berdiri di belakangnya. “Kau?”.

“Hai, Shin. Lama tidak bertemu”. Ujar namja itu kemudian tersenyum.

“Kapan kembali?”. Tanya Shina polos sambil membawa semangkuk besar udon dan berjalan kearah meja makan.

“Kemarin sore. Aku langsung ke sini begitu mengetahui kau dan yang lain tinggal di apartemen dan kuliah di Seoul”. Jelas Hoseok. “Bagaimana kabarmu?”. Tanya Hoseok.

“Baik. Sangat baik”. Ujar Shina singkat. “YOON! WOORI! AYO MAKAN!”. Teriak Shina kemudian menyiapkan perlengkapan makan.

“Huaaaa! Udon”. Ujar Yooni kemudian duduk di kursinya. “Kookie-ya. Ayo makan”. Ajak Yooni sambil menarik tangan Jungkook untuk duduk disebelahnya.

“Tae-ya. Ayo makan”. Ujar Woori kemudian menarik Taehyung hingga namja itu duduk di sampingnya.

“Makanlah. Aku ingin mandi”. Ujar Shina menatap Hoseok datar.

Hoseok mengangguk kemudian duduk di samping Woori. Hoseok menatap semua hidangan ini dan dia tersenyum.

“Ada apa?”. tanya Woori heran.

“Shina yang memasak ini semua? Sejak kapan gadis manja itu pintar memasak?”. Tukas Hoseok kemudian mengambil sesendok nasi di piringnya.

“Kau saja yang tidak tahu. Kau bahkan akan ketagihan jika memakan masakan Shina. dan dia sering memasak udon jika dia merindukanmu”. Ujar Yooni kemudian melahap sarapannya.

“Benarkah?”. Tanya Hoseok tak percaya.

Woori mengangguk cepat. “Hm. Sudah. makanlah dulu, nanti saja ceritanya”.

-0-

Shina tengah duduk di ruang TV hingga bel apartemennya berbunyi. Shina yang sudah rapi dengan pakaian casualnya berjalan menuju pintu kemudian membukanya.

“Siang, sayang. Kau sudah siap?”. Tanya namja bertubuh jangkung itu.

Shina mengangguk. “Sudah. Oppa tidak lihat kalau aku sudah terlihat cantik seperti ini”. ujar Shina polos.

“Arra. Mau langsung pergi atau aku pamitan dengan mereka karena membawamu”. Goda Chanyeol.

“Pamitan saja dulu”. Ujar Shina kemudian menarik tangan Chanyeol dan membawanya masuk.

“Kemana mereka?”. Tanya Chanyeol saat melihat suasana sepi.

“Mereka sedang berada di belakang. Entahlah, sejak tadi mereka duduk di ruang makan”. Ujar Shina. “Oppa, aku ke kamar sebentar. Mau mengambil tas dan ponsel”. Tukas Shina kemudian beranjak ke kamarnya.

Chanyeol yang samar-samar mendengar suara berisik berjalan ke arah dapur dan kini mendapati begitu banyak orang disana.

“Chanyeol oppa?”. ujar Yooni kaget.

“Hai, Yoon. Woori. Kalian sedang ada acara apa? tumben sekali?”. Ujar Chanyeol polos.

“Haha. Oppa ini bisa saja. kami sedang berkumpul, biasa teman lama”. Ujar Yooni polos.

“Teman lama atau kekasih lama?”. Goda Chanyeol yang membuat wajah Yooni memerah.

“Ayo oppa”.

Suara lembut Shina membuat Chanyeol menoleh dan melingkarkan tangannya di pundak Shina.

“Yoon. Woori. Aku pinjam Shina sebentar ya”. Ujar Chanyeol polos.

“Mau kencan ya? Wah, enak sekali”.

Ucapan Yooni membuat seorang namja diam mematung. Woori yang melihat gelagat sepupunya perlahan mendesah.

“Ya, begitulah”. Ujar Chanyeol tersenyum. “Carilah kekasih secepatnya Yoon. Atau terima saja pernyataan cinta Suho”.

Mata Jungkook membulat mendengar nama Suho. Jungkook menoleh pada Yooni yang membuat Yooni meneguk ludahnya pahit.

“A-Ah! oppa bisa saja. lagipula, aku sudah punya kekasih”. Sangah Yooni cepat.

“Haha. Baiklah. Bagaimana denganmu, Woo-ya? Masih menolak Kyungsoo juga?”. Godaan Chanyeol beralih pada Woori.

Gadis itu kini tengah menahan rasa perih di tangannya akibat kedua namja menggenggamnya erat. Taehyung, yang kesal dengan ucapan Chanyeol tentang namja bermata besar itu sedangkan Hoseok, yang merasa sakit Karena menerima kenyataan kalau Shina memiliki seorang kekasih.

“Sudahlah, oppa. jangan menggoda mereka terus. Ayo kita pergi”. Ujar Shina kemudian menoleh pada kelima sahabatnya. “Aku pergi sebentar. Kalian kalau mau keluar jangan lupa memberitahuku ya. Bye”. Ujar Shina kemudian berbalik dan menarik tangan Chanyeol yang berada di pundaknya.

“Bye semuanya”. Sunggut Chanyeol kemudian berbalik mengikuti langkah Shina.

-0-

Hoseok tengah diam di dalam mobil audy hitam milik Taehyung. Mereka tengah menusuri jalanan Seoul karena ingin menonton sebuah film hari ini. Hoseok terlihat tak bersemangat dan itu membuat Woori cemas.

“Seok-ah. kau sakit?”. tanya Woori khawatir.

Hoseok menggeleng. “Tidak. Aku baik-baik saja”. ujar Hoseok singkat.

“Kenapa? Apa karena Shina?”. tebak Woori.

Hoseok mengangguk. “Kenapa dia tidak menungguku?”. Ujar Hoseok kecewa.

“Kau tidak menyuruhnya saat itu, Seok-ah. kau malah mendiaminya”. Sahut Taehyung.

“Iya. Itu karena aku tidak sanggup mengatakannya. Aku tidak ingin berpisah dengannya saat itu. aku bahkan tidak tega untuk menyuruhnya menunggu”. Ujar Hoseok lirih.

“Sudahlah. Semuanya sudah terjadi. Lagipula, Shina bahagia dengan Chanyeol oppa”. ujar Woori lirih.

“Tapi aku ingin  mengatakan padanya kalau aku mencintainya, Woo-ya. Ayolah, bantu aku”. mohon Hoseok.

Woori menggeleng. “Aku tidak yakin bisa membantumu, Seok-ah. Shina sangat mencintai Chanyeol oppa dan begitu pula sebaliknya”. Ujar Woori.

“Aku yakin kalau Shina masih mencintaiku”. Ujar Hoseok yakin.

-0-

Yooni tengah memandang Jungkook yang tengah mengemudikan mobilnya. Yooni tersenyum saat melihat Jungkook berada di sampinya saat ini.  belum bisa di percaya jika namja yang di rindukannya sekarang berada tepat di sampingnya dengan senyuman terlukis di wajahnya.

“Segitu besarkah rasa rindumu padaku, Yoon. Oh ayolah, berhenti memandangiku atau kita tidak akan beranjak dari tempat ini.

Yooni tersentak kemudian melihat kesekelilingnya. “Kau berhenti? Kenapa?”. Tanya Yooni polos saat menyadari mobil yang di kendarai Jungkook tengah berhenti.

“Karena kau menatapku. Aku  tidak bisa berkonsentrasi menyetir”. Ujar Jungkook singkat.

“Ah! mian. Baiklah, kalau begitu aku menatap keluar jendela”. Ujar Yooni kemudian mengalihkan pandangannya.

Jungkook terkekeh kecil kemudian megacak puncak kepala Yooni. “Kau lucu sekali, Yoon. Ah, aku semakin mencintaimu”. Ujarnya gamblang.

“Apa?”. tanya Yooni cepat kemudian menatap Jungkook polos.

“Mencintaimu. Aku mencintaimu. Apa ada yang salah dengan kata-kataku?”. Tanya Jungkook kemudian mendekatkan wajahnya pada Yooni.

“B-Bukankah kau hanya mengangg..”.

“Itu dulu, Yoon, saat kita masih kecil. Sekarang, kita sudah besar dan kata sahabat tak cukup untukku memilikimu seutuhnya”. Jelas Jungkook yang membuat wajah Yooni memerah.

“Kookie”.

“Kau mau menjadi kekasihku, Wu Jia Yoon?”. Ujar Jungkook kemudian tersenyum menatap raut wajah Yooni yang sudah memerah penuh.

Yooni menggangguk cepat kemudian memeluk Jungkook. “Aku mau, Kookie-ya. Astaga, betapa bahagaianya aku hari ini”. ujar Yooni senang.

Jungkook tersenyum geli kemudian mengelus surai coklat panjang itu. “Aku juga senang. Sangat senang. Gomawo, Yooni-ya”.

-0-

Shina tengah duduk di sofa sambil mendengarkan music dari earphone Chanyeol. Shina yang tengah memilin dan mengelus rambut Chanyeol yang tengah tidur di pangkuannya kini tersenyum geli.

“Ada apa?”. tanya Chanyeol kemudian membuka matanya.

Shina menggeleng. “Tidak ada. Hanya saja, oppa terlihat lucu saat tidur”. Ujar Shina polos.

“Benarkah?”. Tanya Chanyeol sambil tersenyum.

Shina menganggu. “Hm. Sayangnya aku tidak mengabadikan momennya tadi”. Ujar Shina terkekeh pelan.

“Berikan padaku”. Chanyeol menarik salah satu earphone Shina kemudian memasangnya di telinga. “Kau mendengar lagu sesedih ini?”. tanya Chanyeol kemudian mengecek ponselnya. “Sejak kapan aku menyimpan lagu sesedih ini?”. ujar Chanyeol.

“Eyy. Bukankah ini ponsel oppa. kenapa oppa malah bertanya”. Ujar Shina kemudian mengelus rambut Chanyeol.

“Ya, aku tahu. Tapi seingatku aku tidak ada menyimpan lagu ini”. ujar Chanyeol.

“Bukankah ini lagu kesukaan Dara Eonni. Mantan kekasih oppa yang seksi itu”.

Ucapan Shina membuat Chanyeol menatap kekasihnya itu tajam. Shina selalu tahu apa yang berhubungan dengan mantan kekasihnya itu.

“Dia masih mengganggumu?”. Tanya Chanyeol cemas.

Shina menggeleng. “Tidak. Hanya saja, dia masih sering memperingatkanku agar aku segera berakhir dengan oppa. dan aku tidak mau”. Ujar Shina kemudian meletakkan tangannya yang bebas di dada Chanyeol. “Oppa tahu tidak, kalau Dara eonni punya sekutu banyak jika dia ingin mencegatku”. Tukas Shina yang membuat Chanyeol merinding.

“Maksudmu?”.

“Oppa kenal Soyu sunbae, Chaerin sunbae, Yejin Sunbae, dan Namjoo sunbae?”. Ujar Shina sambil tersenyum puas.

“Kau menyindirku, ya. Kenapa kau menyebut semua mantan kekasihku?”. Tukas Chanyeol dengan bibir mengerucut.

“Bukan. Aku sama sekali tidak menyindir. Tapi memang benar. Mereka semua sekutu Dara sunbae. Apa mungkin mereka ingin mengambil oppa dariku dan membagi oppa menjadi beberapa bagian agar adil?”. Tukas Shina tanpa rasa bersalah.

“Maksudmu mutilasi? Kau ingin aku dimutilasi mereka”. Ujar Chanyeol kemudian melepas earphonenya dan bangkit.

Shina memeletkan lidahnya kemudian bangkit dan menghindar dari Chanyeol.

“YAK! Choi Shina. kemari sekarang juga!”. Ujar Chanyeol dengan wajah kesalnya.

“Tidak. Aku tidak mau. Pasti oppa aku mencubit pipiku sampai merah”. Ujar Shina kemudian menghindar saat Chanyeol hampir mendapatkannya.

“Awas saja kalau sampai tertangkap. Tidak akan aku beri ampun”. Ujar Chanyeol kemudian menatap ke arah kaki Shina. timbul ide jahil di otaknya. “Kena kau, Shin”. Gumamnya. “YA! YA! Choishi, ada cicak di bahumu”.

Shina yang masih mencoba menghindar kini diam mematung. “APA?”. Shina mulai menarik nafasnya. “KYAAAAAAAA!!!!! EOMMA!!!!!”. Teriak Shina kemudian memeluk Chanyeol hingga keseimbangan Chanyeol limbung dan mereka jatuh tepat di atas sofa dengan posisi Shina berada diatasnya.

“Ambil. Ambil cicaknya”. Ujar Shina dengan mata terpejam.

“Bagaimana. Kau menindih tubuhku”. Ujar Chanyeol sambil terkekeh pelan. “Kau mau meminta tolong ambilkan cicak, atau meminta tolong untuk menciummu”. Goda Chanyeol yang membuat Shina membuka matanya dan bangkit.

“Ambil cicaknya! Dan jangan macam-macam Tuan Park”. Sunggut Shina kemudian duduk dengan mata tertutup.

Chanyeol bangkit kemudian menepuk pundak Shina dan tersenyum. “Sudah. Sudah tidak ada cicak”. Ujar Chanyeol kemudian menggenggam kedua bahu Shina.

Shina membuka matanya perlahan kemudian melihat wajah Chanyeol sudah berada dua senti dari wajahnya. “Aku ingin menghukummu”. Ujar Chanyeol kemudian menempelkan bibirnya dengan milik Shina kemudian mendorong pelan tubuh Shina hingga tubuh gadis itu menempel sempurna di sofa.

Chanyeol yang masih menempelkan bibirnya kini mulai menggerakkan benda lembut itu dan melumat lembut bibir kekasihnya. Chanyeol mulai membuat ciuman lembut itu kini menjadi sedikit panas. Chanyeol mulai membuka satu persatu kancing kemeja Shina hingga menampakkan tangtop hitam.

Chanyeol bergerak menciumi leher putih Shina dan memberikan tanda kepemilikan disana. Shina mulai mengeluarkan desahannya. Jujur saja, leher adalah hal yang paling Shina hindari jika tersentuh. Astaga, Chanyeol bukan hanya sekedar menyentuh tapi melakukan hal yang lebih.

“Aku pul –YAK!”. Yooni teriak hingga membuat Chanyeol dan Shina berhenti dan duduk cepat dengan canggung.

Shina menatap kelima sahabatnya dengan  tatapan malu. Shina melirik Chanyeol yang hanya tersenyum lebar dengan bodohnya. “Oppa! ini semua karna ulah oppa”. ujar Shina kemudian menutup wajahnya.

“Kalian sudah pulang? Baiklah”. Ujar Chanyeol kemudian bangkit.

“Oppa mau kemana?” Tanya Shina bingung.

“Karena mereka sudah kembali dan langit juga sudah gelap, maka aku harus pulang nona Choi. Kau ingin aku terus disini menemanimu dan melakukan hal yang…”

“A-Ah. oppa mau pulang. Ayo aku antar” Potong Shina kemudian bangkit dan melingkarkan lengannya di lengan Chanyeol.

“Kau ingin mengantarku dengan keadaan seperti ini?” Tanya Chanyeol sambil menahan senyumnya.

Shina menatap tubuhnya yang kini sedikit berantakan. Kancing kemeja yang terbuka tiga bagian kemudian rambutnya yang sedikit acak-acakan itu.

“Aku akan merapikannya sebentar. Lagi pula ini karena ulah oppa. awas saja” Umpat Shina kemudian mengancing kemejanya dan merapikan juntaian surai coklatnya.

“Mianhae. Tapi aku tahu kau menyukainya”

“OPPA!”

“Ayolah. Sudah semakin gelap. Jangan lupa, besok ada kuliah pagi dan aku akan menjemputmu seperti biasa. Arasso!”

“Um. Arrasso” Shina mengangguk kemudian menarik tangan Chanyeol. “Kajja”

TBC

Holla……..

Lama tak bertemu sapa……

Aku kembali dengan FF baru…..

Jangan lupa buat komen yah….

Kalo berminat aku lanjut, tapi kalo gak, ya aku gak semangat lanjutnya…

Oke, sekian dulu….

Sampai ketemu di Chap selanjutnya….

sincerely,

Wiitha Choi

 

Advertisements

2 thoughts on “EVERYTHING HAS CHANGES CH-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s