[Freelance] Short Girl?

Cover

Tittle: Short Girl?

Author: @NikenPark

Main Cast: Park Chanyeol, Yoon Seorin (OC)

Genre: Fluff

Length: Ficlet

Rate: PG-15

 

Disclaimer: The story and OC is mine, exlcude Park Chanyeol. He is belong to GOD and his parents. Don’t copy paste and plagiat!

A/N: Disarankan membaca ff ini sambil mendengarkan lagu Baekhyun – Beautiful 😀 (Backsound nya ceritanya hehe)

———- @NikenPark Present ———-

^

^

^

^

^

^

It’s cute when i have to look down to see her face and it’s also cuter when she lifts her head to see me. They are just cute. Total cutiepie.” — Park Chanyeol.

“Chanyeol…”

“…”

“Park Chanyeol…”

“…”

“Chanyeol-ah…”

“…”

“YAK! Telinga lebar!!!”

Pekikan keras Seorin meledak tepat di dekat telinga Chanyeol. Pemuda itu terlonjak nyaris terjatuh dari sofa putih yang didudukinya. Dengan kesal ia melepas earphone yang terpasang di telinganya, kemudian menggosok telinganya kasar. Melotot pada seorang gadis berambut lurus sebahu yang tengah berdiri menyodorkan sebuah amplop kecil berwarna pink. Sepertinya surat cinta. Lagi…

“Apa-apaan kau?! Kau bisa membuatku tuli Yoon Seorin! Jinja…”

Seorin hanya mengendikkan bahunya tak peduli. “ini, dari penggemarmu.”

Chanyeol meraih surat itu kasar dan membukanya, satu seringaian tercipta dari bibirnya. “Lihat, dari siapa ini? Wow…” Chanyeol mulai membaca surat tersebut sambil sesekali terkekeh pelan. Mengabaikan Seorin yang kini duduk di sampingnya, menatap Televisi di depan mereka dengan kebisuan dan kekesalan.

“Berhentilah tebar pesona. Asal kau tau saja kau merepotkanku, Tuan Park. Fangirls mu itu terus mengejarku ke sana ke mari hanya untuk menitip surat dan salam untukmu. Itu benar-benar mengganggu.” Keluh Seorin yang masih setia menatap Televisi yang menampilkan acara musik itu.

“Aigoo… itu bukan salahku. Aku tidak tebar pesona pun mereka tetap menyukaiku. Kau tau kan, aku memang tampan. Hehehe…”

Mendengar itu membuat Seorin memutar bola matanya malas. Bersahabat dengan seorang idola kampus benar-benar merepotkan.

Chanyeol kembali fokus pada secarik kertas di tangannya, membaca deretan kalimat yang ditulis dengan begitu rapi dan indah. “Hei, kau pasti tau kan dari siapa surat ini?” Celetuk Chanyeol tiba-tiba.

“Pertanyaan bodoh. Tentu saja aku tau! Itu adalah surat dari seorang gadis paling cantik di kampus kita, Choi Sooyoung, tinggi badannya 174cm, aktif di berbagai organisasi kampus dan ia adalah wanita yang paling dicari di Kyunghee University. Ya, Amber dan Baekhyun sering mengatakan itu padaku hingga membuat telingaku nyaris tuli karena bosan mendengarnya.”

Chanyeol mendelik horor pada gadis berkulit putih itu. “Kau berlebihan, tapi kupikir… tidak salahnya mencoba. Ia lebih baik daripada Suzy, mahasiswi fakultas Ekonomi dan Politik yang tidak lebih tinggi darinya.”

“Suzy? Kau mengenalnya? Bukankah kalian beda fakultas?” Tanya Seorin polos. Jujur saja, dari sekian banyak gadis yang menyatakan cintanya pada Chanyeol, ia mungkin bisa sedikit memberikan ‘restu’ pada Suzy. Cantik, baik, pintar, siapa yang tidak menyukainya?

“Cih, kau lupa? Aku ini terkenal dan tampan. Mudah bagiku untuk mendapatkan gadis manapun.” Ujar Chanyeol sombong dan menjentikkan jarinya.

“Dasar sombong. Jadi… kau akan menerima Sooyoung?” Seorin menatap pemuda di sampingnya itu serius.

“Eumm… bagaimana ya? Entahlah, disini tertulis bahwa ia akan mengajakku berkencan. Apa aku harus datang?” Chanyeol menggeser posisi duduknya hingga mendesak pada Seorin. “Yoon Seorin, kau sahabatku kan? Bagaimana menurutmu?” Pemuda itu mencondongkan badannya ke arah gadis itu, menatapnya serius seakan-akan mereka sedang membicarakan sebuah misi penting dari FBI.

“Eung… se-sepertinya… Sooyoung gadis yang baik. Ia cantik, pintar, dan juga… badannya tinggi. Akan serasi denganmu.”

Sedikit tak rela Seorin memuntahkan tiga kata terakhirnya tadi. Perasaannya pun berubah menjadi sendu. Bagaimana lagi, menjadi sahabat Park Chanyeol tidak selamanya menyenangkan. Ia sering merasa terganggu dengan adanya fans Chanyeol. Terkadang ia kesal mengapa pemuda itu harus memiliki wajah yang tampan, dan jangan lupakan segudang bakat yang dimilikinya.

Itu masih belum seberapa. Belum lagi ini menyangkut dengan perasaannya. Tunggu, Perasaan? Ya, perasaan.  Seorin diam-diam mengagumi dan menyukai sahabatnya itu. Sahabat yang sering beradu mulut dengannya. Namun Seorin lebih memilih untuk memendam perasaannya itu daripada harus menanggung malu dengan mengakuinya. Dan seperti kau tidak tau Chanyeol saja, ia pasti akan menertawakan Seorin habis-habisan dan mengejeknya jika saja hal itu terjadi.

“Yoon Seorin…”

“…”

“SEORIN!!!”

Chanyeol berteriak di depan wajah gadis itu, tidak tau bahwa perbuatannya itu membuat jantung Seorin berdenyut kacau karena melihat wajah Chanyeol yang sangat dekat dengan wajahnya.

“Ckckckck… kenapa jadi kau yang melamun. Apa yang kau pikirkan eoh?”

Seorin mengerjap beberapa kali hingga ia tersadar dan mendorong tubuh Chanyeol menjauh. “T-tidak! Aku hanya membayangkan betapa serasinya kau dan Sooyoung jika bersama. Kalian akan terlihat seperti model. Pasti banyak pasangan yang iri. Ya… begitulah…”

Chanyeol tersenyum jahil mendnegarnya, “Tentu saja. Kami memiliki badan yang sama-sama tinggi. Akan sangat serasi jika kami bersama. Hmmm… aku rasa aku akan menerima tawaran kencannya. Dan… kemudian…., kami pacaran! Haha!! Bagaimana? Kau setuju denganku kan? Kau akan merestui kami kan?”

“Y-Yak! Minta lah restu pada orangtuamu. Kenapa aku?!” tukas Seorin. Sedikit memperbaiki posisi duduknya hingga senyaman mungkin.

“Eeiii… kau amnesia atau apa? Bukankah selama ini aku selalu meminta pendapatmu dulu? Dasar, gadis ini.” Chanyeol mencubit pipit kiri gadis itu gemas.

“HEY! Itu sakit!”

Seorin mengusap pipinya yang sudah memerah, mengerucutkan bibirnnya kesal dan menatap sebal pada pemuda di sampingnya yang malah tertawa geli melihatnya.

“Jadi bagaimana?”

“Bagaimana apanya?!” tanya balik Seorin dengan ketus.

“Astaga… aku hanya meminta pendapatmu, apakah aku harus pacaran dengannya. Kenapa kau jadi galak begini??” Chanyeol menggerutu sebal.

“Yasudah. Pacaran saja. Kalau kau suka, pacari saja dia. Bukankah kau juga menyukainya? Dia tipe idealmu kan?” ujar Seorin lalu menghela nafas berusaha mengusir rasa cemburu yang tiba-tiba datang menjelajahi hatinya.

“Ya… sepertinya begitu. Tapi…”

Kalimat menggantung dari Chanyeol cukup membuat Seorin penasaran. Bahkan detak detik jam dinding di ruang apartemen Chanyeol pun nampak seperti menunggu kelanjutan kalimat pemuda jangkung itu. Seorin menelengkan kepalanya pada Chanyeol, “Tapi… apa?” ujarnya penasaran.

“Tapi… sebenarnya….”

“Sebenarnya….”

“Eung…”

“RAHASIA!!!” Chanyeol langsung berdiri dan melangkahkan kaki-kaki panjangnya menuju dapur dengan tawa besarnya yang memecah kebisuan. Menyisakan Seorin dengan wajah bodohnya di ruang tamu.

“MWO? Yak Park Chanyeol!! Rahasia macam apa yang kau sembunyikan dariku?! Cepat katakan.” Seru gadis itu sembari melangkah tergesa menyusul pemuda yang kini tengah menegak segelas air putih dingin, berdiri tak jauh dari kulkas yang pintunya masih terbuka.

Chanyeol berdiri di sana, melirik Seorin dari sudut matanya. Gelas yang kini telah kosong itu diletakkannya di meja pantry. “Yang namanya rahasia mana boleh diceritakan.”

“Cih, dasar menyebalkan.” Seorin berusaha melupakan rasa penasarannya karena perutnya yang sudah sangat kelaparan. Ayolah, gadis itu melupakan sarapannya pagi tadi. Makan siang? Jangan tanyakan makan pada Seorin. Gadis itu selalu melupakan waktu makannya karena ia terlalu sibuk dan asik dengan kuliahnya.

“Kau punya ramen? Aku lapar.” Gadis itu berdiri dan mendekat pada Chanyeol, mendongakkan kepalanya dengan sorot mata menyedihkan. Berharap Chanyeol memiliki sedikit makanan yang bisa ia berikan padanya. Alih-alih mendapatkan jawaban, gadis itu malah mendapat sorot mata tajam dan ekspresi kesal dari Chanyeol.

“Kau melupakan makan siangmu lagi?” Pemuda itu bersidekap dengan mata melotot mengintimidasi keadaan. “Bagaimana dengan sarapan? Kau melupakannya juga?” Chanyeol bersuara dengan nada rendah dan dingin.

“Park Chanyeol… aku lapaaaarr, aku bertanya apa kau punya ramen? Ayolah jawab sajaaa…” Seorin merengek bahkan ia menarik-narik kemeja depan pemuda itu. Perutnya semakin melilit sekarang. Ugh!

“Dan kau juga masih belum menjawab pertanyaanku. Apa kau melupakan sarapan dan makan siangmu, Yoon Seorin?” Ok, Chanyeol terlihat benar-benar marah sekarang. Tentu saja, satu minggu yang lalu gadis itu membuatnya panik bukan kepalang ketika tepat pukul 11 malam ponselnya berbunyi dan ia mendengar Seorin dengan suara parau terisak di seberang sana. Ya, gadis itu kesakitan karena maag nya kambuh. Beruntung Chanyeol segera datang dan membawanya ke Rumah Sakit. Dan sekarang ia merengek meminta ramen pada Chanyeol setelah seharian ia melupakan makannya? Chanyeol menghela nafas gusar.

“Berapa kali aku katakan padamu? Perhatikan makananmu Seorin! Setelah seharian perutmu tidak terisi apapun dan sekarang kau meminta mie yang tidak sehat itu padaku??? Kau ini benar-benar…”

Seorin melepas pegangan tangannya pada kemeja Chanyeol. Gadis itu menatap kesal pemuda di hadapannya dan berujar ketus, “Kalau tidak mau memberitahu ya sudah! Tidak usah memarahiku segala. Sudah tau aku sedang kelaparan!” Seorin melewati Chanyeol dengan langkah kasarnya, sengaja ia lakukan karena ia juga merasa kesal atas perlakuan sahabatnya itu.

Chanyeol memejamkan mata dan menghembuskan nafas lagi untuk ke sekian kalinya. Mencoba meredam emosinya sendiri. Dalam diam ia memperhatikan gadis itu membuka lemarinya, mencari-cari keberadaan ramen yang daritadi mereka debatkan. Dan di sana, Seorin dengan matanya yang berbinar melihat dua bungkus ramen di kotak paling atas lemari itu. Astaga, kenapa diletakkan di tempat setinggi itu?!

Seorin mengumpat dalam hatinya. Merutuki Chanyeol yang berdiri dibelakangnya dengan senyuman yang mengembang. Ya, pemuda itu sengaja meletakkannya di sana agar gadis itu tak dapat menjangkaunya karena tubuhnya yang pendek.

“Kenapa? Kau tidak mengambilnya?” suara berat Chanyeol merambat di telinganya.

“Sialan.” Desis gadis itu. Namun Seorin tidak menyerah, ia berjinjit membuka pintu lemari. Oh, sedikit lagi, Ramen itu sudah berada dalam genggamannya jika saja tidak diletakkan di atas kotak-kotak aneh dan beberapa botol di sana.

Pegal. Seorin merasa sebelah tangannya pegal. Entah sudah berapa lama ia berjinjit dan mencoba meraih ramen itu, namun hasilnya nihil. Seorin merasa ingin menangis sekarang.

“Menyerah saja. Dasar pendek.”

Bisikan itu menghentikan aktifitas Seorin. Perlahan ia turunkan lengannya, sedikit menoleh ke samping dan ia dapati pemuda itu tersenyum jahil padanya dengan jarak yang begitu dekat.

“Kalau tau begini, sudah kulakukan dari dulu saja. Baiklah, karena aku kasihan padamu maka kuperbolehkan kau makan ramen ini.” Senyuman lebar seketika terlukis di wajah Seorin ketika pemuda itu menegakkan badannya dan mengambil ramen itu untuknya. Namun senyuman itu memudar ketika Chanyeol menarik kembali ramen yang hendak berpindah ke tangan gadis itu. Mengangkatnya setinggi kepala pemuda itu.

“Berjanji lah ini yang terakhir. Perbaiki pola makanmu, kurangi makan ramen. Mengerti?” ujar Chanyeol memperingatkan gadis itu.

Ayay Captain!” seru Seorin seraya melakukan hormat pada Chanyeol diiringi dengan senyuman dari wajahnya yang membuat Chanyeol turut tersenyum dan memberikan ramen itu. Akhirnya…

Seorin kini sibuk dengan ramen di pancinya, uap panas terlihat mengepul dari sana. Gadis itu mengaduk mie itu dengan raut wajah riang. Tak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dengan semburat senyum di wajah tampannya.

“Kau tak penasaran?” Celetuk Chanyeol memecah konsentrasi Seorin pada ramennya.

“Heum? Penasaran soal apa?” Seorin mengerutkan alisnya bingung.

“Rahasiaku. Kau ingin tau tidak?” ujar Chanyeol santai.

“Ah, ya. Memangnya kau mau memberitahuku?”

“Ya. Sebenarnya… aku menyukai gadis bertubuh pendek.” Uhgg! Seorin tersedak kuah ramen yang tadi dicicipinya. Apa? Chanyeol tidak sedang bercanda kan?

“Aku serius.” Ucap Chanyeol seakan-akan mengetahui pikiran Seorin.

“Ke-kenapa?” Seorin mencoba untuk terlihat biasa saja.

“Karena aku sangat menyukainya.” Ekspresi wajah Chanyeol berubah cerah. “Ia terlihat lucu. Ya, mungkin gadis dengan tubuh tinggi memang bagus, tapi bagiku gadis dengan tubuh pendek terlihat lebih manis.”

“Ha? Bu..bukankah kau bertubuh tinggi? Jadi menurutku, gadis bertubuh tinggi akan lebih terlihat cocok denganmu. Bukan kah tadi kau setuju?” Tukas Seorin.

“Ya, tapi aku lebih suka gadis bertubuh pendek. Ia akan terlihat lucu dan membuatku ingin selalu memeluknya.” Chanyeol berjalan mendekat dan berhenti tepat di depan Seorin. “Seperti ini… membuatku benar-benar ingin memeluknya.” Chanyeol tersenyum lembut diakhir kalimatnya, membuat Seorin semakin bingung, mencoba mencari suatu jawaban dari sorot mata Chanyeol. Namun nihil.

“Jadi bagaimana dengan kencanmu dan Sooyoung? Ia bertubuh tinggi, jika kau lebih menyukai gadis bertubuh lebih pendek… itu berarti… Ah! Kau menyukai Luna?!!” Seorin berseru semangat, membuat Chanyeol langsung menghapus senyuman di wajahnya. Dan menatap gadis itu datar.

“W-wae? Apa aku salah? Kau tidak menyukai Luna? Bukankah tiga hari yang lalu ia menyatakan perasaannya padamu? I-itu bagus kan,” Seorin berucap dengan hati-hati.

“Bukan! Bukan Luna.”

Ujar Chanyeol tegas. “Gadisku ini… tingginya hanya 158cm. Luna memiliki tinggi 160cm, ia tidak termasuk.”

“Woaahh bahkan kau mengetahui tinggi badannya? Daebakk. Siapa dia???” Masih dengan wajah bodohnya Seorin menatap Chanyeol penasaran.

Hingga beberapa saat hanya kebisuan yang menjawab pertanyaan Seorin, Chanyeol memandangnya dengan tatapan sulit diartikan. Pemuda itu pun mendekat pada Seorin, membuat tubuh mungilnya terhimpit antara pantry dan tubuh Chanyeol.

“Yak! A-apa yang kau lakukan??” Seorin sudah tak dapat lagi memundurkan tubuhnya, ia benar-benar tersudut sekarang.

“Menjawab pertanyaanmu. Kau bertanya siapa yang kusukai kan?” Chanyeol semakin mendesak, bahkan kini satu tangannya telah melingkar di pinggang Seorin, dan satunya lagi bertumpu  pada pinggiran pantry.

Chanyeol mendekat pada wajah Seorin, mengunci tatapan mata mereka dan berbisik dengan suara rendahnya,

“Kau…”

Detik selanjutnya Seorin merasakan jantungnya turun ke dasar perut. Ada sensasi aneh yang menyerangnya. Ia juga merasakan letupan-letupan lincah kembang api di dadanya tatkala bibir pemuda itu menyentuh permukaan bibirnya. Membawanya pada puncak perasaannya selama ini.

30 detik berikutnya Chanyeol melepas tautan mereka dan berbisik lembut, “Ya… Yoon Seorin, gadis pendek. 158cm, suka makan ramen dan sering melupakan waktu makannya. Aku menyukainya. Sangat.”

Seorin merasa seperti ingin meleleh sekarang. Astaga, apa ia bermimpi? Gadis itu masih diam terpaku bahkan ketika Chanyeol menariknya dalam pelukan hangat pemuda itu.

Sedikit memisahkan jarak di antara mereka, Chanyeol menatap gadis pendek yang hanya sebatas dada bidangnya itu. Dan sebuah senyuman manis pun terukir di wajah tampannya ketika sang gadis mendongakkan kepalanya dengan ekspresi wajah bingung bercampur shock menatap pemuda tinggi di depannya.

“Ya, ini sangat lucu ketika aku menunduk untuk melihat wajahmu, dan akan bertambah lucu saat melihatmu mendongakkan kepala untuk sekedar menatap wajahku. Sangat manis.”

Chanyeol menangkup kedua pipi Seorin sebelum akhirnya ia mengacak-acak gemas puncak kepala gadis itu dan membawanya ke dalam pelukannya. Dan di balik dada bidang itu, Seorin diam-diam tersenyum dan membalas pelukan Chanyeol erat.

*FIN*

 

Hai hai! XD ficlet ini terinspirasi dari percakapan Chanyeol dan salah seorang fangirl di Fansigning EXO beberapa minggu yang lalu, aku lupa pas di mana. Yang jelas di sana ada fans yang nanya kenapa Chanyeol suka cewek pendek daripada cewek tinggi. Dan itulah jawabannya! Quote paling atas. Itu bener-bener murni Chanyeol sendiri yang bilang. Hehe entahlah, aku tiba-tiba kepikiran itu jadi aku buat aja ficlet nya ^^

Okay, yang udah baca jangan lupa jejak komentarnya ya? Supaya aku semangat nulisnya J  Terimakasiiiihhh 🙂

 

Advertisements

22 thoughts on “[Freelance] Short Girl?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s