[Freelance] Cotton Candy

cotton-candy2

Title : Cotton Candy

Author : Ichigo

Cast :

  • Park Chanyeol of EXO
  • Jung Eunji of A Pink

Genre : Fluff

Rating : PG-13

Length : Ficlet (1.500 words)

Disclaimer : The Story and OC is mine. Do not plagiat without my permission.

Recommended Song : Park Jin Young – Falling (Ost. Dream High 2)

Thanks to rosaliaaocha – ExoShidaeFFandGraphics for the awesome poster^^

 

“Maafkan aku, Chanyeol. Kurasa kita tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini. Aku telah menyukai orang lain.” Seorang gadis cantik dengan rambut sebahu ini berucap kepada pria jangkung yang ada dihadapannya.

“Siapa orang yang kau sukai itu?” tanya pria yang dipanggil Chanyeol ini.

Gadis yang ditanya itu menyeruput cappuchino icenya lalu berkata, “Woohyun sunbae. Kau tahu kan? Ketua ekskul basball, kelas XII-3.”

“Ia, aku tahu. Kalau begitu semoga kau dan dia bisa bahagia.” Chanyeol pergi setelah mengucapkan kata-kata yang berlawanan dengan hatinya itu.

····

                Park Chanyeol. Pria tampan dan jangkung itu kini berada dipinggiran sungai Han. Ia tengah memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Ia baru saja diputusi oleh gadis yang sangat ia cintai. Alasannya juga karena gadis itu telah menyukai pria lain yang tak lain adalah sunbaenya. Wajar saja kalau Chanyeol sedih. Mereka sudah berpacaran selama dua tahun. Dan cinta mereka kandas begitu saja karena ada orang ketiga. Begitu malang nasib pria jangkung itu.

Park Chanyeol yang sedang sedih itu tidak sadar bahwa ada seorang gadis yang tengah memperhatikannya. Gadis itu memegang sebuah permen kapas berwarna merah muda. Ia memperhatikan wajah Chanyeol yang terlihat murung. Ia kemudian menghampiri pria jangkung itu.

“Ini untukmu.” Gadis yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol itu memberikan permen kapasnya kepada Chanyeol yang tengah bersedih. “Aku tau kau sedang bersedih. Kata orang, permen kapas bisa mengatasi kesedihan, karena itu aku memberimu permen kapas.” Ucap gadis itu seraya duduk disebelah Chanyeol.

Chanyeol menoleh kesamping kanannya, lalu terlihat gadis yang memberinya permen kapas itu tengah tersenyum lebar lalu ia mengambil permen kapas itu dari tangan gadis cantik itu. “Terimakasih.” Ucap Chanyeol menarik ujung bibirnya mencoba tersenyum.

“Aku baru saja putus dengan kekasihku. Padahal aku sudah berpacaran selama dua tahun dengannya. Kau tahu? Alasannya karena dia telah menyukai pria lain.” Entah karena apa Chanyeo tiba-tiba menceritakan kejadian yang menimpanya beberapa menit yang lalu. Padahal Chanyeol adalah tipe orang yang tidak sembarangan menceritakan kejadian-kejadian yang menimpa dirinya.

“Kejadian yang sama sepertiku. Tapi sudah dari kemarin sore aku putus dengan kekasihku.”

Chanyeol agak terkejut mendengarnya. Ternyata ada orang yang bernasib sama seperti dirinya. Tapi, Chanyeol heran kenapa gadis itu tidak kelihatan sedih sama sekali.

“Aku tidak sedih karena aku berpikir masih banyak pria lain yang lebih baik dari mantan kekasihku itu. Dunia ini tidak sempit kan?” Seperti bisa membaca pikiran Chanyeol, gadis itu berkata dengan santainya.

Chanyeol berpikir mungkin ini hanya kebetulan. Mana mungkin ada orang yang bisa membaca pikirannya. “Aku memang tidak bisa membaca pikiranmu. Tapi dari wajahmu. Wajahmu itu menunjukkan kalau kau sedang berbicara sesuatu denganku.” Gadis itu lalu menunjuk kearah wajah Chanyeol.

“Benarkah?” tanya Chanyeol lalu meraba wajahnya. Gadis yang melihat tingkah Chanyeol itu lalu tertawa. “Kenapa kau tertawa?” tanya Chanyeol lagi.

“Tidak, aku tidak tertawa.” Ucap gadis itu lalu mengarahkan pandangannya kearah sungai Han.

“Dari tadi kita terus mengobrol. Tapi, aku tidak tahu namamu.”

“Jung Eunji. Panggil saja Eunji.” Gadis bernama Eunji itu menoleh dan mengulurkan tangannya.

“Chanyeol. Park Chanyeol. Senang berkenalan dengan orang yang bernasib sama denganku.” Ucap Chanyeol dengan cengirannya.

“Ya, aku juga,” Gadis bermarga Jung itu lalu melirik kearah jam tangan putihnya. “Aku harus pergi, sampai jumpa.”

“Bisakah kita bertemu lagi?” teriak Chanyeol agar terdengar oleh Eunji yang sudah cukup jauh darinya.

“Tentu saja. Besok jam 3, disini.” Balas Eunji dengan teriakan.

Chanyeol menatap kepergian Eunji dengan bibir yang melengkung membentuk senyuman.  Setelah sosok Eunji menghilang dari pandangannya, ia beralih menatap kearah permen kapas yang diberikan oleh Eunji tadi. Sedikit tersenyum, ia kemudian memakan permen kapas itu hingga tak bersisa.

····

                 Sore ini, Chanyeol tengah berada dipinggir sungai Han. Ia tengah menunggu seseorang. Siapa lagi kalau bukan Jung Eunji-gadis cantik yang memberinya permen kapas. Ketika Chanyeol tengah melempar kerikil-kerikil kecil kearah sungai Han, terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat kearahya.

“Hay, lama menunggu, ya?” Chanyeol menoleh kearah kirinya dan mendapati wajah Eunji yang terlihat bersinar.

“Tidak,aku juga baru saja datang.”

“Benarkah? Kalu begitu kita langsung saja.”

“Langsung saja apa?”

“Jalan-jalan. Kau mau pergi ke café ku?” tanya Eunji antusias.

Chanyeol memperhatikan wajah antusias Eunji lalu berkata, “Kau mempunyai café?”

“Sebenarnya bukan punyaku, punya orangtuaku.” Ucap Eunji dengan cengirannya. Eunji lalu menarik tangan Chanyeol dan mengajaknya untuk pergi kecafé orangtuanya. Jarak café orangtua Eunji ternyata cukup dekat dengan sungai Han. Mereka kini telah sampai di café milik orangtua Eunji.

Candy’s Jung Café. Itulah nama café milik orangtuanya Eunji. Terdengar suara lonceng yang berada di atas pintu masuk café ketika mereka memasuki café tersebut. Sore itu, Candy’s Jung Café terlihat sangat ramai. Banyak pasangan-pasangan muda yang terlihat diantara pengunjung-pengunjung café itu.

Mereka berdua lalu memilih tempat duduk tepat disamping jendela. Eunji lalu pergi sebentar untuk mengambil beberapa minuman dan makanan untuk mereka makan. Chanyeol yang ditinggal sendirian hanya bisa mengamati isi café tersebut. Menurut Chanyeol, café ini  terlihat sangat rapi dan indah. Dengan desain ala Eropa, rak-rak buku yang berada dipojok. Meja dan kursi yang terbuat dari kayu dan dengan hiasan dinding yang terbilang unik.

Café ini mampu membuat siapapun betah berlama-lama berada di café ini. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Eunji datang dengan nampan berisi dua buah waffle strawberry dan dua buah vanilla latte. Chanyeol kemudian tersenyum saat Eunji menaruh makanan dan minuman itu dimeja.

“Terimakasih.” Ucap Chanyeol. “Ini gratis kan?”

“Tentu saja tidak. Kau kira ini café milikmu?” sahut Eunji. Chanyeol menatap Eunji dengan pandangan kesal. “Kau tahu? Aku tidak punya uang sepeser pun.” Chanyeol menunjukkan saku yang ada di baju dan celana seragamnya. Benar saja, saku-saku itu terlihat kosong tanpa ada suatu benda apapun yang ada didalamnya.

Eunji menghela nafas kasar, “Baiklah, kali ini aku akan berbaik hati kepadamu.” Chanyeol yang tadinya memasang wajah memelas kini tersenyum lebar sembari memakan waffle strawberrynya. “Terimakasih.”

····

 

Hari ini adalah hari ke-27 sejak pertemuan pertama Eunji dan Chanyeol. Saat ini Chanyeol sedang berada dikamarnya. Ia sedang bersiap-siap untuk bertemu Eunji jam tujuh malam nanti di sungai Han. Kau tahu sekarang jam berapa? Sekarang masih jam empat sore, dan itu berarti masih tiga jam lagi Eunji dan Chanyeol bertemu.

Kau tahu kenapa pria bermarga Park itu sudah bersiap-siap? Sebenarnya, ia sedang latihan. Ya, kalian benar, dia sedang berlatih untuk mengatakan perasaannya kepada Eunji. “Eunji-ya, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?” Chanyeol berbicara dengan cermin yang ada didepannya dengan wajah yang terlihat gugup.

Sebenarnya kalimat itu sudah berulang-ulang kali diucapkan oleh Chanyeol. Tapi, tetap saja Chanyeol merasa gugup kalau harus berbicara langsung dengan Eunji nantinya. Dengan cermin saja ia gugup setengah mati, apalagi dihadapan Eunji langsung, bisa-bisa ia mati berdiri.

Chanyeol yang lelah berbicara dengan cermin itupun langsung beranjak menuju ketempat tidurnya. Ia lalu memejamkan matanya hingga ia tertidur lelap.

Sementara itu, dikamar berwarna biru cerah dengan banyak atribut berbentuk awan yang lebih mirip seperti kapas itu terlihat seorang gadis cantik yang mengenakan baju santai tengah sibuk mencari sesuatu didalam lemarinya yang berwarna putih. Ia kini memegang sebuah jumpsuit berwarna biru vintage dan t-shirt berwarna putih.

“Sepertinya ini terlihat bagus untuk kukenakan nanti.” Ucap gadis bernama lengkap Jung Eunji itu. Ia juga tengah bersiap untuk bertemu Chanyeol nanti malam.

····

 Saat ini Chanyeol dan Eunji tengah duduk diatas kap mobil Chanyeol. Mereka tengah menikmati pemandangan malam disungai Han. Langit malam dengan bulan dan bintang yang menghiasinya, juga angin malam yang berhembus tenang menerpa wajah mereka berdua. Eunji menutup matanya untuk merasakan hembusan angin yang menyejukkannya. Rambutnya yang tergerai terbang kesana-kemari dan membuat rambutnya sedikit berantakan.

Chanyeol yang melihat rambut Eunji yang sedikit berantakan itu segera menyelipkan rambut Eunji kebelakang telinga gadis yang bermarga Jung itu. Eunji yang merasa ada seseorang yang menyentuh rambutnya segera membuka matanya dan menolehkan wajahnya kearah Chanyeol. Ia agak terkejut karena wajah Chanyeol sangat dekat dengan wajahnya.

Mata mereka bertemu lalu keduanya terdiam dan tercipta lah keheningan diantara mereka berdua. “Aku ingin pergi membeli sesuatu dulu. Kau tunggu disini, ya.” Chanyeol berbicara dengan cepat lalu pergi meninggalkan Eunji yang masih terdiam kaku.

Lima menit berlalu. Eunji yang sedari tadi memainkan handphonenya kini terkejut karena ada sebuah permen kapas tepat didepan wajahnya. Terlihat wajah Chanyeol menyembul dari balik permen kapas itu. “Aku menyukaimu, Eunji-ya.” Ucap Chanyeol tiba-tiba.

Eunji yang masih terkejut dengan permen kapas tadi kini bertambah terkejut dengan penuturan Chanyeol. “Aku juga menyukaimu, Chanyeol-ah.” Sahut Eunji dan tersenyum memperlihatkan eyesmilenya.

“Jadi…”

“Ya, kita resmi menjadi sepasang kekasih.” Potong Eunji dengan cepat.

Chanyeol tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya lalu menempelkan permen kapas berwarna merah muda itu kebibir Eunji, setelah itu ia melahap permen kapas itu hingga bibir mereka bersentuhan. Chanyeol mengecup bibir Eunji sekilas lalu melahap lagi permen kapasnya. Mereka berduapun menghabiskan permen kapas itu hingga tak bersisa ditemani dengan bulan dan bintang yang menyinari mereka berdua.

Kau tahu kenapa Chanyeol membeli permen kapas untuk mereka berdua? Karena permen kapas itulah mereka bisa bertemu. Dan sekarang permen kapas adalah makanan kesukaan Chanyeol karena permen kapas itulah yang menjadikan ia dan Eunji menjadi sepasang kekasih.

FIN-

                A/N : Halo semuaaaaaaaaah~ Mbah iklan lewat bentar : https://ichigolightbubble.wordpress.com/ . Jangan lupa komen sama likenya yaw, bentar lagi kan natal /lah, apa hubungannya?/ *abaikan, please .

Sekian,

Terimakasih

Ichigo©

Advertisements

6 thoughts on “[Freelance] Cotton Candy

  1. Aku jadi suka sama chanyeol eunji couple nih gara gara baca ff itu .. ditunggu ff dari author lagi ya .. kalo bisa sih sampe ber chapter chapter ..
    Pokonga semangat deh buat bikin ff lainnya .. annyeong

  2. Aaa…Baper banget baca ff ini…eunji sama chanyeol nya bener bener SoSweet…paling suka waktu chanyeol nembak eunji lewat permen kapas…aaa..neomu joha joha…chanji saranghae…

  3. Aaa…baper banget baca ni f..😊😊 eunji sama chanyeol nya bener bener sosweet banget…aku paling suka waktu chanyeol nembak eunji lewat pemen kapas….aaa itu bener bener sosweet…paling suka couple chanji…neomu joha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s