[Freelance] Finding Eomma (Chapter 1)

Finding Eomma Part 1

Finding Eomma Chapter 1

Title                       : Finding Eomma

Author/Twitter : Dintakai (Twitter :@dintafarras)

Main Cast            : Choi Hara, Park Chanyeol EXO

Additional Cast  : Lee Yooin (Hara’s Mom)

Choi Hawoo (Hara’s Father)

Ahn Mijung (Yooin’s Friend)

Others

Genre                   : Family, Romance, Sad

Rating                   : General

Length                  : Chaptered

Disclaimer           : Its MINE

Warning! Typo bertebaran

 ***

NEW PERSON, NEW TROUBLE

“Aku benci orang dewasa Oppa…”

Seorang yeoja kecil berumur 5 tahun sedang bermain lumpur diteras rumahnya. Tak jauh disana seorang wanita manis berambut panjang dengan wajahnya yang seperti malaikat melambaikan tangannya pada yeoja kecil itu.

“Eoomaaa..” Teriak yeoja kecil itu, yang bernama Choi Hara. Ia berlari kepelukan Eommanya.

“Annyeong Hara-ya..”

“Eomma….. sudah pulang?”

“Ne. Aigoo anak Eomma yang cantik, kenapa tanganmu kotor sekali?”

“Aku bermain lumpur disana Eomma..”

“Aigoo..” Wanita yang dipanggil Eomma oleh Hara itu membopong putrinya dengan penuh kasih sayang. “Baiklah ayo kita mandi.”

“Yee… Hara suka mandi bareng Eomma..”

***

KRINGKRING

Ponsel yang ada di tas Yooin berdering, namun tangannya sibuk karena sedang memakaikan baju pada Hara. Hara sendiri sangat usil dipakaikan baju.

“Hara-ya jangan lari.. sini pakai baju dulu..”

Hara mengacuhkan Eommanya dia malah berlari hanya dengan baju dalam saja dan turun kelantai bawah. “Aigoo.. Hara-ya..”

Yooin akan mengejar putrinya namun suara ponsel menghentikan langkahnya. Dibukanya tas tersebut dan ia raih ponsel yang terus bergetar.

“Yeoboseyo?”

“Yooin-a, Na ya..”

“Oh Ahn Mijung?”

“Ne..” Jawab seorang yeoja disebrang sana.

“Aigoo.. kau kemana saja Mijung-a? Kau hilang tanpa kabar setelah lulus kuliah, kau tahu? Aku merindukanmu..”

“Nado Yooin-a.. Cham aku sudah kembali ke Korea.”

“Jinjjaro?”

“Ne.. aku sedang di airport.”

“Aku akan menjemputmu.”

“Tidak usah Yooin-a..”

“Gweenchana… aku rindu sekali padamu, Mijung-a..”

Yooin sangat senang sekali. Temannya sejak bangku SMP kembali, ia berpisah saat kuliah karena Mijung pergi entah kemana dan sekarang ia kembali ke Korea. Astaga Yooin terlampau senang sampai ia lupa dengan Hara.

“Hara-ya..”

***

“HARA-YA.. Kenapa kau tidak pakai baju?”

Namja kecil bertelinga lebar bernama Park Chanyeol itu menutup matanya rapat-rapat ketika ia sedang mengunjungi tetangganya, yang tak lain adalah Hara. Ia terkejut bukan main ketika ia membuka pintu rumah Hara dan mendapati Hara tak berpakaian berlarian diruang tamu. Chanyeol sendiri adalah teman dekat Hara sejak  ia pindah kemari setahun yang lalu, jadi ia biasa masuk kerumah Hara tanpa mengetuk pintunya.

“Oppa kenapa kemari?” Teriak Hara yang mendapati Chanyeol yang lebih tua 3 bulan darinya sehingga ia memanggilnya Oppa. “Ah aku malu..” Hara berlari menaiki tangga dan berteriak memanggil Eommanya. “Eomma… Eommmaaaaaaa…”

Yooin yang sedang berjalan menuruni tangga terkejut ketika Hara langsung menghambur kepelukannya. “Waeyo Hara-ya?”

“Eomma.. aku malu. Chanyeol Oppa melihatku tidak pakai baju.”

“Aigoo, kan Eomma sudah bilang pakai baju dulu, Kajja…”

Yooin dan Hara masuk ke kamar dan mengenakan baju pada Hara.

“Eomonim?” Teriak Chanyeol kecil didepan pintu kamar Hara.

“Eoh Chanyeol-a.. masuklah..” Tawar Yoona pada Chanyeol.

“Aish Oppa kau membuatku malu.”

Chanyeol menggaruk rambutnya yang tak gatal.

“Aigoo Hara-ya kau sendiri kenapa telanjang si,” Yooin mencubit hidung Hara.

“Chanyeol Oppa, kau mau ikut?” Tanya Hara pada Chanyeol.

“Kemana?”

“Eommaku mengajakku kebandara, tempat yang banyak pesawatnya itu.”

“Jinjja? Bolehkah aku ikut Eomonim? Aku ingin sekali melihat pesawat.”

“Aigoo, Chanyeol-a kau imut sekali, tentu saja kau boleh ikut.” Yooin mencubit pipi Chanyeol dengan lembut. Ia sudah menganggap Chanyeol seperti anaknya sendiri. Rumah Chanyeol tepat disebelah rumah Hara. Orang tua Chanyeol sendiri sangat sibuk seperti Appa dan Eomma Hara. Sehingga kadang-kadang kalau Eomma atau Appa Hara belum pulang, ia akan bermain kerumah Chanyeol begitu sebaliknya.

Yooin menggandeng Hara ditangan kanannya dan Chanyeol ditangan kirinya. “Ah aku harus izin pada Eommamu dulu Chanyeol-a..”

“Eomma masih rapat.” Jawab Chanyeol lalu ia menarik kepangan Hara, sehingga mereka akhirnya saling kejar-kejaran.

“Yak jangan lari nanti jatuh..”

Yooin mengejar mereka dan berhasil menggendong dua malaikat kecil itu. Lalu meletakan mereka di mobil tepatnya jok belakang. Yooin dengan sabar memakaikan seltbelt pada mereka.

“Kajjaa…”

***

Sesampainya di airport Yooin kewalahan karena Hara dan Chanyeol berlarian. Yooin sendiri sibuk mencari keseluruh bandara untuk mencari Mijung.

“Wah Oppa.. lihat pesawat itu..”

“Aku pernah naik pesawat saat masih kecil.”

“Aku juga.” Timpal Hara.

“Hara-ya, kalau besar nanti ayo kita naik pesawat.”

“Oke.”

Mereka menangkupkan kedua tangannya dijendela, dahi mereka ditempelkan dikaca lalu melihat pesawat yang mondar-mandir di depan sana.

“Mijung-a eodiya?” Tanya Yooin diponselnya.

“Aku di depan loket.”

“Arraso..” TUTT

Yooin berlari menuju loket namun sebelum itu ia menarik Hara dan Chanyeol untuk ia gandeng.

“Eomma kita akan menemui siapa si?” Tanya Hara sambil bergelayut manja di lengan Eommanya. “Aku capek Eomma.. gendong” Bujuk Hara pada Yooin. Yooin akhirnya berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Hara “Kau tidak malu pada Chanyeol Oppa? Dia saja betah berjalan Hara-ya.”

“Hara-ya. Kau mau aku gendong?”

“Jinjja?” Hara senang bukan main. Tubuh Chanyeol sendiri tinggi jadi membopong Hara adalah hal yang mudah, apalagi tubuh Hara sangat mungil.

“Aigoo.. kalau besar nanti mungkin kalian akan jadi pasangan..” Ucap Yooin namun tidak didengar mereka karena mereka sudah berjalan kedepan.

“YOOIN…” Teriak seorang wanita diujung sana.

“MIJUNG…”

Kedua wanita itu saling berpelukan heboh diantara kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Wajar saja mereka saling merindukan karena sudah 5 tahun tidak bertemu.

“Omo.. Yooin-a kau masih cantik saja.”

“Kau juga Mijung-a..”

Mijung terus merangkul tangan Yooin. “Eoh mereka anakmu?” Tunjuk Mijung pada Chanyeol dan Hara yang duduk di kursi tunggu. “Aigoo imutnya..”

Hara dan Chanyeol kelelahan dan mereka tidur dikursi tunggu dengan posisi Hara menopang kepalanya dibahu Chanyeol sedang Chanyeol juga bertumpu diujung kepala Hara. Sungguh mereka seperti kakak adik yang sangat akur.

“Yeoja kecil itu putriku, namanya Hara, sedangkan yang namja dia teman putriku namanya Chanyeol.”

“Omo mereka romantic sekali..”

“Cha kau sudah dapat apartemen?”

“Belum.” Kata Mijung lesu.

“Bagaimana kalau tinggal dirumahku?”

“Apa tidak merepotkan?”

“Tentu tidak. Aku dan suamiku pasti senang dengan kehadiranmu.”

“Ah gomawo Yooin-a kau memang sahabat baikku.”

Yooin menggendong Chanyeol sedangkan Hara digendong oleh Mijung. Mereka sekarang berada dimobil. Mijung duduk di kursi penumpang sedangkan dua malaikat kecil yang tengah terlelap itu berada dibelakang.

“Bisnismu hancur?” Tanya Yooin syok ketika mendengar Mijung bercerita.

“Ne, Designku gagal total dan setelah itu aku benar-benar bangkrut. Aku kemari ingin bekerja dari nol, menjadi designer diluar negeri terlalu beresiko”

Mereka berdua adalah lulusan design jadi tidak heran jika mereka terkenal karena Design pakaian yang sudah mendunia. Padahal Mijung lebih hebat daripada Yooin sehingga ia bisa mendirikan butik besar di Inggris, sedangkan Yooin, ia bekerja dibutik sederhana di ujung Seoul namun designnya tetap diacungi jempol. Yooin sangat sedih mendengar sahabatnya yang kini sedang menangis.

Yooin menegarkan Mijung dengan menepuk pundaknya “Mijung-a jangan menyerah ya, aku pasti akan membantumu.”

“Gomawo Yooin-a..”

Mereka mengubah topic pembicaraan. Karena takut membuat Mijung kalut dalam masalahnya

“Mijung-a kau tidak menikah? Aku saja sudah punya Hara.”

“Aigoo.. kau memang lebih beruntung daripada aku. Dan terlebih lagi kau menikah dengan Hawoo Sunbae, yang kau gilai saat SMA dan kuliah.”

“Hehe.. aku berusaha untuk mengejar cintanya dan untungnya dia juga mencintaiku Mijung-a bahkan dia melamarku sehari setelah kau menghilang. Sebenarnya aku ingin menceritakan itu padamu, tapi kau malah sudah pergi..”

‘Mianhae.. Yooin-a.. kalau kau tahu yang sebenarnya kau pasti akan terluka dan pastinya akan membenciku’

“Waeyo Mijung-a?” Tanya Yooin yang melihat Mijung melamun.

“Gweencana..” Ucap Mijung sambil tersenyum.

‘Apa aku sudah siap bertemu Hawoo Sunbae?’

***

@Home

Yooin tadi mengantar Chanyeol kerumahnya terlebih dahulu. Lalu Hara menarik Mijung untuk masuk kedalam “Ahjumma.. ayo masuk, Hara antar ya..”

“Ne..” Jawab Mijung ragu. Ia terus menatap rumah mewah dihadapannya

‘Yooin kau memang gadis beruntung’

Hara membuka pintu rumah lalu disambut teriakan Appa yang sedang berjongkok dan mengulurkan tangannya. Hara segera menghambur kepelukan Appanya. Lalu Hawoo terkejut ketika yang ia lihat bukan istrinya, namun seseorang yang ia rindukan. Ahn Mijung.

“Mijung-a..”

“Annyeong Sunbae..” Kata Mijung sambil membungkuk. Hawoo sendiri membungkuk ragu sambil menggendong Hara.

“Bagaimana kau bisa kemari?”

Sebelum Mijung menjawab, Yooin sudah muncul kedalam rumah “Aku yang mengajaknya kemari oppa..”

‘Oppa?’ Hati Mijung pilu mendengarnya. Hawoo sendiri teramat canggung dihadapan dua orang wanita dihadapannya.

“Oppa, Kau ingat Mijungkan? Sahabat baikku? Dia akan tinggal disini Oppa..” Kata Yooin riang lalu merangkul Mijung.

“Ne. Semoga aku tidak merepotkan kalian.”

“Kenapa kau begitu Mijung-a, kau tidak merepotkan sama sekali. Aku sangat senang kau kemari.”

“Ya, Mijung-ssi.. semoga kau nyaman tinggal disini.”

“Oppa gomawoyo..” Ujar Yooin dengan senyum manisnya pada Hawoo.

Karena sangat canggung, Hawoo membawa Hara keatas dan menemani Hara yang sudah mengantuk. Sambil membelai rambut putrinya ia merenungi kejadian 7 tahun lalu.

 

Flashback

Hawoo POV

“Sunbae.. maaf aku murid baru, Sunbae tahu dimana ruang Osis?” Tanya seorang yeoja manis bermata bulat dan berkulit putih. Sungguh aku terpana padanya. “K..a..u lurus saja” Jawabku kikuk.

“Gamsamnida Sunbae..” Yeoja itu membungkuk lalu pergi meninggalkanku, namun aku menahan lengannya “Siapa namamu?” Tanyaku frontal, aku menyadari kekonyolanku itu langsung menggaruk tengkukku yang tak gatal.

“Ahn Mijung.” Jawab Yeoja itu sambil tersenyum manis padaku. “Eh.. Sunbae aku mau keruang Osis, jadi bisakah Sunbae melepaskan tangan Sunbae?”

Aku langsung tersentak dan mengatakan maaf padanya.

“Aigoo apa aku jatuh cinta?”

Aku meniti masa SMAku dengan memendam perasaanku. Sebenarnya aku sudah berkali-kali menyatakan cintaku pada Mijung. Namun dia menolak karena satu alasan. Sahabat baiknya menyukaiku, yang namanya Lee Yooin, dia yeoja manis dengan lesung pipinya yang menawan. Aku menganggap mereka seperti adikku sendiri. Dan aku mulai mengabaikan perasaanku pada Mijung.

Tanpa diduga kami kembali dipertemukan di kuliahan. Mereka mengambil jurusan designer di Universitas yang sama dengannku namun aku mengambil jurusan ekonomi. Aku kembali menyambut mereka seperti dulu, dan aku kembali menyukai Mijung. Entahlah aku belum bisa sepenuhnya melupakan Mijung. Dia adalah cinta pertamaku.

Dan Yooin? Dia adalah yeoja yang aku sayangi juga namun hanya sebatas teman. Aku tahu Yooin berusaha keras mendapatkan perhatian dariku, namun entah apa, hatiku sudah terlanjur jatuh pada Mijung. Aku akan menyatakan sebenarnya pada Yooin, namun yang terjadi..

“Aku tidak bisa menerimamu Sunbae, aku akan meneruskan karirku di Inggris.”

Aku menghela nafas berat dan menatap sendu bunga ditanganku.

Mijung pergi meninggalkanku dalam kesakitan. Hatiku nyeri karena tak kunjung mendapat balasan. Aku terpuruk pada perasaan tak terbalas selama tujuh tahun.

“Sunbae..” Aku menoleh dan mendapati Yooin sedang tersenyum padaku.

“Oh Yooin-a..”

“Sedang apa disini?”

“Aku..”

“Oh Sunbae.. bunga itu untukku?” Tanya Yooin sambil menunjuk bunga yang tadinya akan kuberikan pada Mijung. Karena tak tega mengecewakan Yooin, Akupun mengangguk.

Entah apa yang merasukiku, aku mencoba untuk menyembuhkan luka hatiku. Aku melamar Yooin saat itu juga. Aku melampiaskan sakitku pada Yooin. Aku memakai topeng palsuku pada Yooin, aku memanfaatkannya untuk kujadikan pelampiasan.

Setelah itu aku menikahi Yooin. Selama 7 tahun dalam kepalsuan cinta, aku mulai menerima kehadiran Yooin. Dan aku mulai mencintainya ketika kami dikaruniai putri cantik yang kuberi nama Choi Hara.

Flashback Off

 

‘Aku sudah menerima Yooin, namun mengapa kau kembali?’

***

3 tahun kemudian…

“Hara..” Teriak Chanyeol dari rumahnya. Kamar mereka saling berdekatan dan hanya dibatasi tembok sehingga Chanyeol bisa melihat Hara dari jendela rumahnya. Mendengar namanya dipanggil Hara menyembulkan kepalanya dijendela dan melambaikan tangannya pada Chanyeol.

“Hara-ya, Nonton film yuk.”

“Film apa?” Teriak Hara.

“Aku punya Film baru yang kutemukan dikamar  Appa.. Paliiwa”

 

AUTHOR POV

Hara berlari kerumah Chanyeol. Rumah Chanyeol sepi seperti biasa dan dia langsung berlari kearah kamar Chanyeol.

“Oppa..” Teriak Hara saat membuka pintu kamar Chanyeol.

“Kemarilah.. lihat itu..”

“Film apa Oppa?”

“T-W-I-I-L-I-G-H-T.. Aku tidak bisa membacanya.”

“Apa bagus?”

Mereka berdua tidak tahu film itu untuk orang dewasa. Chanyeol dengan isengnya mengambil kaset dilemari Appanya. Ia merasa penasaran dengan filmnya dan menonton bersama Hara. Sebenarnya mereka tidak begitu mengerti ceritanya. Dengan malas Hara mematikan film itu.

“Yak kenapa dimatikan?”

“Oppa itu film jelek.”

“Bagus kok.”

“Oppa kau tidak lihat disini dituliskan, untuk dewasa. Kita masih kecil Oppa.”

“Kita sudah 8 tahun Hara ya.. bukankah sudah besar.”

“Molla aku mau pulang.”

Hara mau bangkit namun tangannya dipegang oleh Chanyeol sehingga membuat Hara terduduk kembali. Chanyeol memajukan wajahnya dan mengecup bibir Hara. Membuat Hara melebarkan matanya.

“Oppa..”

“Aku hanya mempraktekan yang ada difilm itu.. kekeke…” Ucap Chanyeol  polos.

Hara sendiri sudah seperti kepiting rebus. Lalu berlari meninggalkan Chanyeol yang terus menggoda Hara.

‘Yeppo.. Hara Yeppo..’

Hara masuk kerumah dengan wajah panasnya. Ini memalukan.

Hara berjalan kekamarnya namun berhenti ketika mendengar sesuatu yang menggelikan di ruang kerja Appanya.

Hara mengintip ruang kerja Appa yang sedikit terbuka. Matanya melebar ketika melihat Appanya sedang melakukan sesuatu yang dilakukan difilm yang ditontonnya barusan. Sesuatu yang membuat Chanyeol oppa meneteskan air liur. Sesuatu yang menjijikan menurut Hara, dan parahnya Appa tidak melakukannya dengan Eomma, namun dengan Mijung Ahjumma.

Keringat dingin mengucur didahi Hara. Ia membeku ditempat dengan nafas yang ia tahan. Mungkin nalarnya masih anak-anak namun ia mengerti hal tersebut tak seharusnya dilakukan Appa. Itu tidak boleh!!

Hara berlari kerumah Chanyeol, dan disana ternyata Eomma dan Appa Chanyeol sudah pulang.

“Eoh Hara-ya…” Kata Nyonya Park.

“Eomonim..” Hara memeluk Nyonya Park dengan erat. Ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Nyonya Park.

“Hara-ya.. wae geure?” Tanya Tuan Park yang membelai rambut Hara dengan penuh kasih sayang.

Chanyeol sedang turun keruang tamu ketika mendengar Appa dan Eommanya pulang. Lalu ia melihat Haa menangis dipelukan Eommanya. Chanyeol takut kalau Hara menangis gara-gara perbuatannya tadi.

“Hara-ya.. kau kenapa?” Tanya Chanyeol. Hara langsung memeluk Chanyeol dengan erat. “Oppa eottoke?” Chanyeol sendiri bingung, jadi bukan karena perbuatannya? Kalau iya mana mungkin Hara malah memeluknya erat begini, bukan mengadu pada Eomma dan Appa?

Chanyeol melebarkan matanya dan bertanya pada Appa dan Eommanya namun mereka berdua malah menggeleng tanda tak tahu.

Chanyeol memapah Hara kekamarnya. Mereka duduk di bawah kasur dengan menekuk lutut mereka. Hara masih melamun sejak tadi. Chanyeol disampingnya dengan setia memberikan tissue pada Hara. Ia menunggu sampai Hara mau bercerita.

“Oppa..”

“Mmm..”

“Aku benci Appa dan Mijung Ahjumma..”

Kini Chanyeol berpindah posisi dengan jongkok didepan Hara. “Waeyo?” Tanyanya halus.

Hara tak menjawab, namun ia malah menangis lagi.Chanyeol dengan sigap merengkuh Hara dipelukannya.

“Uljima..Uljimaa..” Kata Chanyeol sambil mengelus punggung Hara. “Kalau kau ingin bercerita, ceritakan pada Oppa ne..” Lanjutnya.

Dipelukan Chanyeol Hara mengangguk. Dan melingkarkan tangannya di pinggang Chanyeol.

“Aku benci orang dewasa Oppa…” Tangis Hara makin menjadi. Tentu saja ia tak mengerti dengan ucapannya sendiri, namun ia tahu penuturannya tadi benar-benar mengungkapkan apa yang ada dihatinya.

***

“Aku pulang…” Yooin masuk kerumahnya yang sepi. Seminggu kemarin dia pergi ke Busan untuk acara amal. Namun baru 5 hari dia sudah merindukan suami, sahabat dan Hara jadi dia mempercepat kepulangannya.

Begitu sampai keruang tamu ia menghela nafas panjang.Apa Mijung masih tidur? Hara.. pasti sedang dirumah Chanyeol.

Yooin membuka pintu kamar Hawoo namun tak ada siapapun, lalu menuju keruang kerja Hawoo.

BRUGGHH

Yooin terduduk ketika melihat apa yang terjadi didalam sana. Pemandangan yang menyambut kepulangannya. Pikirannya kalut pandangannya kabur. Ia tidak menduga…

“Eoh yeobbo..” Kata Hawoo menghentikan aktivitas nya dengan Mijung.

Mijung sendiri malah bangun dengan santainya dan menoleh kearah Yooin dengan seringai sadisnya.

“Apa yang kalian lakukan?”

Hawoo dan Mijung terdiam, dengan sigap Hawoo memakai bajunya kembali dan menghampiri Yooin.

“Jangan sentuh aku.”

Mijung turun dari ranjang dan mengenakan handuk putih lalu keluar dengan tampang tak berdosanya melewati Yooin dan Hawoo.

“KAU TEGANYA MELAKUKAN INI PADAKU MIJUNG-A” Yooin kesetanan ia menarik rambut Mijung dengan ganas. Membuat mereka saling melukai satu sama lain. Hawoo menahan mereka namun ia lebih melindungi Mijung.

“Oppa.. kau teganya melakuakn ini padaku dan Hara..”

“Yooin-a mianhae..”

“Aku tak percaya kalian menghianatiku begini..”

Hawoo menghampiri istrinya namun disambut teriakan istirnya yang terus menjerit sehingga mau tak mau Hawoo mengunci istrinya dikamar.

“Mianhae Yooin-a..” Kata Hawoo lemah.

“Sunbae.. aku akan membawa Hara ke Inggris, aku akan menitipkannya pada temanku.”

Hawoo mengangguk. “Mijung-a jangan beritahu Hara tentang Eommanya.”

“Arraseo..”

***

“Ahjumma aku mau dibawa kemana?” Tanya Hara yang sedang dipakaikan sabuk pengaman oleh Mijung.

“Ikut saja ya..” Kata Mijung lembut namun dipenuhi seringai sadis.

“Shireoo… Oppa Chanyeol Oppa…”

“Diam” Kata Mijung galak pada Hara. Ia bahkan menampar Hara supaya diam.

Chanyeol yang mendengar teriakan didepan rumah segera berlari disusul dengan orang tua Chanyeol.

“Hara-ya kau mau kemana?” Teriak Chanyeol lalu mendekati mobil Mijung dan mengetuk-ketuk kaca mobil. Chanyeol tidak tega melihat Hara meronta-ronta ingin keluar.

“oh Chanyeol, Annyeong..” Sapa Mijung.

“Annyeong .. Hara mau dibawa kemana?”

“Dia mau kubawa menemui Eommanya.”

“Bohong!!! Eomma sudah pulang. Eomma di rumah.”

“Aniyo Hara-ya Eomma masih dibusan.”

Hara diam. Namun ia benar-benar takut pada Mijung. Ia tak percaya pada Mijung.

“Oppa.. aku tidak mau.. Oppa bantu aku keluar dari sini.”

Chanyeol bingung ia harus percaya pada siapa. “Mijung Ahjumma mau membawamu menemui Eomonim Hara-ya..” Kata Chanyeol mengira-ira walau sebenarnya tak tahu apa yang terjadi.

“Aniya. Oppa bantu aku keluar..”

“Chanyeol-a.. Kami berangkat ne..”

Chanyeol hanya diam ketika kaca mobil perlahan naik menutup wajah Hara yang menangis histeris. Chanyeol tak tega namun apa haknya mencegah Hara pergi. Ia bisa melihat Hara meraung-raung didalam mobil ketika mobil itu mulai melaju.

“Chanyeol-a..” Kata Nyonya Park.

“Appa Eomma.. Mijung akan baik-baik saja, kan?”

Nyonya Park mengelus rambut putra semata wayangnya lalu menuntun Chanyeol masuk kedalam rumah.

Sebelum Chanyeol masuk kedalam rumah ia melihat mobil yang sudah melaju jauh.

“Hara-ya..”

 

TBC

 “Annyeong.. aku kembali setelah FF Do You Love Me? Kenapa aku buat FF dengan genre family dan judul Eomma? Aku mengambil tema ibu karena dibulan ini bertepatan dengan HARI IBU. Jadi aku buat deh FF iseng ini, semoga suka ya.” Annyeong (BOW)

Advertisements

One thought on “[Freelance] Finding Eomma (Chapter 1)

  1. heheh aku baru baca ni kakak.
    aku suka cerita nya. merinding, gemes, kesel.
    campur aduuuk!!
    okedeh, aku next bacanya ya kakak.
    penasaran nih :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s