[Freelance] Do You Love Me? [1/2]

Poster Do You Love Me

Do You Love Me?

Title                       : Do You Love Me?

Author/Twitter : Dintakai (Twitter :@dintafarras FB: Dinta Ayuda Farras)

Cast                       : Jung Yoo Hee (OC), Park Chanyeol EXO

Genre                   : Romance, school life

Rating                   : General

Length                  : Two Shoot

Disclaimer           : Its MINE

Warning! Typo bertebaran

***

Seorang yeoja masih terus berkutat pada kertas yang sudah kumal karena terus ia pegang, walaupun bel pulang sekolah sudah berbunyi 10 menit yang lalu, yeoja itu masih saja duduk dikelas sambil focus dengan yang ada dihadapannya. Bahkan sesekali menghembuskan nafas panjang.

“Aish, kenapa aku bisa sebodoh ini, kupikir aku sudah yakin. Ternyata nilai matematikaku masih saja segini. Argh!” Dengan sekali sentakan, kertas itu ia remas dan dibuang kelantai. Ia menenggelamkan wajahnya diatas meja lalu mencoba untuk tidur.

“Ck..ck..ck kau bodoh sekali.” Suara bass seorang namja membangunkan yeoja, yang baru saja akan terlelap.

Yoo Hee POV

“Ck..ck..ck kau bodoh sekali.”

Sontak saja aku menegakkan kepala. Namja berpawakan tinggi kurus, bermata bulat dan telinganya yang lucu itu tiba-tiba disampingku sambil memegang kertas yang sudah kubuang tadi.

“Yak jangan dilihat” Kataku langsung beranjak dan mencoba merebut kertasnya. Tapi namja itu malah mengangkat kertas itu tinggi-tinggi. Aku terus melompat sebisa mungkin untuk bisa meraih kertas itu, sampai akhirnya aku kehilangan keseimbanganku, lalu menubruk namja tiang listrik dihadapanku. Namja itu sontak kaget lalu juga ikut ambruk kebelakang.

Aku mengerjapkan mataku dan mendapati posisiku sedang menindihnya. Wajah namja itu sangat dekat denganku sampai-sampai aku berhenti bernafas. Jika dilihat dekat begini dia sangat err tampan? Lihat mata bulat yang lucu itu, pipinya yang membentuk bulatan kecil membuatnya terlihat manis, dan bibirnya yang mengulas membentuk senyuman. Omo? Senyum? Aku membelalakan mataku ketika sadar kalau sedari tadi namja itu tersenyum. Lalu aku segera beranjak dan terduduk dihadapannya.

Kini namja itu juga ikut bangkit sambil terus menahan tawanya. “Yak, kau mengagumiku, ne?” Katanya sambil terus terkekeh. “Otte? Aku benarkan?” Namja itu kini memajukan wajahnya tepat didepanku. Aku hanya diam dan terus memandanginya. Heol! Benar dia sangat tampan dari dekat, eottoke kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini? Yoo hee sadarlah-sadar!!!

Akhirnya namja itu memundurkan wajahnya, melihat itu aku langsung berdiri dan duduk dikursiku. Oh kenapa jantungku terus berdetak seperti ini? Aish apa aku gila? Apa aku punya penyakit jantung?

Semenjak namja itu mengutarakan perasaannya, aku berusaha untuk tidak membahasnya. Aku terlalu kalut dengan perasaanku, aku masih belum bisa menerima sosok yang menggantikan Kai dari hatiku. Entah sampai  kapan, yang jelas aku belum menjawab saat namja itu mengutarakan perasaannya. Apa aku menggantungkannya? Bukan! Bukan itu, hanya saja aku masih belum siap.

Kini namja itu ikut duduk dikursi yang berada di depanku. Aku kembali menatapnya dan terus mengamatinya, aku merasa leluasa menatapnya karena namja itu masih saja mengamati kertas jawabanku.

Kulihat namja itu mengambil pensil di depannya dan mulai mengorek-orek kertas jawabanku.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Tanyaku, lalu aku mendekatkan wajahku didepannya.

“Aku rasa kau hanya kurang teliti saja, Yoo Hee-ya”

“Jinjja?” Kini aku lebih memajukan wajahku , mengamati coretanya yang sudah memenuhi lembar jawabanku. Aku mengamati setiap butir soal yang sedang ia koreksi.

“Yak, pantas saja aku salah, aku lupa kalau pakai rumus itu.” Gumamku yang masih mengamati kertas itu. Aku menghembuskan nafas dan menatap namja yang masih terus menulis itu. “Oppa, kau sangat hebat, ne?”

Namja itu tersenyum lalu menunjukan deretan giginya yang rapi “Tentu saja. Cham.. aku sudah membenarkan jawabanmu, jangan dibuang. Gunakan lagi untuk belajar.”

“Eoh, Arraso,  gomawo Oppa…” Kataku sambil menerima kertas yang diberikan namja itu. Kulihat tulisan tangannya yang ada dilembar jawabanku, entah kenapa aku merasa jantungku bergetar melihat setiap detail coretannya.

Tanpa kusadari namja itu sedang menatapku. Aku berusaha untuk tetap tenang dan tidak menatap matanya. “Wae?” Tanyaku padanya dan ia hanya tersenyum.

“Anniya, ah.. sepertinya lesnya sudah mulai, aku kekelas dulu, ne? Annyeong” Ia beranjak lalu mengacak-acak rambutku.

‘Apa aku mulai jatuh cinta pada Chanyeol Oppa?’ Batinku, lalu kembali meremas kertas yang ada ditanganku, setelah kesadaranku utuh, aku terkejut dengan bentuk kertas yang kini sudah sangat kusut itu.

‘Ah aku gila..’

***

Chanyeol POV

Seminggu yang lalu

Sunbae.. Aku.. Menyukaimu..” Ujar seorang yeoja berpawakan mungil dihadapan Kai. Aku hanya menatap nanar yeoja yang kini sedang meremas roknya yang sudah kusut itu. Bisa kurasakan yeoja itu amat gugup.

“Mianhae..” Jawab Kai datar. Jujur aku sangat kesal pada Kai. Bagaimana ia bisa menjawab setenang itu, padahal yeoja itu sudah mati-matian mengutarakan perasaannya.

“Gweenchana, sunbae.. Aku hanya ingin menyatakan perasaanku saja. Hehe..”

Yeoja itu tersenyum? Bahkan ketika Kai menolak, yeoja itu masih tersenyum? Aku saja yang sudah lama mengenalnya jarang sekali mendapat senyum yeoja itu. Sungguh aku ingin menghantam apapun, tapi kuurungkan karena aku sedang bersembunyi mengamati kedua sosok itu.

Kulihat Kai mengacak rambut yeoja itu lalu pergi. Lalu tak berapa lama, yeoja itu menangis.

“Yoo Hee-ya..”

“Oh Oppa..”

“Gweenchana?”

“mm…”

Kurengkuh ia dalam pelukanku. Yeoja itu adalah Yoo Hee, yeoja yang kukenal saat aku tiba di Seoul, yeoja yang tinggal disebelah rumahku, yeoja yang menjadi hoobaeku, dan yeoja yang aku sukai diam-diam selama 3 tahun ini.

“Sekarang saatnya kau melihat sekitar.. Bahwa ada orang yang lebih peduli daripada orang yang kau pedulikan..”

“Maksud Oppa?” Tanyanya sambil menengakan kepalanya, mengingat tingginya hanya sedadaku.

“Saranghae Jung Yoo Hee..”

Yeoja itu tampak bingung, lalu sepersekian detik kemudian ia melenggang pergi meninggalkanku.

Flash back off

Sampai sekarang yeoja itu masih saja menutup hatinya. Kupikir ia akan menerimaku saat itu juga, namun ia hanya diam dan tidak merespon. Dan setelah itu juga, aku memandang yeoja itu berbeda dari sebelumnya. Aku seperti ingin memilikinya dan menyembuhkan luka hatinya, tapi yeoja itu sepertinya mengabaikan perasaanku dan berhubungan biasa saja denganku, seperti pengakuan itu tak pernah terjadi.

‘AISSHH’ Aku menggeram keras, dan segera meminta maaf. Mengingat aku masih pelajaran dikelas. Dan semuannya menatapku tak terkecuali Saem didepan kelasku yang menatap tajam padaku karena mengganggu konsentrasi mereka. Aku tersenyum dan kembali focus pada papan tulis didepanku itu.

Namun lagi-lagi aku merasa papan tulis itu menampakan wajah Yoo Hee. Dan lama kelamaan mendekat ke arahku, melempar senyum manisnya padaku. Akupun membalasnya lalu bergumam.. ‘Yoo Hee-ya…” Kataku lirih.

“PARK CHANYEOL, KERJAKAN SOAL ITU DIDEPAN!!!” Semua anak tertawa melihat kekonyolanku, aku hanya menggaruk tengkukku dan beranjak menuju kedepan. Kulihat anak-anak dikelas menertawai adegan tadi, aish memalukan! Sejak kapan Saem tambun dengan kacamata bulatnya itu menjadi sosok Yoo Hee dimataku? Astaga aku benar-benar sudah gila.

***

TOKTOKTOK

Seorang namja yang sedang main PS di sofa ruang tamu segera mengeluh. “Eomma ada tamu” Katanya sambil masih tiduran dan matanya tak lepas dari PS yang sedang ia pegang.

“Ya Chanlie, buka pintunya Eomma sedang masak.” Kata Nyonya Park yang sedang didapur. Mendengar itu, Chanyeol segera berjalan malas kearah pintu. ‘Siapa sih malam-malam begini datang?’ Batinya. Lalu ketika pintunya terbuka, matanya melebar.

“Yoo Hee?”

“Eoh annyeong Oppa…”

“Oh Annyeong, ada apa?”

“Kau tidak menyuruhku masuk?” Kata Yoo Hee sambil mempoutkan bibirnya.

“Ah.. silahkan..” Chanyeol segera minggir dari daun pintu dan menutupnya ketika Yoo Hee sudah masuk kedalam.

“Apa itu Yoo Hee?” Teriak Nyonya Park dari dapur.

“Ne, Eomonim.. Annyeong hasseyo..”

“Omoona, kau makin cantik saja Yoo Hee-ya, duduklah eomma buatkan minum.”

“Tidak usah Eomonim, aku kesini mau mengajak Oppa”

Mata Nyonya Park melebar, lalu tersenyum sambil melirik Chanyeol “Ah.. baiklah, Chanlie-ya, pergi sana..” Kata Nyonya Park sambil mengedipkan matanya. Lalu kembali berkutat didapur. Chanyeol sendiri masih bingung dengan maksud Yoo Hee yang mau mengajaknya.

“Kau mau mengajakku kemana?”

“Ke café”

“Wae?”

“Nanti kau juga tahu, eoh Eomonim kami pergi dulu ne,”

“Ne hati-hati Yoo Hee-ya..” teriak Nyonya Park dari dapur.

Yoo Hee menarik Chanyeol keluar rumah dan mengajaknya ke café didekat kompleks rumah mereka.  Sesampainya dicafe, ia duduk berhadapan dengan Yoo Hee. Setelah itu Yoo Hee mengeluarkan beberapa buku tebal dan 2 pensil, lalu salah satu pensilnya diberikan pada Chanyeol yang masih menoleh kesana-kemari mengamati café itu.

“Ige mwoya?”

“Ajari aku, minggu depan aku ada pretest lagi.” Katanya dengan nada memohon.

“Kau mengajakku kecafe untuk mengajarimu?” Wajah Chanyeol tampak kecewa. “Kukira..”

Ia menghentikan kata-katanya lalu segera memalingkan wajah ketika Yoo Hee menatap Chanyeol dengan penuh tanya. ‘kencan..’ lanjutnya dalam hati, tapi segera  ia tepis pemikiran itu.

“Wae?”

“Aniya.. mana yang belum kau mengerti?” Tanya Chanyeol lalu menarik salah satu buku yang sedang Yoo Hee pegang,  segera setelah itu ia mulai mengajari Yoo Hee tentang soal matematika. Awalnya Yoo Hee terus bingung dengan cara cepat yang Chanyeol berikan, tapi dengan penuh kesabaran Chanyeol menuntun Yoo Hee sedikit demi sedikit.

“Otte? Kau sudah paham?”

“Wah daebak, Aku lebih paham dengan caramu dari pada Ahn Saem, wah Oppa jjang.” Kata Yoo Hee sambil menunjukan 2 jempolnya.

“Bagaimana kalau kita taruhan?”

“Taruhan? Taruhan apa?”

“Minggu depan aku juga ada pretest, kalau nilaimu lebih tinggi dariku aku akan melakukan apapun yang kau mau, begitupun sebaliknya kalau nilaiku lebih tinggi kau harus melakukan apa yang aku mau, Otte?”

Yeoja itu memutar bola matanya dan tampak menimbang-nimbang tawaran namja dihadapannya,  beberapa saat kemudia ia melipat kedua tangannya diatas meja. “Jinjja, melakukan apa saja yang kumau?mmm.. baiklah..”

Chanyeol tersenyum lebar dihadapan Yoo Hee lalu mengacak-acak rambutnya. Yoo Hee sendiri malah hanya membeku , melihat Yoo Hee tak bergeming, Chanyeol  menghentikan aktivitasnya dan membenahi buku-buku yang berserakan di atas meja.

“Kajja, kita pulang…”

***

 Seminggu kemudian…

“Oppa, eodiya?” Tanya seorang yeoja pada ponsel yang melekat ditelinganya dan satu tangannya menggenggam secarik kertas. Senyum terlukis di bibirnya ketika melihat nilai yang tertulis di kertas itu.

“Oh, Yoo Hee-ya, nan.. di perpustakaan..”

“Arraso.. aku akan kesana..”

“Ne, aku akan menunggumu..”

Setelah memutus panggilan, yeoja itu segera berlari keperpustakaan.

@perpus

“Yoo Hee-ya..” Panggil seorang namja bernama Park Chanyeol, yang sedang melambai-lambaikan tangannya agar yeoja yang sekarang sedang mencarinya mengetahui keberadaannya yang tak jauh dari hadapannya.

Yeoja bernama Yoo Hee itu segera menghampiri Chanyeol dan menariknya kesebuah tempat yang lumayan sepi di ujung perpus. Kini keduanya saling berhadapan. Yoo Hee menyembunyikan sesuatu dibelakang pungungnya begitu pula Chanyeol yang tak henti-hentinya menyungginkgan senyum sampai lesung pipinya terlihat.

“Oppa.. sepertinya hari ini kau akan kecapekan.. permintaanku banyaaaak sekali yang harus kau turuti..” Kata Yoo Hee sambil menyenderkan punggungya di sebuah loker diperpus itu.

“Yoo Hee-ya, bersiap-siaplah senyummu juga akan pudar setelah ini..”

Keduanya saling melempar senyum mengejek, mengangkat dagunya tinggi-tinggi untuk menunjukan sikap arrogantnya, meyakini bahwa milik masing-masing lebih baik.

“Hana.. dul.. set” Kata mereka bersama sambil menunjukkan kertas yang tadi disembunyikan dibelakang mereka.

Mata mereka membulat sempurna dan saling menahan teriakan mereka. “Ommoo nilai kita sama..” Kata Chanyeol membuka suara ketika keduanya saling tidak percaya “Nilai A, daebak…” Lanjutnya lalu mengacak rambut Yoo Hee “Chukkae, nilaimu naik drastiskan?” Tanyanya sambil menunjukan smirknya pada Yoo Hee.

“Ne, gomawo Oppa..” Kata Yoo Hee, sambil menunjukan senyum tulusnya “Lalu bagaimana taruhannya?” Lanjutnya.

“Emm… bagaimana kalau kita saling mengabulkan permintaan masing-masing?”

“Emm.. baiklah kalau begitu..”Jawabnya lalu menepuk bahu Chanyeol dengan lembut. Chanyeol sendiri masih mengacak rambut Yoo Hee, karena keduanya sama sama gemas, Chanyeol makin mengacak rambut Yoo Hee, sedangkan Yoo Hee sendiri akhirnya memukul bahu Chanyeol. Gelak tawa muncul seiring mereka saling bercanda bersama, semakin lama semakin Yoo Hee makin gemas lalu mencubit pipi Chanyeol sambil sedikit berjinjit. Keduanya saling berteriak namun tak ada yang berhenti.

“SEDANG APA KALIAN?????!!!!!”

Keduanya menoleh lalu segera menepis tangan masing-masing dan membeku ditempat. Mereka baru menyadari kalau di sekitar mereka sudah banyak pasang mata yang menatap curiga kearah dua manusia itu. Begitu pula Hong Saem dihadapannya, Guru Etika di kelas Chanyeol yang super killer. Sama seperti yang lainnya, Hong Saem juga menatap tajam kearah Chanyeol dan Yoo Hee.

“Saya tanya, apa yang kalian lakukan?”

“Kami? Kami sedang..” Yoo Hee menoleh kearah Chanyeol dan mendapati jas Chanyeol sedikit tersampir karena tadi Yoo Hee sempat menarik jasnya, lalu dua kancing kemeja Chanyeol yang lepas, pipinya yang memerah karena ia cubit. Begitu pula Yoo Hee, rambutnya yang sangat berantakan di tambah jasnya yang kusut. Sontak keduanya membulatkan mata dan melempar tatapan kearah Hong Saem.

“Kalian salah paham..” Jawab Chanyeol dan Yoo Hee bersamaan. Membuat semuanya saling berdesis dan berbisik.

“Diam!!! Kalian semua kembali kekelas. Haksaeng Park dari XII IPA 2, dan kau Haksaeng Jung dari XI IPA 2, Saem tidak percaya kalian melakukan hal itu.. apalagi ditempat umum seperti ini.Aigooo..” Katanya sambil mengusap jenggotnya.

“Yak Saem, ini tidak seperti yang Saem pikirkan.. kita-“ Hong Saem memutus perkataan Chanyeol “Kalian berdua, ikut saya.. NOW!!!”

Ketika Hong Saem berbalik, Yoo Hee dan Chanyeol saling beradu pandang

“Eottoke, Oppa?” Tanya Yoo Hee lirih sembari menggigit bibir bawahnya.

“Gweenchana” Jawab Chanyeol sambil merapikan rambut Yoo Hee. “Kajja…” Chanyeol meraih tangan Yoo Hee dan menggandengnya untuk pergi ke ruang BK bersama. (sosweet:*)

***

 Mereka berdua mengikuti Hong Saem yang sedari tadi terus menoleh ke belakang, menatap aneh kearah Chanyeol dan Yoo Hee, sesampainya didepan pintu ruang BK, Hong Saem berhenti dan berbalik kearah mereka, sehingga keduanya hampir saling bertubrukan karena Hong Saem tiba-tiba berhenti melangkah.

“Bagaimana aku bisa percaya kalau kalian tidak melakukan Itu..” Kata Hong Saem sambil menekankan kata ‘itu’.

“Mwo? Memangnya aku yeoja murahan, cih..” Yoo Hee mencibir, lalu menyenggol lengan Chanyeol disisinya. Menyuruhnya  untuk membantu berargumentasi.

“Ne. Memangnya aku tidak tahu tempat, kalau aku mau, tidak mungkin kulakukan diperpus..” Jawab Chanyeol membuat Yoo Hee dan Hong Saem saling menatap tajam. “Mwo?” Kata Hong Saem sambil melotot kearah Chanyeol.

“Oppa…” Yoo Hee ikut menimpali sambil melotot kearah Chanyeol juga.

“MASUK SEKARANG!!!!!!” Teriak Hong Saem didepan pintu lalu masuk, namun beberapa langkah kemudian ia berbalik lagi “Dan lepaskan tangan kalian..” Menyadari itu Chanyeol dan Yoo Hee langsung melepas tautan tangan mereka lalu berjalan kikuk untuk duduk di hadapan Hong Saem.

Hong Saem memijat kedua pelipisnya, lalu kembali menatap tajam dua siswa dengan muka tak berdosa dihadapannya.

“Katakan, apa yang terjadi sebenarnya..” Tanya Saem lirih dengan penuh pengertian.

“Kami hanya sedang bercanda..” Jawab Yoo Hee sambil terus meremas jemarinya yang terus mengeluarkan peluh. Mungkin karena untuk pertama kalinya ia memasuki ruangan ini.

“Saem, jinjjaro, aku dan Yoo Hee, tidak melakukan ‘itu’ tapi kami sedang bermain saja Saem, seperti ini..” Chanyeol mengacak rambut Yoo Hee lalu Yoo Hee segera menepuk bahu Chanyeol, memberi simulasi seperti yang mereka lalukan tadi diperpus. “Dan karena itu, rambut Yoo Hee berantakan, jasku kusut..” Lanjut Chanyeol sambil menatap penuh harap pada Hong Saem, supaya ia tahu kalau ini hanya salah paham.

“Benarkah?”

“Ne..” Jawab mereka serempak.

“Baiklah…” Terdengar helaan nafas di sela-sela ketegangan mereka. Mereka saling menatap dan tersenyum puas.

“Tapi… Apa kalian berpacaran?” Lanjut Hong Saem sambil menaikan salah satu alisnya.

“Ne.”

“Aniyya..”

Chanyeol dan Yoo Hee saling menatap satu sama lain, Chanyeol dengan pedenya mengatakan ‘Ne’ yang mungkin akan memperparah suasana sedangkan Yoo Hee jelas-jelas menjawab ‘Aniyya’.

“Yak! Yang benar mana?” Tanya Saem  lagi“Kalian pacaran atau tidak..”

“Ne.”

“Anniya..” Jawab mereka serempak, lalu Yoo Hee segera memukul lengannya “Apa yang Oppa lakukan?”

Chanyeol sendiri malah menunjukan giginya yang rapi merasa seakan-akan tidak ada yang terjadi.

Mereka berdua saling melempar tatapan tajam, melihat itu Hong Saem hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Diambilnya dua buah kertas besar, lalu menuliskan sesuatu diatasnya.

Mereka berdua yang melihat itu, segera berhenti bertengkar lalu mencoba membaca apa yang Hong Saem tulis.

“KAMI…TIDAK..AKAN…BERBUAT..MESUM..DISEKOLAH…”

“MWOO???” Kata mereka berdua serentak, lalu menatap Saemnya dengan tatapan bertanya. Secepat kilat Hong Saem mengalungkan kedua kertas bertuliskan hal yang sama itu pada mereka.

“Ikut Saem sekarang..”

Yoo Hee yang berusaha melepas kertas itu malah ditarik paksa oleh Hong Saem begitu juga dengan Chanyeol yang sedang memahami tulisan di kertas yang ada didadanya.

@lapangan

“Omoo, ini memalukan..” Protes Yoo Hee yang berdiri disisi Chanyeol. Mereka berdua dihukum ditengah lapangan sambil memegang kedua telinga mereka dan berdiri dengan satu kaki, tidak lupa dengan notetag yang dikalungkan didada mereka ‘KAMI TIDAK AKAN BERBUAT MESUM DI SEKOLAH’. Setiap siswa yang lewat akan menertawakan mereka. Lalu tidak segan-segan menggosip setelahnya.

Sudah satu jam mereka berdiri disana, dan sudah banyak yang tahu hukuman itu. Yoo Hee terus saja menunduk karena teramat malu. Chanyeol malah bersiul-siul seakan-akan ini hal yang menyenangkan.

“Yak Oppa.. Apa yang kau pikirkan eoh? Kau memperkeruh keadaan, Oppa..” Kata Yoo Hee lalu memanyunkan bibirnya.

“Heol.. ini menyenangkan bukan?” Katanya sambil terus tersenyum.

“Oppa, jangan bercanda..”

“Arraso-arraso…” Lagi-lagi ia tersenyum.

“Kau tidak malu Oppa?”

“Wae? Kenapa aku harus malu, bukankah terlihat romatis..”

“Romantis? Mwoya, kau menyebalkan Oppa..” Yoo Hee melompat kesamping supaya memberi jarak diantara mereka. Melihat itu, Chanyeol malah ikut melompat  kearah Yoo Hee, begitu terus sampai akhirnya Yoo Hee berhenti lalu disambut cekikikan Chanyeol.

“Oppa, apa bisa kau mengabulkan permintaanku kali ini..” Chanyeol yang sedang tertawa itu segera berhenti dan menatap serius kearah Yoo Hee “Aku mau kau menjauh, ssyuhh..”

Chanyeol memanyunkan mulutnya lalu menggeleng cepat “Shireo..shireo.. ”

“Yak kau bilang kalau aku minta, kau harus melakukannya.” Perlahan Chanyeol yang berdiri dengan satu kaki itu mundur dan memberi jarak kira-kira 2 langkah dari Yoo Hee. “Otte.. sudah jauh kan?” Tanyanya sambil terus mempoutkan bibirnya.

Yoo Hee menggeleng “Kurang jauh… syuhsyuh..” Lagi-lagi Yoo Hee  mengibas-ibaskan tangannya menyuruh Chanyeol kebelakang. Dengan patuh Chanyeol mundur terus sampai jarak mereka cukup jauh.

“Stoop..” Yoo Hee menunjukan jempolnya pada Chanyeol sambil menunjukan senyum lebarnya.

Chanyeol sendiri mencibir lalu memalingkan wajahnya. Berpura-pura marah pada Yoo Hee. ‘Yak ini terlalu jauh..’  Batinnya.

Lalu mata Yoo Hee menangkap seseorang sedang menghampiri Chanyeol. KAI?

Chanyeol POV

Aku merasa sebal, kenapa Yoo Hee menyuruhku menjauh darinya. Yah karena itu permintaannya terpaksa kukabulkan. Kini aku dan dia berjarak 10 langkah kira-kira, ah jauh darinya membuatkku terus was-was. Kurasakan bahuku ditepuk oleh seseorang. KAI?

“Ige mwoya, Chanyeol-a?” Tanyanya sambil terus terkekeh “KAMI TIDAK AKAN BERBUAT MESUM DI SEKOLAH” Lagi-lagi Kai tertawa sampai aku harus menutup telingaku. “Kau benar-benar melakukannya, pada yeoja itu?” Tunjuk Kai pada Yoo Hee, kulihat Yoo Hee yang sedang menatap kami segera membalikan tubuhnya. ‘Yeoja itu pasti malu’ batinku.

“Ya ini salah paham, Kai.”

Kai tampak tidak percaya, lalu menarik paksa tanganku dan menyeretku di hadapan Yoo Hee.

“Annyeong..” Sapa Kai pada Yoo Hee yang sedang menunduk.

Kulihat Yoo Hee membulatkan matanya dan pipinya itu segera memerah. Aku yakin Yoo Hee sangat malu sekarang.

“Eoh kau yeoja yang waktu itu kan?” Tanya Kai setelah berhasil melihat wajah Yoo Hee, Yoo Hee sendiri hanya tersenyum kikuk sambil berusaha menutupi wajah merahnya.

“Jadi kalian pacaran??? Omoo..” Kata Kai lalu melihat kearah Yoo Hee lalu kearah Chanyeol yang sedang membuang muka. “Chukkae..” Katanya tepat ditelingaku dan yeoja itu pastinya. Kulihat Yoo Hee makin menunduk, pasti dia kecewa sekarang. ‘Aish! Park Chanyeol harusnya kau mengusir Kai dari tadi’ Erangku dalam hati.

“Wah kalian benar-benar serasi..” Kata Kai lagi yang membuat Yoo Hee langsung menatap sendu kearah Kai.

Yoo Hee pov

“Wah kalian benar-benar serasi..”

Tiba-tiba hatiku terasa nyeri. ‘Sunbae, kau tahu perkataanmu membuat hatiku sakit, aku menyukaimu tapi kau mengatakan aku serasi dengan orang lain? Sunbae aku menyukaimu.. Sunbae..” Kurasakan air mata mulai menetes namun segera kuusap airmataku dengan kasar ketika Kai sempat menoleh kearah Chanyeol. Kulihat Chanyeol Oppa sedang menatap intens padaku sambil berbicara tanpa suara ‘ULJIMA’ Aku bisa menangkap bibir Chanyeol Oppa mengatakan hal itu.’ Ya.. kenapa aku harus menangis. Ommo kau bodoh Yoo Hee’

“Chanyeol-a, kau benar-benar tidak peka ne?” Ucap Kai sambil menunjukan smirknya.

“Maksudmu??”

Kai menatapku yang sedang mengelap peluh,  Hari ini memang panas, ditambah lagi aku harus berdiri di lapangan karena dihukum. Apalagi ada Kai Sunbae, Ommo jackpot!! MALU!!

Kulihat Kai Sunbae melepas topi hitam yang ia kenakan, dan memakaikannya padaku. “Chanyeol-a kau harus lebih perhatian padanya, kau tidak lihat dia kepanasan. Cham aku pergi ne, Annyeong..”

Kurasakan jantungku berdegub kencang, kenapa Kai Sunbae melakukannya? Kenapa ia begitu perhatian padaku? Kenapa ia memakaikan topinya padaku? Pertanyaan itu terngiang-ngiang dikepalaku.

Chanyeol POV

“Chanyeol-a, kau benar-benar tidak peka ne?”

“Maksudmu??” Tanya  ku tidak mengerti pda maksud Kai.

Kulihat Kai melepas topi hitam yang ia pakai, dan memakaikannya pada Yoo Hee. Yoo Hee tampak sangat terkejut dan tak henti-hentinya melihat sosok Kai yang bahkan kini sudah pergi. Aku menggertakan gigiku. Entahlah aku tidak suka dengan perbuatan Kai tadi.

Kini Yoo Hee menatapku dengan tatapan bingung “Kau kenapa?” Tanyanya.

“Anniyo..” Jawabku datar. Aku merasa dadaku teramat panas dan membuatku merasa bad mood sekarang.

“Kau suka?” Tanyaku padanya tanpa melihat kearahnya. Melihat Yoo Hee mengenakan topi milik Kai membuatku sangat..kesal? Tadinya aku ingin membuang topi itu, tapi segera kutepis pemikiran itu karena benar Yoo Hee kepanasan, dan topi itu mungkin dibutuhkannya. Ah aku merasa sangat payah, kenapa bukan aku yang melakukannya, Dan bodohnya aku sendiri tidak pakai topi.

“Apa maksudmu?”

“Kau suka, Kai perhatian padamu?”

Yoo Hee terdiam lalu aku menoleh kearahnya dan ia juga menatapku dengan tatapan nanar.

“Molla, aku merasa aneh..” Katanya lalu memalingkan tatapanya dan menatap kosong kedepan.

“Kau belum melupakannya?”

Yoo Hee pov

“Kau belum melupakannya?”

“Eoh Molla, kurasa akan sulit, apalagi dia perhatian sekali padaku.. Eottoke?” Tanyaku  pada Chanyeol Oppa, Kurasakan pipiku memanas, pasti karena tadi mengingat Kai Sunbae yang perhatian padaku. Ommo! Aku bisa meleleh jika terus memikirkannya.

“Yak.. dia sudah punya pacar…”

“Arra..” Jawabku lirih “Jangan kau ingatkan lagi” Lanjutku sambil mempotkan bibirnya. Baru saja terbang langsung dihempas ketanah lagi. ‘Menyebalkan’

“Lalu kau masih berharap padanya?” Aku hanya diam lalu kembali berfikir. ‘Apa benar aku masih mengharapkannya? Apa aku seobsesi itu ingin memiliki seorang Kai Sunbae? Apa aku begitu? Agh Molla!’

Chanyeol Pov

“Lalu kau masih berharap padanya?” Tanyaku namun tak dapat respon dari Yoo Hee.

Sikap diamnya membuatku semakin kesal saja, kalau benar ia masih mengharapkan Kai, berarti aku.. ANDWAE!! “Yak sampai kapan kau akan menunggunya, ingatlah disampingmu juga ada yang menunggu kepastian darimu.” Kataku tanpa sadar. Entahlah aku sudah muak terus diabaikan oleh Yoo Hee.

Namun belum sempat Yoo Hee menjawab bel istirahat berbunyi. Lalu semua siswa berlarian kea rah lapangan. Mereka semua menertawakan dua makhluk ditengah lapangan itu, menganggap sebuah tontonan yang menghibur mereka. Kulihat Yoo Hee makin menunduk melirik kearahku tajam

“Kau puas? Aku sangat malu sekarang..” Lalu ia kembali menunduk.

Kulihat keseluruh sudut lapangan, semuanya benar-benar menatap kearah kami, di geudng atas juga banyak siswa yang menyembulkan kepalanya untuk menonton kami. Aku merasa sangat bersalah pada Yoo Hee.

Aku segera berdiri tepat dihadapanya lalu menurunkan topinya agar wajahnya merahnya tertutup. Ia menatap sendu padaku lalu kubalas dengan senyumanku “Tetaplah diam, aku akan menutupi wajah merahmu itu..”

Aku memegang kedua sisi topi Yoo Hee, dan ia segera menengadahkan kepalanya untuk menatapku. Ia tersenyum “Gomawo Oppa…” Katanya yang membuat jantungku berdegub kencang.

***

Hari-hari berganti hari, bulan berganti bulan. Semakin waktu terus berjalan, semakin ia menyadari kalau namja itu tak pernah muncul lagi dihadapannya. Ia merindukan namja yang selalu saja tiba-tiba muncul dihadapanya, membuatnya kesal namun sekaligus senang. Merindukan sosoknya yang selalu ada jika ia merasa kesepian, merindukan senyumnya, matanya, tawanya dan sifat menyebalkannya. Ia rindu semua itu, rindu akan sosok Park Chanyeol.

Semenjak hukuman dilapangan itu, ia merasa Chanyeol tiba-tiba lenyap dari hadapannya. Kalau berpapasan, biasanya ia akan memanggil Yoo Hee dan mengikuti Yoo Hee seharian, namun kali ini ia hanya tersenyum singkat lalu berjalan lagi tanpa melihat kearah Yoo Hee. Kalau ia melewati kelas yeoja itu, biasanya ia akan mampir atau sekedar memberi tebakan garing pagi-pagi yang membuat yeoja itu mendengus sebal, tapi tidak kali ini ia hanya lewat dan tak peduli dengan siapa yang ada didalam kelas itu. Park Chanyeol berubah, perlahan tapi pasti memberi jarak antara dirinya dan namja itu.

“Bogoshippeo.. Chanyeol Oppa..”

TBC

2 thoughts on “[Freelance] Do You Love Me? [1/2]

  1. Waw.. Yoo Hee udh mulai kangenan am Chanyeol nih.. Hihihi kira” Chanyeol cemburu nih? Ditunggu part 2 nya ok 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s