[Freelance] Annyeong Noona! [2/2]

ANNYEONG NOONA! COVER

  • Title/judul fanfic         :           Annyeong Noona!
  • Author                         :           melimoly
  • Length                         :           TWO SHOOT
  • Genre                          :           WORK LIFE, FRIENDSHIP, COMEDY, ROMANCE
  • Rating                         :           PG 15
  • Main cast                     :           Kyuri (OC), Park Chanyeol (EXO-K)
  • Additional Cast          :           Nerinee (OC), EXO members
  • Disclaimer                   :           Well, ini adalah Fanfic pertama yang author buat karena ingin coba nulis. Cerita murni dari imajinasi dan keinginan author yang pengen banget bisa ketemu Chanyeol. Hahahah. Selain itu ada juga beberapa kejadian yang diambil dari pengalaman pribadi author. Hope you Guys enjoy it! Mohon komennya biar author semangat buat nulis lagi. XOXO :*

 

 

( Chapter 2 END )

 

Neo . . . ? ? ? ! !” Seru Chanyeol menunjuk ke arah yeoja yang hanya tersenyum manis kepadanya.

 

Uriga manna-ji? Kamu EXO-L di Jakarta yang teriakannya nyaring itu kan??” Lanjutnya tak yakin.

 

“……………..”

 

Hyung! Ireona! Sebentar lagi kita landing, ayo tegakkan kursimu.” Seru Kai membangunkan Chanyeol.

 

Eoh..” Sahut Chanyeol malas-malasan membuka matanya kemudian menegakkan badan dan juga kursinya. Pikirannya masih terbayang-bayang oleh mimpinya tadi. Apakah tadi dia memimpikan fans yeoja yang menurut dia cute itu.

 

“Kenapa aku jadi terbayang-bayang wajahnya terus sih..” Keluh Chanyeol dalam hati.

 

Pesawat yang ditumpangi para member EXO telah landing dengan selamat. Mereka kemudian berdiri meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku akibat duduk selama enam jam tadi. Sepeninggalannya dari pesawat mereka langsung menuju ke dorm untuk beristirahat agar dapat melanjutkan segudang aktivitas yang menunggu mereka di keesokan harinya.

 

Untuk bulan September ini, Konser EXO THE LOST PLANET akan diadakan di dua Negara lagi. 13 dan 14 September di Bangkok serta 20 dan 21 September di Beijing. Di sela-sela hari yang lain kesebelas namja tersebut akan menghadiri beberapa fans signing event, variety show serta photoshoot untuk beberapa majalah.

 

Sesampainya mereka di dorm EXO . . .

 

“Aaaahh.. pigonhe..” Keluh D.O sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.

 

YAA! Ayo masakkan kami makan malam duluuu!” Rengek Chanyeol menusuk-nusuk pinggang D.O dengan telunjuknya.

 

“Issshhh! Jjajeungna..! Aku capek. Masak ramyun saja sana.. atau haruskah kita memesan “chi-maeg” (read : chicken – maegju)? Hahahaha” Sahut D.O.

 

CALL!” Seru para member lainnya dengan suara Chanyeol yang paling keras.

 

Manager-nim pun langsung mengorder menu yang tadi telah disetujui oleh anak-anak asuhnya. Dipesannya 6 bucket chicken mengingat porsi makan mereka yang kadang seperti orang kesetanan. Sedangkan Baekhyun bangkit menuju kulkas untuk mengecek apakah masih ada sisa kimchi yang dibawakan oleh noona Kai minggu lalu.

 

Dua puluh menit kemudian pesanan mereka datang. Kesebelas “serigala” tersebut langsung melahap dengan buasnya. Kericuhan pun terjadi karena Chanyeol dengan iseng mengoleskan saus tomat pada hidung D.O. Baekhyun dan Sehun tidak mau kalah dan menambah olesan saus tomat pada pipi kanan dan kirinya. Objek yang dijahili tersebut hanya bisa pasrah dan menatap nanar ketiga namja iseng yang sedang tertawa terpingkal-pingkal di ujung ruangan.

 

 

 

********

 

 

Suasana di Lotte World hari ini tidak terlalu ramai. Hanya terlihat beberapa keluarga dan beberapa pasangan yang sedang kasmaran mengantri untuk naik wahana-wahana yang tersedia. Kyuri berjalan menyusuri booth-booth souvenir sebelum sampai di tempat tujuannya. Sesampainya di tempat tujuannya, yeoja tersebut melakukan selca dengan Polaroid pandanya. Dia mengambil potret wajahnya yang berlatarkan Gyro Drop,  sebelum dia menaiki wahana yang merupakan jagoan dari Lotte World ini ada baiknya dia mengabadikan moment-nya dulu sebelum wajahnya berubah menjadi tak berbentuk nantinya.

 

Setelah menitipkan tasnya di loker yang tersedia, Kyuri pun masuk ke arena permainan dan  duduk di salah satu kursi yang kosong lalu mengencangkan sabuk pengaman ke tubuhnya. Lima menit dia hanya duduk diam di kursinya menunggu pengunjung lain yang ingin ikut menikmati Gyro Drop ini. Tangan yeoja mungil tersebut sudah mulai dingin dan berkeringat ketakutan melihat petugas yang sudah memberi kode kalau permainan akan dimulai.

 

Junbiiiiii!! Hanaaa! Dul! Seeeeett!” Seru petugas memberi aba-aba dan kemudian memulai permainan.

 

Perlahan Kyuri dapat merasakan posisinya yang menjauh dari dasar tanah. Setelah naik ke atas kurang lebih sekitar 70 meter, penurunan curam secara mendadak ke bawah membuat isi perut pengunjung menjadi acak-acakan.

 

“HUWAAAAAAAA!! KYAAAAAAAAA!! OMMAAAAAAAAAA!!” Teriak Kyuri kencang tanpa jeda.

 

OMMAAAAAAA!! AKU JANJI TIDAK AKAN NAKAL LAGI! SELAMATKAN AKU TUHAN! SALLYEO-JUSEYOOOOO!!” Erang seorang namja gondrong berpenampilan punk yang hanya berjarak dua kursi dari tempat duduk Kyuri.

 

“HAHAHAHAHAHAHA.. HUWAAAAAAAAAA!!” Tawa Kyuri kencang tak sengaja mendengar teriakan namja tersebut dan kemudian dilanjutkan dengan teriakan ketakutannya.

 

Lima gerakan naik-turun yang curam dari Gyro Drop sukses membuat penumpangnya minta ampun. Setelah puas melihat pengunjung yang tersiksa akhirnya si petugas menghentikan permainan dengan senyum jahil di wajahnya.

 

Kyuri yang terguncang karena Gyro Drop langsung berlari untuk mengeluarkan isi perutnya. Dia berlari membabi buta mencari arah toilet. Dua ratus meter di sebelah kanannya terlihat sign yang menunjukkan tempat yang dituju, buru-buru dilangkahkan kakinya sebelum isi perutnya berserakan di tempat yang tidak seharusnya.

 

“HOOOEEEKKK!! HOEEEEKKK!! Aaahhh jiiinjjaaaaaaa..!!” Omelnya tak berdaya sambil jongkok di depan toilet.

 

Setelah menenangkan perasaannya dan membersihkan dirinya Kyuri memutuskan untuk membeli air mineral sambil jalan-jalan santai mengelilingi Amusement Park ini. Tak lupa dia mengambil potret dirinya dengan kamera Polaroid panda kesayangannya jika melewati spot yang bagus untuk difoto.

 

Tak terasa yeoja tersebut sudah hampir mengelilingi seluruh tempat ini, di ujung perjalanannya terlihat Ice Skate Rink dengan ukuran jumbo. Reflex Kyuri langsung melangkahkan kakinya ke pintu masuk melihat tempat tersebut kosong tak ada pengunjung sama sekali.

 

Assa! Aku bisa main sepuasnya jika tempatnya kosong seperti ini!” Seru Kyuri girang.

 

Seusainya membayar tiket masuk dan memakai sepatu skate-nya, Kyuri langsung masuk ke dalam rink dan meluncur dengan antusias. Dikelilinginya arena tersebut dengan lincahnya, sesekali diselipkannya “atraksi-atraksi” kecil meniru atlet ice skate pro. Ice Skate memang merupakan salah satu aktivitas Kyuri jika memilki waktu senggang di akhir pekan.

 

Ketika Kyuri sedang asyik berputar-putar tiba-tiba ada seorang namja yang masuk ke rink tanpa memperhatikan sekelilingnya.

 

“BRUUUKKKK!” Bunyi keras dari tubrukan Kyuri dan namja tersebut terdengar jelas. Karena tidak bisa menjaga keseimbangan keduanya terjatuh saling menindih dengan posisi Kyuri di bagian atas.

 

“Aaahhh.. Appeudaa..” Ringis Kyuri memegang sikunya, kemudian dipandangnya namja yang sedang ditindihnya itu dan langsung membelalakkan mata, kaget.

 

OMOOO!! CHANYEOOOLL??! CHANYEOLLIE MAJAAA!!” Tanyanya dengan suara nyaring.

 

“……………………” Hening…

 

“BEEEPPP!! BEEEEPPPP!! BEEEEEEEP!! BEEEEEEEEPPPPPPPP!!!” Suara alarm berdering membangunkan Kyuri dari mimpinya.

 

“Aaaahhhhhh.. Sikkeeeuullleoooo!” Teriak Kyuri langsung mematikan alarm-nya.

 

Dengan mata setengah terpejam, yeoja tersebut berjalan ke arah dispenser untuk megambil air. Diminumnya satu gelas penuh dalam satu tegukan, kemudian diraihnya Vitamin C & E dan ditelannya sekaligus. Selesai dengan ritual paginya, dia kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap menuju kantor.

 

Suasana kantor pagi ini sudah terlihat ramai. Para penghuninya sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing, ada yang mengutak-atik rumus excel, mempersiapkan bahan presentasi, bahkan ada juga yang sedang online sambil kutekan (read : memakai kuteks).

 

Annyeong chingu!” Sapa Kyuri sengaja menyenggol lengan Nerinee yang sedang kutekan.

 

“Iiiissh!” Seru Nerinee tertahan “Baik Ibu, saya hanya ingin konfirmasi itu saja. Terima kasih atas waktunya, Bu Nola. Selamat pagi.” Lanjut Nerinee mengakhiri pembicaraannya di telepon.

 

“Aaaahhh Eonni!! Bleber nih kuteknya.. Ottokeeeee..” Sungut yeoja tersebut sambil merapihkan kembali kukunya.

 

“Hahahha Mian.. Jangan ngambek dong uri sarangeun chingu!” Kata Kyuri menggoda sahabatnya itu. “Nih sogokan permintaan maafku.” Lanjutnya sambil meletakkan plastic berisi bubur ayam di atas meja Nerinee.

 

Omooo.. Gomawooo Eonniiiiiiii!! Jadi ga enak kalo mau ngelanjutin marahnya..  Hihi..” Sahut Nerinee dengan aegyo-nya.

 

“Grrrrrrr..” Geram Kyuri mengerlingkan matanya menahan tawa.

 

 

 

 

********

 

22 September pagi itu terlihat cerah secerah wajah Kyuri. Dia sedang bersiap untuk menuju Bandara Soeta menunggu flight ke Seoul pukul 12.10 siang nanti. Jalan terlihat lumayan ramai karena aktivitas senin pagi di Kota Jakarta. Taksi yang ditumpangi Kyuri dengan lincahnya menyalip mobil-mobil yang mulai memenuhi jalan toll. Tiga puluh menit kemudian yeoja mungil tersebut sudah sampai di tujuannya.

 

“Kyuri! Sini..” Panggil Metha melambaikan tangannya mengajak Kyuri masuk ke salah satu coffee shop yang lumayan ramai.

 

“Eh Met! Yoris! Udah nyampe dari tadi? Bu Lily belum datang ya?” Sapa Kyuri langsung duduk lalu memesan hot chocolate dan French toast.

 

“Belum terlalu lama kok. Bu Lily sih katanya 10 menit lagi nyampe. Kita tungguin aja sambil sarapan dulu, lapeeerrr..” Jawab Yoris sambil menyeruput hot Americano-nya.

 

Tepat 10 menit kemudian Bu Lily tiba dan bergabung dengan mereka. Setelah mengkonsumsi sedikit caffeine dan dua slice toast, keempat orang tersebut kemudian masuk ke dalam ruangan check-in dan imigrasi sesuai dengan prosedur penerbangan international. Hampir 1 jam dihabiskan mereka untuk prosedur ini karena penumpang untuk penerbangan di Terminal 2E ini memang cukup ramai.

 

Pukul 11.50 terdengar bunyi announcement dari speaker untuk flight dengan tujuan Incheon Airport bersiap untuk boarding. Kyuri, Metha, Yoris, Bu Lily beserta penumpang yang lain dengan penerbangan yang sama berbondong-bondong menuju gate untuk naik ke pesawat.

 

KOREAN AIR yang mereka tumpangi terlihat mewah. Kebetulan penerbangan mereka diberikan Business Class oleh kantor, Kyuri, Metha dan Yoris terkagum-kagum melihat service yang didapatkan, sedangkan Bu Lily tetap terlihat anggun karena sudah terbiasa dengan penerbangan seperti ini.

 

“Gila! Mimpi apa aku bisa ke Seoul gratis naik Business Class pula!” Seru Kyuri tepat di kuping Metha yang duduk di sebelahnya.

 

“Hihihi.. Mimpi kejatuhan duren runtuh juga rela aja ya kita..” Kata Metha sambil cekikikan. “Tapi Yoris tetap aja ya nightmare kebagian duduk sama Bu Boss.” Lanjutnya.

 

“Ho’oh.. Untung aja bukan salah satu dari kita.. Slamet deh.. Hihihi..” Jawab Kyuri membenarkan.

 

Perjalanan selama 6 jam ini dilalui Kyuri dengan suka cita. Fans berat Chanyeol itu telah menyiapkan video konsumsinya dengan matang. ROOMMATE episode 20 dan EXO SHOWTIME menjadi teman setia Kyuri selama perjalanan. Metha yang duduk di sebelahnya telah pamit duluan ke alam mimpi karena begadang semalaman.

 

“Memory yang paling berharga untuk saya adalah Kang-Yeol Travel Agency. Dari pengalaman tersebut, sepertinya sekarang saya sudah lebih bisa untuk mejadi seorang leader. Ketika perjalanan pulang dari trip waktu itu saya merasa sangat bangga. Saya juga merasa kita di sini sudah seperti keluarga yang sebenarnya dan saya sangat senang karena mereka menjaga saya seperti adik mereka sendiri. Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman ini selamanya.” Kata Chanyeol pada episode terakhir dirinya sebagai anggota ROOMMATE Season 1.

 

“Hiks.. Andwaeee.. Chanyeol gajimaaa..” Isak Kyuri melihat Chanyeol yang melambai mengucapkan farewell meninggalkan ROOMMATE. “Sepertinya aku sudah tidak bersemangat untuk mendownload season keduanya.” Kata Kyuri pada dirinya sendiri.

 

Untung saja EXO SHOWTIME dapat memperbaiki kembali mood Kyuri yang sempat berantakan karena Chanyeol yang meninggalkan ROOMMATE. Yeoja mungil tersebut cekikikan melihat kekonyolan para member EXO yang sedang melakukan battle “Siapakah yang Bisa Mencapai Nada Tertinggi” lalu dilanjutkan dengan “Siapakah yang Bisa Menyentuh Nada Terendah”.

 

Pada jendela pesawat dapat terlihat langit cerah Kota Jakarta yang telah berubah menjadi langit gelap Kota Seoul. Sebentar lagi pesawat yang ditumpangi Kyuri akan landing. Waktu setempat telah menunjukkan Pukul 08.00 malam melihat ada perbedaan dua jam lebih cepat antara Seoul dengan Jakarta.

 

Kyuri dan ketiga rekannya sudah duduk tegak menunggu pesawat yang sebentar lagi akan mendarat di Incheon Airport. Dengan lihainya Pilot KOREAN AIR ini landing tanpa getaran sedikitpun. Setelah menunggu pesawat diparkirkan dan telah berhenti dengan sempurna akhirnya para penumpang dipersilahkan untuk turun.

 

Incheon Airport terlihat megah. Lantai yang berkilau ditambah penerangan dari lampu-lampu berwarna putih membuat bandara ini terlihat semakin mewah. Orang-orang yang lalu-lalang pun terlihat anggun dengan style fashion seperti di catwalk. Setelah terkagum-kagun dengan indahnya Incheon, keempat turis dari Indonesia itu memutuskan untuk mencari taksi agar bisa segera sampai di Hotel mereka.

 

Salah satu Hotel berbintang lima di Seoul merupakan tempat beristirahat keempat turis ini selama seminggu kedepan. CONRAD HOTEL memiliki struktur bangunan yang sangat mewah dan nyaman, pemandangan yang terlihat dari kamar hotel juga tidak kalah indahnya. Kyuri terkesima dengan pemadangan dari balcony kamarnya. Bisa terlihat Namsan Tower dan Han River sejauh mata memandang. Kedua harta Kota Seoul itu semakin terlihat indah dengan dukungan city light dari bangunan di sekelilingnya. Segera diabadikannya moment berharga ini dengan Polaroid panda kesayangannya agar bisa dipamerkan kepada Nerinee sepulangnya nanti.

 

Setelah bersih-bersih dan memesan dinner melalui room service, Kyuri memutuskan untuk terbang ke dunia mimpi. Dia harus menjaga staminanya agar bisa fokus mengikuti training yang telah menantinya esok hari. Diputarnya “Moonlight” sebagai pengantar tidur. Perlahan-lahan terdengar suara Baekhyun memulai intro, dan seiring dengan lantunan nada yeoja tersebut pun terlelap ke alam mimpi.

 

********

 

Training hari pertama dilalui Kyuri, Metha dan Yoris dengan lancar. Rie adalah salah satu trainer yang sangat disukai di kantor Kyuri. Selain perawakannya yang santai, orangnya juga asyik untuk diajak bicara, mulai dari urusan kantor hingga lagu KPOP terbaru. Training Marketing Plan Enhancement ini akan dilakukan selama lima hari terhitung dari hari selasa hingga hari sabtu nanti. Penjelasan materi training dilakukan pada salah satu mini ballroom CONRAD HOTEL dengan kapasitas 50 orang.

 

“Hi Kyuri! Long time no see, how was the training?” Sapa Rie memulai percakapan sekeluarnya dari ballroom.

 

“Hi Rie! Really nice to see you. I’m totally good with the training as long as the trainer is you! Hahahaha..” Balas Kyuri menggoda Rie.

 

“Hahahha.. Your ‘lip service’ is getting much better day by day, my friend.” Sahut Rie memukul pelan lengan Kyuri. “And Oh! Cute bracelet! I Love EXO too.” Tambahanya menyentuh bracelet EXO yang menggantung cantik pada pergelangan kirinya.

 

“Thanks! Bought this at the concert 2 weeks ago. EXO surely makes us the old lady goin’ crazy, right? Hahahha..” Kyuri tertawa sendiri dengan ucapannya.

 

“Indeed! Hihihi..” Rie membenarkan sambil cekikikan.

 

Keduanya berbincang sambil menikmati makan yang tersaji pada lunch break. Kyuri mengambil Caesar Salad dan Grilled Chicken sebagai menunya, sedangkan Rie memilih Corn Soup­ saja untuk makan siangnya.

 

Training dilanjutkan kembali setelah satu jam lunch break. Pembahasan materi berlangsung serius dan intens di dalam ballroom. Proyektor di depan tak henti-hentinya memperlihatkan slide show dari presentasi Power Point yang telah dirancang sedemikian rupa oleh Rie. Tepat Pukul 05.00 Sore training ditutup oleh Rie dan akan dilanjutkan kembali esok harinya.

 

Kyuri langsung buru-buru kembali ke kamarnya untuk bersiap. Pukul 07.00 malam nanti dia ada janji dinner bersama Bu Lily, Metha dan Yoris di Namsan Tower Restaurant. Keramaian Seoul pada rush hour tidak bisa dihindari, setelah melewati beberapa titik kemacetan akhirnya sampailah mereka di tempat tujuannya.

 

“Waaaahh.. Cantiknyaaaa!!” Seru Kyuri melihat pemandangan sekeliling.

 

“Indah sekali ya pemandangannya. Tempat ini salah satu tempat yang sering muncul di drama-drama Korea kan, Kyuri?” Tanya Bu Lily,

 

“Iya Bu. Boys Before Flower dan A Man from Another Star contohnya. Hehe..” Jawab Kyuri.

 

Dinner berlangsung ceria malam itu, bahkan Bu Lily yang biasanya killer malam ini berubah menjadi pribadi yang ramah. Acara tersebut diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan sekalian untuk pamer kepada teman-teman kantor mereka di Jakarta.

 

 

********

 

Tak terasa training sudah berlangsung selama empat hari dan hari ini merupakan hari terakhir. Pukul 07.30 Kyuri sudah turun ke lokasi ballroom agar bisa sarapan terlebih dahulu. Khusus untuk training ini breakfast memang telah disediakan agar para trainee bisa sekalian berkumpul dan bercengkrama satu sama lain.

 

Kyuri merasa agak aneh karena Lobby Hotel dipenuhi oleh EXO-L. yeoja tersebut celingak-celinguk untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ada fan meeting, photoshoot atau jangan-jangan mini concert dari EXO.

 

Jeogiyo.. Apakah aku boleh tau ada acara apa ini?” Tanya Kyuri pada salah satu EXO-L yang mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘Wolf’.

 

Ne..? Oh.. Ada fan signing EXO, Eonni..” Jawab yeoja tersebut sambil tersenyum.

 

Aah.. Geuleohguna.. Gomabda! Geuleom..” Kata Kyuri berterima kasih sambil menundukkan sedikit kepalanya, pamit.

 

Kyuri shock mendengar berita ini. Seperti kejatuhan durian runtuh dia akan berada satu lokasi dengan Chanyeol tanpa disengaja. Training yang berlangsung tidak terlalu disimaknya. Pikirannya terus berlari ke  arah fan signing EXO di ballroom sebelah. Kira-kira acaranya mulai jam berapa, apakah Kyuri bisa ikut menghadiri acara tersebut, apa kata Bu Lily kalau dia sampai ketahuan. Berbagai macam pertanyaan muncul di pikirannya. Untung saja training hari terakhir hanya merupakan sesi Tanya-jawab untuk para trainee yang masih belum terlalu mengerti. Jadi Kyuri yang tidak terlalu fokus pada training tidak terlalu diperhatikan oleh sekitarnya.

 

Training selesai dua jam lebih cepat hari ini. Tepat pukul 03.00 sore Rie menutup training dengan foto bersama. Kyuri senang bukan kepalang mengetahui hal ini. Sekeluarnya dari ballroom ini dia akan langsung mencari cara agar bisa masuk ke dalam fan signing EXO di ballroom sebelah.

 

Dengan long cardigan cream, syal floral kesayangannya serta sepatu keds merah andalannya Kyuri menuju ke ballroom fan signing. Tak lupa dikenakannya juga snapback XOXO favoritnya untuk menutupi sedikit wajahnya. Sesampainya disana antrian masih terlihat sangat panjang. Para security berusaha menertibkan para EXO-L agar tetap pada antriannya. Langsung saja Kyuri ikut mengantri pada line yang paling belakang.

 

Satu setengah jam dilalui yeoja tersebut hanya dengan mengantri. Sekarang posisinya sudah agak sedikit lebih dekat dengan pintu ballroom. Security yang berada di sana mulai mengecek invitation dari masing-masing EXO-L yang ingin masuk.

 

Babo! Kenapa aku bisa tidak kepikiran jika harus memiliki invitation untuk acara seperti ini.” Rutuk Kyuri dalam hati.

 

Agashi.. Bisa tolong perlihatkan invitation Anda?” Tanya seorang security kepada Kyuri.

 

“Hah? Mmm.. Geuge.. Mmm..” Jawab Kyuri terbata-bata.

 

“Mohon maaf, Agashi. Anda tidak diperbolehkan masuk jika tidak memiliki invitation.” Kata Security tersebut tetap ramah.

 

Berhasil jadi tontonan para EXO-L yang ada di sana, akhirnya Kyuri dengan lunglai meninggalkan antrian di depan ballroom tersebut. Sia-sia sudah perjuangannya mengantri dari 90 menit yang lalu. Ditundukkan kepalanya sambil jalan menuju ke salah satu sofa di tengah lobby agar dia masih bisa melihat keadaan di depan ballroom tersebut.

 

Tak lama kemudian antrian di depan ballroom sudah habis. Fan signing EXO pun resmi berakhir dengan Kyuri yang hanya bisa menatap dari kejauhan. Sudah terlihat beberapa EXO-L yang masih menunggu para idolanya untuk keluar dari ballroom. Kyuri yang kecewa hanya bisa menarik napas panjang kemudian berjalan ke lift untuk kembali ke kamarnya.

 

Bersamaan dengan masuknya Kyuri ke dalam lift, terdengar teriakan dari para EXO-L yang melihat para idolanya keluar dari dalam ballroom. Mereka berteriak histeris dan kemudian membabi buta berlari ke arah para member EXO. Seketika kericuhan pun terjadi, para member EXO langsung diamankan oleh para bodyguard untuk naik ke kamar yang telah disediakan di atas. Karena kegilaan fans yang tidak bisa ditahan, akhirnya para member EXO dibawa terpisah oleh para bodyguard-nya.

 

Aaaaahhh! OPPAAAAAA!!!” Seru empat orang EXO-L bersamaan kemudian menerjang bodyguard Chanyeol dan Sehun.

 

Chanyeol dan Sehun terpaksa kabur sendiri melihat bodyguard mereka yang telah dilumpuhkan oleh keempat EXO-L berbadan bongsor tadi. Keduanya berlari ke arah lift namun para EXO-L yang lain dengan lincahnya langsung mengejar mereka.

 

“Tidak ada pilihan lain, Sehun! Tangga darurat!” Seru Chanyeol.

 

Eoh! Palli Hyung!” Jawab Sehun menarik tangan Chanyeol berlari ke arah tangga darurat.

 

Dengan napas tersengal-sengal dan kecepatan yang secepat kilat Chanyeol dan Sehun kini sudah berada di lantai 11, tempat kamar mereka berada. sayup-sayup dari bawah terdengar teriakan EXO-L yang masih mengejar mereka. Ketika mereka membuka pintu darurat untuk masuk ke area Hotel, terlihat dua orang EXO-L yang sudah semakin dekat. Sehun berlari secepat kilat ke arah kamarnya di ujung lorong sedangkan Chanyeol sedikit tertinggal di belakang.

 

“Sehun-aa.. Gidalyoooo!!” Teriak Chanyeol.

 

Kyuri yang baru saja akan masuk ke kamarnya terhenti karena mendengar teriakan tersebut. Tiba-tiba di belakangnya terlintas seorang namja yang berlari secepat kilat ke ujung lorong dan dari arah kirinya terlihat namja yang sedang berusaha mengejar namja yang tadi.

 

OMOOO!!!” Teriak Kyuri kaget mengetahui siapa namja yang dilihatnya. Bersamaan dengan itu dia terdorong masuk ke dalam kamarnya dengan mulutnya yang sudah dibekap oleh namja tadi.

 

“Ssssssttttt! Gaman-iss-eo! Jebal!” Kata Chanyeol tersengal membekap mulut Kyuri dan menghimpitnya ke arah tembok.

 

Yeoja mungil tersebut hanya bisa terbelalak kaget dan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Apa benar di depannya ini adalah Chanyeol sang idolanya.

 

“Kyuri Tarik napas.. Buang napas.. Inhale.. Exhale.. Huuu.. Haaaahh..” Kata Kyuri dalam hati menenangkan diri. “OMOOO!! CHANYEOL ADA DI DEPANKU DAN TANGANNYA MEMBEKAP MULUTKU!! BAGAIMANA JIKA AIR LIURKU BERCECERAN?! OTTOKEEEEE..” Lanjut Kyuri histeris dalam hati.

 

“Ah.. Mereka masih ada di luar.. Sepertinya aku harus tinggal di sini sebentar sampai mereka pergi. Gwenchanh-aa?” Tanya Chanyeol setelah mengintip dari peek hole namun masih membekap mulut Kyuri.

 

“…………….” Kyuri hanya memandang Chanyeol dengan mata sipitnya lalu menunjuk tangan Chanyeol yang membekap mulutnya.

 

Opps! Mianhae! Hehehe..” Kata Chanyeol melepaskan bekapannya lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

 

Ja-Jamkanman gidalyoo!” Kata Kyuri terbata dan langsung meninggalkan Chanyeol berlari ke arah kamar mandi.

 

Di dalam kamar mandi . . .

 

Maldo Andwae.. Apakah aku mimpi? Tadi itu Chanyeol kan? Ya Tuhan sepertinya aku sedang bermimpi! Ottokeee… Ottokeee…??!!” Kata Kyuri memukul-mukul wajahnya. “Apa yang kamu lakukan di sini, babo! Cepat keluar! Jangan saampai Chanyeol hilang nanti!” Serunya pada dirinya sendiri.

 

Kyuri kemudian keluar dari kamar mandi dan melihat Chanyeol yang masih berdiri, mengintip pada peek hole untuk mengecek keadaan di luar.

 

“Ehm!” Kyuri berdehem memecah keheningan.

 

“Ah.. Maafkan aku jika kasar. Tapi mohon biarkan aku di sini sebentar sampai mereka pergi ya? Boleh ya?” Kata Chanyeol berbalik ke arah Kyuri dan memohon.

 

“……………” Tak ada jawaban, Kyuri hanya membuka mulutnya tak berbicara dan menatap ke arah Chanyeol.

 

Wait! Wajahmu familiar.. Apakah kita saling kenal? Kamu teman SD-ku mungkin?” Lanjut Chanyeol.

 

“A-Aku.. Aku bukan teman SD-mu. Aku ini pendatang dari Jakarta dan Aku lebih tua darimu. Jadi tolong bicara yang lebih sopan kepadaku!” Kata Kyuri berhasil mengatakan sesuatu namun malah menjadi omelan.

 

“……………….” Hening . . .

 

“Huahahahahahahahhahaha.. Maafkan aku tertawa, tapi Mian.. ekspresimu lucu sekali.. Hahahahaha..” Chanyeol tertawa memecah keheningan. “Ok, jadi haruskah aku memanggilmu noona sebelum meminta izin untuk tinggal sebentar di sini?” Lanjut Chanyeol.

 

“T-Tentu saja! Kamu harus lebih sopan kepada yang lebih tua, apalagi kita ini tidak saling kenal.” Kata Kyuri melanjutkan omelannya. “Aduuuhhh.. ini nervous kenapa jadi marah-marah sih!” Gerutu Kyuri dalam hati.

 

“Hahahah.. Arasseo-yo noona! Mohon izinkan aku tinggal di sini ya sampai keadaan di luar sudah aman? Ne…?” Kata Chanyeol mengulangi permintaannya dengan aegyo sambil mengedipkan matanya.

 

OMOOOOOO!” “Sahut Kyuri tertahan membekap sendiri mulutnya.

 

“Jadi noona yakin tidak mengenalku?” Tanya Chanyeol lagi berjalan mendekati Kyuri.

 

“…………….” Kyuri masih membekap mulut dengan kedua tangannya.

 

Noona?!” Ulang Chanyeol dengan posisi menunduk dan menempatkan wajahnya tepat di hadapan wajah Kyuri kemudian tersenyum jahil.

 

“A-Aku.. Aku tahu Kamu Chanyeol kan, salah satu member EXO.” Jawab Kyuri berhasil menarik napas menyambung hidupnya. “Sasil-eun, I’m one of your big fans!” Lanjut Kyuri tertunduk malu.

 

Araaa.. Hihihi” Kata Chanyeol sambil memegang pelan bracelet EXO di pergelangan Kyuri.

 

“Aaaahhh.. Ini sungguh memalukan!” Teriak Kyuri frustasi menutup wajahnya.

 

“Hahahahhaha kamu lucu sekali noona..” Seru Chanyeol kemudian duduk di sebelah Kyuri. “Tapi noona tidak akan menerkamku seperti fans yang lain kan?” Tanya Chanyeol pura-pura khawatir.

 

“Tentu saja tidak. Aku hanya akan mengikatmu lalu kumasukkan ke dalam kopor untuk kubawa pulang ke Jakarta.” Kata Kyuri memandang Chanyeol dengan wajah serius. “Hahahhahahahaha.. I was joking! C’mon!” Lanjut Kyuri tertawa melihat wajah kaget Chanyeol.

 

“Issshh! Jinjja! Wajah noona serius sekali tadi. Aku sampai berpikir lolos dari serangan harimau tapi masuk ke dalam kandang singa.” Chanyeol memukul pelan lengan Kyuri.

 

Kyuri tak henti-hentinya tersenyum karena tidak bisa mempercayai apa yang sedang dialaminya sekarang. Jika dia cerita kepada Nerinee, yeoja tersebut pasti akan berteriak histeris mengalahkan suara teriakan Mariah Carey. Kyuri berdiri berjalan ke arah mini bar, kemudian diambilnya minuman kaleng dari dalam kulkas lalu diberikan kepada Chanyeol.

 

Gomawo!” Kata Chanyeol lalu meminum minuman tersebut.

 

“Aku akan menelepon resepsionis untuk mengutus security ke sini mengangkut para EXO-L brutal di luar. Jadi kamu bisa kembali ke kamarmu untuk istirahat.” Kata Kyuri lalu menekan tombol ‘3’ agar tersambung ke resepsionis.

 

Chanyeol tersenyum melihat tindakan Kyuri. Baru kali ini dia bertemu dengan fans yang sangat dewasa. Sepertinya wanita yang lebih tua memang lebih pengertian dan bisa diandalkan, pikirnya dalam hati.

 

Polaroid bermotif panda di samping TV menarik perhatian Chanyeol. Diambilnya kamera tersebut lalu diambilnya potret dirinya yang sedang melakukan gaya “scissor” andalannya.

 

Noona! Iliwa!” Seru Chanyeol mengajak Kyuri untuk selca dengan Polaroid panda yang tak lain dan tak bukan adalah kamera kesayangan Kyuri.

 

Hanya dua foto bersama dan satu foto selca Chanyeol yang bisa mereka lakukan. Selain isi Polaroid yang sudah habis, security Hotel juga telah mengamankan EXO-L di area lantai 11. Mengetahui hal ini Chanyeol pamit untuk kembali ke kamarnya karena besok pagi masih banyak schedule yang menunggunya.

 

Neomu gamsa-haeyo.. Jika bukan karena bantuan noona aku pasti sudah habis dilahap oleh fans tadi.” Kata Chanyeol berterima kasih lalu membungkukkan badannya memberi hormat.

 

“Issh! Anieyo! Sudahlah jangan kaku seperti itu.” Sahut Kyuri sambil memukul pelan lengan Chanyeol. “Ini kamu simpan satu ya buat kenang-kenangan.” Lanjut Kyuri memberikan cetakan foto dirinya dan Chanyeol tadi.

 

“Ternyata aku sudah diberikan duluan sebelum aku minta. Gomawo noona!” Seru Chanyeol girang lalu menarik Kyuri pelan ke dalam pelukannya.

 

Pelukan tersebut terasa hangat. Kyuri menyimpan dengan baik aroma Chanyeol ke dalam memorinya, sebelum akhirnya melepaskan pelukan tersebut.

 

Jal sara.. I’ll see you when I see you, Chanyeollie..” Kata Kyuri tersenyum sambil membukakan pintu.

 

Neodo noona..” Balas Chanyeol juga tersenyum lalu berjalan keluar menjauhi kamar Kyuri.

 

Lima langkah sepeninggalannya dari kamar Kyuri, namja tersebut kembali berbalik lalu melambaikan tangannya penuh semangat seperti anak kecil. Kyuri hanya bisa tertawa melihat tingkah idolanya itu. Memang benar kata orang kalau Chanyeol adalah happy virus, pikirnya dalam hati.

 

********

 

Minggu pagi di kota Seoul terasa sejuk. Kyuri sedang bersiap untuk ke Lobby bertemu dengan rekan kerjanya dari Indonesia. Hari ini dia akan kembali ke negaranya setelah menjalani training selama lima hari dan tentunya setelah mendapatkan moment tak terlupakan bersama Chanyeol, sang idolanya.

 

Dilihatnya potret dirinya bersama Chanyeol kemudian tersenyum lebar. Foto tersebut sudah terpajang dengan manis di dalam dompet Kyuri. Yeoja tersebut sudah tidak sabar untuk memamerkannya kepada Nerinee nanti.

 

Sesampainya di Lobby belum terlihat tanda-tanda kemunculan Metha, Yoris ataupun Bu Lily. Sambil menunggu dia duduk di sofa yang sama seperti tempat dia duduk kemarin ketika gagal memasuki fans signing EXO.

 

Sementara itu di dalam lift . . .

 

“Sehun-aa.. Gomawo karena kemarin telah meninggalkanku.” Kata Chanyeol tersenyum sambil merangkul pundak maknae-nya.

 

Hyung.. Neaga jalmos-haess-eo! Jeongmal mianhaeee..” Sungut Sehun meminta maaf.

 

Ani, gwenchanh-aa.. Berkat kamu aku bisa bertemu dengan yeoja yang pernah singgah ke dalam mimpiku.” Jawab Chanyeol menenangkan sambil memamerkan fotonya dengan Kyuri semalam.

 

Chanyeol menyadari kalau Kyuri adalah fans di Jakarta yang meneriakkan namanya dengan suara nyaring setelah tidak sengaja melihat kaos pink neon milik Kyuri yang setengah keluar dari kopor semalam. Pantas saja dia merasa familiar dengan wajah Kyuri karena dia juga pernah memimpikan yeoja tersebut beberapa minggu yang lalu.

 

MWOOO??!” Tanya Sehun dan Baekhyun bersamaan. Baekhyun yang dari tadi menguping pembicaraan Chanyeol dan Sehun jadi penasaran.

 

Nugu-yaaa?!” Tanya Baekhyun berusaha mengambil foto di tangan Chanyeol.

 

“Issshh! Pelan-pelan dong, Baekhyunnie!” Sontak Chanyeol lalu memamerkan fotonya sambil tersenyum.

 

“Ada apa sih? Ada apa?” Seru member yang lain melihat kehebohan ketiga orang tersebut.

 

Aniyaaaa!” Seru Chanyeol lalu memasukkan fotonya ke dalam kantong jaketnya. “DING!” bersamaan dengan itu pintu lift terbuka.

 

Kesebelas namja tersebut berjalan melintasi lobby menuju ke van mereka yang sudah menunggu. Para bodyguard lebih bersiaga karena tidak mau kejadian kemarin terulang kembali.

 

OPPAAAAA!! OPPAAAAAA!! SARANGHAEEE!!” Teriak para EXO-L sambil berusaha menerobos pertahanan penjagaan.

 

Kyuri yang sedang duduk di sofa lobby sontak menoleh menyadari keramaian yang terjadi akibat teriakan dari beberapa EXO-L yang masih setia menunggu idola mereka. Sepintas dilihatnya Chanyeol berjalan dengan sunglasss hitam bergagang emas yang bertengger manis di wajahnya. Snapback leather hitam dan Jaket hitamnya melengkapi penampilannya di pagi itu.

 

Mata Kyuri terus mengikuti tubuh Chanyeol yang bergerak menuju van-nya, berharap dapat memberikan proper goodbye sebelum dirinya kembali ke Indonesia. Kerumunan para EXO-L menjadi semakin ramai, Kyuri reflex berdiri dari duduknya agar bisa tetap melihat Chanyeol. Untungnya namja tersebut memiliki tubuh yang cukup tinggi sehingga Kyuri masih bisa melihatnya meskipun dia dikelilingi oleh para bodyguard dan EXO-L.

 

Masih tidak bisa melupakan kejadian semalam, Chanyeol berusaha mencari Kyuri di kerumunan para fans disekitarnya. Dari balik kacamata hitamnya, matanya bergerak-gerak mencari sosok seorang yeoja mungil yang telah menyelamatkan hidupnya kemarin.

 

“Apakah dia belum bangun? Ataukah dia sudah kembali ke Negaranya?” Tanya Chanyeol dalam hati.

 

Sambil tetap berusaha ramah kepada para EXO-L di sekitarnya, Chanyeol masih terus mencari sosok Kyuri di setiap sudut lobby hotel. Ditengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri berulang-ulang berharap dapat bertemu yeoja tersebut untuk terkahir kalinya. Di tengah pencariannya, sepintas dilihatnya gesture lambaian tangan dari arah kanan tempat dimana sofa berwarna merah maroon berada.

 

Dari barisan paling belakang, Kyuri bisa melihat perlahan namja tersebut menolehkan kepalanya ke tempat dirinya berpijak sambil memberikan senyum manis terbaiknya. Selang beberapa detik keduanya hanya saling menatap, diam tak bergerak.

 

“­A-n-n-y-e-o-n-g N-o-o-n-a!” Kata Chanyeol perlahan hampir seperti ejaan kepada Kyuri sambil menurunkan sedikit sunglass-nya agar mata mereka bertemu.

 

“……………………” Seperti biasa Kyuri hanya bisa melongo menatap tingkah Chanyeol, hingga akhirnya namja tersebut menghilang dari pandangannya.

 

A-n-n-y-e-o-n-g C-h-a-n-y-e-o-l..” Sahut Kyuri berbisik, tersenyum menggenggam bracelet-nya.

 

 

THE END-

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “[Freelance] Annyeong Noona! [2/2]

  1. Huaaah keren ffnya thorr
    너무 좋아!♥♥
    Ga kebayang kalo ada diposisinya kyuri, aah it’s so asdfghjkl haha 😀 *alay* *abaikan*
    Ditunggu karyalainnya ya thor,hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s