[Part Seven] My Boyfriend Is IDOL

chanyeol

Main Cast                   : Park Chanyeol, Choi Shina (OC), Oh Sehun

Supp. Cast                  : EXO, Kim Yejin

Author                         : Eunmi Choi

Genre                          : Romance, Sad, School life

Rating                         : PG-15

Length                        : Chaptered

Disclaimer                  : Anniyeong yeorobun….. aku kembali Baiklah, semua main cast, support cast and author adalah milik Tuhan YME, tapi FF ini tetap milik author sendiri. Ya walaupun otaknya yang menciptakan ide ini milik Tuhan juga. Baiklah, dari pada banyak bacot tak jelas, langsung aja kita ke ini masalah. Capcus. Don’t Go Anywhere and Stand by me…

Summary                    : Kalian tau, bagaimana rasanya pacaran dengan seorang idola. Aku yakin kalian pasti ingin merasakannya. Memang pacaran dengan seorang idola itu sangat indah jika kita diakui olehnya, tapi jika kita sama sekali tak diakui atau bahkan tidak pernah dianggap bagaimana rasanya?

Happy Reading, RCL… don’t Be Siders and Plagiator…

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-Previous-

“Mian oppa, aku harus pergi”. Shina menarik tangannya dari genggaman Chanyeol dan berdiri mendekat kejalan karena bis yang dia tunggu sudah tiba.

“Shina-ya”. Panggil Chanyeol.

Shina menoleh. “Anniyeonghi gasseo”. Ucap Shina kemudian masuk kedalam bis dan bis pun pergi.

“Haruskah kata itu yang kudengar? Choi Shina”. Lirih Chanyeol.

-Part Seven-

Chanyeol meruntuki dirinya. Baru saja dia baikan dengan Shin tapi sekarang gadis itu malah pergi meninggalkannya. Mungkin dia memang terlalu mencintai Yejin dan tidak bisa menghindari gadis itu.

‘Betapa bodohnya kau, Park Chanyeol’. Chanyeol mengetuk kepalanya dengan jari telunjuknnya berulang kali sambil menggeleng.

“Hei. Kau ini kenapa?”. Ucap Baekhyun yang membawa segelas air dan memberikannya pada Chanyeol. “Ini. minumlah dulu”. Tambah Baekhyun.

Chanyeol mengambil gelas itu dan menghabiskan isinya dalam satu kali tegukan. “Gomawo, Baek. Hah!”. Chanyeol menyandarkan kepalanya di bantalan sofa. Dia menutup matanya dan mengetuk dahinya dengan kepalan tangannya berulang kali.

“Ada apa, Yeol?”. Tanya Baekhyun heran.

“Hm. Shina. Dia salah paham padaku”. Ucap Chanyeol sambil terpejam.

“Tapi kenapa?”. Tanya Baekhyun.

Baekhyun tidak mengerti apa yang terjadi pada Sahabat satu kamarnya ini. karena saat kejadian itu, Baekhyun sama sekali tidak ada disana. Dia sedang banyak masalah dan tidak penting baginya ikut campur dalam masalah orang lain.

“Tadi siang, aku tidak bermaksud membela Yejin. Aku hanya ingin mengetahui seberapa cinta’kah dia padaku, hanya itu saja. tapi satu kesalahan fatal yang aku lakukan-“. Chanyeol menghentikan ucapannya lalu menarik nafas panjang sebelum akhirnya dia menyelesaikan kata-katanya.

“Aku membentaknya keras. Hingga dia menangis”. Chanyeol membuka matanya kemudian duduk dan mengepalkan kedua tangannya.

“Bukankah aku begitu bodoh, Baek? Bahkan aku tidak menjelaskan apapun padanya saat kami bertemu di halte tadi”. Chanyeol memijit dahinya kemudian terpejam dan menyandarkan kepalanya. Lagi.

“Seharusnya ka uterus minta maaf padanya. Aku yakin dia akan memaafkanmu”. Ucap Baekhyun semangat.

“Percuma, Baek. Dia sudah mengucapkan selamat tinggal padaku”. Jawab Chanyeol.

“Lalu, dengan semudah itu kau melepasnya? Kau yakin tidak menyukainya?”. Pertanyaan telak dari Baekhyun. Chanyeol bahkan lupa kalau Shin adalah kekasih nyatanya, bukan karena perjanjian omong kosong itu.

“Ah. Matta. Kau benar. Aku bahkan lupa kalau dia adalah pacarku”. Ucap Chanyeol kemudian bangkit dan meraih jaketnya kemudian keluar.

“Baek, aku pergi. Terima kasih saranmu dan aku harap masalahmu juga akan segera selesai”. Chanyeol yang selesai mengatakan itu menghilang dibalik pintu.

“Aku harap juga begitu, Yeol”. Baekhyun bangkit kemudian beranjak menuju kamar.

^-^

Ting tong…. Ting tong…..

Bel rumah bercat putih itu berdering kuat. Tapi tidak menunjukan siapapun yang akan membukanya.

“Siapa?”. Sahutan dari dalam.

‘Syukurlah’. Chanyeol menarik nafasnya. “Aku Park Chanyeol. Apakah Shina ada dirumah?”.

“Eoh. Tunggu sebentar”.

Krek…..

“Ada apa?”. Tanya seorang wanita paruh baya dengan serangam berwarna hitam dengan sebuah alat pembersih ditangannya.

“Eoh. Aku Park Chanyeol kekasih Choi Shina. Apakah Choi Shina nya ada dirumah?”. Tanya Chanyeol hati-hati.

“Eoh? Anda kekasih Shina-ssi. Oh, silahkan masuk, Shina-ssi ada dikamarnya, silahkan saja naik keatas”. Ucap wanita paruh baya itu.

“Eoh! Boleh saya tahu nama anda, bi?”. Tanya Chanyeol.

“Panggil saja saya bibi Han. Saya adalah pengasuh Shina-ssi dari kecil jadi hanya saya dan Shina-ssi saja dirumah ini”. ucap bibi Han.

“Hm. Jadi begitu. Terimakasih bibi Han. Kalau begitu saya langsung keatas saja”. Pamit Chanyeol.

“Silahkan. Tapi kalau Shina-ssi sedang tidur jangan di ganggu ya, karena tadi dia pulang sekolah, keadaannya kacau sekali dan juga matanya bengkak. Kalian tidak dalam masalah kan?”. Tanya Bibi Han hati-hati.

“Hm. Sebenarnya sedikit salah paham saja, bi”. Ucap Chanyeol.

“Baiklah kalau begitu. Saya kedapur dulu, tuan”.

Chanyeol menunduk kemudian beranjak kelantai dua. Dia bahkan lupa bertanya yang mana kamar Shina.

Ada banyak kamar dilantai dua. Chanyeol melirik pintu kamar yang mungkin menunjukkan tanda-tanda dimana Shina beristirahat. Chanyeol menusuri setiap pintu dan kemudian berhenti tepat di sebuah pintu bercat puti dengan tulisan.

Jangan Ganggu aku. hari ini aku tidak akan makan. Jadi jangan memanggilku.

 

-Shina-

“Agh. Ternyata anak itu belum makan sama sekali”. Chanyeol mengurungkan niatnya untuk masuk. Chanyeol kembali turun dan menemui Bibi Han untuk menyiapkan makan malam untuk Shina.

“Ini, Tuan. Apakah Nona Shina sudah mau makan?”. Tanya bibi Han

“Pasti dia mau. Sudah, bibi tenang saja”. Ucap Chanyeol santai.

Chanyeol yakin dia bisa membujuk Shina kali ini. Dia pun membawa makanan itu kekamar Shina. Di buka nya perlahan kenop pintu bercat putih itu sepelan mungkin, agar tidak ada suara decitan mengganggu. Kamar Shina terlihat remang. Hanya ada cahaya lampu di atas lemari kecil di samping tempat tidurnya.

Chanyeol menutup pintu dengan hati-hati, sebelumnya dia sudah mengamankan makanan Shina di atas nakas. Chanyeol menutup pintu dan mengunci pintu itu kemudian kunci itu ia simpan di saku celananya.

Chanyeol berjalan mendekat. Dilihatnya si pemilik kamar tidur dengan nyenyak di bawah selimut tebal yang menutupi hingga mulutnya itu.

Chanyeol menatapi wajah damai itu. Shina terlihat damai dan manis sekali saat tidur. Chanyeol menggerakkan tangannya dan menarik selimut Shina dengan jari telunjuknya.

Selimut itu pun tersingkap hingga dada. Chanyeol menatapi wajah teduh itu. Dia tidak bisa bayangkan wajah semanis dan seteduh ini menangis karena ulahnya.

“Mianhae Shina-ya, aku berjanji tidak akan membuatmu menangis lagi”. Chanyeol menyingkirkan helaian rambut hitam milik Shina yang menutupi sebagian wajahnya.

Chanyeol menepis helaian demi helaian dari pipi Shina, tapi tanpa Chanyeol sadari tangannya menyentuh bagian lembut dari wajah Shina. Bagian dimana Chanyeol-lah yang merasakannya untuk pertama kalinya.

Mata Chanyeol berhenti ketika jari telunjuknya menyentuh bibir Shina. Kemudian Chanyeol memandangi lama lalu mengusapnya pelan. Sekali-duakali-hinga yang ketiga kalinya Shina terusik. Shina mencoba untuk membuka matanya tapi terasa berat. Kemudian Shina hanya menggeser tubuhnya. Bukan menggeser menjauh dari Chanyeol, malah semakin mendekat. Kini wajah Chanyeol dan Shina hanya berjarak lebih kurang dua jari. Chanyeol pun mengerjapkan matanya berulang kali. Dia berusaha melawan nalurinya untuk tidak melakukan apapun pada gadis ini.

“Aku harus bisa!”. Chanyeol berusaha meyakinkan dirinya. Kemudian dia menarik nafas dan mengaturnya.

“Shina-ya? Ireonayo? Pabmogoyo?”. Ucap Chanyeol sambil mengelus pipi Shina lembut.

“Engghhh. Ahjumma, aku bilang aku tidak lapar. Apa kau tidak baca memo yang ku tempel di pintu?”. Shina mengucek matanya. Kemudian membukanya perlahan.

“Aaaaarr,,hhhmmmmmm”. Chanyeol yang begitu mendengar teriakan spontan Shina langsung membekap mulutnya. Shina terus saja meronta-ronta.

“Shina-ya, ini aku, Chanyeol”. Shina terdiam begitu Chanyeol membisikkan namanya di telinga Shina.

“Jangan teriak lagi ya?”. Tanya Chanyeol. Shina mengangguk.

Shina menekan saklar yang tak jauh dari tempat tidurnya. Lampu pun menyala terang.

“Oppa? Apa yang oppa lakukan?”. Tanya Shina heran.

“Kau belum makan’kan. Ayo makan dulu?”. Chanyeol mengambil nampan yang berisi nasi lengkap dengan sayur dan lauknya.

“Oppa? Kenapa oppa kesini? Ini sudah malam oppa?”. Tanya Shina. Chanyeol sama sekali tidak perduli pertanyaan Shina.

“Buka mulutmu. Aaaaa”. Chanyeol mengangakan mulutnya lebar.

“Oppa. Jawab dulu pertanyaanku!”. Seru Shina.

“Hm”. Chanyeol membuang nafasnya panjang. “Bogosiposeo”. Jawab Chanyeol Singkat.

“MWO? JINJJA?”. Tanya Shina tak percaya. Shina tak bisa lagi menutupi kesenangannya. Dia sangat bahagia saat Chanyeol mengucapkan kata itu padanya.

“Hm. Neomu bogosipo”. Chanyeol tersenyum. “Sekarang buka mulutmu. Aaa”. Contoh Chanyeol.

“Aaaa”. Tiru Shina.

“Oppa. Saranghae”. Ucap Shina dengan mulut penuh kemudian melingkarkan tangannya di leher jenjang Chanyeol dan mengecup pipi Chanyeol singkat.

“Maaf. Kalau aku terlalu kekanakan”. Ucap Shina kemudian melepas pelukannya.

“Hm. Maaf. Kalau aku terlalu egois dan kasar”. Ucap Chanyeol.

“Oppa?”. Tanya Shina sambil mengerutkan alisnya.

“Hm? MWO?”.

“Ani. Aku senang oppa ada disini. Jangan pernah membentaku seperti tadi lagi ya. Aku takut sekali. Kalau oppa marah padaku, lebih baik oppa diam saja, jangan berteriak dan membentakku seperti tadi”. Shina menatap Chanyeol yang tengah menatapnya lembut.

“Hm. Yakseok”. Ucap Chanyeol kemudian mengelus pipi Shina dan membersihkan sisa makanan di sudut bibir Shina.

“Sudah kenyang?”. Tanya Chanyeol. Shina mengangguk. “Baiklah”.

“Aku mengerjakan tugas ku ya oppa. Oppa jangan pulang dulu, ne?”. Chanyeol mengangguk.

Chanyeol meletakkan nampan itu diatas nakas kemudian duduk diatas ranjang bersama Shina. Shina yang tengah membuka buku pelajaran dengan kacamatanya besar itu, dia terlihat sangat manis.

“Hei”. Panggil Chanyeol.

“Hm. Ada apa, oppa?”. Shina menatap Chanyeol yang tengah menyeringai.

“Kenapa tadi sore kau mengucapkan selamat tinggal padaku. Aku fikir kau tidak ingin bertemu denganku lagi”. Tanya Chanyeol.

“Itu. Itu karena aku kesal dengan oppa. Bisa-bisanya oppa lebih membela Yejin sunbae daripada aku”. ucap Shina ketus dengan bibir yang dimanyunkan.

“Oh. Kau cemburu”.

“Tentu saja. bukankah oppa bilang kalau kita sepasang kekasih sekarang?”. Ucap Shina telak.

“Hm. Tentu”.

“Lalu? Kenapa oppa malah membela Yejin sunbae dari pada aku? kenapa?”. Tanya Shina dengan picingan matanya.

“Aku hanya –hanya-“.

“Hanya apa, oppa? Hanya masih menyukainya? Begitu kan maksud oppa?”. Ucap Shina sambil kembali membaca bukunya.

“Bukan. Bukan begitu maksudnya. Aku hanya –hanya ingin tahu seberapa cinta Yejin padaku?”

Ucapan telak dari Chanyeol. Chanyeol mengucapkan kata yang sangat salah. Kalau saja Shina jago karate. Mungkin Chanyeol sudah babak belur dibuatnya.

Shina menatap Chanyeol tajam. Dia tahu pendengarannya masih normal. Dia pasti tidak salah dengar.

“Apa? oppa bilang apa? Cinta Yejin sunbae pada oppa?”. Shina mengerjapkan matanya berulang kali tak percaya.

“Ck. Bahkan sekarang saja cinta Yejin sunbae masih di cari tahu kadar cintanya? Ckckck. Pantas saja aku tidak pernah dianggap sedikitpun”. Ucap Shina kemudian menatap keluar jendela.

“Shina-ya. Bukan begitu maksudnya. Aku hanya ingin tahu, sebesar mana cinta Yejin dan sebesar mana cintamu padaku”. Kesalahan fatal yang kedua kalinya.

“Bahkan oppa membandingkanku dengannya’kan? Aku sadar, aku hanya seorang fans yang tidak ada artinya untuk oppa”. Shina merapikan semua bukunya yang berserak di atas ranjang kemudian menyusunnya kedalam tas sekolahnya.

“Sudah malam. Lebih baik oppa pulang, sebelum seseorang mencurigai oppa. Dan hati-hati, di daerah sini sangat banyak wartawan. Aku hanya tidak ingin oppa terkena gosip murahan hanya karena berkencan dengan seorang fans”. Shina beranjak ke kamar mandi dan menutup pintu itu rapat.

‘Owch. Park Chanyeol. Kau baru saja di maafkan, kenapa kau buat dia kesal lagi. Apa kau tak pernah menghitung kadar kebodohanmu, Park Chanyeol’. Chanyeol meruntuki dirinya dan mengacak rambutnya kesal.

Chanyeol pun meraih jaketnya kemudian keluar dari kamar itu dan berharap besok semuanya akan kembali normal.

^-^

Shina pagi ini berangkat sekolah dengan Shin ahjussi. Shina belum diizinkan untuk mengendarai mobil. Shina menginjakkan kakinya kesekolah yang sudah menemaninya menuntut ilmu selama tiga tahun ini.

Shina berjalan santai menuju kelasnya. Tiba-tiba Shina terhenyak. Dia mengingat sesuatu yang dia lupakan.

“Eoh? Kalung!”. Shina meraba lehernya dan mengeluarkan sebuah kalung yang dia temukan dibelakang halte kemarin. “Kira-kira punya siapa ya?”. Shina hanya memandang foto seorang namja kecil yang sangat lucu. “Bukankah dia begitu lucu”. Shina tersenyum memandang foto itu dan mengusapnya pelan. “Kalau aku bertemu dengan bocah ini, aku akan mencubit pipinya sampai merah, Lihat saja”. Shina menutup liontin itu kemudian menyimpannya di balik seragamnya dan berjalan ke kelas.

^-^

Sore itu Shina sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton TV acara favoritnya. Dia tidak pergi ke gedung SM hari ini karena Chanyeol dan anggota EXO sedang ada konser Live di M!Countdown. Shina hanya bisa melihat mereka dari layar kacanya yang besar.

“Huft. Aku masih kesal dengannya. Kenapa dia membanding-bandingkanku dengan Yejin Sunbae.Ck. malas sekali mendengarnya”. Shina menyeruput jus lemonnya dan mengunyah beberapa makanan ringan diatas meja.

“Baiklah. Mari kita saksikan bersama-sama. EXO dengan Overdosenya”. Ucap MC acara tersebut.

Shina mengeraskan Volume suara TV nya dan mengatur posisi dengan kepala yang bertopang di lengannya.

“Oppa? Kau begitu tampan”. Ucap Shina.

Someone call the doctor nal bujabgo marhaejwo..

Sarangeun byeong jungdeok overdose

Sigani jinal surok tteojineun himdeureojwo

Jeomjeom gipsugi pajwoganda e-oh

Too much, neoya, your love

Igeon overdose

Shina terus saja memantengi acara TV itu sampai kehadiran sesuatu mengganggunya.

“EXO, adalah pendatang baru yang bersinar. Wah bagaimana kalian bisa begitu terkenal. Padahal kalian baru debut dua tahun.

Kami jadi penasaran. Oh, ya. Baru-baru ini, kami mendengar bahwa Byun Baekhyun sedang menjalin hubungan dengan Kim Taeyeon SNSD. Apa itu benar? Dan baru saja kalian kehilangan Kris, Baekhyun sudah punya kekasih. Dan kabarnya hubungan Baekhyun dan Taeyeon sudah empat bulan, apa itu benar?”. MC itu membuka semuanya didepan public yang bahkan Chanyeol tidak pernah cerita apapun pada Shina.

‘Baekhyun oppa? Berkencan dengan Taeyeon eonni? Empat bulan?’.

Shina menatap lagi layar kacanya itu.

“Hm. Mungkin pemberitaan itu benar. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kepergian Kris hyung”. Jawab Baekhyun.

“Tapi, bukankah semua member juga punya bias. Bukankah Baekhyun termasuk yang beruntung dapat berkencan dengan biasnya. Wah, mungkin semua orang juga ingin seperti Baekhyun-ssi”. Ucap MC itu.

“Mungkin”. Ucap Baekhyun singkat.

“Tapi diantara kalian, ada juga yang punya bias yang menjadi bintang tamu di acara ini. benar’kan?”. Tanya MC itu.

“Eoh? Tentu. Park Chanyeol sangat mengidolakan Sandara Noona”. Ucap Luhan gamblang.

Shina yang sedang nafsu mengunyah makanannya seketika berhenti. Shina menatap tajam acara itu dan benar saja, dia bahkan lupa kalau 2NE1 juga menjadi bintang tamu acara itu dan Shina sangat tahu pasti kalau Chanyeol, idolanya itu sangat mengidolakan yeoja yang satu itu.

“Park Chanyeol-ssi. Apa itu benar?”. Tanya MC itu.

“Hm? Bagaimana, ya? Aku juga tidak tahu”.

“Bukankah waktu itu media memberitakan kalau Chanyeol-ssi menjemput Sandara-ssi di asramanya? Apa kalian berkencan?”.

Pip-

Shina mematikan TV nya itu. Dia tidak tahan jika harus mendengar itu lebih lama.

‘Berita apa lagi yang harus kudengar. Kalau seperti ini, lebih baik aku menjadi fans saja’.

Shina bangkit dari duduknya dan masuk kekamarnya. Shina merebahkan tubuhnya yang lemas itu. Dia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Shina memejamkan matanya, berharap semua fikirannya saat ini hilang sejenak. Dia lelah dengan semua kabar yang membuatnya sakit.

‘Aku tidak pernah sesakit ini, dulu, saat aku masih menjadi fans nya. Malah aku akan mendukungnya apapun pilihan yang akan dia pilih’.

Drrttttt

Getaran ponsel di atas nakas menghentikan Shina untuk tidur. Shina melirik ponselnya yang sudah menyala, menandakan sebuah pesan masuk. Shina meraih ponsel itu dengan malas dan menyalakannya.

Ada sebuah pesan masuk dan itu dari Chanyeol. Shina mengeser layar itu untuk membuka ponsel dan membaca pesan dari idola atau bahkan kekasihnya. Mungkin.

From : Chanyeol oppa

Shina-ya. Eodiga?

Aku akan kerumah mu setelah acara ini.

Shina dengan malas membalas pesan itu. Bahkan dia sempat tak ingin membalasnya. Tapi Shina rasa tindakannya terlalu kekanakan, bukankah dia sudah berjanji tidak akan seperti itu lagi.

To : chanyol oppa

Mian, oppa. Aku sedang diluar bersama teman

Shina pun mengirim pesan itu pada Chanyeol.

mungkin saat ini, lebih baik aku merenung. Aku belum ingin bertemu dengannya’.

Ponsel Shina kembali bergetar. Di raihnya benda mungil itu dan membaca isi pesan yang baru saja hinggap di ponselnya itu.

From : Chanyeol oppa

Jinjja? Kenapa kau tidak memberitahuku?

Aku akan menjemputmu, kau ada dimana?

Ada hal yang ingin kukatakan padamu

Shina membalas pesan itu.

To : Chanyeol oppa

Mian, oppa. Tapi rasanya aku ingin sendiri dulu saat ini.

Jadi, lebih baik oppa istirahat saja.

Oppa baru saja menyelesaikan acara itu kan?

Anniyeong oppa….

Tak lama Shina mengirim pesan itu, Chanyeol menelponnya. Shina yang melihat ponselnya bergetar tak karuan hanya bisa diam. Dia menyimpan ponsel itu kedalam laci nakas dan kembali merebahkan tubuhnya kemudian tepejam dan akhirnya terlelap.

^-^

Sehun yang pagi itu berada di sekolah lamanya sedang berkeliling mencari sosok Shina. Dia bahkan ingin sekali memporak-porandakan sekolah itu karena tak melihat Shina dimanapun.

Shina tidak masuk sekolah hari ini karena sakit. Shina mengalami panas tiggi saat tengah malam tadi. Sehingga Shina tak masuk sekolah. Bahkan Chanyeol saja tidak diberitahunya.

Shina melarang Han Ahjumma untuk memberitahukan Chanyeol kalau dia sedang sakit. Shina belum ingin melihatnya. Shina masih perlu waktu untuk menentukan keputusannya. Tapi, Shina hanya belum bisa sepenuhnya melepaskan Chanyeol dan kembali menjadi fans atau bahkan tidak.

Shina yang berbaring lemah dikamarnya dengan kompresan di atas kepalanya. Matanya terpejam dengan keringat membasahi wajah pucatnya itu. Shina sangat gelisah dalam tidurnya, panasnya sangat tinggi, sampai Han Ahjumma saja panic dan memanggil dokter keluarga mereka.

“Shina?”. Chanyeol yang baru saja tiba langsung membuka pintu bercat putih itu dan menerobos masuk kedalamnya.

“Shina? Kau kenapa?”. Chanyeol menggenggam tangan Shina yang tertidur lemah itu. “Kenapa panas sekali? Shina-ya, kau kenapa?”. Chanyeol panic. Dia mengganti kompres yang ada di dahi Shina yang sudah sangat panas itu.

“Shina-ya? Buka matamu?”. Chanyeol menggenggam tangan Shina. “Ahjumma, panggil dokter cepat, atau kita bawa kerumah sakit saja. siapkan semuanya”. Chanyeol hendak beranjak tapi lengannya tertahan oleh genggaman Shina.

“Shina?”. Chanyeol menoleh menatap Shina yang mencoba membuka matanya.

“Oppa? Kenapa oppa ada disini?”. Ucap Shina lirih.

“Shina-ya? Kenapa kau sakit seperti ini?”. Tanya Chanyeol kemudian duduk di atas tempat tidur di samping Shina.

“Aku baik-baik saja, oppa. Jangan khawatir. Lebih baik oppa pulang saja, oppa ada jadwal show di music bank hari ini kan?”. Shina menutup matanya.

“Shina-ya, aku akan tetap disini”. Ucap Chanyeol tegas.

“Jangan,oppa. Aku tidak ingin melibatkan oppa”.

“Tapi, Shina-“.

“Oppa? Aku tidak apa-apa. tenang saja. pergilah, acaranya akan mulai 2 jam lagi”. Ucap Shina sambil melirik jam dinding birunya.

“Shina?”.

“Oppa? Jebal!”. Shina menarik tangannya dan memutar tubuhnya membelakangi Chanyeol.

Chanyeol pun berdiri dan mengecup kepala Shina. “Cepat sembuh ya, aku merindukanmu”. Ucap Chanyeol kemudian mengelus rambut Shina lalu pergi.

‘Mian, oppa. Aku tidak bisa katakan hal ini padamu. mungkin suatu saat nanti oppa akan tahu kenapa aku’.

-TBC-

hai……

aku kembali…….

maaf telat post……

penasaran yah Shina nya kenapa?

ada yang bisa tebak gak?

heheheheheheheheheh

makasih ya udah setia buat nunggu FF kacang aku ini….

semoga gak pada bosan yah….

oh ya, makasih loh buat yang udah ngasi komentarnya….

aku seneng dan semangat kalau kalian mau ngasi komen ke aku……

jangan bosan yah…..

anniyeong yeorobun……

Eunmi Choi…

Advertisements

36 thoughts on “[Part Seven] My Boyfriend Is IDOL

    1. shina sakit…
      tapi gak parah kok…
      penyakit bawaan aja….

      emang…
      chanyeol tu kadar ketampanan lebih banyak dari pada pintarnya…
      hehehe

      gomawo…
      🙂

      mian baru bales….
      🙂

  1. Ah ff ini seru, bagus dan keren alurnya
    chanyeol bodoh ihh hehe
    cepat banget tbcnya
    ditunggu kelanjutannya ya tapi jangan lama

  2. Hmmm.. Dragon”nya shina sakit parah neh…
    Yakk!!! Author, mending shina ama sehun aja dripada sakit parah truss mati n chanyeol patah hati trus jadi org baik.. *plakk..*dkeplak author…

    1. hahahahaha
      gak parah-parah banget kok…..

      emang sih, sehun tuh lebih perduli….
      tapi ntar kalo shina ama sehun, chanyeol sama siapa? masa iya sama aku? *plak*

      gak bakalan patah hati dia nya, kan ada kamu..
      *senyumgaje*

      oke deh…
      gomawo…
      keep reading yah…
      🙂

      1. U r welcome … Klo boleh milih,, aq sama do min jun aja… #cetar,, bunyi petir siang hari..

        semangat buat nulis yaaa… *transfer kekuatan…

    1. iya…
      dia itu sedikit lemah…
      soalnya dia punya peyakit yang dia derita dari kecil….

      alurnya kecepatan yah?
      ntar aku cek lagi,,,
      heheheh
      buru-buru soalnya…

      gomawo..
      keep reading yah…
      🙂

  3. itu pertama tamanya ngerasa chanbaek moment yakan?:’) #maapchanbaekshipper 😀

    shina pemaaf ya:’) terus shina malah bilang dia yang kekanak-kanakan. duh ada gak cowok yang sifatnya kayak shina? jangan kayak chanyeol yang suka ngebentak-bentak-_-

    kebiasaan chanyeol salah ngomong mulu. pabo. yaampun ini host ngapa jadi bahas sandara? gatau apa chanyeol udah punya shina. sabar ya shina. shina mah apa atuh yakan?:’)

    oke akhirnya bikin takut. shina kenapa? shina sakit? duh gws shina:”)

    seperti biasa, komen spam eonnie 😀 maafkan dongsaengmu ini #pengen banget dianggep saeng# wkkw

  4. chanyeollieee -_- kenapa kamu tidak pernah mengukur kadar kebodohan kamu? gregetan aku kamu buat -_-
    tp tenanglah, kadar kebdohan mu akan aku kalah kan, dg kadar cintaku padamu yang melebihi luasnya samudra pasifik :* *eaaaaak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s