Five

SI_20140514_175503

 

Five

by Zoe Alanna

genre AU, School-Life rating Teen length ficlet

 

 

Tidak ada yang spesial.

Han Sora yakin, hari ini tidak akan ada yang spesial seperti hari-hari sebelumnya. Dirinya masih menjadi remaja yang memiliki banyak mimpi, masih menjadi remaja yang tak mengerti apa-apa soal cinta, pun masih menjadi remaja yang katanya, dingin.

Bukan, bukan tubuhnya yang dingin, tetapi kepribadiannya. Orang lain menyebutnya ‘dingin’ karena Sora memang selalu memasang wajah datar dan ia jarang tersenyum. As cold as ice, begitu kata teman-temannya.

Bel istirahat sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu, namun Sora lebih memilih mengeluarkan salah satu novel karya Rick Riordan, membacanya. Ia tenggelam dalam dunia imajinasi, memvisualkan setiap kata yang tercetak di atas kertas itu menjadi adegan seru di dalam imajinasinya.

Lama ia membaca novel itu, hingga ia tidak menyadari kalau seseorang sudah duduk di depannya, memerhatikannya.

 

“Sora?”

 

Tanpa sadar, Sora memutar bola matanya ketika mendengar panggilan itu. Kepalanya mendongak dan ia bisa melihat dengan jelas senyum yang terukir di wajahnya. Sora memicingkan matanya, lantas mengeluarkan suara bernada ketus ketika bertanya, “Apa apa?” Ia merasa kesal karena kegiatan membacanya diganggu.

Dia masih memasang senyum dan tidak berucap apa-apa, membuat Sora tanpa sadar berdecak kesal. Ia benar-benar menganggu.

“Ada apa?” ulang Sora sekali lagi, memastikan apakah pemuda itu ingin bicara atau tetap tersenyum seperti orang gila.

Pemuda itu mengeluarkan tawanya tanpa sebab, membuat Sora langsung mengernyitkan dahinya. Apa yang lucu?

“Kau tidak ke kantin?” Akhirnya pemuda itu bertanya. Ia masih mempertahankan senyum lebarnya itu.

Sora mengacungkan buku yang dipegangnya. “Menurutmu?”

“Oke, tidak usah dingin begitu,” ujarnya, tertawa.

Sora hanya menghela napasnya, tidak mengerti apa makasudnya menganggu acara membacanya. Apa sih mau anak ini?

“Kau suka angka berapa?”

Sora mengerjapkan matanya, merasa aneh dengan pertanyaan dari pemuda bernama lengkap Park Chanyeol tersebut. “Apa harus kujawab?”

Chanyeol tertawa, lantas menjentikkan jarinya di depan wajah Sora. “Aku tahu! Kau suka angka lima, ‘kan?”

“Jangan sok tahu,” ujar Sora cepat. Ia hanya memandang Chanyeol yang masih tertawa.

“Oh ayolah! Apa sih yang tidak diketahui oleh seorang Park Chanyeol?” Chanyeol tersenyum lebar, menampilkan giginya yang berjejer rapi dan bersih.

“Seorang Han Sora menyukai angka lima, membaca, menulis, menonton film, bulan Desember, kucing, tempat sunyi, bahasa Inggris, sastra, sejarah, Viva Polo…”

“Hentikan itu.” Sora mengucapkan dua buah kata itu dengan dingin. Matanya berkilat tajam saat Chanyeol menutup mulutnya, tetapi menampilkan senyum tipis di bibirnya.

“Dari mana kautahu itu?” Sora memicingkan matanya, heran dengan Chanyeol yang mengetahui kesukannya. Dan Park Chanyeol tampaknya hapal betul dengan kesukaan Sora.

“Aku membaca blog-mu.”

Sora menjatuhkan rahangnya ketika kata-kata itu yang masuk ke indra pendengarannya. Ia tidak salah dengar, ‘kan? Bagaimana mungkin seorang Park Chanyeol tahu kalau ia memiliki sebuah blog? Oh, Han Sora merasakan panas di seluruh wajahnya, malu. Tak ada tulisan yang bagus di sana, hanya ada curahan hati tak penting dan cerita yang tak layak dibaca.

“Kautahu dari mana kalau aku punya blog?” tanya Sora pelan. Ia masih shock dengana apa yang didengarnya.

Chanyeol tersenyum lebar dan berujar dengan percaya diri, “Aku tahu segalanya.”

Sora tertawa pelan, membuat Chanyeol terpana sesaat. Han Sora yang jarang tersenyum itu kini tertawa di hadapannya? Chanyeol tidak tahu, tapi ia merasakan sebersit rasa bahagia di hatinya.

“Tapi sayang sekali, ya, kau tidak menyukai matematika.”

Tawa Sora terhenti kala mendengar sura Chanyeol. Ia hanya tersenyum tipis, mengedikkan bahunya. “Bukan salahku kalau aku tidak menyukai matematika.”

“Aku tahu,” jawab Chanyeol, tersenyum.

Sora hanya mengangkat sudut bibirnya sedikit, merasakan suasana canggung yang tiba-tiba mengelilingi mereka berdua. Ia berdeham pelan, merasa tak enak hati karena mengakui kalau ia tak suka dengan hal yang justru menjadi kesukaan Chanyeol.

Well, Park Chanyeol dan matematika. Dua hal yang sudah menjadi cirinya, menjadikannya terkenal sebagai salah satu tim olimpiade matematika sekolah.

Sudah dipastikan kemampuan matematikanya di atas rata-rata. Dan sejujurnya, Sora iri dengan pemuda itu.

Sora mengerjapkan matanya tatkala suara berat Chanyeol sukses membuyarkan lamunanannya.

“Kalau boleh aku tahu, kenapa kausuka angka lima?” Chanyeol bertanya pelan, terdengar serius. Kali ini tak ada senyum seperti sebelumnya, hanya ada kerutan dalam di dahinya. Tetapi Park Chanyeol harus menelan kekecewaan karena suara bel yang berbunyi nyaring terus berdering, mengindikasikan bahwa percakapan itu harus berakhir.
Sora hanya tersenyum tipis saat Chanyeol angkat kaki dan menuju mejanya sendiri karena beberapa siswa sudah masuk ke dalam kelas. Dalam hati, Sora menjawab pertanyaan itu dengan lancar.

 

Karena bagiku, angka lima itu sebuah kesempurnaan.

 

 

A/N: Enggak, ini belum berakhir hahahah jadi ini cuma awal. Rencananya, aku mau buat series tentang Chanyeol-Sora ini. Mungkin ada yang berminat baca? Kalau iya, ditunggu saja, ya. Kalau enggak, ya sudahlah. XD

 

Advertisements

18 thoughts on “Five

    1. Halo Jung! Salam kenal yaaa hehe makasih lho 😀
      Btw lanjutannya udah ada hihi mungkin berminat baca? 😉

  1. Ceritanya simple, mudah dimengerti, ficlet tapi feelnya dapet banget. Whoa aku tahu kesukaan itu milik siapa, seseorang yang pinter matematika, anak olimpiade. Mungkin kalo disebut pipi eonnie merah^^ Oiya kelanjutannya judulnya apa? Susah ini nyarinyaa T^T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s