[Part Two] My Boyfriend Is IDOL

MBII

Main Cast                   : Park Chanyeol (EXO-K), Choi Shina (OC)

Supp. Cast                  : EXO, Kim Yejin

Author                        : Eunmi Choi

Genre                          : Romance, Sad, School life

Rating                         : PG-15

Length                        : Chaptered

Disclaimer                  : Anniyeong yeorobun….. aku kembali Baiklah, semua main cast, support cast and author adalah milik Tuhan YME, tapi FF ini tetap milik author sendiri. Ya walaupun otaknya yang menciptakan ide ini milik Tuhan juga. Baiklah, dari pada banyak bacot tak jelas, langsung aja kita ke ini masalah. Capcus. Don’t Go Anywhere and Stand by me…

Summary                   : Kalian tau, bagaimana rasanya pacaran dengan seorang idola. Aku yakin kalian pasti ingin merasakannya. Memang pacaran dengan seorang idola itu sangat indah jika kita diakui olehnya, tapi jika kita sama sekali tak diakui atau bahkan tidak pernah dianggap bagaimana rasanya?

Happy Reading, RCL… don’t Be Siders and Plagiator…

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

++n_n++

Previous-

“Hyung, ayo buka aku penasaran dengan isinya”. Chanyeol pun mulai membuka perekat demi perekat yang mengunci kotak itu. Dan tada…. Kotaknya terbuka. Sepasang sepatu kets berwarna hitam kecoklatan untuk latihan, sebuah topi berwarna hitam kebiruan dan sebuah kaos berlengan dengan lukisan abstrak di bagian depannya.

“Huaaa, daebak. Hyung apakah Kim Yejin memberikanmu ini juga?”. Kai selalu saja menyinggung Yejin disaat seperti ini.

“Kai. Apa maksudmu?”. Chanyeol mulai menatap Kai dengan tatapan sadisnya.

“Aniyo. Aku rasa kau harus melupakan Yejin dari sekarang”.

++n_n++

Part Two-

“Hyung, bukankah bagus jika kau punya seorang fans seperti ini. aku rasa dia fans beratmu. Tidakkah ini kesempatan bagus untukmu hyung?”. Kai mulai berkata yang aneh-aneh mengenai Fans tadi. Tapi yang dikatakan Kai ada benarnya. Bukankah Yejin sudah melupakannya, karena Chanyeol debut lebih awal dibandingkan dirinya.

“Sudah lah Kai, berhenti mengada-ngada. Aku sedang tidak ingin bercanda. Lagipula, tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan seorang Fans. Apalagi aku tidak mengenalnya. Bisa saja dia sasaeng kan?”. Chanyeol terus saja menolak usul Kai. Kai mulai bingung dengan salah satu hyungnya itu. Kai berulang kali menggaruk kepalanya mencoba mencari jalan agar hyungnya itu termakan rayuannya.

“Hyung, aku ingin kau mencobanya. Cobalah dulu, hanya untuk melupakan Yejin saja. aku sangat iba padamu, yang terus saja mengigau memanggil Yejin”. Kai tekekeh disela ucapannya kemudian menatap Chanyeol.

“Kai. Jaga bicaramu. Walaupun sekarang kau adalah dongsaeng yang paling aku sayangi, tapi kau juga harus menghormatiku sebagai hyungmu. Apa kau paham?”. Chanyeol sedikit meninggikan suaranya. Dia merasa Kai sudah keterlaluan menganggapnya hyung yang bisa di buat bercanda seperti itu.

“Nde. Mianhae hyung, aku hanya bermaksud untuk…”.

“Geumanhae Kai. Aku lelah. Sebaiknya kita segera kembali”. Chanyeol berjalan meninggalkan Kai dengan mententeng hadiah yang iya dapatkan dari seorang Fansnya itu. Kai hanya bisa menggeleng heran melihat tingkah hyungnya itu.

“Sehun-ni, sepertinya rencana kita akan gagal”. Ucap Kai saat Sehun menghampirinya.

“Eotte? Kita harus tetap melakukan rencana itu. Kau tau, dia yeoja yang sangat baik. Aku rasa dia pantas untuk Chanyeol hyung. Ya, walaupun hanya untuk membantunya saja. bagaimana kalau kita temui yeoja itu dan meminta langsung padanya, setelah itu kita konfirmasi dengan Chanyeol hyung, dan kita harus paksa dia. Aku rasa, Chanyeol hyung tidak mengetahui bahwa yeoja yang mengiriminya surat semangat itu adalah yeoja itu dan bukan Yejin”. Tutur Sehun panjang lebar. Kai hanya mengangguk mengerti. Kai tahu, kalau Sehun sangat ahli dalam bidang ini.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At School-

“Bagaimana acaranya semalam? Sukses tidak? Kau berhasil bertemu dengannya tidak? Lalu kadonya?”. Hyeri melontarkan bertubi-tubi pertanyaan saat sahabatnya itu tiba dikelas.

“Yak, Min Hyeri. Bisakah kau bertanya satu-satu atau bila perlu tulis saja disebuah kertas agar aku lebih mudah menjawabnya”. Shina mendudukkan dirinya disebelah Hyeri dan menatap tajam sahabatnya itu.

“Mian. Tapi aku penasaran sekali. Ayo ceritakan, bagaimana?”. Hyeri melipat kedua tangannya di atas meja dan menempelkan pipinya disana.

“Hmm, acaranya sukses. Aku berhasil bertemu dengannya, dan sangat puas sekali. Kadonya juga sudah aku berikan, tapi aku tidak tahu dia suka atau tidak”. Shina tertunduk lemas dengan ucapan terakhirnya.

“Kau tahu, Chanyeol oppa itu sangat suka sekali dengan topi. Tentu saja dia menyukai kadomu”. Hyeri mencoba menyemangati sahabatnya itu.

“Semoga saja kau benar”. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“Eoh Matta. Aku lupa memberi kabar padanya hari ini”. saat Shina hendak mengeluarkan ponselnya, suara gaduh terdengar dari luar sekolah. Shina pun mengurungkan niatnya dan berlari keluar untuk mengetahui apa yang terjadi.

Matanya terbelalak begitu mendapati dua sosok namja yang saat ini sangat melambung. Kedua sosok itu sangat familiar di kalangan semua umur. Mereka adalah Kai dan Sehun. Alumni sekolah ini dua tahun lalu. Lebih tepatnya mereka adalah Sunbae Shina saat ia duduk dikelas sepuluh dan mereka dikelas duabelas.

Shina sangat terkejut dengan kehadiran dua sosok itu. Sosok yang selama ini membantunya mengirim surat pada Chanyeol saat mereka masih Trainee. Dan Shina adalah adik kelas Chanyeol saat mereka duduk disekolah dasar. Usia Shina terpaut jarak 4 tahun dengan Chanyeol. Bayangkan saja, Shina sudah menyukai Chanyeol saat dia duduk dikelas dua sekolah dasar. Kebanyakan orang bilang bahwa itu hanya cinta monyet, tapi bagi Shina, itu adalah cinta pertamanya dan sejak saat itu, Shina tidak bisa menyukai siapapun lagi selain Chanyeol.

Sehun dan Kai terlihat berjalan ke arah kelas duabelas, atau lebih tepatnya kearahnya. Shina tidak ingin menjadi bulan-bulanan fans mereka, saat semua orang tahu, bahwa Shina sudah dekat dengan dua namja ini sejak dulu, sebelum mereka debut.

Shina berlari masuk kedalam kelasnya dan berpura-pura membaca buku dengan posisi buku menutupi hampir seluruh wajahnya, hanya matanya saja yang terlihat. Itupun hanya untuk memastikan saja, apa mereka benar mencarinya atau tidak. Dan tepat sekali, Sehun dan Kai masuk kedalam kelas itu yang membuat kelas itu semakin riuh dan ricuh. Teriakan gila dimana-mana, dan suara aneh itu sudah menyebabkan polusi udara dan juga suara.

“Choi Shina. Kau masih mengingat kami kan?”. Sehun berkata sembari duduk di atas meja tepat dimana Shina sedang bersembunyi dibalik bukunya.

“Yak, Choi Shina. Segitu cepatnya kau melupakan kami. Kenapa kau kejam sekali huh!”. Timpal Kai.

“Choseonghamnida sunbaenim, apa maksud kalian?”. Shina menegakkan kepalanya dan menatap mantan sunbaenimnya itu.

“Berhubung aku sudah membantumu dalam setahun mengejar Chanyeol hyung. Maka kau harus membantuku. Bagaimana kau mau tidak?”. Sehun mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu Barter simbiosis mutualisme atau yang kerap di dengar dengan tukar menukar yang saling menguntungkan.

“Apa yang harus aku bantu?”. Shina menatap kedua idola sekaligus mantan sunbaenimnya itu.

“Ikutlah dengan kami. Kami akan menjelaskannya. Dan kau harus bolos hari ini. tidak apa-apa kan? Ulangan jugan sudah selesai”. Kai menyusun semua buku Shina yang berada diatas meja dan memasukkannya kedalam ransel biru muda milik Shina.

“Kajja”. Sehun menarik tangan Shina. Semua orang yang menyaksikan itu hanya bisa ber-oh dan ada juga yang mengeluarkan kata-kata kutukan untuk Shina.

“Sunbae, aku akan dapat surat panggilan kalau aku bolos, dan nilaiku juga akan dikurangi. Sunbae, aku tidak ingin prestasiku menurun karena hal seperti ini”. Shina mencoba memberi pengertian pada kedua Sunbaenya itu, tapi hasilnya nihil.

“Sudah, kau diam saja. aku sudah mengambil surat izinmu dari guru piket jadi kau tidak usah khawatir akan nilaimu”. Kai menjawab pertanyaan Shina sementara Sehun hanya diam.

“Geurae. Ah, syukurlah. Gomawo sunbaenim”. Shina tengah berlari disepanjang koridor sekolahnya bersama keduan namja idola itu dan akhirnya tibalah mereka di sebuah tempat dimana kedua namja itu memarkirkan mobilnya.

“Masuklah. Kami akan menceritakannya saat dijalan nanti”. Kai mengintruksikan Shina untuk masuk kedalam mobil, dan Shina pun menurutinya.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At Car in the road-

“Sunbae, ada apa sebenarnya. Kenapa harus keluar dari sekolah dulu baru bisa mengatakan hal ini?”. Shina benar-benar tidak mengerti dengan tingkah laku kedua sunbaenya ini.

“Aku butuh bantuanmu untuk membuat Chanyeol hyung melupakan mantannya itu. Dan kau tahu siapa mantanya?”. Shina menggeleng. Dia sama sekali belum pernah mendengar Chanyeol memiliki mantan pacar.

“Kim Yejin. Teman seangkatan kami yang juga kakak kelasmu”. Ucapan itu berhasil membuat Shina mencelos. Dia benar-benar tidak menyangka kalau sunbaenya itu juga salah satu trainee.

“Benarkah? Dia juga seorang trainee?”. Shina mematung tak percaya. Dia menatap Kai dan Sehun secara bergantian.

“Hmm. Kami juga baru mengetahuinya saat kami bertemu dengannya diruang latihan. Ternyata dia dengan Chanyeol hyung sudah berpacaran saat mereka memulai trainee”. Sehun menjelaskan panjang lebar, takut-takut Shina salah paham dengan mereka.

“Eoh. Geurokkuna. Arraseo. Lalu, tugasku apa?”. Shina mulai bingung dengan tugasnya. Bukankah membuat seorang namja melupakan mantannya itu sangat susah sekali. Apalagi hati Shina sangat sakit saat ini. setelah memaksa mendengar semua kenyataan bahwa Chanyeol oppanya masih mencintai mantan yeojachingunya.

“Kau, akan kami jadikan yeojachingu Chanyeol hyung. Bagaimana, kau setuju?”. Shina membelalakkan matanya. Mana mungkin namja se populer Chanyeol mau menerimanya sebagai yeojachingunya. Jangankan menjad yeochin, chingu saja dia harus berfikir seribu kali.

“Tapi, bagaimana mungkin? Chanyeol oppa pasti tidak menyetujuinya. Aku juga tahu diri. Aku bukan gadis cantik seperti Yejin sunbae”. Shina mungkin benar dengan penolakan Chanyeol tapi tidak dengan parasnya. Sejujurnya Shina itu jauh lebih cantik dari Yejin, hanya saja dia tidak percaya diri dengan dirinya.

“Lantas, kau fikir Chanyeol hyung itu setampan apa? Lagipula kau lebih cantik jauh dibanding Yejin. Jadi kau harus percaya diri”. Sehun memang selalu berkata dengan fakta. Dia tidak pernah suka memberi harapan yang menurutnya tidak aka nada untungnya itu.

“Sunbae!”. Shina sedikit tersipu oleh ucapan Sehun. Rona merah kini mewarnai kedua pipinya saat ini.

“Dan asal kau tahu saja, kalau saja kau tidak mengidolakan hyung babo itu, mungkin aku sudah menjadikanmu yeochinku saat kita masih di SHS”.

“Sehun-ni”. “Sunbae”. Jawab Kai dan Shina bersamaan.

“Tenanglah, itukan dulu. Sudah, kau mau tidak? Aku tidak menerima penolakan”. Ucap Sehun datar.

“Baiklah sunbae. Tapi, sunbae harus katakan dengan Chanyeol oppa dahulu. Aku tidak ingin dikira fans tak tahu diri nanti”. Shina mulai khawatir akan keputusannya. Ia takut Chanyeol akan menolaknya mentah-mentah.

“Kalau soal itu, kau tenang saja. itu semua sudah kami atur. Kau tinggal memainkan dramanya saja”. Sehun menunjukkan smirknya. Shina hanya bisa mengangguk mengerti.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At Dorm EXO-

“Hyung, apa kau tahu yeoja yang memberikanmu hadiah itu?”. Chanyeol yang tengah sibuk memberi makan pounya itu sontak berhenti dan menatap kedua dongsaengnya yang sekarang mulai gila akan yeoja.

“Wayeo?”. Chanyeol mengatur posisi duduknya menghadap mereka berdua.

“Ternyata dia adalah adik kelas kami saat di SHS, Benar kan Sehun”.

“Itu bukan urusanku. Dan perlu kalian tahu, aku tidak akan mendengar lagi ocehan tak bermutu itu. Dan jika kalian mengatakan itu lagi, lihat saja”. Chanyeol bangkit dari duduknya, tak lupa pula I-Padnya yang berisi pou yang kelaparan itu.

“Hyung, kau harus mendengarkan kami dulu”. Ucap Kai. Tapi Chanyeol tidak menggubrisnya sama sekali.

“Sudahlah Kai, aku akan membuatnya menyesal seumur hidunya?”. Sehun pun beranjak dari tempatnya dan pergi menuju kamarnya.

“Ada apa dengan mereka berdua. Huh. Kepalaku pusing sekarang”. Kai pun mengikuti Chanyeol dan Sehun sembari memijat lembut dahinya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At School-

“Shina-ah! Kau dibawa kemana dengan kedua idol itu?”. Hyeri selalu saja ikut campur apapun yang menyangkut sahabatnya itu.

“Tidak kemana-mana. Mereka hanya mengantarku pulang”. Shina hanya bisa menjawab itu. Dia tidak mungkin menceritakan rahasia itu, sekalipun Hyeri sahabatnya.

“Benarkah? Tidak ada yang mereka katakan lagi padamu?”. ucap Hyeri penasaran.

“Benar. Aku hanya ditanyai seputar Chanyeol oppa. Seberapa besar Chanyeol oppa untukku. Hanya itu saja”. Hyeripun menganggukan kepalanya menunjukkan kalau dia mengerti.

“Baguslah kalau hanya itu. Aku hanya takut kalau mereka memintamu yang tidak-tidak”. Shina sempat kaget tapi buru-buru dia hilangkan wajah kagetnya itu.

“Eoh. Hanya itu saja”. Ucap Shina sembari tersenyum agak kecut.

Ddddrrrrtttttt

Ponsel Shina bergetar. Menandakan sebuah pesan masuk.

From : Sehun Sunbae

Shina-ah. Aku ingin bertemu denganmu siang ini, di café bubble tea

Jam 4 sore. Aku akan menunggumu di gerbang depan.

Jangan sampai telat.

Shina sedikit heran dengan pesan itu, karena tidak biasanya Sehun mengiriminya pesan dalam waktu senggang dan tidak terdesak sama sekali.

‘Apa mungkin Chanyeol oppa menyetujuinya’. Fikir Shina. Tapi dia tidak mau berharap lebih, karena akan banyak kemungkinan yang akan terjadi.

“Ada apa Sunbae”.

“Sudahlah jangan banyak bertanya, datang saja tepat waktu”.

“Nde, arraseo”.

Shina masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba Sehun seperti ini. tapi Shina berharap tidak akan terjadi apa-apa.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At Sehun’s car-

Bel pulang pun berbunyi. Seluruh siswa berhamburan keluar tanpa terkecuali, termasuk Shina. Dia langsung mengambil langkah seribu agar dia tiba di gerbang depan lebih cepat.

Tok tok tok

“Sunbae. Ada apa?”. Ucap Shina begitu kaca mobil terbuka.

“Masuklah, ada yang ingin aku katakan padamu”. Sehun mengintruksi Shina untuk masuk kedalam mobilnya dan Shina menuruti itu.

“Ada apa sunbae?”. Tanya Shina saat dia tepat berada di samping Sehun sekarang.

“Nanti akan kujelaskan saat kita tiba di café bubble tea” Sehun menghidupkan mesin mobilnya dan melesatkan mobilnya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

-At Bubble tea’s café-

“Kau ingin minum apa?”. Sehun bertanya dengan Shina dengan suara yang minim sekali didengar.

“Sunbae. Tidak apa jika kita harus berada ditempat ramai seperti ini. sunbae yakin tidak aka nada yang mengenal sunbae walaupun dengan jubah hitam seperti itu”. Shina sedikit lucu melihat tingkah Sehun yang berusaha menutup identitasnya dengan jaket hitam yang hampir menyerupai jubah menutupi tubuhnnya dari pinggang sampai ke atas bibir, dengan kacamata dan topi.

“Sudahlah. Kau ingin pesan apa”. Sehun bertanya lagi, kerena Shina tidak menjawabnya tadi dan malah membahas yang tidak penting.

“Baiklah. Aku saja yang pesankan. Sunbae tunggu disini saja”. Shina beranjak dari kursinya dan berjalan mengantri di meja pesanan.

Sesekali Sehun meliriknya. Dia tetap saja santai dengan posisinya, seperti tidak sedang bersama idol. Tapi Sehun sangat peduli dengan gadis ini. apa mungkin Sehun juga menyukainya.

“Tantantan. Ini dia pesanannya. Minumlah dulu sunbae. Mian, jika aku terlalu lama”. Setelah hampir sepuluh menit, Shina kembali membawa pesanannya yaitu dua buah bubble tea dan kentang goreng.

“Hmm. Gwaenchana”. Ucap Sehun kemudian menyeruput bubble teanya.

“Sunbae mau bilang apa?”. Shina membuka pokok permasalahan. Dia sedari tadi penasaran atas apa yang akan diucapkan Sehun padanya.

“Chanyeol Hyung menolaknya. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi. Kai juga sepertinya sudah menyerah”. Shina terlihat lesu. Dia sudah yakin pasti Chanyeol menolaknya.

“Eoh, arraseo sunbae. Aku tahu bagaimana usaha kalian. Mian kalau aku sudah merepotkan. Seharusnya aku menolaknya dari awal”. Shina mencoba menerima ini. dia mencoba untuk tidak terlihat sedih didepan sunbaenya itu.

“Tapi sunbae, apa Chanyeol oppa selama ini tidak bertanya siapa pengirim surat semangat itu? Apa dia tidak membaca suratku sama sekali?”. Sehun tertegun. Sehun menatap Shina dengan tatapan bersalah.

“Mian Shina, bukannya dia tidak bertanya, tapi dia salah mengira. Saat kami ingin mengatakannya, Yejin yang juga menyukainya saat itu mengambil kesempatan emas itu. Dia mengaku sebagai yeoja yang mengiriminya surat semangat itu”. Shina membelalakan matanya. Dia hampir tidak percaya apa yang dikatakan Sehun. Dia sungguh tidak percaya bahwa Yejin akan melakukan hal selicik itu.

“Lalu, Chanyeol oppa percaya begitu saja?”. Tanya Shina. Sehun mengangguk.

“Tapi aku menuliskan inisial namaku disana. SNC. Apakah dia tidak melihatnya?”. Tanya Shina lagi. Sehun menggeleng.

“Nan Molla”. Jawab Sehun.

“Sudahlah Shina-ah. Tidak bisakah kau membuka hatimu untuk orang lain dan melupakan Chanyeol hyung?”. Sehun berkata itu tulus dari hatinya. Ada rasa sakit yang dia rasakan saat Shina ternyata mengidolakan Chanyeol, Hyung yang dikenalnya.

“Tapi apa aku bisa melupakannya? Bagaimana mungkin?”. Shina menundukkan kepalanya dan menyeruput bubble tea miliknya yang sudah tinggal setengah.

“Jadilah yeojachinguku, Choi Shina”.

-TBC-

Aku kembali dengan Chapter twonya….

Semoga saja aku tidak dikacangin…..

Selamat membaca……..

Anniyeong……

19 thoughts on “[Part Two] My Boyfriend Is IDOL

  1. ish ish
    kok yeol oppa jd nyebelin gini sih !
    ya ! saengi-ah ! neo jinjja , bener bener pengen nyubit pipinya yeol oppa mu yang tampan itu
    aish jd kesel sendiri bacanya !
    *loh
    hahaha
    eoon sukaaa
    next chap ya saengi-ah

  2. Mwooo!!ternyata sehun oppa suka ama shina. Yejin jahat bener kenapa harus bilang ke chanyeol kalo dia yg ngirimi surat nya.padahal kan itu udah jelas² surat nya dari shina. Wae oppa harus percaya ama yejin. >.<

    Keep writing eonn 🙂

  3. shinaa!!!!! aku ngiri sama kamu fixxx!!!!! aahhh udah terima aja tu si albino eh sehun maksudnya 😀 tak ada chanyeol, sehun pun jadi yakan? wkwk duh geregetannnn >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s